Muara: Jurnal Manajemen Pelayaran Nasional
Jurnal Muara : Jurnal Manajemen Pelayaran Nasional adalah jurnal yang menerbitkan artikel yang melaporkan hasil penelitian di bidang manajemen pelayaran dengan berbagai topik antara lain, namun tidak terbatas pada bidang fungsional manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen strategis, manajemen operasi, manajemen sumber daya manusia, e-bisnis, sistem pengendalian manajemen, sistem informasi manajemen, bisnis internasional, ekonomi bisnis, etika dan keberlanjutan bisnis , dan kewirausahaan.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2020): MUARA"
:
12 Documents
clear
PENGGUNAAN APLIKASI EXCEL DALAM PENGISIAN FORM PLANNED MAINTENANCE SYSTEM PADA KAPAL TUGBOAT DI PT ARPENI PRATAMA OCEAN LINE TBK
Sri dweni Astuti;
Latifah husna Apriliawati
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.35
Plan Maintenance System merupakan manajemen keselamatan yang digunakan pada mesin kapal tugboat dan harus di kirimkan oleh crew kapal. Permasalahan yang terjadi kurangnya koordinasi antara head officer dengan crew kapal, rumitnya pengisian form PMS, pengisian Form PMS tidak rutin. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat 2). Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 3) Untuk mengetahui pengisian form PMS (Plan Maintenance System) dan upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. Teknik Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan informan adalah Manager Brown Water, Karyawan Departemen Teknik dan Karyawan Departemen HSEQ. Data yang telah terkumpul selanjutnya direduksi, diperifikasi dan barulah disajikan.Hasil penelitian: 1) Proses pembuatan form PMS (Plan Maintenance System) dengan aplikasi Excel dengan cara: menentukan data yang perlu di lakukan pemeliharaan, menentukan interval perawatan, memberikan pilihan jawaban dalam kolom jawaban, dan di sediakan kolom remaks, 2). Langkah langkah penggunaan aplikasi Excel pertama membuka dokumen Microsoft Excel, kemudian isi data yang di butuhkan di PMS (Plan Maintenance System), Blok atau tandai semua baris dan kolom yang terdapat data di dalamnya. Pasang automatic answer atau dengan menggunakan daftar pilihan untuk mengerjaan form PMS (plan Maintenance System), Kemudian berilah warna pada tabel Form PMS (Plan Maintenance System) yang sesuai agar menarik dan mudah untuk di lihat, 3) Upaya yang dilakukan agar laporan rutin PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat bisa berjalan dengan baik yaitu: (a). HO (Head Officer) mengadakan kordinasi agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan benar, (b). Form dibuat sederhana sehingga crew kapal tidak kesulitan mengerjakanya
AKTIVITAS PELAYANAN MUAT PETIKEMAS PADA PT PELINDO III (PERSERO) CABANG TENAU KUPANG
Noviana Puspitasari;
Jusuf Wagiman Pello
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.36
Aktivitas pelayanan muat petikemas merupakan salah satu pelayanan yang menunjang kegiatan yang ada di pelabuhan dan juga salah satu kegiatan yang dilakukan di Pelabuhan Tenau Kupang, permasalahan dalam penelitian ini adalah: terbatas kapasitas di lapangan penumpukan/container yard, terbatasnya operator forklift, ada petikemas kekeliruan penempatan tempat. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Aktivitas Pelayanan Muat Petikemas Pada PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang dan untuk mengetahui adakah hambatan-hambatan dalam Aktivitas Pelayanan Muat Petikemas Pada PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang. Penelitian ini di laksanakan di PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang mulai bulan Maret 2019 sampai dengan bulan Oktober 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan fenomena yang ada, gejala sosial, dengan mendeskripsikan nilai variabel, tanpa membuat hubungan dan perbandingan dengan sejumlah variabel yang lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, interview, studi pustaka, dandokumentasi.Hasil penelitian ini adalah Pelayanan muat petikemas yang di lakukan di dermaga pelabuhan Tenau Kupang, kegiatan pelayanan muat petikemas tersebut adalah Aktivitas Pelayanan Muat Petikemas, Pengendalian Aktivitas Pelayanan Petikemas, Operasi Muat Petikemas, Jenis-Jenis Petikemas dan Persiapan Tata Letak Petikemas. Dalam aktivitas pelayanan muat petikemas terdapat beberapa hambatan, hambatan tersebut yaitu Sering terjadi kerusakan alat bongkar muat sehingga dapat menghambatkan kegiatan atau aktivitas pelayanan peti kemas dan Sering terjadi kemacetan pada saat muat peti kemas karena masih kurangnya alat bongkar muat dan lapangan penumpukan yang kurang luas
