cover
Contact Name
Mahbub Ghozali
Contact Email
mahbub.ghozali@uin-suka.ac.id
Phone
+6287859577770
Journal Mail Official
jurnalcq@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Postgraduate of Qur'anic Studies and Tafsir Program, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, Sunan Kalijaga Islamic State University Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Contemporary Quran
ISSN : 25287567     EISSN : 27987108     DOI : https://doi.org/10.14421/cq
Core Subject : Religion, Education,
The Contemporary Quran is a twice-a-year, trilingual, peer-reviewed journal that aims to encourage and promote contemporary Quranic studies from a wide range of scholarly perspectives, reflecting the diversity of approaches characteristic of this field of scholarship. The Contemporary Quran publishes articles both in Bahasa, English and Arabic, to encourage the bridging of the gap between the two traditions of Muslim and Western scholarship. The Contemporary Quran is principally dedicated to the publication of original papers, with a research section including of new concept and works on the Quran in the various languages of the Muslim world, as well as the output of the western academic presses.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021)" : 5 Documents clear
Fleksibilitas Ungkapan Salam dalam Q 24: 27 dan Relevansinya terhadap Konteks Keindonesiaan Azhar, SM Fahmi; Hakim, Lukman
Contemporary Quran Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/cq.v1i2.2973

Abstract

Identitas salam dalam al-Qur’an yang hadir dalam bentuk umum dimaknai secara tunggal dengan ucapan al-salam ‘alaykum. Redaksi ini menjadi kata utama dalam setiap sapaan di masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Padahal, keumuman redaksi dapat bermakna keumuman cara tanpa identifikasi atas satu cara. Dalam konteks ini, tulisan ini bertujuan untuk menemukan signifikansi utama makna salam dengan berdasarkan pada Q 24: 27. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ma’nā-cum-maghzā. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salam dalam al-Qur’an disebut secara umum tanpa redaksi penyebutan secara spesifik. Hal ini menunjukkan pesan utama makna salam terletak pada aspek penghormatan dan saling mendoakan yang tidak ditentukan bentuk redaksi spesifik. Keumuman redaksi yang digunakan dalam al-Qur’an berkaitan dengan penggunaan kata salam yang telah dikenal sebelumnya di komunitas masyarakat Arab dengan bentuk yang bervariasi, sehingga penyebutan salam dengan redaksi apapun diperbolehkan dengan tujuan yang sesuai dengan pesan utama ayat. Fleksibilitas ungkapan dan universalitas makna berdampak pada peningkatan sikap toleransi dalam negara yang plural, seperti Indonesia.
Teologi Kesehatan dalam Upaya Mitigasi COVID-19 Perspektif al-Qur’an Sulthan, Sulthan; Awwabin, Muhammad Rosyid; Fauzan, Imam
Contemporary Quran Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/cq.v1i2.3069

Abstract

Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini atas izin dan kehendak Allah SWT, Termasuk adanya Virus Covid 19. Covid 19 adalah ciptaan Allah SWT, ia bisa menjangkiti seseorang juga atas izin dan kehendak-Nya. Kendati demikian, Allah juga memberikan solusi untuk menghadapi Virus Covid 19 yang telah tercantum di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Penelitian ini bersifat studi kepustakaan (library research). Adapun analisis yang digunakan adalah analisis interpretatif yang mencoba mengkontekstualisasikan fenomena pandemi di masa lalu dengan pandemi Covid 19 saat ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam agama Islam penyakit juga diistilahkan dengan musibah, fitnah, bala dan adzab. Termasuk juga penyakit Covid 19 yang disebabkan virus Covid 19 meskipun disebabkan hasil perbuatan manusia itu sendiri (bima kasabat aidin naas). Covid 19 juga bisa disebut dengan waba atau thaun. Terdapat beberapa upaya preventif perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam mencegah atau menghadapi Covid 19, antara lain; Pertama, senantiasa meminta perlindungan Allah setiap saat. Kedua, berikhtiyar semaksimal mungkin. Ketiga, bertawakkal kepada Allah. Keempat, berprasangka baik kepada Allah.
Penafsiran Kitābun Marqūm dalam Tafsir Salman: Tafsir Ilmiah atas Juz ‘Amma Ulfah, Mailani
Contemporary Quran Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/cq.v1i2.5658

