cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Etika berpolitik pemimpin masa lampau berbasis naskah Sunda Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.58838

Abstract

Benar  adanya apabila dikatakan bahwa banyak kesulitan yang dihadapi dalam menggarap naskah-naskah  Sunda Kuno. Akan tetapi, harus disadari pula bahwa di dalam sebuah naskah Sunda kuno terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini.  Isi naskah Sunda Kuno mengungkap beragam ilmu yang bisa dijadikan sebagai referensi literasi bagi ilmu lain saat ini, yang berkaitan dengan  historiografi tradisional, toponimi, pandangan hidup, sistem pemerintahan atau pembagian kekuasaan, konsep kepemimpinan, etika berpolitik,  dan  unsur-unsur kebudayaan  lainnya, sebagai bahan dalam upaya menggali, identitas masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Dengan demikian, upaya penggalian dan penggarapan naskah-naskah kuno perlu dilakukan secara sungguh-sungguh, intensif,  dan berkesinambungan. Teks naskah Sunda kuno yang sangat menarik untuk dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan etika berpolitik para pemimpin atau raja-raja Sunda masa lampau, yang eksistensinya terungkap dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian, Fragmen Carita Parahiyangan, Amanat Galunggung, dan Sanghyang Hayu, yang ditulis pada abad ke-16 Masehi. Etika berpolitik raja-raja zaman dulu berkaitan erat dengan konsep kepeminpinan, sistem pemerintahan dan pembagian kekuasaan, serta karakter dari peminpin itu sendiri. Dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, dan metode kajian filologi, komunikasi politik, historiografi tradisional, dan kajian budaya secara multidisiplin. Diharapkan mampu menungkap bagaimana etika berpolitik raja atau pemimpin Sunda masa silam, melalui naskah-naskah Sunda Kuno abad-16, yang akhirnya dapat membuka cakrawala dan wawasan ilmu pengetahuan bagi ilmu-ilmu lain secara multidisiplin.
Pembelajaran analisis nilai karakter dalam teks sastra berpotensi melatih kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi Alfiah, Alfiah
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.76046

Abstract

Analisis nilai karakter dalam teks sastra merupakan salah satu topik menarik yang banyak dilakukan oleh peneliti. Hal tersebut dapat dicermati melalui  perjalanan penelitian yang dilakukan sejak tahun 2016 s.d. 2021. Melalui 20 judul penelitian yang terhimpun, semua mengkaji tentang analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra. Penelitian tentang analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra sebagai salah satu upaya dalam berkontribusi membangun kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan 20 judul penelitian yang sebagian besar menitikberatkan pembelajaran sastra sebagai alternatif media pendidikan karakter, merupakan jenis penelitian yang dikembangkan dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian-penelitian tersebut sebagian besar merekomendasikan bahwa bentuk karya sastra seperti cerpen, novel, cerita rakyat memiliki muatan yang cukup potensial untuk pembelajaran karakter siswa. Dalam hal ini, pembelajaran sastra dipandang sebagai salah satu upaya untuk membangun kompetensi siswa secara komprehensif yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.  Pembelajaran sastra bertujuan memotivasi siswa mampu memahami, menikmati, dan memanfaatkan karya sastra guna mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan berbahasa. Berpijak dari potensi pembelajaran sastra sebagai media pendidikan karakter seperti tersebut di atas, belum ada yang secara spesifik meneliti proses analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra sebagai supaya melatih kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Sebagian besar penelitian yang dilakukan untuk menemukan jenis-jenis nilai karakter yang ermuat dalam teks sastra. Oleh karena itu, merupakan tujuan dalam penulisan artikel ini menemukan terobosan baru yang perlu dikembangkan terkait penelitian pembelajaran sastra yaitu mengkaji sejauh mana proses analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra mampu melatih siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut ditunjukkan ketika siswa berproses menginterpretasi wujud karakter dalam karya sastra dan menginternalisasikan dalam praktik hidup sehari-hari.
Nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira Paramarta, I Ketut
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.58718

