cover
Contact Name
Ardiyansyah
Contact Email
ardiyansyah@uinjambi.ac.id
Phone
+6281212012102
Journal Mail Official
ardiyansyah@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren Kab. Muaro Jambi, Kodepos: 36363 | Telepon: (0741) 00000
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 26144476     EISSN : 26144468     DOI : https://doi.org/10.30631/mauizoh
Core Subject : Education, Social,
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi adalah majalah ilmiah enam bulanan yang meliputi tema dakwah, komunikasi, publisistik, dan penyiaran Islam. Jurnal ini diterbitkan sebagai rujukan bagi civitas akademik Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan lainnya yang mempunyai minat dan keilmuan selaras. Mauizoh terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun, dengan nomor ISSN Online 2614-4468 dan Cetak 2614-4476. Tulisan yang dipublikasi adalah hasil penelitian dan analisa ilmiah dalam kajian dakwah, komunikasi, syiar Islam, publisistik, manajemen lembaga Islam, pengelolaan kegiatan Islami serta jurnalistik. Penyunting menerima tulisan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain. Naskah yang dikirim dapat berbahasa Indonesia maupun Inggris.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2024): Desember" : 5 Documents clear
dakwah Digitalisasi Dakwah Berbasis Kesetaraan Gender: Gaya Komunikasi Islami Ria Ricis Sebagai Dai Wanita Melalui Tiktok Nurcahyati, Neny; Bobby Rachman Santoso, Bobby
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i2.93

Abstract

Ria Ricis sebagai kreator muda islami di  tiktok dengan cara dia berbaur dengan berbagai macam orang dari lawan jenis, hingga non muslim untuk mengajaknya dalam suatu kebaikan. Ria Ricis dikenal sebagai wanita yang pemberani, cerdik, ceria dan berwibawa serta mengerti akan toleransi, saling menghargai orang lain, bisa bergaul dengan berbagai macam orang dengan karakteristik yang berbeda-beda. Walaupun sering berintraksi dengan lawan jenis dan juga non muslim sebagai sahabatnya dan team Ricis tetapi Ria Ricis tetap menjaga nama baiknya dan agamanya dengan tatap berpakaian muslimah dan tetap istiqomah dalam mengenakan hijabnya bahkan dengan berenang ricis tetap memakai jilbab dan memberi contoh yang baik serta Ricis sering berbagi rezeki kepada banyak orang. Dari penelitian terdahulu yang ditemukan belum ada yang membahas secara spesifik mengenai Digitalisasi Dakwah Berbasis Kesetaraan Gender: Gaya Komunikasi Islami Ria Ricis Sebagai Dai Wanita Melalui Tiktok Salah satu bagian dari tokoh entertainment yaitu Ria ricis yang akan digunakan subjek dalam penelitian ini. Sehingga nantinya, penelitian ini diharapkan menjadi kajian rujukan dalam membangun iklim akademisi yang komprehensif terutama mengenai kesetaraan gender.penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu akun tiktok Ria Ricis, partisipan dan komentator pada akun tiktok Ria Ricis. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu channel youtobe Ria Ricis, channel youtobe yang membahas Ria Ricis, serta berbagai media sosial yang membahsa tentangnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dokumentasi (library research).  Tiktok kebanyakan bukan untuk berdakwah kebanyakan untuk hiburan semata, bahkan berbaur dengan syahwat atau purno, namun dengan hadirnya Ria Ricis sebagai tiktokers muslimah yang berperilaku baik, sehingga Ria Ricis sebagai muslimah dengan perilaku dakwahnya, menarik untuk diteliti dalam penelitian.
Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Penggunaan Bahasa Kasar dalam Perspektif Islam di Lingkungan Sosial Kampus Nasrul Adadi; Erika Ayu Andini; Nopiyanti; Achmad Faqihuddin
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i2.100

Abstract

Penggunaan bahasa kasar di kalangan mahasiswa menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti, terutama dalam konteks interaksi sosial dan nilai-nilai agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penggunaan bahasa kasar di lingkungan sosial kampus Kota Bandung, serta pengaruh nilai-nilai Islam terhadap sikap dan perilaku komunikasinya. Metode penelitian ini menggunakan mix method. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa sering mendengar dan menggunakan bahasa kasar, meskipun mereka merasa tidak nyaman dengan penggunaannya. Faktor utama yang mempengaruhi penggunaan bahasa kasar adalah pengaruh teman sebaya dan kurangnya kesadaran etika komunikasi. Meskipun demikian, nilai-nilai Islam dianggap sangat penting dalam membentuk cara berkomunikasi dan percaya bahwa ajaran Islam tidak mendukung penggunaan bahasa kasar. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa bersalah secara moral ketika menggunakan bahasa kasar yang mencerminkan pemahaman mereka tentang etika berbicara dalam Islam. Selain itu, hanya sebagian mahasiswa yang secara rutin menghadiri ceramah agama tentang etika komunikasi. Temuan ini memberikan wawasan penting tentang hubungan antara nilai-nilai agama dan perilaku komunikasi di kalangan mahasiswa, serta perlunya pendekatan pendidikan yang lebih efektif dalam menanamkan kesadaran etika berbicara dalam konteks sosial dan akademik.
PERAN KOMUNITAS DAKWAH ONLINE “TINTA PENA” DALAM PENYEBARAN DAKWAH MENGENAI BATASAN BERPENAMPILAN TERHADAP MAHASISWI UIN RADEN FATAH PALEMBANG Muhamad Fahmi; Muhammad Rizal; Bagus Satria; Asyarah; Bagus Anraluki; Muhamad Afdoli Ramadoni
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i2.101

