cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
jurnal.guruku@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien no. 36A Cijoho-Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 30318181     DOI : https://doi.org/10.25134/jguruku
Core Subject : Education,
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru merupakan media publikasi dengan lingkup pendidikan yang terbuka bagi semua guru dan semua cabang ilmu. Penulis harus memiliki intansi di sekolah baik SD, SMP, dan SMA sebagai penulis, penulis lain dari luar intansi tersebut merupakan target lain dengan fokus tulisan pendidikan seperti mahasiswa, peneliti, tau dosen. Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis. Dengan ketentuan yang berlaku pada jurnal JGuruku, Naskah yang terbit pada jurnal ini diberikan akses terbuka yang artinya siapa saja bisa mengakses arsip jurnal yang diterbitkan dengan perlindungan ketentuan hak cipta mengikuti Creativ Cumon CC-BY-SA. Penerbitan mengunakan Lisensi LOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: LOCKSS License. Lisensi CLOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: CLOCKSS License.
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2023)" : 91 Documents clear
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI KECEPATAN DI KELAS V B SDN ARGALINGGA I Sri Handayani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan penerapan metode drill (latihan) pada pembelajaran matematika materi kecepatan dan menggambarkan hasil belajar matematika materi kecepatan menggunakan metode drill (latihan). Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Objek penelitian adalah peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, dan tes tertulis. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pada penerapan metode drill (latihan), guru menyiapkan bank soal materi kecepatan, memotivasi siswa, membimbing siswa dalam pembelajaran dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Siswa mengerjakan soal-soal secara berulang-ulang dan melakukan diskusi kelompok serta mengkomunikasikan hasilnya. Hasil belajar matematika materi kecepatan menggunakan metode drill (latihan) meningkat. Peningkatan rata-rata nilai dari siklus I ke siklus II sebesar 8,00. Persentase jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) pada siklus I, 50,00% menjadi 75,00% pada siklus II. Rata-rata siklus I adalah 67,00% dan rata-rata siklus II adalah 76,00%. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus I adalah 10 orang (50,00%). Jumlah siswa yang tuntas pada siklus II adalah 15 orang (75,00%). Nilai tertinggi siklus I adalah 85, nilai tertinggi siklus II adalah 95, nilai terendah siklus I adalah 50 dan nilai terendah siklus II adalah 55. Siswa mampu menyelesaikan soal mengubah satuan panjang (jarak), waktu tempuh, dan menyelesaikan dalam soal cerita materi kecepatan. Kata kunci: hasil belajar, kecepatan, metode rill. APPLICATION OF DRILL METHOD TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES SPEED MATERIAL IN CLASS V B SDN ARGALINGGA I ABSTRACT The aim of the research is to describe the application of the drill (practice) method in learning mathematics with speed material and to describe the results of learning mathematics with speed material using the drill (practice) method. This research used two cycles of classroom action research procedures. The object of the research is increasing student activity and learning outcomes. Data collection techniques were obtained by observation and written tests. Research data analysis uses qualitative descriptive analysis. When applying the drill method (practice), the teacher prepares a bank of speed material questions, motivates students, guides students in learning and evaluates student learning outcomes. Students work on questions repeatedly and hold group discussions and communicate the results. The results of learning mathematics material at speed using the drill method (practice) increased. The increase in the average value from cycle I to cycle II was 8.00. The percentage of students who reached the Minimum Completion Criteria (KKM=70) in cycle I was 50.00% to 75.00% in cycle II. The average for cycle I was 67.00% and the average for cycle II was 76.00%. The number of students who completed cycle I was 10 people (50.00%). The number of students who completed cycle II was 15 people (75.00%). The highest score in cycle I is 85, the highest score in cycle II is 95, the lowest score in cycle I is 50 and the lowest score in cycle II is 55. Students are able to solve problems changing units of length (distance), travel time, and solve story problems on speed material. Keywords: learning outcomes, speed, real methods.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SUNARIYEM
