cover
Contact Name
Reza Pertiwi
Contact Email
bjp@unib.ac.id
Phone
+6285228168488
Journal Mail Official
bjp@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Bencoolen Journal of Pharmacy
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 28085663     DOI : 10.33369/bjp.v4i1.34258
Core Subject : Health, Science,
Bencoolen Journal of Pharmacy accepts original research papers in the field of Pharmacy and Health. The field of Pharmacy includes Science Pharmacy, Clinical Pharmacy and Community. In the field of pharmaceutical science, the research articles received include Pharmaceutical Biology and Pharmacognosy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, and also Biotechnology. The Community and Clinical Pharmacy areas include Hospital Pharmacy, Clinical Pharmacy, Pharmacy Management, and Social Pharmacy. In the field of Health, it includes Public Health, Nutrition, Biomedicine, Biotechnology, Biochemistry, Epidemiology and Nursing.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026): April" : 4 Documents clear
Peningkatan Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Mengenai Scabies Dan Pengobatannya Melalui Video Berbasis Health Belief Model rahmawati, redinta; Harianti Putri , Yona; Adfa, Morina
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.45091

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabieidan digolongkan sebagai Neglected Tropical Diseases oleh World Health Organization (WHO) sejak 2017. Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi skabies tertinggi di dunia, terutama di lingkungan padat seperti pesantren. Pesantren X telah mencatat 11 kasus skabies pada tahun2023 akibat minimnya edukasi dan akses fasilitas kesehatan. Sehingga perlu dilakukan upayakuratif dan preventif untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan pesantren. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi melalui video berbasis Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan santri PesantrenX sebelum dan setelah diberikan intervensi serta menganalisis pengaruh penggunaan videoberbasis HBM terhadap peningkatan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan skabies. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan One GroupPretest-Posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini 246 sampel dengan teknik pengambilansampel berupa total sampling. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -13,612 dengan nilai p < 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post test. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan Video berbasis HBM berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan penyakit skabies di pondok pesantren.
Analisis Kelarutan dan Potensi Antibakteri Triterpenoid Pentasiklik (Boswellic Acid) sebagai Kandidat Bahan Aktif Sediaan Farmasi Damhuri, Dedi -
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.47613

Abstract

Boswellic Acid (BA) merupakan senyawa aktif triterpenoid pentasiklik utama dari genusBoswellia yang dikenal memiliki sifat antibakteri kuat terhadap patogen kulit. Namun, efikasifarmakologisnya sangat bergantung pada parameter kelarutan. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi pengaruh berbagai pelarut terhadap kelarutan BA dan menentukan konsentrasi yang paling efektif untuk aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, danStaphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan dengan menguji kelarutan BA dalam lima pelarut (etanol 70%, etanol 96%, Tween 80 3%, Tween 80 100%, dan DMSO) pada rentang konsentrasi 10% hingga 100%. Aktivitas antibakteri dinilai menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasilmenunjukkan bahwa BA tidak larut dalam etanol 70% dan 96% ditandai dengan pembentukangumpalan cokelat tua, sedangkan BA larut secara homogen dalam Tween 80 dan DMSO. Analisis menunjukkan bahwa DMSO merupakan pelarut terbaik untuk penghantaran BA dengan aktivitas hambatan yang kuat. Dosis paling efisien yang teridentifikasi adalah konsentrasi 70% untuk P. acnes (zona hambat 12,43 mm) dan konsentrasi 100% untuk S. aureus (13,27 mm) serta S. epidermidis (13,05 mm). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan pelarut yang tepat, khususnya DMSO atauTween 80, sangat krusial untuk menjamin stabilitas dan difusi Boswellic Acid dalam aplikasiantibakteri topikal.
Pola Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Pasien Geriatri di Puskesmas Olak Kemang Jambi Tahun 2025 Pondawinata, Marizki; Putri, Ade Yolanda; Maryani, Riska; Irawati; Aulia, Najwa; Ismailia, Sherina; Melvira, Feyza
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.47690

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis non-komunikabel dengan prevalensiyang terus meningkat, terutama pada populasi geriatri, sehingga memerlukan pengelolaan terapiyang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien geriatri di Puskesmas Olak Kemang, Kota Jambi, periode Oktober 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif.Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode total sampling terhadap seluruh pasien diabetes melitus berusia ≥60 tahun. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien yang meliputi karakteristik pasien serta golongan dan jenis obat antidiabetes yang diresepkan. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pasien, mayoritas berjenis kelamin perempuan (62,5%) dan berada pada kelompok usia 60–74 tahun (93,75%). Pola penggunaan obat antidiabetes didominasi oleh metformin, baik sebagai monoterapi maupun terapi kombinasi. Kombinasi metformin dan sulfonilurea merupakan regimen yang paling banyak digunakan, sedangkan penggunaan insulin ditemukan pada sebagian kecil pasien.Disimpulkan bahwa pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien geriatri di Puskesmas Olak Kemang didominasi oleh terapi oral dengan metformin sebagai pilihan utama.
Analisis Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleivera) dan Bunga Cengkih (Syzygium Aromaticum) Tatuh, Heru Andika; Tahoangako, Sarmadhan Saputra; Heluka, Elipas
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.48399

Abstract

Latar Belakang: Infeksi bakteri, seperti yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, terus menjadi ancaman bagi kesehatan dunia, terutama karena resistensi antibiotik meningkat. Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan daun moringa (Moringa oleifera) diketahui mengandung zat bioaktif termasuk eugenol dan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kemanjuran antibakteri campuran ekstrak etanol kedua tanaman tersebut terhadap Escherichia coli, bakteri penyebab diare. Metode: Aktivitas antibakteri campuran ekstrak etanol bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan daunmoringa (Moringa oleifera) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dinilai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental. Metode difusi digunakan untuk pengujian, dan setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C, diameter zona inhibisi dinilai. Hasil dan Diskusi: Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara signifikan dihambat oleh kombinasiekstrak etanol dari kedua tanaman pada lima dosis (K1, K2, K3, K4, dan K5). Pada dosis yang lebih besar, zona penghambatan meningkat, menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak etanol bunga cengkeh dan daun Moringa menunjukkan nilai zona hambat yaitu K1= 13,83 mm, K2= 15,5 mm, K3= 14, 3 mm, K4= 18,33 mm, dan K5= 21,33 mmmenunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat dan signifikan terhadap mikroorganisme uji.

Page 1 of 1 | Total Record : 4