cover
Contact Name
Reza Pertiwi
Contact Email
bjp@unib.ac.id
Phone
+6285228168488
Journal Mail Official
bjp@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Bencoolen Journal of Pharmacy
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 28085663     DOI : 10.33369/bjp.v4i1.34258
Core Subject : Health, Science,
Bencoolen Journal of Pharmacy accepts original research papers in the field of Pharmacy and Health. The field of Pharmacy includes Science Pharmacy, Clinical Pharmacy and Community. In the field of pharmaceutical science, the research articles received include Pharmaceutical Biology and Pharmacognosy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, and also Biotechnology. The Community and Clinical Pharmacy areas include Hospital Pharmacy, Clinical Pharmacy, Pharmacy Management, and Social Pharmacy. In the field of Health, it includes Public Health, Nutrition, Biomedicine, Biotechnology, Biochemistry, Epidemiology and Nursing.
Articles 60 Documents
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Dengan Kadar Gula Darah Diabetes Mellitus Di Puskesmas Bandung Kab. Tulungagung: Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Dengan Kadar Gula Darah Diabetes Mellitus Di Puskesmas Bandung Kab. Tulungagung Putri, Elsa Mahardika; Dhafin, Anis Akhwan; Wiryani, Luh Santhi Utami; Adhitama, Laily Vitria; Mawarni, Okky Intan; Pratiwi, Maharani Dwi
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.40938

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin), yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bandung, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan berjumlah 70 responden yang diambil melalui teknik nonprobability sampling. Kadar gula darah diukur melalui tes gula darah puasa. Data dianalisis menggunakan uji chi-square Pearson dan uji rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita diabetes mellitus memiliki tingkat kepatuhan yang rendah terhadap penggunaan obat, yaitu 42 responden (60%), dan sebagian besar juga memiliki kadar gula darah yang tinggi, yaitu 44 responden (62,9%). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita diabetes melitus di Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, menunjukkan kepatuhan yang rendah terhadap pengobatan, yang berdampak pada tingginya kadar gula darah mereka. Hubungan signifikan antara keberadaan penggunaan obat dan kadar gula darah pasien diabetes melitus terlihat dari uji chi-square dengan nilai P = 0,000 dan uji Spearman rank yang menunjukkan hasil signifikan dengan nilai P = 0,000. Koefisien korelasi yang diperoleh adalah -0,779, yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat antara kepatuhan penggunaan obat dan kadar gula darah pasien. Kata Kunci: Diabetes melitus, Kadar gula darah, Kepatuhan
Fabrikasi Nanopartikel Emas Menggunakan Medium Ekstrak Kulit Buah Brucea javanica S, Sal Prima Yudha; Reagen, Muhamad Alvin; Asral, Suci Sukma Taruna; Andari, Diana; Daefisal, Octakireina Liesaini
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.42644

Abstract

Ekstrak kulit buah Brucea javanica digunakan dalam proses sintesis nanopartikel emas. Kulit buah yang digunakan yaitu kulit buah yang muda (Au-1) dan kulit buah yang tua (Au-2). Sebanyak 1 gram kulit buah yang sudah kering diektraksi menggunakan pelarut akua demineral sebanyak 100 mL selama 20 menit pada suhu 60 oC. Larutan HAuCl4 0,01 M digunakan sebagai prekursor nanopartikel emas yang dicampurkan dengan ekstrak dengan perbandingan 4 (ekstrak) : 1 (HAuCl4 0,01 M). Spektrum serapan UV-vis yang didapatkan Au-1 pada 553 nm dan Au-2 pada 564 nm. Hasil distribusi partikel didapatkan bahwa Au-1 menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil yaitu 59.5 nm dibanding dengan Au-2 sebesar 78,5 nm dengan distribusi partikel yang merata berdasarkan nilai polydispersity index yang didapatkan. Pola TEM nanoprartikel emas yang dihasilkan berbentuk spherical. Ekstrak kulit buah Brucea javanica sebagai medium sintesis nanopartikel emas merupakan sebuah hal terbarukan dalam proses biosintesis nanopartikel emas. Nanopartikel berpotensi dimanfaatkan dalam dunia farmasi sebagai penghantar obat dan antibakteri.
EVALUASI WAKTU HANCUR TABLET ASAM MEFENAMAT DENGAN VARIASI KONSENTRASI SODIUM STARCH GLYCOLATE SEBAGAI SUPERDISINTEGRAN MELALUI METODE GRANULASI BASAH Anjeliani, Cindy Choirina; Sari, Delia Komala; Sutanto, Teja Dwi; Dominica, Dwi; Ningrum, Karina Primatyas
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.43233

