cover
Contact Name
Muh. Haris Zubaidillah
Contact Email
hariszub@gmail.com
Phone
+6285249400518
Journal Mail Official
hariszub@gmail.com
Editorial Address
Desa Mihu RT 03
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kepesantrenan
ISSN : 29878020     EISSN : 29875811     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10198921
It is designed to be a useful source of information for readers interested in learning about various aspects of education in pesantren
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 02 (2023): July - December 2023" : 5 Documents clear
ANALISIS KRITIS INTEGRASI ILMU SEKOLAH ISLAM TERPADU: STUDI KASUS SEKOLAH ISLAM TERPADU KALIMANTAN SELATAN Atha, Nashrullah Muhammad
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 02 (2023): July - December 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10472749

Abstract

Melalui brand integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam semua materi pembelajaran telah menjadikan Sekolah Islam Terpadu menjadi distigsi tersendiri sekaligus warna baru dalam pendidikan Islam modern. Tawaran integrasi telah menjadikan Sekolah Islam Terpadu memiliki daya tawaran kompentatitif dengan sekolah-sekolah mainstrem.  Penelitian ini difokuskan pada studi analisis kritis konsep integrasi ilmu di Sekolah Islam Terpadu yang berada di Kalimantan Selatan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologi. Data yang telah terkumpul dalam penelitian ini dihasilkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari data yang telah terakumulasi selanjutnya dilakukan analisis secara induktif interaktif. Hasil dari penelitian ditemukan data: 1) Konsep integrasi ilmu masih terbatas pada internalisasi nilai-nilai Islami, baik dalam formulasi cerita maupun nasehat pada setiap materi pembelajaran. 2) Sekolah Islam Terpadu telah membentuk komunitas elitis muslim sehingga menyebabkan pendidikan Islam menjadi mahal. 3) Sekolah Islam Terpadu telah berhasil melakukan modernisasi pendidikan integratif.
Komponen Utama Kurikulum Pendidikan Islam di Lingkungan Pesantren Sebagai Pembentuk Karakter dan Keagamaan Santri Mukhlis, Mukhlis
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 02 (2023): July - December 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10652349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen utama kurikulum pendidikan Islam di pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan mencari dan menganalisis berbagai sumber terkait, termasuk artikel, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kurikulum pesantren terdiri dari beberapa komponen utama yang berkaitan. Pertama, komponen keagamaan, mencakup pengajaran Al-Qur'an, Hadis, Fiqih, dan Aqidah, memberikan pemahaman mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, komponen akademik melibatkan mata pelajaran umum yang diintegrasikan dengan pendekatan Islam, memberikan wawasan holistik. Ketiga, komponen akhlak dan moralitas membentuk karakter santri melalui pengajaran etika, moralitas, dan nilai-nilai Islam dalam aktivitas dan praktik sehari-hari. Keempat, metode pengajaran tradisional seperti sorogan dan pengajian kitab kuning menjadi komponen vital dalam memastikan pemahaman mendalam dan internalisasi nilai-nilai Islam. Kelima, komponen evaluasi dan asesmen digunakan untuk mengukur pemahaman dan kemajuan santri dalam berbagai aspek pembelajaran. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi holistik dalam kurikulum pesantren untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang komprehensif. Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Islam, Pesantren, Karakter   Abstract This research aims to analyze the main components of the Islamic education curriculum in pesantren (Islamic boarding schools). The research method employed is a literature review, involving the search and analysis of various related sources, including articles, journals, and other scholarly works. The research findings reveal that the pesantren curriculum consists of several interconnected main components. First, the religious component encompasses the teaching of the Qur'an, Hadith, Fiqh, and Aqidah, providing a profound understanding for application in daily life. Second, the academic component involves general subjects integrated with Islamic approaches, offering a holistic perspective. Third, the moral and ethical component shapes the character of the students through the teaching of ethics, morality, and Islamic values in daily activities and practices. Fourth, traditional teaching methods like sorogan and the study of yellow books are vital components to ensure a deep understanding and internalization of Islamic values. Fifth, evaluation and assessment components are utilized to measure the students' understanding and progress in various learning aspects. Keywords: Curriculum, Islamic Education, Pesantren, Character
HATI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Rasyid, Muhammad; Nuruddaroini, M. Ahim Sulthan
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 02 (2023): July - December 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10672633

