cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 01 (2024): Maret" : 7 Documents clear
Penafsiran Israiliyyat Dalam Beberapa kitab Tafsir Masudah, Lailatul
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.896

Abstract

Israiliyat adalah yang berkaitan dengan “kiasah-kisah, Hikayat atau ungkapan” yang diriwayatkan dari Israil yang dinisbatkan dari Bani Israil. Sebagaimana telah diungkapkan bahwa penisbatan Bani Israil adalah dari keturunan Ya’q?b ibn Is??q ibn Ibr?h?m khal?l allah. Akan tetapi terdapat perbedaan dalam penyebutan dari keturunan Ya’q?b Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari literatur seperti kitab kuning atau buku-buku serta karya-karya ilmiah yang menuju pada keterangan yang dibahas sebagai sumber data. Adapun teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif adalah metode yang memaparkan data dan memberikan penjelasan secara mendalam mengenai sebuah data. Metode ini untuk menyelidiki dengan menuturkan data, kemudahan menjelaskan data tersebu Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Beberapa kitab tafsir yang dianggap menggunakan penafsiran Israiliyyat ternyata tidak semuanya benar, sebagian memang terdapat indikasi menggunakan penafsiran dengan kisah Israiliyyat akan tetapi demgan menggunaka periwayatan yang ???i?, Sebagian mufassir justru sangat menghindari periwayatan israiliyyat dan hampir bersih dari penafsiran Israliyyat. Akan tetapi ada juga mufassir yang memang menggunakan penafsiran israiliyyat dalam karya tafsirnya dengan tanpa meneliti terlebih dahulu tentang kebenaran periwayatannya.
Ignaz Goldziher, Qiyas yang Salah antara Yahudi dan Muslim (dalam Kitab Difa’ al Quran Dhiddu Muntaqidiyah Karya Abd al Rahman Badawi) Lailatul Rifah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.897

Abstract

Qiyas yang salah antara Yahudi dan Muslim yang diusung oleh Ignaz Goldziher merupakan salah satu pendapat yang dianggap tidak sebanding lurus dengan syariat agama islam. Syaikh Ahmad al Badawi menentang pendapat ignaz Goldziher dalm kitabnya yang berjudul Difa’ al Quran Dhiddu Muntaqidiyah, terutama pendapat yang berkaitan tentang Ketuhanan, ibadah puasa serta kiblat orng orang Yahudi dan Nasrani dianggap mempunyai kesamaan dengan orang islam, bahkan cenderung pada anggapan bahwa umat islam meniru umat yahudi dan Nasrani dalam tata cara ibadah mereka. Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari literatur seperti kitab kuning atau buku-buku serta karya-karya ilmiah yang menuju pada keterangan yang dibahas sebagai sumber data. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan melalui kajian tokoh. Adapun teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Tuhan dan penerapan Tauhid antara Yahudi dan Nasrani tidaklah sama, keduanya memiliki perbedaan yang jauh terutama dalam memaknai keEsaan tuhan. Kemduian berkaitan dengan puasa, Puasa orang Yahudi berbeda dengan puasa orang muslim. Mereka berpuasa hanya diwaktu-waktu tertentu dan pada tanggal terstentu saja. Puasa-puasa tersebut dilakukan karena kesepakatan mereka sendiri. Terakhir adalah pembahasan tentang kiblat, Islam adalah agama yang juga dibawa oleh Ibrahim As. Beliau adalah seorang yang pertama kali membangun Ka’bah. Maka dari itu sangat pantas dan tepat jika qiblat orang Islam menghadap ke arah Ka’bah. Sehingga sangat tidak benar jika Rasulullah meniru Qiblat orang Yahudi atau bahkan ingin mengambil simpati dari mereka. Kata kunci : Qiyas, Goldziher, Al Badawi
Human Traficking dalam Al-Qur'an: (Studi Analisis QS. Yusuf (12): 20, QS. Al-Baqarah (2):102, QS. An-Nur (24): 33 dalam Kitab Tafsir Fathul Qadir Karya Asy-Syaukani) Fadilah; Lizamah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.898

