cover
Contact Name
Rina Delfina
Contact Email
jurnal.keperawatan@unib.ac.id
Phone
+628126713973
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. Indra Giri No.4 Padang Harapan Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 2654511X     EISSN : 27216799     DOI : 10.33369/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) includes the publication of lecturer and student research results related to nursing and health sciences. The fields of nursing include surgical Medical Nursing, Maternity Nursing, Child Nursing, Mental Nursing, Family Nursing, Gerontik Nursing, Nursing Management, and other Health Sciences. This journal is published by UNIB Press. This journal has been ACCREDITED by National Journal Accreditation (ARJUNA) and Managed by the Ministry of Education, Cultural, Research, and Technology, Republic Indonesia with Fourth-Grade (Sinta 4) since the year 2020 to 2024 according to decree No. 204/E/KPT/2022, effective until 2024.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER" : 8 Documents clear
Tingkat Kebugaran Perawat di Ruang Rawat Inap Sajodin, Sajodin; Dadang, Dadang; Alfin, Riandi
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.31105

Abstract

Perawat menjadi ujung tombak rumah sakit sangat rentan terhadap kelelahan yang dapat menurunkan kapasitas dan ketahanan kerja perawat, sehingga perlunya tingkat kebugaran yang baik dimiliki oleh perawat agar dapat melaksanakan tugas secara optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kebugaran perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, besar sampel untuk penelitian ini adalah 42 orang. Kriteria inklusi yang akan diteliti adalah: perawat rawat inap yang bekerja 3 shift. Adapun kriteria Eksklusi : perawat yang tidak bersedia, perawat yang sedang hamil, perawat yang sedang sakit, perawat memiliki riwayat sakit jantung/ asma, perawat memiliki cedera, gangguan muskuloskeletal, rentang usia. Instrumen untuk mengukur tingkat kebugaran menggunakan Harvard Step Test. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dengan teknik distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh hampir seluruh perawat dengan usia ≤ 30 tahun, setengahnya perawat dengan jenis kelamin laki-laki, sebagian besar perawat dengan kebiasaan olahraga, dan sebagian besar perawat dengan tingkat kebugaran kurang. Simpulan dari hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat dengan tingkat kebugaran kurang, oleh karena itu disarankan agar pihak rumah sakit dapat memberikan inovasi dan strategi dalam upaya meningkatkan kebugaran perawat-perawat yang dapat dilakukan dengan cara melakukan rutinitas dan terprogram kegiatan-kegiatan aktivitas jasmani.
Faktor Determinan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Diabetes Mellitus Tipe II di Panti Putri Yulia Rachmawati; Maryam, Raden Siti; Eska Riyanti; Tien Hartini; Pudjiati, Pudjiati; Yeti Resnayati
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.33303

Abstract

Meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus bisa jadi disebabkan karena penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit diabetes melitus. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk mencapai keberhasilan pengobatan dan perawatan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat pada lansia Diabetes Mellitus tipe 2 di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung. Desain penelitian yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yakni total sampling, dengan sampel sebanyak 26 responden. Analisis data menggunakan chi square dengan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan minum obat sebanyak 15 orang (57.7%) sedangkan yang tidak patuh minum obat sebanyak 11 orang (42.3%). Hasil uji menunjukkan faktor tingkat pendidikan dan lama menderita menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan minum obat (p value 0.043 dan 0.005). Rata-rata mayoritas lansia berusia 60-74 tahun, berjenis kelamin Perempuan dengan tingkat pendidikan rendah dan lama menderita penyakit Diabetes Mellitus ≥ 5 tahun. Terdapat hubungan signifikan tingkat pendidikan dan lama menderita DM dengan kepatuhan minum obat. Diharapkan peran tenaga kesehatan dan pekerja sosial di panti untuk terus memberikan motivasi dan bantuan dalam memantau minum obat DM secara teratur.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat INAP RS. Bengkulu Delfina, Rina
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.33883

