cover
Contact Name
Ivo Christiana Siregar
Contact Email
mattheosagala@gmail.com
Phone
+6281376650009
Journal Mail Official
operator@sttpaulusmedan.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapiten Purba 1, Mangga, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 26853493     DOI : https://doi.org/10.47166/sot.v2i1
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah untuk memublikasi hasil penelitian bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, baik bagi para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Theologia Paulus, Medan maupun STT dan institusi lain yang terkait dalam rumpun ilmu Teologi Kristen, di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Lingkup penelitian di SOTIRIA adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi dan Kontekstual Pendidikan Agama Kristen SOTIRIA menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Juni 2021" : 5 Documents clear
Refleksi Mengelola Tekanan Hidup menurut Mazmur 77 Desti Samarenna
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v4i1.30

Abstract

Life stress is something that occurs as a result of changes in life. The purpose of this study is to analyze and interpret managing the stresses of life according to Psalm 77, then implement it in the lives of believers today. The biblical manuscript research method is the book analysis method, in this case using a research method that includes exegesis and Bible study to understand the text in Psalm 77. Based on the results of the reflection study of Psalm 77, the following conclusions are drawn: calling on God to convey the struggle, remembering blessings God in the past, strengthen beliefs and divert thoughts that are applied to matters relating to God's actions in the past. Then glorify God and trust him as a release from the struggles and pressures of life by remembering God's loving and generous character. Abstrak Tekanan hidup adalah sesuatu yang terjadi akibat timbulnya perubahan dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menafsir mengelola tekanan hidup menurut Mazmur 77, lalu mengimplementasikannya dalam kehidupan orang percaya masa kini. Metode penelitian naskah Alkitab yaitu mentode analisis kitab, dalam hal ini menggunakan metode penelitian yang mencakup eksegesis dan kajian Alkitab untuk memahami teks dalam Mazmur 77. Berdasarkan hasil kajian refleksi Mazmur 77, maka ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: berseru kepada Allah menyampaikan pergumulan, mengingat berkat Allah dimasa lalu, mengokohkan keyakinan dan mengalihkan pikiran yang diterapkan kepada hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan Allah di masa lalu. Kemudian memulikan Tuhan dan memercayainya sebagai pelepas atas pergumulan dan tekanan hidup dengan mengingat karakter Allah yang penuh kasih dan murah hati.
Mereduksi Superioritas dan Mengamalkan Sila Kemanusian yang Adil dan Beradab dalam Perspektif Kristiani Yonatan Alex Arifianto
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v4i1.35

Abstract

The diversity of the Indonesian population on the one hand is the strength of the Indonesian nation, but it can also be a trigger for the disintegration of fellow nation's children. The number of SARA conflicts that occurred after the reformation gave rise to superiority in various levels of society to the superiority of religion. Through this paper, the writer describes reducing superiority and practising just and civilized human precepts. Using descriptive qualitative research methods, it can be concluded that in order to reduce superiority and also in practising the precepts and norms contained therein, what needs to be done as follows: First, every child of the nation must be able to eliminate the sense of superiority from all sides towards respect for others by reducing the wrong paradigm of the nature of humanity. Second, continue to strengthen and continue to practice unity and integrity as the basis of the nation and state. Third, believers can see the human side from a Christian perspective which can be a guide in actualizing the Christian faith in upholding human values. Abstrak Keberagaman penduduk Indonesia di satu sisi merupakan kekuatan bangsa Indonesia, namun juga dapat menjadi pemicu disintegrasi sesama anak bangsa. Banyaknya konflik SARA yang terjadi setelah reformasi, menimbulkan superioritas diberbagai lapisan masyarakat sampai kepada superioritas agama. Melalui tulisan ini penulis mendeskripsikan tentang mereduksi superioritas seba-gai pengamalan sila “Kemanusian yang adil dan beradab”. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif, dapat disimpulkan bahwa untuk mereduksi superioritas dalam mengamalkan sila dan norma yang terkandung di dalamnya maka yang perlu dilakukan sebagai berikut: Pertama, setiap anak bangsa harus dapat menghilangkan rasa superior atas sikap menghargai sesama dengan mere-duksi paradigma hakikat kemanusiaan yang salah. Kedua, tetap memperkokoh dan terus meng-amalkan persatuan dan kesatuan sebagai dasar hidup berbangsa dan bernegara. Ketiga, orang percaya dapat melihat sisi kemanusiaan dalam perspektif Kristiani yang dapat menjadi tuntunan untuk mengaktualisasi iman Kristen dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Studi Fenomenologi terhadap Karunia Membedakan Roh yang Dimiliki Jemaat GKMI Srumbung Gunung Iwan Firman Widiyanto; Albertus Dwi Saputra; Daryanto Daryanto; Joko Suwiknyo Tyas Mahendra; Akris Mujiyono
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v4i1.34

Abstract

This phenomenological research aims to describe the phenomenon of the ability to distinguish spirits possessed by the members of the Indonesian Muria Christian Church, Srumbung Gunung. There were six church members studied, consisting of men and women from various educational levels. By using a phenomenological approach, the ability to distinguish spirits is a complex reality. Science needs to understand this phenomenon empathetically so that it will be able to explore the wealth contained in it. A scientific approach that is too positivistic towards the phenomenon of the spirit will damage and shallow reality. Abstrak Penelitian fenomenologi ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kemampuan membedakan roh yang dimiliki oleh jemaat Gereja Kristen Muria Indonesia Srumbung Gunung. Terdapat enam anggota jemaat yang diteliti, terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai tingkat pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi menghasilkan bahwa kemampuan membedakan roh merupakan sebuah kenyataan yang kompleks. Ilmu Pengetahuan perlu memahami fenomena ini secara empatik sehingga akan dapat mengeksplorasi kekayaan yang terdapat didalamnya. Pendekatan keilmuan yang terlalu positivistic terhadap fenomena roh akan merusak dan mendangkalkan realitas.
Implementasi Nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dalam Membingkai Keberagaman Pejabat Gereja Bethel Indonesia di DKI Jakarta Andreas Budi Setyobekti; Susanna Kathryn; Suwondho Sumen
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v4i1.29

