cover
Contact Name
Reza Pertiwi
Contact Email
bjp@unib.ac.id
Phone
+6285228168488
Journal Mail Official
bjp@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Bencoolen Journal of Pharmacy
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 28085663     DOI : 10.33369/bjp.v4i1.34258
Core Subject : Health, Science,
Bencoolen Journal of Pharmacy accepts original research papers in the field of Pharmacy and Health. The field of Pharmacy includes Science Pharmacy, Clinical Pharmacy and Community. In the field of pharmaceutical science, the research articles received include Pharmaceutical Biology and Pharmacognosy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, and also Biotechnology. The Community and Clinical Pharmacy areas include Hospital Pharmacy, Clinical Pharmacy, Pharmacy Management, and Social Pharmacy. In the field of Health, it includes Public Health, Nutrition, Biomedicine, Biotechnology, Biochemistry, Epidemiology and Nursing.
Articles 62 Documents
Karakterisasi Gugus Fungsi Ekstrak Daun Jambu Jamaika (Syzygium malaccense) Menggunakan Spektroskopi Inframerah (FTIR) Karina primatyas Ningrum; Elly Mulyani; Nadia Miftahul Jannah
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.49004

Abstract

Jambu jamaika (Syzygium malaccense) merupakan tanaman yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan fenolik, yang berpotensi sebagai antioksidan. Namun, informasi terkait karakterisasi gugus fungsi senyawa dalam ekstrak daun tanaman ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gugus fungsi dalam ekstrak daun jambu jamaika menggunakan spektroskopi inframerah (FTIR). Ekstrak daun diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000–400 cm⁻¹. Hasil analisis menunjukkan adanya pita serapan utama pada 3249 cm⁻¹ yang mengindikasikan gugus hidroksil (O–H), 2922 cm⁻¹ (C–H alifatik), 1714 cm⁻¹ gugus karbonil (C=O), 1608 cm⁻¹ ikatan rangkap aromatik (C=C), dan 1032 cm⁻¹ (C–O). Keberadaan gugus-gugus fungsi tersebut mengindikasikan dominasi senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstrak jambu jamaika. Senyawa-senyawa ini diketahuo berperan penting dalam aktivitas antioksidan melalui donasi elektron atau atom H. Selain itu, profil spektrum FTIR yang diperoleh dapat digunakan sebagai fingerprint pada ekstrak tanaman. Dengan demikian, ekstrak daun tanaman ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Analisis FTIR juga terbukti sebagai metode cepat, efektif, dan non-destruktif untuk karakterisasi gugus fungsi serta mendukung strandarisasi bahan alam khususnya ekstrak tanaman.
Pengaruh Paparan Asap Rokok Elektrik terhadap Perubahan Berat Badan Mencit Muthia Nurhidayah; Desy Amalia
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.50652

Abstract

Penggunaan rokok elektrik semakin meningkat karena dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional, meskipun berbagai penelitian menunjukkan adanya efek toksik terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan asap rokok elektrik terhadap perubahan berat badan dan kondisi klinis mencit jantan Mus musculus. Penelitian eksperimental laboratorik dilakukan selama 56 hari menggunakan lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol, paparan 18 puff satu kali sehari, 18 puff dua kali sehari, 36 puff satu kali sehari, dan 36 puff dua kali sehari. Parameter yang diamati meliputi perubahan berat badan dan kondisi klinis mencit. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol mengalami peningkatan berat badan sebesar 6,4±2,7 gram, sedangkan seluruh kelompok paparan mengalami penurunan berat badan, yaitu -1,3±1,1 gram; -1,1±1,2 gram; -2,7±1,5 gram; dan -3,3±0,7 gram. Penurunan berat badan terbesar ditemukan pada kelompok 36 puff dua kali sehari. Selain itu, paparan asap rokok elektrik menyebabkan penurunan kondisi klinis mencit yang ditandai dengan berkurangnya aktivitas dan perubahan kondisi fisik. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,05). Disimpulkan bahwa paparan asap rokok elektrik selama 56 hari dapat menurunkan berat badan dan memperburuk kondisi klinis mencit, dengan efek yang meningkat seiring bertambahnya jumlah dan frekuensi paparan.