Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan
Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, dan Pendidikan, diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, bertujuan untuk menerbitkan berbagai laporan penelitian, studi literatur dan tulisan ilmiah tentang fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, analisis wacana, pragmatik, antropolinguistik, bahasa dan budaya, dialektologi, dokumentasi bahasa, linguistik forensik, linguistik sejarah komparatif, linguistik kognitif, linguistik komputasional, linguistik korpus, neurolinguistik, pendidikan bahasa, penerjemahan, perencanaan bahasa, psikolinguistik, sosiolinguistik, sastra modern dan daerah, sastra lisan, sastra anak, pembelajaran bahasa dan sastra, pengembangan media dan metode pembelajaran bahasa Indonesia dan inggris. Terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan April dan November. Setiap artikel yang dimuat di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan melalui proses reviwu yang mendalam. Penulis diundang untuk mengirimkan naskah yang termasuk dalam ruang lingkup Kajian linguistik, sastra dan pendidikan Bahasa Indonesia serta Inggris. Silakan baca informasi tentang proses peer-review . Artikel yang diterbitkan di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan akan melalui proses peer-review double-blind. Oleh karena itu, keputusan diterima atau tidaknya artikel ilmiah tersebut menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi dari peer reviewer.
Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 2 (2019)"
:
6 Documents
clear
ENAM KEBIASAAN STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENULIS PEMULA: PERSPEKTIF TEORI DAN PRAKTIK
Marham Jupri Hadi
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bagi penulis pemula, khususnya bagi mahasiswa tahun pertama di program studi pendidikan bahasa Inggris. Aktifitas menulis bukanlah sesuatu yang mudah. Tidak hanya terbentur dengan kendala psikologis, mereka seringkali dihadapkan pada masalah teknis. Artikel ini mencoba untuk mengungkap beberapa kendala yang umum dihadapi oleh "beginning writers" atau penulis pemula dan bagaiman langkah-langkah strategis untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Ide yang ditawarkan pada tulisan ini disarikan dari hasil kajian pustaka yang dipadukan dengan pengalaman penulis.
PECAH BELAH BUNYIKAN MELODI INDAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMBELAJARAN SENI MUSIK SISWA KELAS IX 1 SMP NEGERI 4 MATARAM
Endang Sriningsih
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Inovasi Pembelajaran ini terinspirasi oleh keinginan inovator untuk bermain musik secara sederhana dan menarik. Terkait dengan revolusi industri 4.0, sebenarnya inti dari revolusi industri adalah mengedepankan teknologi untuk teknologi dan kreativitas yang dimaksud adalah terkait alat musik angklung yang tidak mudah didapatkan di Mataram NTB, sehingga inovator memunculkan ide menemukan alat yang mudah diperoleh dan bisa digunakan untuk bermain kemajuan zaman. Senada dengan definisi teknnologi (Alwi dkk, 2002: 1158) yaitu bahwa teknologi adalah 1. metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2. keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Inovator memiliki ide mengkolaborasikan antara definisi teknologi sebagai tools untuk mempermudah mencapai suatu kebutuhan, dengan kreativitas dalam berkesenian. Kolaborasi antara musik. Alat (tools) yang digunakan berupa pecah belah difungsikan sebagai alat musik melodis. Ide ini menjadi Inovasi Pembelajaran yang diterapkan di kelas IX 1 SMPN 4 Mataram, dengan menggunakan model pembelajaran PAIKEM. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain musik. Inovasi Pembelajaran ini terdiri dari 3 tahap. Tahap 1. Mendeteksi nada yang dihasilakan pecah belah pada saat dipukul; tahap 2. Mengelompokkan nada-nada dari pecah belah dalam 1 oktaf (7 nada pokok); Tahap 3. Bermain musik ansambel menggunakan pecah. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siswa Aktivitas 1 ke 2 meningkat 14,5%, dan aktivitas 2 ke 3 meningkat 12,8%. Berdasarkan hasil ketuntasan belajar: aktivitas 1 jumlah siswa yang dinyatakan tuntas 20,7%. aktivitas 2: 51,7%. aktivitas 3: 100%, dan data hasil kuesioner para siswa, 100% siswa menyatakan bahwa keterampilan bermain musik mereka meningkat.