DISBURSEMENT JASA KEAGENAN KAPAL DI PT DIAN SAMUDERA LINE CABANG SURABAYA
Shinta Mardiana Dewi;
Sulistiani Sholeh Khatun
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.37
Perusahaan melakukan sistem penjualannya berupa jasa secara kredit maka kemudian akan timbul piutang. Piutang usaha perusahaan keagenan diperoleh dari disbursement (pembayaran) jasa keagenan kapal. Oleh sebab itu agen kapal harus memepertanggungjawabkan segala pengeluaran atas kapal milik principal yang terjadi selama berada di pelabuhan dalam bentuk disbursement untuk ditagihkan kepada principal. Pengendalian piutang merupakan suatu perangkat alat yang perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena piutang yang tidak dapat ditagih merupakan faktor yang akan merugikan perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan disbursement di PT Dian Samudera Line cabang Surabaya. Hal ini ditinjau dari proses pemberian piutang terhadap principal dan proses penagihan disbursement jasa keagenan kapal yang diageninya.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulisan dilakukan di PT Dian Samudera Line Cabang SurabayaHasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan disbursement jasa keagenan kapal di PT Dian Samudera Line cabang Surabaya melalui beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud diantaranya: 1. Pemberian piutang usaha ke principal dengan cara melakukan penawaran jasa. Penawaran jasa yang dimaksud yaitu dengan mengirimkan EPDA (Estimated Port Disbursement Account) kepada principal. Setelah harga tersebut disepakati principal membayarkan advance sebelum kapal datang, 2. Melakukan pembayaran atas pengeluaran kapal selama di pelabuhan. 3. Melakukan penagihan disbursement jasa keagenan kapal ke principal. Proses penagihan disbursement dengan cara mengumpulkan bukti-bukti pembayaran pengeluaran kapal pembuatan invoice dan final invoice, kemudian bukti pembayaran dan invoice tersebut dikirimkan melalui email dan jasa kurir untuk ditagihkan ke principal. Adapun kendala yang menyebabkan penagihan disbursement dan kegiatan operasional menjadi terhambat. Kendala tersebut diantaranya kurangnya SDM, keteledoran bagian operasional dalam menyimpan bukti pembayaran, tidak diberikannya diskon dan sanksi dalam pelunasan disbursement serta pelunasan disbursement yang melebiihi tanggal jatuh tempo.
PENANGANAN IMPOR (GEOMEMBRANE) SECARA FCL OLEH PT LINK PASIPIK INDONUSA CABANG SURABAYA
Martin Wahyu Setyawan;
Gresandi Oktuce Lango
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.29
Penanganan impor adalah serangkaian kegiatan yang sistem atis dan terarah untuk membantu jalannya proses kegiatan impor yang dilakukan oleh pihak Shipper,Consignee dan Forwarding. Adapun masalah dari penelitian ini adalah: 1). Bagaimana Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya? 2). Bagaimana proses pengawasan Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya? 3). Adakah kendala yang timbul dalam Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya.Penelitian ini bertempat pada PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya. Penelitian dimulai pada tanggal 28 Januari 2020 sampai 27 April 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data yang diperoleh dan dianalisa secara deskriptif.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan, yaitu: a). Penanganan kegiatan impor barang merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terarah untuk menjamin pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. b). Proses pengawasan penanganan impor barang dilakukan oleh Institusi yang berwenang yaitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Proses pengawasan meliputi mengontrol, memantau, menghitung serta menyaksikan pembongkaran barang Full Container Load (FCL) dari awal hingga selesai. c). Kegiatan Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL sering terhambat. Hal ini karena terlambatnya pengiriman dokumen, penyelesaian dokumen yang tidak tepat waktu dan ketidasesuaian dokumen dan barang.