Abstract

Abstrak: Trafficking manusia adalah suatu perbudakan zaman modern atau sebuah penerimaan atau penampungan seseorang dengan ancaman yang menggunakan kekerasan, perekrutan, prostitusi, pengiriman, dan wewenang seseorang atas tujuan eksploitasi. Fenomena tentang trafficking manusia atau perdagangan khususnya terhadap perempuan dan anak bukanlah suatu hal yang yang baru berkembang, akan tetapi perdagangan manusia sudah terjadi sejak sebelum masuknya Islam. Dalam Al-Qur`an trafficking manusia tidak disebutkan secara khusus melainkan ada beberapa ayat yang secara tidak langsung atau secara konseptual menggambarkan praktik trafficking manusia. Adapun ayat Al-Qur`an yang menggambarkan hal tersebut yaitu Qs. Yusuf (12):20, Qs. Al-Baqarah (2):102, Qs An-Nur (24):33, untuk dapat mejelaskan ayat tersebut dan mendalami tentang trafficking manusia dalam Al-Qur`an, penelitian ini menggunakan kitab Tafsir Fathul Qadir karya asy-Syaukani. Berdasarkan hal tersebut dapat ditemukan pokok permasalahan dalam penulisan: 1) Term atau ayat apa saja yang digunakan Al-Qur`an dalam menyebut human trafficking? 2) Bagaimana penafsiran As-Syaukani mengenai Qs. Yusuf (12):20, Qs. Al-Baqarah (2):120, Qs. An-Nur (24):33 yang membahas masalah human trafficking?. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang trafficking manusia dalam Kitab Tafsir Fathul Qadir karya asy-Syaukani. Penelitian yang penulis tulis merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan metode penelitian Tafsir Maudhu’i Konseptual yang di dasarkan kepada Tafsir Fathul Qadir sebagai sumber data primer dan buku-buku serta jurnal-jurnal lainnya sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis data yaitu deskriptif-analisis. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Al-Qur’an menyebutkan beberapa istilah atau term tentang praktik human trafficking, yaitu. Raqabah/Riqab, Syir?, big?. 2) As-Syaukani menjelaskan ayat-ayat tersebut dengan apa yang terjadi di masa modern dan menjelaskan dengan peristiwa yang terjadi terhadap Nabi Yusuf, menjual keimanan dengan kesesatan dan prostitusi. Kata Kunci: Trafficking Manusia, Maudhu’i, As-Syaukani.
Membina Fitrah Manusia dalam Menangani LGBT (Perspektif Tafsir Al Sya'rawi) Rosyad, Mohammad Ulil; Soim, Moh
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.906

Abstract

Manusia sebagai makhluk hidup tidak akan lepas dengan fitrah agama, al-Quran datang sebagai pegangan manusia dalam semua masalah yang sudah terjadi atau yang akan terjadi. Akal sehat akan menerima konsep yang dibangun oleh agama, manusia butuh makan, minum, menikah, istirahat, interaksi, dan sebagainya yang tujuanya menjadi manusia yang tunduk pada agama dan mampu melanjutkan keberlangsungan hidup selanjutnya yang akan dijalani oleh penrusnya. Tujuan penelitian ini merupakan salah satu upaya mecegah mental LGBT yang tidak bisa diterima baik akan atau agama, dan membantu para pembina sebagai solusi dalam menangani para mental LGBT. Metode yang digunakan diskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1. pembinaan dalam menangani LGBT secara agama dengan memperbaiki agamanya serta memperlajari ketentuan-ketentuan agamanya, 2. Pembinaan secara sosial melakukan komunikasi yang baik, membangun logika yang benar. 3. Pembinaan secara inelektual memberikan analogi yang benar dalam berfikir sebagai makhluk khalifah.
Simbiosis Harmonis: Kajian Mendalam atas Kewajiban dan Hak Suami Istri dalam Dinamika Rumah Tangga Perspektif Tafsir Al-Misbah Shohib, Muhammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.924