Abstract

Kepuasan kerja perawat merupakan satu hal yang menjadi perhatian utama di rumah sakit karena perawat memegang posisi utama hampir di semua tatanan pelayanan kesehatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Bengkulu. Jenis penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana dan jumlah sampel sebanyak 133 perawat yang diambil dengan teknik proporsional sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan  kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda pada analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ((51.9%) perawat tidak puas dalam bekerja. Ada hubungan pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, gaya kepemimpinan, supervisi dengan kepuasan kerja. Tidak ada hubungan antara otonomi dengan kepuasan kerja perawat. Gaya kepemimpinan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan kerja perawat. Direkomendasikan pada pimpinan rumah sakit terutama pimpinan keperawatan untuk melakukan survey kepuasan kerja perawat minimal 1 kali dalam 1 tahun, sehingga dapat mencari solusi dan memperbaiki masalah ketidakpuasan kerja yang muncul pada perawat.
Pengurangan Rasa Nyeri pada Pasien Post Operasi melalui Teknik Relaksasi: Literature Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Yosep, Iyus
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.34669

Abstract

Teknik relaksasi napas dalam merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada pasien bagaimana cara melakukan napas dalam Ada tiga hal yang utama yang diperlukan dalam relaksasi yaitu posisi yang tepat, pikiran beristirahat, lingkungan yang tenang. Posisi pasien diatur senyaman mungkin dengan semua bagian tubuh disokong (misal bantal menyokong leher), persendian fleksi, dan otot-otot tidak tertarik (misal tangan dan kaki tidak disilangkan). tujuan dari teknik relaksasi napas dalam adalah untuk mengurangi stres baik stres fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan. Database yang digunakan untuk mencari artikel dalam literature review ini yaitu  Pubmed, Chinahl, dan Scopus dengan kata kunci bahasa inggris “Patient post surgery”, “Relaxation Therapy”, dan “Pain Relief”, Sehingga mendapat jumlah artikel dari database Pubmed 23 artikel, Cinahl 9 artikel, dan Scopus 110 dengan kriteria inklusi yaitu penelitian berjenis Randomized Control Trial (RCT), artikel dengan sampel >30 orang. Setelah dilakukan seleksi peneliti mendapatkan 6 artikel yang sesuai. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post-operative. Ada beberapa teknik relaksasi atau terapi relaksasi untuk mengurangi nyeri pada pasien post operasi yang dapat diterapkan, diantaranya adalah teknik relaksasi napas dalam, relaksasi benson, relaksasi otot progresif serta relaksasi progresif. Penggunaan teknik ini dapat diterapkan perawat untuk manajemen nyeri di ruang perawatan pasca operasi dengan keuntungan dapat menghemat waktu, hemat biaya, mudah dipelajari, dan bebas risiko.
Hubungan Motivasi Kerja Ekstrinsik dengan Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Andhika Jakarta Selatan Tahun 2024 Utami, Alita; Sancka Stella G. Sihura; Lannasari , Lannasari
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.37594

Abstract

Kepuasan kerja merupakan sikap karyawan terhadap pekerjaan, termasuk situasi kerja, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima, dan faktor fisik dan psikologis. Motivasi Ekstrinsik merupakan motivasi yang datang dari luar individu yang mendorong mereka untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Motivasi Kerja Ekstrinsik Dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Andhika Jakarta Selatan Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 90 orang perawat yang bekerja di Rumah Sakit Andhika Jakarta Selatan dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen yaitu kuesioner. Uji Validitas dan Reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan menggunakan bantuan komputer yaitu SPSS for Windows. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebanyak 47 orang (52.2%) perawat merasa puas akan kinerja mereka. Perawat yang memiliki motivasi ekstrinsik tinggi yaitu sebanyak 52 orang (57.8%). Dari hasil uji statistik Chi-square didapatkan nilai p value = 0.000 berarti p value < α (0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan motivasi kerja ekstrinsik dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Andhika Jakarta Selatan.
Hubungan antara Dukungan Suami dan Dukungan tempat Kerja dengan Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Bekerja dalam Pemberian ASI Eksklusif Rio Irvanda Yuris; Widia Lestari; Sri Utami
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.35314

