cover
Contact Name
Raekha Azka
Contact Email
raekha.azka@uin-suka.ac.id
Phone
+6281217781179
Journal Mail Official
polynom2021@gmail.com
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Polynom: Journal in Mathematics Education
ISSN : 28288521     EISSN : 28080777     DOI : https://doi.org/10.14421/polynom
Core Subject : Education,
Polynom: Journal in Mathematics Education mencakup penelitian asli dalam pendidikan matematika dan tidak diserahkan ke jurnal atau konferensi lain dari berbagai bidang penelitian seperti penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimental, survei, penelitian tindakan kelas, dll. Jurnal ini dirancang dan dikhususkan untuk mahasiswa, dosen , guru pendidik, sarjana, instruktur sekolah matematika, yang ingin mempublikasikan laporan penelitian mereka. Ruang Lingkup Inovasi pendidikan matematika Teknologi di pendidikan matematika Pembelajaran matematika kemampuan matematis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) RME (Realistic Mathematics Education) Ethnomathematics dll
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025" : 5 Documents clear
Etnomatematika pada Motif Batik Geblek Renteng Khas Kulonprogo Salsabila, Qarina
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.41-46

Abstract

Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Padahal, konsep matematika banyak ditemukan dalam budaya lokal, salah satunya pada motif batikGeblek Renteng khas Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif denganpeneliti sebagai instrumen utama (human instrument). Peneliti secara langsung melakukan observasi terhadap motif batik, wawancara mendalam dengan pengrajin batik, serta diskusi dengan guru matematika untuk menggali bentuk-bentuk konsep matematika yang terkandung dalam motif tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Geblek Renteng mengandung konsep pola, simetri lipat,simetri putar, dan transformasi geometri. Temuan ini menunjukkan bahwa motif batik dapatdimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual yang mendukung pemahaman konsepmatematika siswa. Selain itu, integrasi batik dalam pembelajaran juga berperan dalam pelestarian budayalokal. Kata kunci : Etnomatematika, Batik Geblek Renteng, pembelajaran kontekstual.
Eksplorasi Etnomatematika dalam Proses Pembuatan dan Penyajian Kupat Tahu Monjali 06 Azzaini Husna Shafa Hidayah; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.64-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika yang terkandung dalam proses pembuatan dan penyajian Kupat Tahu Monjali 06, sebagai salah satu kuliner tradisional khas Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi guna menggali konsep-konsep matematis yang muncul secara alami dalam aktivitas masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap pelaku usaha Kupat Tahu Monjali 06 yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan diteruskan secara turun-temurun hingga generasi ketiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam aktivitas pembuatan dan penyajian kupat tahu terdapat berbagai aktivitas yang mengandung konsep-konsep matematika, seperti geometri, pengukuran, perbandingan, proporsi, kesimetrian, dan estimasi waktu. Pada tahap pembuatan ketupat terdapat konsep geometri ruang dan pola simetri pada anyaman janur, serta konsep perbandingan volume dalam menentukan takaran beras agar ketupat tidak terlalu padat atau lembek. Tahap perebusan mengandung konsep pengukuran volume air, waktu, dan proporsi perebusan. Tahap peracikan kuah bumbu kacang mencerminkan konsep perbandingan dalam takaran bahan untuk menjaga konsistensi rasa. Sementara itu, tahap penyajian terdapat unsur pengukuran volume, dan bentuk ruang pada potongan tahu yang berbentuk kubus, takaran kuah, serta pola simetris dan proporsi seimbang dalam penataan hidangan. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Kupat Tahu Monjali 06 tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan budaya, tetapi juga memiliki nilai-nilai matematis yang dapat dijadikan sumber belajar kontekstual berbasis kearifan lokal. Etnomatematika yang terkandung dalam kuliner tradisional ini dapat memperkuat pembelajaran matematika yang lebih bermakna, menarik, dan dekat dengan kehidupan nyata peserta didik.
Eksplorasi Etnomatematika Konsep Geometri Pada Bangunan Candi Pawon: - Arfinanti, Nurul; Nisa Hidayati
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.58-63