Abstract

Setiap manusia tentunya mempunyai keinginan untuk berpenampilan rapi dan sempurna. Akan tetapi, di zaman saat ini banyak sekali umat muslim yang melupakan bagaimana etika berpakaian yang Allah perintahkan dalam Al-Qur`an dan Hadits. Dewasa ini sering kita temui banyak sekali umat muslim yang berpakaian tidak sesuai dengan syariat salah satu contohnya yaitu berpakaian tertutup tapi seperti terlanjang (Berpakaian panjang tapi ketat). Salah satu cara untuk memperbaiki diri dalam berpenampilan yaitu mempunyai teman dekat dan mengikuti komunitas yang lingkungannya terbiasa berpenampilan sesuai dengan syariat. Maka fokus dalam penulisan jurnal ini adalah peran komunitas “TINTA PENA” dalam penyebaran dakwah mengenai batasan berpenampilan terhadap mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Dengan cara pengumpulan data menggunakan cara wawancara dan dokumentasi. Serta hasil dari penelitian ini yaitu komunitas Tinta Pena dianggap efektif dalam penyebaran dakwah mengenai batasan berpenampilan, hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dari para peserta yang hadir pada saat kegiatan dakwah online yang dilakukan bersama komunitas Tinta Pena
Analisis Keefektifan Kerjasama dengan Influencer dalam Komunikasi Pemasaran Berdasarkan Perspektif Electronic Word of Mouth (EWOM) Widodo, Andeka; Lala Amelia, Rizki; Indah Lestari, Rani; Hidayati, Nurul; Nur Apriana, Indah; Alamsyah Idris, Fahmi; Yogia Isnaini, Vitria
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i2.105

Abstract

Influencer marketing telah menjadi salah satu metode pemasaran digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai bagian dari transformasi pemasaran tradisional ke digital, konsep ini memanfaatkan pengaruh individu yang memiliki audiens setia di berbagai platform media sosial. Dalam hal ini, Electronic Word of Mouth (EWOM) berperan sebagai katalis utama, karena pengaruh komunikasi personal yang dilakukan secara digital lebih dipercaya dibandingkan iklan konvensional. Saat ini, electronic word of mouth (EWOM) menjadi elemen penting dalam pemasaran karena komunikasi dalam bentuk EWOM dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Di era digital seperti sekarang, EWOM tidak lagi memerlukan interaksi tatap muka secara langsung. Definisi EWOM pun kini lebih luas, mencakup tidak hanya percakapan langsung tetapi juga interaksi yang terjadi di dunia maya.  Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kerjasama dengan influencer yang memiliki audiens yang relevan dan terpercaya dapat meningkatkan visibilitas merek dan interaksi dengan konsumen secara signifikan. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada pemilihan influencer yang tepat dan kesesuaian pesan yang disampaikan dengan nilai-nilai merek. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi influncer pemasaran tentang cara  penggunaan pemasaran melalui media sosial  untuk mencapai tujuan komunikasi pemasaran mereka.
Transformasi Radio Digital: Tinjauan Teknologi, Konten dan Perilaku Khalayak Aspar; Anshar, Muhammad
MAUIZOH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/mauizoh.v9i2.118

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan bagi industri radio sebagai media komunikasi tertua. Perubahan perilaku khalayak yang lebih bergantung pada internet, media sosial, dan platform streaming memaksa radio beradaptasi agar tetap relevan di era digital, Penulisan ini bertujuan mengkaji adaptasi radio sebagai media tradisional serta pola konsumsi khalayak di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur untuk menganalisis transformasi radio di era digital, dengan mengumpulkan data sekunder dari jurnal, buku, artikel, dan laporan industri. Metode analisis konten diterapkan untuk mengidentifikasi tema utama perubahan radio, serta membandingkan karakteristik radio tradisional dan digital untuk memahami dampak teknologi baru terhadap pola konsumsi khalayak. Transformasi radio dari teknologi FM dan AM ke radio digital, seperti Digital Audio Broadcasting (DAB) dan radio streaming, telah mengubah cara penyebaran informasi dan interaksi khalayak. Radio digital menawarkan fleksibilitas lebih besar dengan akses on-demand, memungkinkan pendengar memilih konten sesuai minat mereka. Selain itu, radio digital memanfaatkan media sosial dan aplikasi untuk memperluas interaksi dua arah dengan khalayak secara lebih cepat dan langsung. Kehadiran podcasting juga memungkinkan pendengar menikmati program kapan saja, meningkatkan jangkauan dan relevansi stasiun radio di era digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 5