ANALISIS KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP ASURANSI SEBAGAI MITIGASI RESIKO DALAM PERLINDUNGAN ASET
Johan Bhimo Sukoco
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.30
Asuransi merupakan produk yang ditujukan dalam memberikan perlindungan, di dalamnya meliputi perjanjian antara kedua belah pihak atau lebih dengan pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan pergantian kepada tertanggung karena kerugian tertentu. Riset ini mengkaji kepedulian masyarakat terhadap produk-produk asuransi.Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Jebres, Kota Surakarta. Penelitian menggunakan 25 responden dengan berbagai latar belakang profesi dan pendidikan. Penelitian menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat belum memahami dengan baik terkait produk-produk asuransi. Masyarakat menganggap produk asuransi penting, namun masih memiliki keraguan yang cukup tinggi terhadap kemampuan produk asuransi dalam melindungi asset mereka. Rekomendasi yang diberikan dalam peneitian ini ialah memberikan edukasi yang lebih intens terhadap masyarakat terkait produk asuransi.
PELAKSANAAN INSPEKSI ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY (AHTS) LOGINDO STAMINA OLEH PENCHARTER UNTUK KESIAPAN OPERASIONAL KAPAL PADA PT LOGINDO SAMUDRAMAKMUR TBK
Supriyanta Supriyanta;
Sonia Maharani
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.33
Permasalahan pelaksanaan inspeksi AHTS untuk kesiapan operasional kapal adalah 1) Pemeliharaan dan perawatan kapal yang belum dilaksanakan secara maksimal oleh crew di atas kapal, 2) Kurangnya pemahaman kru terhadap aturan tentang standar keselamatan yang harus dipenuhi di kapal, 3) Adanya dokumen dan sertifikat yang telah habis masa berlakunya di atas kapal dan perlu dilakukan endorsement (pengukuhan). Adapun tujuan penelitian ini adalah:1) Untuk mengetahui pelaksanaan inspeksi ke AHTS Logindo Stamina oleh pen-carter untuk kesiapan operasional kapal pada PT Logindo Samudramakmur Tbk, 2) Untuk mengetahui adakah hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan inspeksi ke AHTS Logindo Stamina oleh pen-carter untuk kesiapan operasional kapal pada PT Logindo Samudramakmur Tbk.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di PT Logindo Samudramakmur Tbk Jakarta dari bulan Februari sampai Mei 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi, interview, studi pustaka dan dokumentasi. Sedangkan informan dalam penelitian ini adalah Staf Operasional PT Logindo SamudramakmurTbk.Hasil penelitian ini adalah diperlukannya pemeliharaan dan perawatan secara berkala untuk menjamin bahwa armada yang dimilikinya selalu dalam kondisi laik laut dan siap untuk beroperasi di lautan lepas pantai ketika disewa (carter) dengan tahapan: 1) persiapan pelaksanaan inspeksi kapal meliputi: a) kondisi kapal, b) petugas pendamping inspektor, c) waktu dan tempat, d) prosedur manual dan catatan harian di kapal, e) peralatan keselamatan, f) akomodasi, 2) Proses pelaksanaan inspeksi kapal meliputi: a) kondisi kapal, b) bagian lambung kapal, c) bagian mesin kapal, d) alat keselamatan di kapal, e) sertifikat di atas kapal, 3) laporan hasil inspeksi dan pemenuhan kelengkapan persyaratan oleh owner (pemilik kapal), 4) terbitnya sertifikat on hire sebagai syarat penyerahan kapal kepada pihak pen-carter karena didalamnya berisi keterangan mengenai waktu dan tempat penyerahan kapal dan keterangan mengenai jumlah sisa bahan bakar di kapal sebelum kapal disewa atau digunakan oleh pihak pencarter.
