cover
Contact Name
Adnan Faris Naufal
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6289698282401
Journal Mail Official
afn778@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta Telpon: +62 271 717417 ext. 0000 Email: fisioterapi@ums.ac.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
FISIO MU: Physiotherapy Evidences
ISSN : 27229629     EISSN : 27229610     DOI : https://doi.org/10.23917/fisiomu.v4i3.5044
Core Subject : Health,
Aim: This journal aims to publish articles with special interest in the development of physiotherapy and health sciences. Not only limited to discussing musculoskeletal, but this journal covers broader health sciences seen from the development of motion and activity. Scope: - Physiotherapy Musculoskeletal - Physiotherapy Neurology - Physiotherapy Cardio Pulmonal - Physiotherapy Pediatric - Physiotherapy Integumen - Physiotherapy Reproduction Health - Physiotherapy Geriatric - Physiotherapy Sport - Physiotherapy Wellness
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol.1, No.1, Januari 2020" : 5 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH LANGKAH TIAP HARI DENGAN HIPERTENSI Laksmita, Devinta Yulia
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.1, Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i1.9408

Abstract

Objektif Di Indonesia, telah dibangun klaim yang menyatakan bahwa tiap individu perlu berjalan 10.000 langkah sehari untuk menjaga kesehatannya. Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat yang umum ada di masyarakat dan berkontribusi terhadap resiko suatu penyakit seperti penyakit kardiovaskuler, stroke, kematian, dan disabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan korelasi antara langkah per hari dan hipertensi. Metode Penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan total subjek 38 orang. Tekanan darah ditentukan dalam posisi duduk dan dalam keadaan istirahat, tensi darah diukur dengan menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil Tekanan darah dikelompokkan menjadi kelompok normal dan hipertensi. Setelah berjalan satu bulan, tekanan darah sistolik agak normal pada kelompok dengan irama yang lebih tinggi dalam sehari. Hasil uji korelasi antara langkah berjalan dan tekanan darah adalah nilai p = 0,4. Kesimpulan Ada korelasi antara banyak langkah setiap hari dengan individu dengan berbagai tingkat tekanan darah sistolik
EFEKTIVITAS NEURAL MOBILIZATION TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA ISCHIALGIA Khadijah, Siti; Budi, Ilham Setya
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.1, Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i1.4939

Abstract

Tujuan Mengidentifikasi efektivitas neural mobilization terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pasien ischialgia et causa compression fractures. Metode Metode penelitian meliputi studi kasus “case report” yang dilakukan pada 2 orang pria dengan kondisi ischialgia et causa compression fractures. Alat ukur yang digunakan seperti VAS untuk derajat nyeri, pita ukur untuk ROM trunk, SLR test untuk pemeriksaan sensitivitas jaringan neurologis terhadap tekanan mekanis, MMT untuk kekuatan otot, dan modified oswestry low back pain disability questionnaire untuk kemampuan fungsional. Intervensi fisioterapi dengan neural mobilization. Evaluasi diukur setelah 2 kali perlakuan dengan menggunakan alat ukur yang sama. Outcome yang digunakan adalah modified oswestry low back pain disability questionnaire untuk mengukur kemampuan fungsional pasien. Hasil Setelah dilakukannya terapi sebanyak 2 kali didapatkan hasil penilaian pada pasien 1 dan 2 ialah adanya perubahan pada derajat nyeri, ROM trunk, namun belum adanya perubahan pada kekuatan otot. Kesimpulan Adanya perubahan terhadap derajat nyeri dan ROM trunk, namun belum adanya perubahan pada kekuatan otot yang menunjang peningkatan aktivitas dan kemampuan fungsional pasien. Merujuk pada hasil penelitian, perlu dilakukannya penelitian dengan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan permasalahan pada ischialgia et causa compression fractures.
ANSCOTIC (ANTI-SCOLIOSIS GYMNASTIC): EDUKASI PENCEGAHAN SKOLIOSIS DENGAN ENGLISH LEARNING PROGRAM Aulia, Fawantina Nisa; Raihani, Siti; Wardana, Candra Aditya; Pratiwi, Novia Eka; Rahman, Farid
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.1, Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i1.4940