Abstract

Latarbelakang: Keberhasilan formulasi tablet sangat dipengaruhi oleh parameter mutu fisik, salah satunya adalah waktu hancur. Waktu hancur dapat memengaruhi bioavailabilitas obat, terutama pada zat aktif yang memiliki kelarutan rendah seperti asam mefenamat, sehingga pemilihan bahan penghancur seperti sodium starch glycolate (SSG) dan metode pembuatan yang tepat seperti granulasi basah sangat penting untuk memperbaiki kelarutan zat aktif. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental berupa formulasi tablet dengan granulasi basah menggunakan SSG 1–5%, lalu diuji waktu hancurnya. Hasil dan Pembahasan: Waktu hancur masing-masing formula, F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%), F4 (4%), F5 (5%) berturut-turut adalah 3,52 menit, 2,72 menit, 2,56 menit, 1,52 menit, dan 1,31 menit, kelima formula memenuhi syarat uji waktu hancur yang baik. Kesimpulan: Semakin meningkat konsentrasi SSG, maka waktu hancur tablet menjadi semakin cepat, dan sebaliknya. Uji statistik one way ANOVA menunjukkan variasi konsentrasi SSG berpengaruh signifikan terhadap waktu disintegrasi tablet asam mefenamat.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon Flexuosus) Terhadap Stabilitas Sediaan Lotion dengan Kombinasi Emulgator TEA dan Asam Stearat Khairani, Marah; Sari, Delia Komala; Putranto, Agus M.H; Wulandari, Septi; Dominica, Dwi
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.43562

Abstract

Minyak atsiri serai (Cymbopogon flexuosus) mengandung senyawa aktif seperti citral dan geraniol yang memiliki potensi sebagai pengawet alami dalam sediaan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi minyak atsiri seraiterhadap stabilitas fisik sediaan lotion yang diformulasikan dengan kombinasi emulgator asam stearat dan triethanolamine (TEA). Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental berupa formulasi Lotion yang dibuat dalam lima formula dengan konsentrasi minyak atsiri 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Evaluasi dilakukan terhadap parameter organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, danviskositas selama penyimpanan 28 hari. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri cenderung menyebabkan peningkatan daya sebar dan penurunan viskositas serta daya lekat, yang mengindikasikan gangguan kestabilan sistem emulsi. Namun, penambahan minyak atsiri serai juga menunjukkan peran sebagai pengawet alami, terbuktidari kemampuannya mempertahankan warna, aroma, dan tekstur sediaan selama penyimpanan. Kesimpulan: Minyak atsiri serai berpotensi digunakan sebagai pengawet alami dalam lotion, namun penggunaannya harus disesuaikan agar tidak mengganggu kestabilan fisik sediaan.
POTENSI SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum Burmannii) SEBAGAI OBAT LUKA Anggraini, Dewi Febrina; Kasmadi, Fathnur Sani; Danuartha, Dhimas; Efendi, M. Rifqi; Dominica, Dwi
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.44809

Abstract

Luka merupakan kerusakan jaringan yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti sinamaldehid, flavonoid, tanin, terpenoid, dan saponin yang berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi, serta stimulan angiogenesis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan patch transdermal ekstrak daun kayu manis sebagai terapi luka secara in vivo. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol 70%, dilanjutkan karakterisasi, skrining fitokimia, formulasi patch, uji mutu fisik, serta uji efektivitas pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan luka eksisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patch transdermal formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 7,5% mampu mempercepat penyembuhan luka dengan persentase kesembuhan 84,07%, mendekati kontrol positif (89,26%) dan lebih tinggi dibandingkan kontrol negatif (63,59%). Patch transdermal ekstrak daun kayu manis berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi herbal untuk mempercepat proses penyembuhan luka.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU PADA PUSKESMAS DI KOTA BENGKULU Solin, Sahmin; Yona Harianti Putri; Sal Prima Yuda S; Reza Rahmawati; Relin Yesika
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i2.45151

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tingginya kasus penderita TBC serta angka resistensi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan mortalitas yang terjadi di Indonesia membuktikan bahwa terapi TBC masih belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode prospektif secara total sampling sebanyak 35 sampel Pasien TB Paru. Peneliti menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian dalam pengambilan data. Kuisioner yang digunakan yaitu kuisioner kepatuhan yang berjumlah 20 pertanyaan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan pasien dan 8 pertanyaan untuk pengukuran kepatuhan pasien. Hasil analisis ditemukan responden memiliki pengetahuan yang tinggi sebanyak 32 responden (91%) dan pengetahuan sedang sedang sebanyak 3 responden (9%). Pada analisis kepatuhan didapatkan data pasien dengan kepatuhan tinggi sebanyak 97% dan kepatuhan sedang sebanyak 3%. Responden dikatakan patuh apabila tidak sekalipun lupa mengkonsumsi obat. Pada uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan dengan nilai p-value sebesar 0,756 > 0,05.
Peningkatan Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Mengenai Scabies Dan Pengobatannya Melalui Video Berbasis Health Belief Model rahmawati, redinta; Harianti Putri , Yona; Adfa, Morina
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.45091