Abstract

Ibu yang bekerja menjadi salah satu hambatan dan tantangan tersendiri bagi ibu dalam memberikan ASI. Hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa cakupan ASI Eksklusif yang terdapat pada ibu bekerja lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Rendahnya cakupan ASI Eksklusif pada ibu bekerja disebabkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi breastfeeding self efficacy. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara dukungan suami dan dukungan tempat kerja dengan breastfeeding self efficacy pada ibu yang bekerja dalam pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 responden, diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan suami yaitu The Partner Breastfeeding Influence Scale, kusiner dukungan tempat kerja dan kuesioner Breastfeeding Self Efficacy Scale yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis diperoleh mayoritas responden berada pada kelompok usia dewasa awal 70.8%, tingkat pendidikan SMA 70.8%, jenis pekerjaan Pegawai Swasta 80.6%, status paritas multipara 55.6%, jenis persalinan normal 66.7 %. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value 0.037 < 0.05 untuk dukungan suami dengan breastfeeding self efficacy, dan hasil p-value 0.004 < 0.05 untuk dukungan tempat kerja breastfeeding self efficacy. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan dukungan tempat kerja dengan breastfeeding self efficacy.
Pengaruh Kompres Daun Sirih Hijau (Piper Betle L) terhadap Pembengkakan Payudara pada Ibu Postpartum di Praktik Bidan Mandiri Desa Cikopo Cicalengka Kulon Kabupaten Bandung Ida Jamilah; Yanti Herawati; Yeti Hernawati; Ira Kartika; Lina Herlina
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.36363

Abstract

Penyebab hambatan dalam pemberian ASI eksklusif  adalah pembengkakkan payudara ibu pasca salin. pembengkakan payudara juga menyebabkan ibu menghentikan proses menyusui karena payudara terasa sakit, tidak nyaman saat menyusui, dan menganggap jika payudara bermasalah maka proses menyusui dihentikan agar tidak menularkan penyakit kepada anaknya. bukti menunjukkan kandungan pada daun sirih hijau (piper betle l) mempunyai senyawa minyak atsiri dan flavonoid yang berfungsi sebagai antiinflamasi sehingga diharapkan dapat mengurangi pembengkakkan payudara lebih cepat.  pengaruh kompres daun sirih hijau terhadap penurunan pembengkakan payudara pada ibu postpartum. penelitian yang digunakan quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design dengan jumlah sampel 40 ibu nifas. pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling sehingga diperoleh 20 responden kelompok intervensi (kompres daun sirih hijau) dan 20 responden kelompok kontrol (perawatan payudara). pengukuran pembengkakkan payudara dengan menggunakan skala durometer shore c. analisis statistik dilakukan uji normalitas dengan shapiro-wilk, selanjutnya karena data tidak berdistribusi normal menggunakan uji mann whitney -test. terdapat pengaruh kompres daun sirih hijau terhadap pembengkakkan payudara, penurunan pembengkakkan payudara lebih cepat pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p<0.05) kesimpulan: terdapat pengaruh pengompresan daun sirih hijau terhadap penurunan pembengkakkan payudara pada ibu nifas, sehingga diharapkan pengompresan daun sirih hijau bisa dijadikan sebagai pengobatan tradisional dalam mengurangi pembengkakkan payudara. peneliti selanjutnya perlu dikembangkan penelitian dengan sampel yang lebih banyak serta menambah jumlah variabel untuk dapat melihat seberapa besar pengaruh kompres daun sirih hijau dalam mengurangi pembengkakan.
Anemia Ibu Hamil Sebagai Faktor Determinan Berat Lahir Bayi
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.38284

Abstract

Indonesia memiliki masalah gizi anak dengan persentase Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mencapai 6.2%. Ibu hamil dengan kekurangan gizi berisiko melahirkan bayi dengan BBLR 2-3 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil yang tidak mengalami kekurangan gizi dan kemungkinan bayi meninggal 1.5 kali lebih besar. Anemia saat hamil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor determinan berat lahir bayi ditinjau dari keadaan ibu yaitu anemia dan KEK. Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 orang diambil dengan teknik purposive sampling, di Wilayah Puskesmas Talang Bakung Bakung Kota Jambi. Sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Anemia diukur dengan pemeriksaan hemoglobin, dan KEK diukur dengan pemeriksaan LiLA. Analisa data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil uji Analisa data didapat p-value 0.024 pada variabel anemia, dan p-value 0.063, dimana terdapat hubungan anemia pada ibu hamil dengan berat lahir bayi. Anemia terjadi karena tidak adekuatnya zat gizi besi diserap dan berdampak pada ketidakseimbangan antara output dan input zat besi dalam tubuh ibu hamil. Hal ini mempengaruhi tumbuh kembang janin akan terhambat dan menyebabkan BBLR. Terdapat hubungan anemia dengan BBL dan tidak terdapat hubungan KEK dengan BBL. Anemia dapat dijadikan sebagai faktor determinan berat badan lahir bayi. Pentingnya pemeriksaan kadar hemoglobin sebagai deteksi dini adanya faktor risiko BBLR.

Page 1 of 1 | Total Record : 8