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengulas konsep kewajiban dan hak suami istri dalam dinamika rumah tangga dengan menggunakan pendekatan Tafsir Al-Misbah sebagai pedoman utama. Tujuannya adalah untuk merumuskan pandangan yang seimbang dan harmonis mengenai peran suami dan istri dalam rumah tangga. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research). Metodologi ini melibatkan analisis terhadap ayat-ayat tertentu yang menjelaskan tentang Simbiosis Harmonis: Kajian Mendalam atas Kewajiban dan Hak Suami Istri dalam Dinamika Rumah Tangga Perspektif Tafsir Al-Misbah. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan studi literatur tentang pandangan ulama dan pakar tafsir yang relevan. Melalui pendekatan tafsir tematik, dengan analisis yang mendalam, penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan suami istri seharusnya merupakan simbiosis harmonis di mana keduanya memiliki kewajiban dan hak yang saling melengkapi. Tafsir Al-Misbah menjadi landasan yang kaya akan nilai-nilai Islam tentang hubungan keluarga, yang mendorong upaya menjaga keseimbangan antara kewajiban dan hak suami istri dalam rumah tangga. Melalui pemahaman ini, diharapkan dapat tercipta hubungan yang bahagia dan berkelanjutan antara suami dan istri dalam keluarga.
Harmoni Komunikasi dalam Interaksi Manusia yang Beradab Zaenuri, Ahmad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.979

Abstract

Abstrak: Manusia sebagai makhluk hidup tidak akan lepas dengan aktivitas komunikasi, komunikasi merupakan fitrah manusia sejak lahir. Dengan komunikasi manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan komunikasi juga manusia menciptakan hubungan yang harmonis. Komunikasi adalah instrumen manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Aktivitas komunikasi yang beretika dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, begitu sebaliknya kesalahan komunikasi juha dapat menciptakan perpecahan. Dalam artikel ini penulis berusaha mengulas etika komunikasi yang berlandaskan pada ajaran Islam. Etika atau dalam bahasa agama disebut dengan istilah akhlak adalah pedoman setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Konon dalam sebuah hadis, Rasulullah diutus dimuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dengan demikian, bagaimana hubungan etika dengan komunikasi? Apakah aktivitas komunikasi memiliki etika?. Seberapa penting etika dalam aktivitas komunikasi?. Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam telah mengajarkan etika komunikasi dapat kita lihat dalam surat Al-baqorah, Surat An-Nisaa dll. Etika komunikasi menjadi sangat penting karena dengannya kehidupan masyarakat akan menjadi tentram dan harmonis.
Dakwah Multi Iman : Studi Kritis Terkait Dakwah Inklusif Nurcholis Madjid Ahmad Yahya
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.1204

Abstract

Salah satu solusi untuk mengatasi problem dakwah di masa kontemporer ini adalah menggunakan konsep dakwah inklusif. Dakwah inklusif memiliki ragam variasi dan pemikiran. Salah satunya adalah islam inklusif yang dibawa oleh Nurcholish Madjid. Artikel ini mengulas secara kritis terkait konsep dakwah Islam inklusif Nurcholis Madjid yang mengerucut pada tiga pembahasan yaitu pemaknaan kalimah sawa’, kebebasan beragama, dan konsep persaudaraan menurut Nurcholis Madjid dalam masyarakat multiiman. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis kepustakaan dan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan sumber referensi terkait Nurcholis Madjid, pemikirannya dan ulasan tentangnya. Artikel ini berkesimpulan bahwa konsep dakwah Islam inkusif Nurcholis Madjid memiliki relevansi dengan era kontemporer dengan beberapa kesimpulan yaitu (1) interpretasi Cak Nur yang mengartikan kalimah sawa sebagai common platform atau monoteisme perlu ditinjau karena monoteisme tidak selalu berarti hanya menyembah kepada Allah, (2) kebebasan beragama merupakan hak manusia yang telah diatur dalam al-Quran, (3) sikap menghormati dan tidak merendahkan merupakan unsur utama dalam membina persaudaraanKata Kunci: Dakwah, Multi Iman, Inklusif

Page 1 of 1 | Total Record : 7