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi etnomatematika yang terkandung dalam Candi Pawon, sebuah warisan budaya bersejarah yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, teknik observasi dan dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen matematis dalam arsitektur candi, termasuk bentuk geometri, proporsi, dan simetri. Candi Pawon yang merupakan bagian dari peradaban Hindu-Buddha, menunjukkan keterkaitan yang erat antara matematika dan budaya, serta memberikan konteks yang relevan untuk pembelajaran matematika di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep-konsep matematika melalui pendekatan etnomatematika dapat meningkatkan minat siswa dan gairah belajar dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi etnomatematika dalam kurikulum pendidikan, yang tidak hanya membuat pembelajaran matematika lebih bermakna, tetapi juga lebih aplikatif. Dengan mendalami struktur bangunan, proporsi antara tinggi dan lebar, serta simetri dalam relief, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematis. Candi Pawon memberikan contoh konkret tentang bagaimana matematika dapat terintegrasi dalam budaya, sehingga menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa, mendorong mereka untuk melihat matematika sebagai bagian integral dari kehidupan mereka.
Etnomatematika Eksplorasi Etnomatematika: konsep Aritmetika Sosial serta Pola dan Hubungan terhadap Nasi Lengko makanan Khas Indramayu Fanisha, Nabila Putri; Nurul Afianti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.74-80

Abstract

Nasi Lengko adalah hidangan khas yang mencerminkan kesederhanaan dan kearifan lokal masyarakat Indramayu dan sekitarnya. Terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan tahu, tempe, tauge, dan irisan timun, lalu disiram dengan bumbu kacang khas dan kecap manis, serta ditaburi kucai dan biasa di hidangkan pada pagi hari. Bagi pedagang Nasi Lengko, perhitungan modal dan untung sangat diperhatikan. Dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Etnomatematika sekaligus menganalisis keterkaitan antara budaya kuliner Nasi Lengko dengan konsep matematika; “aritmetika sosial”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung terhadap proses pembuatan, serta wawancara mendalam dengan penjual Nasi Lengko yang diperkuat dengan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa di balik keragaman cita rasa bumbu yang khas, Nasi Lengko juga memiliki hubungan yang kuat terhadap konsep aritmetika sosial dengan menentukan harga jual per porsi hingga analisis keuntungan harian. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa Nasi Lengko dapat dimodelkan dan dihitung secara matematis dalam proses pembuatannya yang membuktikan bahwa adanya integrasi matematika dalam budaya praktis masyarakat.
Keterkaitan Keterkaitan Matematika dan Budaya Lokal pada Proses Penggilingan Mi Lethek Menggunakan Tenaga Sapi di Bantul, Yogyakarta: - Fer, Lidwina Ferdiana Putri; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.47-57

Abstract

Mi Lethek merupakan salah satu makanan tradisional khas Bantul Yogyakarta yang sampai saat ini proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional yaitu masih menggunakan tenaga sapi untuk menggiling adonan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep matematis khususnya frekuensi, periode, dan kecepatan linear dalam aktivitas penggilingan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan Bapak Yasir Ferry Ismatrada, pemilik usaha mi lethek generasi ketiga, yang dilakukan di Srandakan, Bantul pada tanggal 29 September 2025 dan observasi. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa, frekuensi putaran sebesar 1 putaran/menit serta kecepatan linear sapi sebesar serta total jarak tempuh sapi sekitar selama sesi kerja 2 jam. Dalam satu hari, penggilingan bisa dilakukan selama tiga kali tergantung dari permintaan pasar dan kondisi fisik sapi. Penggunaan gilingan sapi masih dipertahankan sampai saat ini, karena akan berpengaruh terhadap tekstur dan cita rasa mi lethek.

Page 1 of 1 | Total Record : 5