MODEL PENGINTEGRASIAN STRATEGI AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN BERCERITA SISWA KELAS VIII MTs NW BANGLE
Purnawarman Purnawarman
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Strategi belajar digunakan pembelajar untuk mencapai tujuan tertentu dan terwujud dalam berbagai jenis. Dalam kehidupan sehari-hari manusia dan bahasa tidak dapat dipisahkan. Dalam bahasa terkandung pesan yang akan disampaikan antara dua orang atau lebih. Penyampaian pesan tersebut dapat dilakukan dengan aktifitas berbicara. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana pengaplikasian model pengintegrasian strategi afektif dalam pembelajaran bercerita siswa kelas VIII MTs NW Bangle. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diambil dari (1) wawancara dengan guru BI mengenai pembelajaran berbicara yang dilakukan, (2) observasi pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan (3) dokumentasi berupa RPP dan foto yang diambil pada kegiatan pembelajaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan yang dibuat oleh peneliti sesuai dengan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran di kelas sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat dengan menerapkan enam komponen strategi afektif, serta penilaian yang dilakukan peneliti dan siswa menunjukkan keefektifan strategi yang digunakan dalam pembelajaran bercerita di kelas. Dengan penelitian ini penulis berkesimpulan bahwa pengaplikasian model dengan mengintegrasikan strategi afektif dalam pembelajaran berbicara bahasa Indonesia siswa kelas VIII MTs NW Bangle dilaksanakan dengan baik oleh guru, dan strategi afektif dapat mendukung efektivitas kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa.
KODIFIKASI POTENSI MATERI TEKS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 JENJANG SMA UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI MITIGASI BENCANA
Bukhori Muslim
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia memiliki wilayah yang rentan terkena dampak bencana seperti: banjir, gunung meletus, tsunami, gempa bumi dan angin puting beliung dan longsor. Oleh sebab itu, diperlukan literasi yang kuat untuk menambah pemahaman dan pengetahuan peserta didik agar memiliki kemampuan dalam mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi teks yang menyajikan literasi mitigasi bencana pada buku bahasa Indonesia Kurikulum 2013 mulai dari kelas X-XII. 2) Mengkodifikasi materi teks pembelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 jenjang SMA yang potensial untuk dikembangkan dalam literasi mitigasi bencana alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data telaah pustaka dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini yaitu: 1) Teks yang menyajikan literasi mitigasi bencana pada pembelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013 yaitu teks eksplanasi pada kelas XI sedangkan pada kelas X dan XII tidak ditemukan teks yang bertemakan literasi kebencanaan. 2) Berdasarkan kodifikasi terhadap teks pembelajaran Bahasa Indonesia maka ditemukan beberapa teks yang potensial untuk dikembangkan sebagai literasi mitigasi bencana yaitu teks observasi, teks eksposisi, teks eksplanasi, teks prosedur, dan teks cerita sejarah.
TRANSFORMASI MUSIKALISASI PUISI: KAJIAN ATAS TIGA PUISI
Syukrina Rahmawati
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Musikalisasi puisi berkembang semakin pesat. Tidak dipungkiri bahwa kehadiran musikalisasi puisi menjadi salah satu bentuk kegiatan bagi masyarakat dalam memahami sebuah puisi. Semua kalangan di masyarakat dapat menikmati sebuah musikalisasi puisi baik tua maupun muda. Hal itu dikarenakan bentuknya yang telah diubah ke dalam bentuk lagu. Studi kasus difokuskan pada puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono, “Paman Doblang” karya WS. Rendra , dan “Sajadah Panjang” karya Taufiq Ismail ke bentuk lagu “Aku Ingin” karya AGS Arya Dipayana, “Paman Doblang” karya Kantata-Takwa, dan “Sajadah Panjang” karya Bimbo. Penjelmaan lagu dari bentuk puisinya merupakan salah satu kreativitas komposer dalam memadukan unsur puisi dan musik sehingga menarik untuk dinikmati. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah transformasi ke musikalisasinya berupa lagu “Aku Ingin”, “Paman Doblang”, dan “Sajadah Panjang yang dilihat dari aspek hubungan intertekstual, dan peran serta fungsinya yang dapat diperoleh masyarakat secara keseluruhan berdasarkan bentuk lagunya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur musik dalam puisi dan bentuk musikalisasi atau lagunya memiliki peran masing-masing untuk memunculkan variasi sehingga membentuk suasana dan jiwa yang berbeda. Dengan demikian, pemahaman akan sebuah puisi tidak hanya dapat dilakukan dengan membaca biasa tetapi juga dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara seperti musikalisasi puisi. Cenderung melalui musikalisasi puisi, pembaca akan lebih mudah memahami sebuah puisi karena dibantu dengan media yang lain.
NEGARA ISLAM DAN ISLAM NUSANTARA DALAM WACANA VISI MISI CAPRES 2019: KAJIAN WACANA KRITIS DAN POSTMODREN
Kholid Kholid
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study is to describe a discourse in the vision and mission of the 2019 presidential candidate on the Islam Nusantara and the Islamic State. The Islam Nusantara and the Islamic State Discourse became a polemic to both of the presidential candidate’s supporters in the current 2019 democratic contestation situation. This study uses postmodern theory as a foothold in analyzing phenomena or polemic on linguistic perspectives, by looking at the arguments of those who agree and those who disagree with the Islam Nusantara and the Islamic State discourse. This study uses qualitative descriptive methods to understand and describe both discourses. Observation, interviews and documentation are conducted in collecting data. Analyzing data is conducted by classifying several pro and contra arguments to Islam Nusatara and the Islamic State discourse, and then the arguments are described by providing linguistic perspective interpretations.