Abstract

Indonesia has a philosophy of Bhineka Tunggal Ika as one of the treasures that is able to unite various backgrounds and conditions of Indonesian society. This philosophy is part of the four pillars of nationality that bind differences in ethnicity, nation, region, and class. The spirit of nationalism is certainly inherent in this philosophy. The Bethel Church of Indonesia as a church with a national spirit has struggles of division and competition between one group and another which is getting bigger. Therefore, we need a basis and philosophy to frame this diversity of backgrounds. The research method used to obtain the data is descriptive qualitative with interview techniques to GBI officials in DKI Jakarta. The results of the study stated that the way to implement the values of Bhineka Tunggal Ika is by harmonizing Christian values such as one in the body of Christ, loving and respecting others which are in line with the noble values in Bhineka Tunggal Ika. The practice can be seen from the awareness and acceptance of ethnic or racial differences by preaching or teaching the congregation about the need to preserve and apply the values of Bhineka Tunggal Ika. In addition, giving understanding to all officials about differences is a national treasure, developing a culture of inclusiveness as the culture of the Indonesian nation with concrete actions such as joint fellowship activities, exchanging pulpits or conducting joint social activities between one church and another. Abstrak Indonesia memiliki filosofi Bhineka Tunggal Ika sebagai salah satu kekayaan yang mampu mempersatukan berbagai latar belakang keadaan dan masyarakat Indonesia. Filosofi ini adalah bagian dari empat pilar kebangsaan yang mengikat perbedaan suku, bangsa, daerah, dan golongan. Semangat nasionalisme tentu melekat dalam filosofi ini. Gereja Bethel Indonesia sebagai gereja yang bernafaskan nasional memiliki pergumulan perpecahan dan persaingan antar satu kelompok dengan lain yang semakin besar. Oleh karena itu, diperlukan sebuah dasar dan filosofi untuk membingkai keberagaman latar belakang tersebut. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada pejabat GBI di DKI Jakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa cara mengimplementasikan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika adalah dengan menyelaraskan nilai-nilai Kekristenan seperti satu dalam tubuh Kristus, mengasihi dan menghormati orang lain yang sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam Bhineka Tunggal Ika. Praksisnya dapat dilihat dari kesadaran dan penerimaan perbedaan etnis atau ras dengan mengkhotbahkan atau memberi pengajaran kepada jemaat tentang perlunya melestarikan serta menerapkan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, memberikan pengertian kepada seluruh pejabat tentang perbedaan adalah sebuah kekayaan nasional, mengembangkan budaya inklusivisme sebagai budaya bangsa Indonesia dengan tindakan nyata seperti kegiatan fellowship bersama, tukar mimbar atau melakukan kegiatan sosial bersama antar satu gereja dengan gereja yang lain.
Rekonsiliasi sebagai Paradigma Misi Trinitarian Inkarnasional dan Konstruksinya pada Ruang Publik Donald Steven Keryapi
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v4i1.36

Abstract

this study aims to reveal how the concept of Missio Dei as reconciliation in the trinity-incarnational mission paradigm and construct the form of mission Dei as reconciliation in the public sphere. The research method used is a qualitative research method through the Literature Research approach whose research results are obtained through reading various literature on the mission and practice of reconciliation. This research reveals that Missio Dei is a mission carried out by the Triune God so that humans can reunite in the fellowship of the Triune God through reconciliation through the incarnation of the Word, namely Jesus Christ. Missio Dei as this reconciliation forms the format of the mission as reconciliation between individuals/groups based on the trinitarian-incarnational framework and is constructed through a construction circle approach that starts with open relationships and ends with risky actions. The conclusion is that mission Dei as reconciliation is an alternative in the context of today's mission. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana konsep Missio Dei sebagai rekonsiliasi dalam paradigma misi trinitas-inakrnasional dan mengkonstruksikan bentuk mission Dei sebagai rekonsiliasi dalam ruang public. Metode penelitian yang dipakai ialah metode penelitian kualitatif melalui pendekatan Literatur Research yang hasil penelitiannya didapat melalui pembacaan berbagai literatur tentang misi dan praktik rekonsiliasi. Penelitian ini mengungkapakan bahwa Missio Dei adalah misi yang dilakukan oleh Alah Tritunggal agar manusia dapat bersekutu kembali dalam persekutuan Allah Tritunggal melalui rekonsiliasi yang dilakukan melalui inkarnasi sang Firman yaitu Yesus Kristus. Missio Dei sebagai rekonsiliasi ini membentuk format misi sebagai rekonsiliasi antar setiap pribadi/kelompok berdasarkan kerangka trinitarian-inkarnasional dan dikonstruksikan melalalui pendekatan lingkaran konstruksi yang dimulai dari hubungan terbuka yang diakhiri dengan tindakan beresiko. Kesimpulan yang didapat ialah bahwa mission Dei sebagai rekonsiliasi merupakan alternatif dalam konteks misi masa kini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5