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Dimana penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa, hasil wawancara, lembar soal tes akhir siklus, catatan lapangan dan dokumentasi. Berdasarkan analisis dan pengamatan hasil dari penelitian tersebut diperoleh informasi bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, dapat terlihat pada siklus I rata-rata persentase aktivitas belajar sebesar 55,2% dan rata- rata hasil belajar siswa sebesar 64,69. Sedangkan pada siklus II rata-rata persentase aktivitas sebsesar 82% dan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 76,64. Pada siklus I masih ada siswa yang mendapat nilai dibawah KKM yaitu 67, namun pada siklus II nilai terendahnya adalah 70 dan sudah tidak ada lagi siswa yang mendapat nilai dibawah KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin besar rata-rata aktivitas belajar siswa, semakin besar pula rata-rata nilai tes hasil belajar siswa, dan sebaliknya. Kata kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Proses aktivitas, Pembelajaran, Hasil belajar, IPS TERPADU (Ekonomi) APPLICATION OF THE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENT LEARNING ACTIVITIES ABSTRACT In this research, the classroom action research (PTK) method was used. Where this research aims to increase student learning activities through the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model. The instruments used are student activity observation sheets, interview results, end-of-cycle test question sheets, field notes and documentation. Based on the analysis and observations of the results of this research, information was obtained that the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model can increase student activity and learning outcomes. It can be seen that in cycle I the average percentage of learning activities was 55.2% and the average learning outcomes students amounted to 64.69. Meanwhile, in cycle II the average percentage of activity was 82% and the average student learning outcome was 76.64. In cycle I there were still students who got a score below the KKM, namely 67, but in cycle II the lowest score was 70 and there were no longer any students who got a score below the KKM. Thus, it can be concluded that the greater the average student learning activity, the greater the average student learning outcome test score, and vice versa. Keywords: Problem Based Learning (PBL) Learning Model, Activity Process, Learning, Learning Outcomes, INTEGRATED Social Sciences (Economics)
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN LKPD LIVEWORKSHEET DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI ABAD 21 SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Eva Fauziah; Rahma Widiantie; Wiwi Widiarsih
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan kolaborasi siswa dengan menggunakan Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Anyer. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X, Objek penelitian ini adalah model PBL dan keterampilan kolaborasi siswa. Hasil penelitian pada pada pembelajaran sebelumnya menunjukan nilai keterampilan kolaborasi siswa masih dikatakan kurang, yakni peserta didik belum berkomunikasi dan bertukar pendapat, Peserta didik belum bekerja secara produktif dalam menyelesaikan masalah. Setelah menerapkan keterampilan abad 21 sesuai indicator, mengalami peningkatan yaitu nilai kolaborasi siswa menunjukkan 89,10 dengan kriteria Sangat Baik. Menerapkan model PBL dengan LKPD Liveworksheet ternyata dapat memperoleh ketuntasan dalam hasil belajar. Hal ini berarti, peserta didik mampu mengikuti pelajaran dengan model PBL. Dari hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa, dengan menerapkan model PBL dengan LKPD Liveworksheet dalam pelajaran Biologi, mampu meningkatkan keterampilan kolaborasi abad 21 siswa pada materi Perubahan Lingkungan kelas X. Kata kunci: Perubahan Lingkungan, Kemampuan Kolaborasi abad 21 siswa, Problem Based Learning. APPLICATION OF PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL WITH LKPD LIVEWORKSHEET TO ENHANCE 21ST CENTURY COLLABORATION SKILLS OF STUDENTS IN THE TOPIC OF ENVIRONMENTAL CHANGES ABSTRACT This research aims to enhance students' collaboration skills using Problem-Based Learning (PBL). The study was conducted at SMA Negeri 1 Anyer, with the subjects being grade X students. The research focused on the PBL model and students' collaboration skills as the objects of the study. The findings from the previous learning sessions indicated that students' collaboration skills were considered insufficient. Participants were not effectively communicating and exchanging ideas, and they were not working productively to solve problems. After implementing 21st-century skills indicators, there was an improvement, with the collaboration skills score reaching 89.10, classified as Excellent. Applying the PBL model with Liveworksheet LKPD proved to be effective in achieving learning outcomes. This implies that students were able to engage in lessons using the PBL model. The results of this research demonstrate that implementing the PBL model with Liveworksheet LKPD in Biology lessons can enhance 21st-century collaboration skills among grade X students, particularly in the topic of Environmental Changes. Keywords: Environmental Changes, 21st Century Collaboration Skills of Students, Problem-Based Learning.
PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN KARTU BERGAMBAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI SIGENTONG 03 Nurlaela Oktafiani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setelah dilakukan penelitian mengenai penggunaan media kartu bergambar sebagai Upaya meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas 1 SD Negeri Sigentong 03 didapatkan hasil sebagai berikut bahwa kemampuan membaca siswa kelas 1 sebelum dilakukan Tindakan sangat rendah . dari jumlah peserta didik 28 hanya sekitar 28,57 % peserta didik yang bisa membaca sisanya belum bisa. Setelah dilakukan tidakan dengan menggunakan media kartu bergambar siklus 1 menunjukan angka kenaikan kemampuan membaca siswa menjadi 69,20%. Kemudian dilakukan perbaikan pada siklus 1 dengan membagi kelompok lebih banyak sehingga setiap kelompok hanya berjumlah 4 orang, hasilnya menunjukan bahwa terjadi kenaikan peserta didik yang mampu membaca dengan baik sebanyak 92,3%. Sedangkan sisanya ada sebanyak 2 orang peserta didik ditindak lanjuti dengan mengikuti remidial.yaitu diadakan les setelah selesai pembelajaran. Kata kunci: kartu bergambar, membaca, media. THE USE OF PICTURE CARD GAME MEDIA AS AN EFFORT TO IMPROVE READING ABILITIES IN 1ST GRADE STUDENTS OF SIGENTONG 03 ELEMENTARY SCHOOL ABSTRACT After conducting research regarding the use of picture card media as an effort to improve the reading ability of grade 1 students at Sigentong 03 State Elementary School, the following results were obtained that the reading ability of grade 1 students before the action was taken was very low. Of the 28 students, only around 28.57% of students can read, the rest cannot. After carrying out actions using cycle 1 picture card media, the rate of increase in students' reading ability was 69.20%. Then improvements were made in cycle 1 by dividing more groups so that each group only had 4 people. The results showed that there was an increase in students who were able to read well by 92.3%. Meanwhile, the remaining 2 students were followed up by taking part in remedial training, namely tutoring after completing learning. Keywords: picture cards, reading, media
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI KALIBUNTU 01 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KONSTRUTIVISTIK ELABORASI DENGAN CTL Siti Nuraeni
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK enelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran matematika pada siswa kelas V di SD Negeri Kalibuntu 01, Kabupaten Brebes, dengan menerapkan model pembelajaran konstruktivisme yang dikombinasikan dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selama dua siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pencapaian hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran yang diusulkan. Pada siklus kedua, persentase pencapaian hasil belajar mencapai lebih dari 85%, melebihi target yang ditetapkan. Dalam proses pembelajaran, ditemukan bahwa penggunaan media pembelajaran konkret seperti balok kubus sangat membantu siswa dalam memahami konsep matematika. Selain itu, pendekatan CTL memungkinkan siswa untuk mengaitkan pembelajaran dengan konteks dunia nyata mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan model konstruktivisme dan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil pembelajaran matematika siswa di sekolah dasar. Kata kunci: Pembelajaran Matematika, Model Konstruktivisme, Contextual Teaching and Learning (CTL), Penelitian Tindakan Kelas (PTK), SD Negeri Kalibuntu 01. IMPROVEMENT OF MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES IN GRADE V OF KALIBUNTU 01 ELEMENTARY SCHOOL USING THE ELABORATION CONSTRUCTIVIST MODEL WITH CTL ABSTRACT This research aims to improve mathematics learning outcomes in grade V students at SD Negeri Kalibuntu 01, Brebes Regency, by applying a constructivism learning model combined with a Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The research was conducted using the Classroom Action Research (PTK) method for two learning cycles. The results showed a significant improvement in the achievement of student learning outcomes after applying the proposed learning model. In the second cycle, the percentage of achievement of learning outcomes reached more than 85%, exceeding the set target. In the learning process, it was found that the use of concrete learning media such as cube blocks is very helpful for students in understanding mathematical concepts. In addition, the CTL approach allows students to relate learning to their real-world context, making learning more meaningful to them. These findings suggest that the use of constructivism models and CTL approaches can improve students' math learning outcomes in primary school. Keywords: Mathematics Learning, Constructivism Model, Contextual Teaching and Learning (CTL), Classroom Action Research (PTK), SD Negeri Kalibuntu 01.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS II SD NEGERI GLONGGONGAN 02. MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE THE POWER OF TWO AND FOUR Sri Endang Yuliastuti