Abstract

Hati adalah struktur jiwa tertinggi dalam manusia, melampaui akal. Fungsi utamanya adalah mencari pengetahuan kebenaran yang jauh melebihi akal, yang terbatas pada penalaran rasional. Fungsi hati ini krusial dalam pencarian pengetahuan tertinggi, namun hati yang efektif adalah hati yang bersih. Hati memiliki ciri-ciri khusus, ada yang baik dan ada yang terpengaruh oleh penyakit hati. Untuk memelihara hati yang bersih, perlu usaha dan pendidikan yang berkelanjutan, mengingat hati manusia selalu berfluktuasi dan tidak konstan. Dalam konteks pentingnya hati dalam pendidikan dan pencarian pengetahuan tinggi, berdasarkan kebenaran, penulis akan mengeksplorasi hati dalam perspektif Al-Quran dan Hadis dalam makalah ini. Hati dimaknai dua arti, arti secara fisik dan arti dalam meta fisik. Hati yang dalam makna fisik adalah gumpalan hati yang berfungsimenjadi wadah darah yang mengalir ke dalam seluruuh tubuh manusia, atau diartikan juga dengan jantung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hati dalam makna yang sesungguhnya dikehendaki dalam Al-Qur’an adalah hati dalam makna meta fisik, merupakan bagian jiwa manusia yang sangat penting untuk mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan yang sesunggunya, pengetahuan yang mengandung kebenaran. Definisi hati di sini adalah definisi yang sesungggunya. Kedudukan hati menurut para tokoh tasauf (sufi) sangat tinggi kedudukannya dalam struktur jiwa manusia. Hati lebih tinggi dari akal manusia. Ketika akal hanya dapat menemukan ilmu pengetahuan dalam ketinggian nalar akademik, maka hati lebih tinggi dari itu dapat mencapai tingkat pengetahuan kebenaran, dan hanya hati yang mampu mendapatkannya. Untuk memperoleh semua kebenaran itu, tidak semua hati mendapatkannya. Ada hati yang baik (selamat), dan ada hati yang tidak baik, atau hati yang rusak. Oleh karena itu, mengingat peran hati sangat penting bagi manusia, sebagai wadah untuk memperoleh penegtahuan kebenara, maka hati perlu diasah untuk tetap pada kualitas hati yang tenang, dalam mantap dalam keimanan
NILAI-NILAI FILOSOFIS DALAM TRADISI BURDAH KELILING Ayu, Dewi Mustika; Arifin, Syamsul; Fajeri, Samsul; Zubaidillah, Muh. Haris
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 02 (2023): July - December 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10689835

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakang terciptanya tradisi Burdah keliling, bagaimana proses pelaksanaan tradisi Burdah keliling serta apa saja nilai-nilai filosofis yang terdapat dalam tradisi Burdah keliling di Desa Habau Kec. Banua Lawas Kab. Tabalong ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumenter. Teknik yang digunakan adalah metode analisis induktif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Latar belakang terciptanya tradisi Burdah keliling ini dipengaruhi dengan adanya kepercayaan masyarakat setempat bahwasanya dengan melakukan pembacaan Burdah sambil berkeliling akan mengusir segala macam bala dan marabahaya yang mungkin akan datang di desa tersebut serta diharapkan desa tersebut menjadi berkah dan hasil panen melimpah. 2) Proses pelaksanaan tradisi Burdah keliling dimulai dengan azan, kemudian tawassul, membaca qasidah Burdah sambil berkeliling desa, tahlilan pendek serta doa, nasihat/mauizah dari tokoh agama dan terakhir bagi makanan. Waktu pelaksanaannya yaitu habis sholat isya dimulai dari perbatasan desa namun, yang diambil poinnya adalah dimana tempat itu sunyi (tidak ada rumah) disitu dimulainya kegiatan dan berakhir di tempat yang sunyi (tidak ada rumah) pula.3) Nilai-nilai filosofis yang terdapat dalam tradisi ini adalah nilai akidah, nilai ibadah, nilai sosial, nilai syiar Islam, dan nilai dakwah. Nilai akidah yaitu keyakinan masyarakat Desa Habau bahwa dengan melakukan pembacaan qasidah Burdah sambil berkeliling desa dapat menghindarkan dari berbagai bala, musibah, ataupun bencana dan wabah penyakit baik di lingkungan masyarakat maupun dipersawahan. Nilai ibadah yaitu pembacaan syair qasidah Burdah karena Burdah berisi tentang puji-pujian untuk Nabi Muhammad Saw. Nilai sosial yaitu silaturrahmi yang terjalin dimasyarakat, saling mendoakan terhadap sesama, berbagi (sedekah), dan saling bergotong-royong. kemudian Nilai syiar Islam dapat dilihat dari pelaksanaan tradisi ini dimulai dengan azan. Azan merupakan salah satu syiar Islam. Terakhir nilai dakwah, yaitu dalam pelaksanaannya terdapat nasihat atau mauizah dari tokoh agama.
KONSEP AKIDAH PERSPEKTIF 'ABDURRAHMAN SHIDDIQ M. Ainur Ridha; Lamianor; Muhni
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 1 No. 02 (2023): July - December 2023
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10694936

Abstract

Akidah adalah ilmu yang penting dan harus kita pelajari terlebih dahulu, dan mempelajarinya adalah fardhu 'ain bagi setiap mukallaf baik laki-laki maupun perempuan. Akidah menurut bahasa berasal dari kata al-'aqdu yang artinya ikatan. Karena dalam akidah ada pasal-pasal yang harus di ikat, dibuhulkan erat-erat dalam hati kita yang harus menjadi kepercayaan yang teguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep akidah menurut 'Abdurrahman Shiddiq dalam kitab Fathul 'Alim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun dalam penulisannya peneliti menggunakan metode deksriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep akidah perspektif ‘Abdurrahman Shiddiq dalam kitab Fathul ‘Alim merupakan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang menyangkut tentag rukun iman yang 6 yaitu kewajiban akan mengenal dan beriman kepada Allah SWT melalui sifat-sifat-Nya, mengimani Nabi dan Rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir dan qadha’ dan qadar. Dan menyangkut tentang makna dua kalimat syahadat dan tiga perkara yang berhubungan dengan Ilahiyat, Nabawiyat, dan Sam’iyat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5