PENGGUNAAN APLIKASI EXCEL DALAM PENGISIAN FORM PLANNED MAINTENANCE SYSTEM PADA KAPAL TUGBOAT DI PT ARPENI PRATAMA OCEAN LINE TBK
Astuti, Sri dweni;
Apriliawati, Latifah husna
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.35
Plan Maintenance System merupakan manajemen keselamatan yang digunakan pada mesin kapal tugboat dan harus di kirimkan oleh crew kapal. Permasalahan yang terjadi kurangnya koordinasi antara head officer dengan crew kapal, rumitnya pengisian form PMS, pengisian Form PMS tidak rutin. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui cara membuat form PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat 2). Untuk mengetahui penggunaan aplikasi Excel di perusahaan PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 3) Untuk mengetahui pengisian form PMS (Plan Maintenance System) dan upaya yang dilakukan agar laporan rutin kapal tugboat bisa berjalan dengan baik.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. Teknik Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan informan adalah Manager Brown Water, Karyawan Departemen Teknik dan Karyawan Departemen HSEQ. Data yang telah terkumpul selanjutnya direduksi, diperifikasi dan barulah disajikan.Hasil penelitian: 1) Proses pembuatan form PMS (Plan Maintenance System) dengan aplikasi Excel dengan cara: menentukan data yang perlu di lakukan pemeliharaan, menentukan interval perawatan, memberikan pilihan jawaban dalam kolom jawaban, dan di sediakan kolom remaks, 2). Langkah langkah penggunaan aplikasi Excel pertama membuka dokumen Microsoft Excel, kemudian isi data yang di butuhkan di PMS (Plan Maintenance System), Blok atau tandai semua baris dan kolom yang terdapat data di dalamnya. Pasang automatic answer atau dengan menggunakan daftar pilihan untuk mengerjaan form PMS (plan Maintenance System), Kemudian berilah warna pada tabel Form PMS (Plan Maintenance System) yang sesuai agar menarik dan mudah untuk di lihat, 3) Upaya yang dilakukan agar laporan rutin PMS (Plan Maintenance System) kapal tugboat bisa berjalan dengan baik yaitu: (a). HO (Head Officer) mengadakan kordinasi agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan benar, (b). Form dibuat sederhana sehingga crew kapal tidak kesulitan mengerjakanya
AKTIVITAS PELAYANAN MUAT PETIKEMAS PADA PT PELINDO III (PERSERO) CABANG TENAU KUPANG
Puspitasari, Noviana;
Pello, Jusuf Wagiman
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.36
Aktivitas pelayanan muat petikemas merupakan salah satu pelayanan yang menunjang kegiatan yang ada di pelabuhan dan juga salah satu kegiatan yang dilakukan di Pelabuhan Tenau Kupang, permasalahan dalam penelitian ini adalah: terbatas kapasitas di lapangan penumpukan/container yard, terbatasnya operator forklift, ada petikemas kekeliruan penempatan tempat. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Aktivitas Pelayanan Muat Petikemas Pada PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang dan untuk mengetahui adakah hambatan-hambatan dalam Aktivitas Pelayanan Muat Petikemas Pada PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang. Penelitian ini di laksanakan di PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang mulai bulan Maret 2019 sampai dengan bulan Oktober 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan fenomena yang ada, gejala sosial, dengan mendeskripsikan nilai variabel, tanpa membuat hubungan dan perbandingan dengan sejumlah variabel yang lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, interview, studi pustaka, dandokumentasi.Hasil penelitian ini adalah Pelayanan muat petikemas yang di lakukan di dermaga pelabuhan Tenau Kupang, kegiatan pelayanan muat petikemas tersebut adalah Aktivitas Pelayanan Muat Petikemas, Pengendalian Aktivitas Pelayanan Petikemas, Operasi Muat Petikemas, Jenis-Jenis Petikemas dan Persiapan Tata Letak Petikemas. Dalam aktivitas pelayanan muat petikemas terdapat beberapa hambatan, hambatan tersebut yaitu Sering terjadi kerusakan alat bongkar muat sehingga dapat menghambatkan kegiatan atau aktivitas pelayanan peti kemas dan Sering terjadi kemacetan pada saat muat peti kemas karena masih kurangnya alat bongkar muat dan lapangan penumpukan yang kurang luas