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hasil peneliian mengenai peningkatan hasil belajarmatematia dikelas II SD Negeri Glonggongan 02 Menggunakan metode Cooperative The Power Of Twoand Four menunjukan bahwa pra PTK menujukan nilai yang masih jauh dari harapan pencapaian, Adapun harapan adalah dengn rata rata klasikal 70 dan pencapain 85%, hal inipun masih berlanjut Ketika masuk kedalam pembelajaran siklu 1 dimana secara rata rata klasikal telah melebihi rata rata ang ditentukan akn tetapi secara pencapaian belum mencapai 85%, dan pada akhirnya pencapaian di atas 85% terselesaikan pada siklus 2. Kata kunci: cooperativ learning; The Power Of Two and Four. Metode, pembelajaran EFFORTS TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES IN GRADE II OF GLONGGONGAN 02 ELEMENTARY SCHOOL USING THE COOPERATIVE THE POWER OF TWO AND FOUR METHOD ABSTRACT The results of research regarding improving mathematics learning outcomes in class II of SD Ngri Glonggongan 02 using the Cooperative The Power of Two and Four method show that pre PTK shows scores that are still far from expectations of achievement. The expectations are with a classical average of 70 and achievement of 85%, this is still continuing. When entering learning cycle 1, the classical average has exceeded the specified average but the achievement has not yet reached 85%, and in the end the achievement above 85% is completed in cycle 2. Keywords: cooperative learning; The Power Of Two and Four. Method, learning
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 1 DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG SOAL CERITA PENJUMLAHAN MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI SD NEGERI PENDE 01 Swesti Widiastuti
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hasil penelitian mengenai hasil belajar siswa kelas 1 dalam pembelajaran matematika mengenai soal cerita pejumlahan melalui metode bermain peran di sekolah dasra Pende 01 menunjukan hasil bahwa pada pra siklus hasilnya masih jauh dari harapan yaitu dengan rata rata klasikal minimal 70 dan capaian 85%, sedangkan pada siklus 1 secara rata rata klasikalsudah di atas rata rata minimum akan tetapi pencapaian belum mencapai 85%, dan baru tuntas pada saat sijlus kedua itupun masih tersisa satu peserta didik yang belum tuntas disebabkan karna masih kurang lancar dalam membaca, sehingga harus dilakukan remidial. Kata kunci: bermain peran, soal cerita, peningkatan, hasil belajar IMPROVEMENT OF GRADE 1 STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN MATHEMATICS REGARDING ADDITION WORD PROBLEMS THROUGH ROLE-PLAYING METHOD AT PENDE 01 ELEMENTARY SCHOOL ABSTRACT The results of research regarding the learning outcomes of grade 1 students in learning mathematics regarding addition story problems using the role-playing method at the Pende 01 elementary school show that in the pre-cycle the results were still far from expectations, namely with a minimum classical average of 70 and an achievement of 85%, whereas in the cycle 1 classical average is already above the minimum average, but achievement has not yet reached 85%, and it was only completed during the second cycle and even then there was still one student who had not completed it because he was still not fluent in reading, so remedial training had to be carried out. Keywords: role playing, story questions, improvement, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU LKPD LIVEWORKSHEET DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK PADA MATERI EKOSISTEM Ina Ropiatin; Rahma Widiantie; Wiwi Widiarsih
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran IPAS di SMK saat ini belum berjalan dengan efektif. Kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas buku paket. Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dengan menerapkan model Problem Based learning berbantu liveworksheet pada siswa SMK kelas X BDP. Data hasil belajar IPAS dikumpulkan dengan metode tes yaitu soal obyektif. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest Posttest Design, dengan subjek peserta didik kelas X BDP SMK Taruna Bhakti Kadugede, populasi penelitian berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan Melalui hasil tes siswa dan observasi pada materi Ekosistem kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Pada hasil belajar siswa melalui pretest dan posttest mengalami peningkatan dalam pemahaman materi yang sudah diberikan oleh guru, yang dibuktikan dari hasil pretest yang menjawab benar hanya sebesar 38% dan mengalami kenaikan ketika postest menjadi 80% yang menjawab benar. Hasil tersebut menyatakan bahwa npretest < npostest , berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian berupa peningkatan keterampilan HOTS peserta didik didapatkan dari nilai pre-test dan post test, yaitu nilai rata-rata pretest keterampilan HOTS peserta didik yaitu 38 % nilai rata-rata posttest peserta didik yaitu 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh model problem-based learning berbantu LKPD liveworksheet terhadap hasil belajar pada materi ekosistem. Adanya penerapan model probrem based learning berbantuan LKPD liveworksheet dapat dijadikan pedoman atau acuan guru untuk menciptakan suasana belajar yang aktif khususnya pada pembelajaran Proyek IPAS. Kata kunci: problem based learning, berpikir tingkat tinggi, LKPD Liveworksheet IMPLEMENTATION OF THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL SUPPORTED BY LKPD LIVEWORKSHEET TO ENHANCE STUDENTS' HIGH-LEVEL THINKING SKILLS IN THE ECOSYSTEM MATERIAL ABSTRACT Science learning in vocational schools is currently not running effectively. Learning activities are still teacher-centered and The learning resources used are still limited to textbooks. The research aims to analyze students' high-level thinking skills by applying the Problem Based learning model assisted by live worksheets to students class X BDP. Data on science and technology learning outcomes were collected using the test method, namely objective questions. The data analysis technique uses experimental quantitative analysis with a One-Group Pretest Posttest Design research design, with the subjects being class X BDP SMK Taruna Bhakti Kadugede students, the research population was 16 people. Data is collected through student test results and observations on Ecosystem material then analyzed using descriptive statistics. The student learning outcomes through the pretest and posttest experienced an increase in understanding of the material provided by the teacher, which was proven from the results of the pretest, only 38% answered correctly and this increased during the posttest to 80% who answered correctly. These results state that npretest < npostest, Based on the results of these calculations, it can be concluded that the research results in the form of increasing students' HOTS skills were obtained from the pre-test and post-test scores, namely the average pretest score for students' HOTS skills is 38%, the average posttest score for students is 80%. The results of this research show that there is an influence of the problem-based learning model assisted by live worksheet LKPD on learning outcomes in ecosystem material. The implementation of the probrem based learning model assisted by live worksheet LKPD can be used as a guide or reference for teachers to create an active learning atmosphere, especially in science project learning. Keywords: problem based learning; high level thinking; Liveworksheet
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI SISWA MELALUI MODEL PBL BERBANTUAN LKPD BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Indra Sholehatul Sidiq; Rahma Widiantie; Wiwi Widiarsih
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan LKPD berbasis masalah pada materi Perubahan Lingkungan di kelas X MIPA SMAS Muhammadiyah Lemahabang Kabupaten Cirebon. Langkah-langkah pelaksanaan yang telah dilakukan penulis, diantaranya memilih pendekatan, model pembelajaran, bahan ajar, metode dan media yang sesuai. Guru menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi perubahan lingkungan. Model pembelajaran PBL menggunakan metode berupa diskusi kelompok, presentasi dan tanya jawab. Sedangkan bahan ajar menggunakan LKPD berbasis masalah. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahap, yakni (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Berdasarkan analisis hasil belajar dapat diketahui nilai rata-rata pretest adalah 65,50 dan nilai rata-rata postest 72,00 dikarenakan siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM sudah melebihi 80% yaitu 10 siswa, dan siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM sebanyak 2 siswa dengan presentasi 20%. Nilai tertinggi pretest adalah 90 dan postest 95 dan nilai terendah pretest adalah 60 dan postest 70. Hasil proses diskusi yang dilakukan siswa dalam pembelajaran mendapatkan nilai yang baik, dan penilaian LKPD peserta didik juga dalam pembelajaran mendapatkan nilai yang baik. Dengan