cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025)" : 23 Documents clear
Peningkatan Literasi Kader Posyandu tentang Stunting dan Infeksi Tuberculosis dengan Metode Emotional Demonstration (Emo-Demo) Aziz, Laudil Machfud Al; Zahroh, Fatimah Az; Sari, Tyas Nirmala; Affandi, Euvia Kusuma Rachmy; Choirunnisa, Intan; Ningtyias, Farida Wahyu
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yn8tw125

Abstract

Stunting and Tuberculosis (TB) are still serious health problems in Indonesia, due to the low level of public knowledge about stunting and TB, so a solution is needed in the form of nutrition education. One of the recommended nutrition education methods is the Emo-Demo method, because this method has a high success rate for increasing awareness and behavior change. This community service aims to increase cadres' knowledge about stunting and tuberculosis (TB) using the Emo-Demo method. This community service was carried out at Posyandu Anyelir 47 Klungkung Village, Sukorambi District, Jember Regency on May 23, 2024. The targets of this community service are cadres totaling 10 people. The results of increasing cadre knowledge in this community service activity were analyzed by the Wilcoxon non-parametric test to measure the difference in the mean values of two paired samples. In the cadre Pre-test results, the average value was 60% and during the Post-test the cadre's knowledge increased to 80%. The Wilcoxon Pre-test and Post-test test results obtained a value of 0.046 <0.05, meaning that there is an average difference between the level of knowledge about stunting and tuberculosis after education with the Emo-Demo method. Based on this, it can be concluded that there is an increase in knowledge of cadre about stunting and TB infection after nutrition education with the Emo-Demo method, and this method can be used for knowledge improvement activities in the community.
Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Sehat dalam Mencegah Penyakit Melalui Edukasi Pencegahan Penyakit Degeneratif di Selangor, Malaysia Utami, Wiwik; MIP, Evita; azizah, Nur; Setianto, Rony; Rahmawati, Rahmawati; Nuryanti, Titik; Fadila, Ratih; Aulia, Nadia Anggi; Jita, Dey; Poodar, Sandeep; Tamliha, Suzanah binti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nss08w78

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di berbagai negara, termasuk Malaysia. Berdasarkan data Bahagian Kesihatan Awam Selangor tahun 2023, prevalensi PTM meningkat sebesar 15% dalam lima tahun terakhir akibat pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilaksanakan di Lembah Jaya Utara, Selangor, Malaysia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gaya hidup sehat dan pemberdayaan kader lokal dalam pencegahan PTM. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan berbasis komunitas, pelatihan kader kesehatan, kampanye digital melalui media visual, serta pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Evaluasi dilakukan dengan pre-post test serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45% setelah mengikuti edukasi, dan 90% peserta menyatakan puas serta merasa terbantu dengan layanan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, kader komunitas mulai aktif memberikan edukasi lanjutan secara mandiri, dan media visual terbukti meningkatkan pemahaman serta daya ingat masyarakat. Kolaborasi antara STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Lincoln University College Malaysia, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan intervensi ini. Kesimpulannya, pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas institusi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan PTM di wilayah sasaran.
Pemberdayaan Guru-Guru SD Inpres Mara Kabupaten Biak Numfor melalui Pelatihan Aplikasi Stellarium dalam Pembelajaran Tata Surya Ayomi, Golden Ringgo SC.
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/065ht248

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru SD Inpres Mara Kabupaten Biak Numfor melalui pelatihan pemanfaatan aplikasi Stellarium sebagai media pembelajaran tata surya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan keterbatasan sarana pembelajaran sains di wilayah 3T dengan mengintegrasikan teknologi visual berbasis simulasi ke dalam proses belajar-mengajar. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan berbasis andragogi, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi berbasis pendekatan mixed methods. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep astronomi dasar guru sebesar 38%, kemampuan mengoperasikan aplikasi Stellarium mencapai 100%, serta integrasi teknologi ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) meningkat hingga 95%. Dampak terhadap siswa terlihat dari kenaikan partisipasi aktif dalam pembelajaran dari 56% menjadi 87%, serta peningkatan pemahaman konsep tata surya sebesar 32%. Integrasi Stellarium dengan kearifan lokal masyarakat Biak Numfor juga memperkaya pembelajaran melalui pendekatan kontekstual berbasis budaya. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan guru melalui teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sains di daerah 3T dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.

Page 3 of 3 | Total Record : 23