Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1: Januari 2019"
:
6 Documents
clear
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN HARGA DIRI PADA PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH
Rizka Qonita;
Dahlia Dahlia
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v2i1.13271
Masalah pengemis merupakan fenomena yang ada di seluruh dunia, terutama diberbagai daerah perkotaan seperti di Kota Banda Aceh. Tingginya arus urbanisasi menyebabkan tingkat kemiskinan meningkat di perkotaan sehingga muncul berbagai permasalahan sosial seperti perilaku mengemis. Perilaku mengemis menjadi sorotan dan dikaitkan dengan harga diri yang rendah yang dapat berimplikasi pada cara individu menerima dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan harga diri pada pengemis di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik incidental sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang responden. Alat ukur yang digunakan adalah modifikasi skala penerimaan diri yang dikembangkan oleh Berger dan Adaptasi Skala Rosenberg Self-Esteem Scale (RES). Analisis data menggunakan teknik Spearman Rank-Order Correlation. Hasil penelitian menemukan korelasi antara penerimaan diri dengan harga diri sebesar r = 0,273 dengan nilai signifikansi p = 0,035 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara penerimaan diri dengan harga diri pada pengemis di Kota Banda Aceh. Artinya semakin tinggi penerimaan diri maka akan semakin tinggi pula harga diripengemis, dan sebaliknya.Sebagian besar pengemis dalam penelitian ini memiliki harga diri yang rendah (45%) dan penerimaan diri yang rendah (40%). Pengemis yang memiliki harga diri yang rendah memilliki sifat pasif, rendah diri, pemalu dan kurang berani melakukan interaksi sosial. Rendahnya penerimaan diri pada pengemis menyebabkan mereka pasrah atas nasib dan penilaian pihak lain terhadap mereka sehingga menyebabkan pengemis tidak memilliki kemauan untuk melakukan perubahan dalam kehidupan.
ANALISIS KUALITATIF PENERAPAN SITUATION AWARENESS PADA AKTIVITAS KERJA AIR TRAFFIC CONTROLLER (ATC)
Lusi Nur Ardhiani;
Galuh Rita Kumala;
Nur Makie Perdana
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v2i1.13270
Berdasarkan fakta yang dirilis oleh Airport Council International (ACI), Indonesia memasuki peringkat ke-17 bandar udara dengan lalu lintas terpadat di dunia. Pengontrol lalu lintas udara atau air traffic controller (ATC) merupakan salah satu pihak yang paling berperan dalam mengatur kepadatan lalu lintas di jalur udara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Situation Awareness (SA) pada aktivitas kerja sehari-hari air traffic controller di dunia penerbangan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus konklusif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap delapan orang yang berprofesi sebagai air traffic controller (ATC) dari Air-Nav Indonesia maupun TNI-AU. Hasil verbatim wawancara kemudian dikoding dan diinterpretasi serta dianalisis dengan menggunakan teori serta data-data dari penelitian pendahulu. Penelitian ini menghasilkan data deskripsi perilaku maupun situasi yang teridentifikasi sebagai aspek maupun indikator penting dalam penerapan tiga level situation awareness pada aktivitas kerja air traffic controller (ATC). Aspek-aspek dan indikator-indikator tersebut kemudian dikelompokkan pada tabel yang terbagi dalam tiga level Situation Awareness. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendesain alat ukur, pelatihan, penelitian, maupun evaluasi guna meningkatkan kewaspadaan air traffic controller.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN CERITA DENGAN PENDEKATAN SHARED BOOK READING DI PAUD
Siti Shaliha;
Rose Mini Agoes Salim;
Rini Hildayani
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v2i1.14110
Pendekatan membacakan buku cerita oleh guru akan membantu anak meningkatkan keterampilan kognitifnya dalam memahami cerita yang dibacakan sebelum memasuki tahapan pembaca mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pendekatan shared book reading (SBR) dan pemahaman anak terhadap cerita. Penelitian ini menggunakan within subject designdengan melakukan kontrol kondisi untuk membandingkan skor pemahaman anak terhadap cerita pada masing-masing kondisi yang diberikan. Partisipan dalam penelitian ini adalah 4 orang guru dan 21 orang anak (rentang usia 4-5 tahun) di Satuan PAUD Sejenis (SPS). Data kuantitatif yang diperoleh mengenai pemahaman anak terhadap cerita dianalisa menggunakan uji sign test. Penelitian ini juga memberikan pelatihan pada guru serta melakukan pengukuran terhadap keterampilan guru. Pengukuran pemahaman anak terhadap cerita dan keterampilan guru dalam menggunakan pendekatan saat membacakan buku cerita dilakukan sebanyak tiga kali pada tahap pre-test,post test 1dan post test 2, untuk melihat peningkatan yang terjadi setelah pemberian intervensi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pemahaman anak terhadap cerita saat guru membacakan cerita dengan pendekatan SBR dengan nilai probabilitas lebih kecil dari 0.05, yaitu 0.01. Hasil tersebut berbanding lurus dengan peningkatan skor keterampilan yang diperoleh guru setelah diberikan pelatihan pendekatan SBR yang ditampilkan di dalam grafik.