penilaian hasil LKPD berbasis masalah peserta didik mampu menganalisis permasalahan sangat baik 90%, kelancaran mengevaluasi pemecahan masalah sangat baik 85%, dan kualitas hasil laporan pemecahan masalah sangat baik 80%. LKPD berbasis masalah ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan materi peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL dengan LKPD berbasis masalah dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif untuk berfikir tingkat tinggi mulai dari menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Menyadari betapa pentingnya pembelajaran yang demikian, maka pendidik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Kata kunci: Kemampuan berfikir tingkat tinggi, PBL; LKPD EFFORTS TO IMPROVE STUDENTS' HIGH-LEVEL THINKING SKILLS THROUGH THE PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL ASSISTED BY PROBLEM-BASED WORKSHEETS (LKPD) IN THE ENVIRONMENTAL CHANGES MATERIAL ABSTRACT This study aims to improve students' high-level thinking skills through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by problem-based worksheets (LKPD) in the Environmental Changes material for 10th-grade science students at Muhammadiyah Lemahabang High School, Cirebon Regency. The steps taken by the author include selecting an approach, learning model, teaching materials, suitable methods, and media. Teachers used the Problem-Based Learning (PBL) model in the Environmental Changes material. PBL involves methods such as group discussions, presentations, and question-and-answer sessions. The teaching material utilized problem-based worksheets. The research procedure consists of four stages: (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. Based on the analysis of learning outcomes, the average pretest score was 65.50, and the average posttest score was 72.00. This is because students who scored above the minimum passing grade (KKM) exceeded 80%, with 10 students, while those below KKM were 2 students, accounting for 20%. The highest pretest score was 90, and the highest posttest score was 95, while the lowest pretest score was 60, and the lowest posttest score was 70. The results of student discussions during learning were good, and the assessment of problem-based worksheets showed positive results. Based on the problem-based worksheets assessment, students were able to analyze problems very well at 90%, evaluate problem-solving very well at 85%, and the quality of problem-solving reports was very good at 80%. It is expected that these problem-based worksheets can improve students' mastery of the material. In conclusion, the use of the PBL model with problem-based worksheets can provide students with opportunities to actively engage in high-level thinking, from analyzing to evaluating and creating. Recognizing the importance of such learning, educators can enhance the quality of learning continuously. Keywords: High-level thinking skills, PBL, Worksheets (LKPD)
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI SISWA MELALUI MODEL PBL BERBANTUAN LKPD BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Dolfinus Moktis
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penulisan Praktik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik penulis dalam menerapkan pembelajaran higher order thinking skills (HOTS), sasaran pelaksanaan ini adalah siswa kelas 7 di SMP Negeri 2 Manokwari sebanyak 32 orang. Pembelajaran descriptive text dengan model pembelajaran discovery learning layak dijadikan praktik pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran descriptive text dengan model pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak sekedar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK,literasi dan kecakapan abad 21. Kata kunci: Best Practice, Discovery Learning, Descriptive Text OBSERVATION OF THE APPLICATION OF THE DISCOVERY LEARNING TEACHING MODEL TO ENHANCE HIGH-ORDER THINKING SKILLS (HOTS) ABSTRACT The purpose of writing this practice is to describe author’s practice in implementing higher order thinking skills (HOTS) oriented learning. The target of implementing this best practice is 160 grade VII students at SMP Negeri 2 Manokwari. Descriptive text learning with the discovery learning model is appropriate as a HOTS oriented learning practice because it can improve students’ abilities in transferring knowledge, critical thinking and problem solving. By systematically and carefully preparing lesson plan (RPP), learning descriptive text using the discovery learning is not only HOTS oriented, but also integrates PPK, literacy and 21st century skills. Keywords: Best Practice, Discovery Learning, Descriptive text.

Page 6 of 10 | Total Record : 91