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira. Dalam penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah geguritan Ki Patih Ganjira. Objek penelitian adalah nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira. Pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik catat dan studi dokumentasi. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan kartu data. Tahapan analisis data mencakup memilih data, menjelaskan data, menyimpulkan, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data, nilai sosial yang terdapat pada geguritan Ki Patih Ganjira adalah: (1) nilai sosial kasih sayang yang terdiri dari nilai sosial pengabdian, tolong menolong, keluwarga, kesetian, kepedulian, (2) nilai sosial tanggungjawab terdiri dari nilai sosial tanggungjawab pada keluarga, pada masyarakat, dan pada Tuhan Yang Maha Esa, dan (3) nilai sosial keserasian hidup yang terdiri dari nilai sosial keadilan, toleransi, dan demokrasi.Kata Kunci: Nilai Sosial, Karya Sastra, GeguritanAbstractThis study describes the social values in Ki Patih Ganjira's geguritan. In research using descriptive qualitative methods. The research subject was Ki Patih Ganjira's geguritan. The object of research is the social value in Ki Patih Ganjira's geguritan. Data collection uses reading techniques, note-taking techniques and documentation studies. Research data collection instruments using data cards. The stages of data analysis include selecting data, explaining data, concluding, and verifying data. Based on the results of data analysis, the social values contained in Ki Patih Ganjira's geguritan are (1) social values of affection consisting of social values of dedication, helping, family, loyalty, and caring, (2) social values of responsibility consisting of social values of responsibility to the family, to society, and to God Almighty, and (3) social values of harmony in life which consist of social values of justice, tolerance, and democracy.Keywords: Social values, literary works, geguritan
Representasi penggunaan unggah-ungguh bahasa Jawa di Tulungagung pada kalangan anak-anak umur 7-12 tahun Berliana, Willda Eka; Setyawan, Bagus Wahyu
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.63246

Abstract

Masyarakat Jawa spesialnya kanak- kanak memakai bahasa Jawa wajib memahami unggah-ungguh, hendak namun kerap terjalin kesalahan dalam pemakaian leksikon. Perihal ini tidak bisa disalahkan seluruhnya karena itu bisa terjalin sebab minimnya pengetahuan penutur tentang konsep unggah- ungguh dalam berbahasa Jawa. Riset ini bertujuan buat mendeskripsikan serta menarangkan menimpa fenomena pemakaian macam bahasa Jawa kanak- kanak usia 7-12 tahun. Sumber informasi berbentuk pemakaian macam bahasa Jawa di Tulungagung. Proses pengambilan informasi dengan observasi serta wawancara mendalam. Dari hasil riset ditemui masih banyak kesalahan pemakaian macam bahasa di golongan kanak- kanak. Penyebabnya yakni anak tidak dibiasakannya berbahasa krama inggil oleh orang tua, kurangya kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, serta warga. Pula belum terdapatnya model pembelajaran menimpa unggah- ungguh basa yang dirasa sesuai. Dengan demikian, masih banyak ditemui pemakaian unggah- ungguh basa yang galat di golongan kanak- kanak.Kata kunci: representasi, unggah-ungguh, anak
Analisis kelayakan buku bahasa Jawa Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA berdasarkan BSNP Ahin, Ranitvanheni Nur; Suwarna, Suwarna
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.71272

Abstract

Buku teks merupakan buku penunjang pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjabarkan kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA yang berdasarkan indikator kelayakan buku dari Badan Standar Nasional Pendidikan atau BSNP. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA terbitan Erlangga. Analisis data penelitian ini menggunakan metode dari Miles, Huberman, dan Saldana yakni berupa data collection, kondensasi data, display data, saha verifikasi. Dengan menggunakan keajegan, ketelitian, dan ketekunan pengamatan sebaga cara validasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA memiliki aspek kelayakan isi sebesar 84% yang dikelompokkan dalam kategori layak, aspek kelayakan penyajian sebesar 85% yang dikelompokkan dalam kategori layak, aspek kelayakan bahasa sebesar 88% yang dikelompokkan dalam kategori layak, dan aspek kelayakan kegrafikan sebesar 96% yang dikelompokkan dalam kategori layak sangat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, buku Sayaga Basa Jawa kelas XI SMA/MA termasuk dalam kategori layak untuk sumber pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5