DISBURSEMENT JASA KEAGENAN KAPAL DI PT DIAN SAMUDERA LINE CABANG SURABAYA
Dewi, Shinta Mardiana;
Khatun, Sulistiani Sholeh
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.37
Perusahaan melakukan sistem penjualannya berupa jasa secara kredit maka kemudian akan timbul piutang. Piutang usaha perusahaan keagenan diperoleh dari disbursement (pembayaran) jasa keagenan kapal. Oleh sebab itu agen kapal harus memepertanggungjawabkan segala pengeluaran atas kapal milik principal yang terjadi selama berada di pelabuhan dalam bentuk disbursement untuk ditagihkan kepada principal. Pengendalian piutang merupakan suatu perangkat alat yang perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena piutang yang tidak dapat ditagih merupakan faktor yang akan merugikan perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan disbursement di PT Dian Samudera Line cabang Surabaya. Hal ini ditinjau dari proses pemberian piutang terhadap principal dan proses penagihan disbursement jasa keagenan kapal yang diageninya.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulisan dilakukan di PT Dian Samudera Line Cabang SurabayaHasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan disbursement jasa keagenan kapal di PT Dian Samudera Line cabang Surabaya melalui beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud diantaranya: 1. Pemberian piutang usaha ke principal dengan cara melakukan penawaran jasa. Penawaran jasa yang dimaksud yaitu dengan mengirimkan EPDA (Estimated Port Disbursement Account) kepada principal. Setelah harga tersebut disepakati principal membayarkan advance sebelum kapal datang, 2. Melakukan pembayaran atas pengeluaran kapal selama di pelabuhan. 3. Melakukan penagihan disbursement jasa keagenan kapal ke principal. Proses penagihan disbursement dengan cara mengumpulkan bukti-bukti pembayaran pengeluaran kapal pembuatan invoice dan final invoice, kemudian bukti pembayaran dan invoice tersebut dikirimkan melalui email dan jasa kurir untuk ditagihkan ke principal. Adapun kendala yang menyebabkan penagihan disbursement dan kegiatan operasional menjadi terhambat. Kendala tersebut diantaranya kurangnya SDM, keteledoran bagian operasional dalam menyimpan bukti pembayaran, tidak diberikannya diskon dan sanksi dalam pelunasan disbursement serta pelunasan disbursement yang melebiihi tanggal jatuh tempo.
PENANGANAN IMPOR (GEOMEMBRANE) SECARA FCL OLEH PT LINK PASIPIK INDONUSA CABANG SURABAYA
Setyawan, Martin Wahyu;
Lango, Gresandi Oktuce
MUARA Vol 3, No 2 (2020): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62826/muara.v3i2.29
Penanganan impor adalah serangkaian kegiatan yang sistem atis dan terarah untuk membantu jalannya proses kegiatan impor yang dilakukan oleh pihak Shipper,Consignee dan Forwarding. Adapun masalah dari penelitian ini adalah: 1). Bagaimana Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya? 2). Bagaimana proses pengawasan Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya? 3). Adakah kendala yang timbul dalam Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL Oleh PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya.Penelitian ini bertempat pada PT Link Pasipik Indonusa Cabang Surabaya. Penelitian dimulai pada tanggal 28 Januari 2020 sampai 27 April 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data yang diperoleh dan dianalisa secara deskriptif.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan, yaitu: a). Penanganan kegiatan impor barang merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terarah untuk menjamin pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. b). Proses pengawasan penanganan impor barang dilakukan oleh Institusi yang berwenang yaitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Proses pengawasan meliputi mengontrol, memantau, menghitung serta menyaksikan pembongkaran barang Full Container Load (FCL) dari awal hingga selesai. c). Kegiatan Proses Penanganan Impor (Geomembrane) Secara FCL sering terhambat. Hal ini karena terlambatnya pengiriman dokumen, penyelesaian dokumen yang tidak tepat waktu dan ketidasesuaian dokumen dan barang.