PERBEDAAN EMPLOYABILITY PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI UNSYIAH DITINJAU DARI PENGALAMAN BERORGANISASI
Syahri Rahmatika;
Eka Dian Aprilia
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v2i1.13269
Ketidakseimbangan pembelajaran soft skills dan hard skills di universitas berdampak pada banyaknya lulusan yang belum memiliki kesesuaian dengan kebutuhan yang dicari employers. Employability dapat menjadi alternative solusi untuk meningkatkan kesempatan individu untuk mendapatkan pekerjaan. Employability didefinisikan sebagai kemampuan untuk memiliki keahlian, ilmu pengetahuan, pemahaman dan kepribadian yang membuat seseorang bisa memilih dan merasa nyaman dengan pekerjaannya sehingga menjadi puas dan akhirnya meraih sukses. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan employability pada mahasiswa tingkat akhir yaitu dengan memiliki pengalaman berorganisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan employabilitypada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Syiah Kuala ditinjau dari pengalaman berorganisasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 332 mahasiswa (terdiri dari 166 orang yang memiliki pengalaman berorganisasi dan 166 orang tidak memiliki pengalaman berorganisasi). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Employability Development Profile. Hasil uji analisis hipotesis dengan menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0.000. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan employability pada mahasiswa tingkat akhir ditinjau dari pengalaman berorganisasi, dimana mahasiswa tingkat akhir yang memiliki pengalaman berorganisasi memiliki employability yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa tingkat akhir yang tidak memiliki pengalaman berorganisasi.
PENERAPAN TEKNIK BACKWARD CHAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIKAT TALI SEPATU ANAK INTELLECTUAL DISABILITYTINGKAT MODERATE
Sarah Halimah Wibowo;
Cut Nurul Kemala
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v2i1.13272
Anak-anak dengan intellectual disability (ID) mengalami keterbatasan pada kemampuan berpakaian. Penguasaan kemampuan berpakaian penting untuk dimiliki oleh anak-anak dengan ID karena menunjang kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpakaian mencakup beberapa kemampuan, salah satunya kemampuan mengikat tali sepatu. Kebutuhan untuk menguasai kemampuan mengikat tali sepatu mungkin akan muncul seiring dengan perkembangan anak, seperti pada R yang menjadi partisipan penelitian. R diwajibkan menggunakan sepatu bertali setiap pelajaran olahraga di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas penerapan teknik backward chaining untuk meningkatkan kemampuan mengikat tali sepatu pada anak intellectual disability (ID) tingkat moderate. Penelitian ini menggunakan metode single-subject ABA design dengan satu orang partisipan yang memiliki kondisi ID tingkat moderate. Penelitan menggunakan teknik backward chaining dan mengajarkan kepada partisipan 8 langkah (chain of behavior) dalam rangkaian kemampuan mengikat tali sepatu. Penelitian juga menggunakan prompt dalam bentuk verbal, fisik, gestur dan modelling, serta penayangan video sebelum percobaan dimulai. Penelitian dilaksanakan dalam 8 sesi dengan 60 kali percobaan selama 10 hari. Setelah sesi berakhir, partisipan mampu menguasai seluruh langkah dalam rangkaian kemampuan mengikat tali sepatu secara mandiri.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEREMPUAN YANG BERPERAN GANDA
Cito Meriko;
Olivia Hadiwirawan
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/s-jpu.v2i1.13273
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kesejahteraan psikologis perempuan yang memiliki peran ganda (peran publik dan domestik). Penelitian ini juga ingin membahas bagaimana perempuan memaknai peran ganda tersebut dan melihat dinamika dimensi kesejahteraan psikologis pada masing-masing responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan teknik sampling berdasarkan intensitas. Responden terdiri dari empat perempuan yang bekerja pada sektor formal serta menempati posisi pemimpin dalam pekerjaan. Wawancara mendalam dan semi- terstruktur digunakan sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat responden memperoleh kesejahteraan psikologis dalam menjalankan peran ganda mereka. Dimensi penguasaan lingkungan memegang peranan penting bagi keempat responden dalam mengelola peran ganda. Dinamika dari keenam dimensi pada masing-masing responden memiliki pola-pola berbeda yang berfokus pada peran domestik sebagai penuntun langkah responden dalam mengambil bagian pada peran publiknya.