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabieidan digolongkan sebagai Neglected Tropical Diseases oleh World Health Organization (WHO) sejak 2017. Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi skabies tertinggi di dunia, terutama di lingkungan padat seperti pesantren. Pesantren X telah mencatat 11 kasus skabies pada tahun2023 akibat minimnya edukasi dan akses fasilitas kesehatan. Sehingga perlu dilakukan upayakuratif dan preventif untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan pesantren. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi melalui video berbasis Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan santri PesantrenX sebelum dan setelah diberikan intervensi serta menganalisis pengaruh penggunaan videoberbasis HBM terhadap peningkatan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan skabies. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan One GroupPretest-Posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini 246 sampel dengan teknik pengambilansampel berupa total sampling. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -13,612 dengan nilai p < 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post test. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan Video berbasis HBM berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan penyakit skabies di pondok pesantren.
Analisis Kelarutan dan Potensi Antibakteri Triterpenoid Pentasiklik (Boswellic Acid) sebagai Kandidat Bahan Aktif Sediaan Farmasi Damhuri, Dedi -
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.47613

Abstract

Boswellic Acid (BA) merupakan senyawa aktif triterpenoid pentasiklik utama dari genusBoswellia yang dikenal memiliki sifat antibakteri kuat terhadap patogen kulit. Namun, efikasifarmakologisnya sangat bergantung pada parameter kelarutan. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi pengaruh berbagai pelarut terhadap kelarutan BA dan menentukan konsentrasi yang paling efektif untuk aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, danStaphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan dengan menguji kelarutan BA dalam lima pelarut (etanol 70%, etanol 96%, Tween 80 3%, Tween 80 100%, dan DMSO) pada rentang konsentrasi 10% hingga 100%. Aktivitas antibakteri dinilai menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasilmenunjukkan bahwa BA tidak larut dalam etanol 70% dan 96% ditandai dengan pembentukangumpalan cokelat tua, sedangkan BA larut secara homogen dalam Tween 80 dan DMSO. Analisis menunjukkan bahwa DMSO merupakan pelarut terbaik untuk penghantaran BA dengan aktivitas hambatan yang kuat. Dosis paling efisien yang teridentifikasi adalah konsentrasi 70% untuk P. acnes (zona hambat 12,43 mm) dan konsentrasi 100% untuk S. aureus (13,27 mm) serta S. epidermidis (13,05 mm). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan pelarut yang tepat, khususnya DMSO atauTween 80, sangat krusial untuk menjamin stabilitas dan difusi Boswellic Acid dalam aplikasiantibakteri topikal.
Pola Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Pasien Geriatri di Puskesmas Olak Kemang Jambi Tahun 2025 Pondawinata, Marizki; Putri, Ade Yolanda; Maryani, Riska; Irawati; Aulia, Najwa; Ismailia, Sherina; Melvira, Feyza
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.47690

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis non-komunikabel dengan prevalensiyang terus meningkat, terutama pada populasi geriatri, sehingga memerlukan pengelolaan terapiyang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien geriatri di Puskesmas Olak Kemang, Kota Jambi, periode Oktober 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif.Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode total sampling terhadap seluruh pasien diabetes melitus berusia ≥60 tahun. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien yang meliputi karakteristik pasien serta golongan dan jenis obat antidiabetes yang diresepkan. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pasien, mayoritas berjenis kelamin perempuan (62,5%) dan berada pada kelompok usia 60–74 tahun (93,75%). Pola penggunaan obat antidiabetes didominasi oleh metformin, baik sebagai monoterapi maupun terapi kombinasi. Kombinasi metformin dan sulfonilurea merupakan regimen yang paling banyak digunakan, sedangkan penggunaan insulin ditemukan pada sebagian kecil pasien.Disimpulkan bahwa pola penggunaan obat antidiabetes pada pasien geriatri di Puskesmas Olak Kemang didominasi oleh terapi oral dengan metformin sebagai pilihan utama.
Analisis Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleivera) dan Bunga Cengkih (Syzygium Aromaticum) Tatuh, Heru Andika; Tahoangako, Sarmadhan Saputra; Heluka, Elipas
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.48399

Abstract

Latar Belakang: Infeksi bakteri, seperti yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, terus menjadi ancaman bagi kesehatan dunia, terutama karena resistensi antibiotik meningkat. Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan daun moringa (Moringa oleifera) diketahui mengandung zat bioaktif termasuk eugenol dan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kemanjuran antibakteri campuran ekstrak etanol kedua tanaman tersebut terhadap Escherichia coli, bakteri penyebab diare. Metode: Aktivitas antibakteri campuran ekstrak etanol bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan daunmoringa (Moringa oleifera) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dinilai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental. Metode difusi digunakan untuk pengujian, dan setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C, diameter zona inhibisi dinilai. Hasil dan Diskusi: Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara signifikan dihambat oleh kombinasiekstrak etanol dari kedua tanaman pada lima dosis (K1, K2, K3, K4, dan K5). Pada dosis yang lebih besar, zona penghambatan meningkat, menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak etanol bunga cengkeh dan daun Moringa menunjukkan nilai zona hambat yaitu K1= 13,83 mm, K2= 15,5 mm, K3= 14, 3 mm, K4= 18,33 mm, dan K5= 21,33 mmmenunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat dan signifikan terhadap mikroorganisme uji.