Abstract

Tujuan Mengetahui efektifitas anscotic dengan english learning program sebagai edukasi pencegahan skoliosis pada anak usia dini. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sejumlah sepuluh santri dalam rentang usia 6-10 tahun di pondok pesantren patisah surakarta. Subjek diberikan instruksi gerakan anscotic menggunakan bahasa inggris yang kemudian diikuti oleh seluruh subjek. Anscotic dilakukan sebanyak tiga kali dengan evaluasi pada akhir perlakuan. Hasil Subjek mengetahui cara-cara pencegahan skoliosis dan mampu menghafal berbagai macam kata dalam bahasa inggris melalui intruksi anscotic yang diberikan. Kesimpulan Anscotic (Anti-Scoliosis Gymnastic) dengan English Learning Program merupakan program yang tepat untuk mencegah scoliosis sekaligus metode pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan.
OROPHARINGEAL EXERCISE UNTUK MEMPERBAIKI JALAN NAFAS AKIBAT OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SYNDROM PADA KONDISI STROKE Pertiwi, Aniesa Nur Laily; Rajbiana, Nada; Hayati, Rida
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.1, Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i1.4941

Abstract

Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) merupakan faktor resiko terjadinya stroke berulang hingga kematian. OSAS adalah sindrom obstruksi total atau parsial jalan napas yang menyebabkan gangguan nafas saat tidur. Peningkatan derajat OSAS berhubungan dengan peningkatan kematian. Oleh karena itu OSAS harus diberikan pengananan yang tepat. Penelitian menunjukkan Oropharingeal Exercise dipercaya dapat memperbaiki jalan nafas akibat OSAS pada kondisi stroke. Orofarigeal Exercise merupakan metode alternatif pada pasien stroke yang menderita OSAS dengan melakukan latihan isotonic dan isometric saluran nafas bagian atas untuk meningkatkan mobilitas dan tonisitas otot-otot pernafasan bagian atas sehingga membuka jalan nafas dan meningkatkan fungsi serta kinerja saluran pernapasan. Oleh karena itu Oropharingeal Exercise dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk memperbaiki jalan nafas akibat OSAS pada kondisi stroke.
HUBUNGAN DERAJAT QUADRICEPS ANGLE DENGAN PATELLA FEMORAL PAIN Naufal, Adnan Faris; Khasanah, Dini Afriani; Noviyana, Ulfa
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.1, Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i1.4942

Abstract

Petellofemoral pain syndrome (PFPS) tidak memiliki definisi yang jelas tentang bagaimana gejala dan letak nyeri yang dirasakan seseorang yang mengalaminya. Diketahui PFPS memiliki hubungan terhadap besar sudut otot quadriceps atau Q angle. Namun masalahnya masih belum spesifik berapa besar Q-angle yang memiliki resiko terhadap PFPS. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari tahu hubungan antara besar q-angle dengan resiko PFPS. Untuk mngetahui adanya PFPS dapat dilakuka dengan Clarke's test, sedangkan untuk mengukur besar sudut Q-angle diukur dengan goniometer. Subyek penelitian mengambil dari pemain basket Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan Q-angle dan patellafemoral pain syndrome pada pemain bola basket wanita. Nilai p value dari Q-angle sebesar 0,024 sehingga Ho ditolak dengan nilai r = 0,579 menunjukan hubungan positif dan kekuatan korelasi yang tinggi, patellofemoral pain syndrome 0,043 dengan nilai r = 0,528 menunjukan hubungan positif dan kekuatan korelasi yang kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan Q-angle terhadap keluhan patellofemoral pain syndrome.

Page 1 of 1 | Total Record : 5