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang memiliki ragam potensi dibandingkan dengan lainnya diantaranya akal. Sehingga al-Qur’an menegaskan tentang penciptaan manusia yang memiliki keistimewaan serta dinobatkan sebagai khalīfah fī al-ardh demikian ini terjadi karena selain diciptakan dengan fisik yang sempurna, ia juga dibekali akal untuk berfikir, fitrah untuk beribadah serta nafsu keinginan. Dengan akal, manusia dapat membedakan sesuatu yang baik buruk sebab manusia mampu memfungsikan akalnya dengan baik untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain. Ada banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menyebutkan tentang potensi akal. Ayat-ayat al-Qur’an yang membahas tentang potensi akal dapat-ditemukan dalam istilah tafakkur, tadabbur dan tabashur. Tafsir Ilmiah Salman menafsirkan QS. Al-Muthaffifīn [83]:9 dan 20 dengan penyajian yang berbeda dengan penafsiran sebelumnya yakni dengan menghubungkan makna al-Qur’an dengan pengetahuan sains. Hal tersebut merupakan bukti perkembangan dalam bidang kajian tafsir yang bernuansa sains di Indonesia. Penelitian ini akan berfokus pada bagaimana penafsiran kitābun marqūm dalam Tafsir Ilmiah Salman yang dihubungkan pada otak manusia yang berfungsi sebagai pusat rekaman informasi. Adapun jenis penelitian yang akan digunakan adalah (library research) atau studi kepustakaan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penafsiran penggalan ayat kitābun marqūm dimaknai secara harfiah yang merujuk kepada tiga mufasir kontemporer sehingga memunculkan sebuah penafsiran bernuansa sains. Kedua, makna kitābun marqūm diasosiasikan kepada bagian otak yang disebut sebagai neokorteks yang berfungsi sebagai pusat record atau penyimpanan memori secara permanen.
Persepsi Ketuhanan dalam Tiga Agama: Analisis Komparatif terhadap al-Qur’an, Bible, dan Regweda Sari, Ayu Novita
Contemporary Quran Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/cq.v1i2.5686

Abstract

Berbicara hal terkait ketuhanan atau konsep Tuhan banyak aspek yang perlu diulas lebih mendalam. Hal ini sangat diperlukan untuk mencari eksistensi agama dan kepercayaan  dalam beragama. Tulisan ini berusaha mengungkap hal tersebut, dengan fokus kajian terkait bagaimana Konsep Tuhan itu dilihat dari persepektif tiga agama yaitu Islam, Hindu, dan Kristen serta bagaimana eksistensi Tuhan dilihat dari Teori Antropomorfisme dan Transenden-Imanen. Dari penjelasan dan penjabaran yang ada, didapatkan hasil bahwa disimpulkan bahwa dari setiap agama itu memiliki konsep Tuhan masing-masing, dimana konsep tersebut tidak dapat disamakan satu dengan lainnya. Kristen memandang Tuhan dengan konsep Trinitas, yaitu memandang Tuhan dengan tiga wujud-Nya, yaitu Tuhan Anak, Tuhan Bapak, dan Roh Kudus. Sedangkan Islam menganggap Tuhan sebagai sosok yang Esa, tiada Tuhan Selain Allah. Bahkan, Ia tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. Kemudian jika dilihat dari perspektif  Hindu di sebut  Brahman/ Isa. Penyebutan Isa di sini Īśā. Īśā adalah jiwa dari seluruh alam semesta, yaitu Tuhan Yang Maha Pencipta, asal dan kembalinya alam semesta dan beserta isinya. Kemudian konsep tersebut dilihat dari perspektif ketiga terori, maka akan menhasilkan pemahaman yang berbeda-beda.
Nilai-Nilai Resiprokal dalam Moderasi Beragama: Analisis Qirā’ah Mubādalah terhadap QS. Al-Baqarah [2]: 143 Murtaza MZ, Ahmad; Syahpurta, Satria Tenun
Contemporary Quran Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/cq.v1i2.5688

Abstract

Moderasi beragama adalah suatu keniscayaan yang harus diwujudkan di Indonesia, mengingat pluralitas agama merupakan landasan fundamental berdirinya bangsa ini. Moderasi ini tidak hanya relevan dalam konteks sosial, tetapi juga esensial untuk menjaga stabilitas nasional dan keharmonisan antar umat beragama. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai resiprokal dalam moderasi beragama sebagaimana diisyaratkan dalam QS. Al-Baqarah: 143. Penelitian ini menggunakan pendekatan Qirā’ah Mubādalah yang dikembangkan oleh Faqihuddin Abdul Kodir, yang menekankan penafsiran yang inklusif dan berkeadilan. Pendekatan ini tidak hanya menekankan penafsiran egaliter antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga dapat diaplikasikan untuk mengidentifikasi nilai-nilai kesalingan dalam teks-teks keagamaan, yang menjadi landasan penting dalam upaya mempromosikan toleransi dan penghormatan antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah: 143 mengandung dua nilai resiprokal yang mendukung moderasi beragama: pertama, nilai saling menghormati antar pemeluk agama; kedua, nilai menjaga kerukunan antar umat beragama. Kedua nilai ini memperkuat argumen bahwa moderasi beragama bukan hanya sebuah konsep teoretis, tetapi juga merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Lebih jauh, penelitian ini menegaskan bahwa moderasi beragama, sebagaimana diuraikan dalam Al-Qur'an, adalah solusi efektif untuk menangkal ekstremisme dan radikalisme yang dapat mengancam kohesi sosial di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5