cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
RESPON KHALAYAK TERHADAP IKLAN KOMPARATIF “SAMSUNG GALAXY: GROWING UP”
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26158

Abstract

Iklan “Samsung Galaxy: Growing Up” merupakan salah satu iklan yang dibuat oleh perusahaan Samsung dengan jumlah penonton terbanyak dalam saluran youtube Samsung. Iklan ini menarik perhatian karena menggunakan jenis iklan komparatif atau perbandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan respon yang diberikan setiap orang terhadap iklan “Samsung Galaxy: Growing Up” didasarkan pada faktor demografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai asymtotic significant adalah sebesar 0,169. Nilai tersebut lebih besar dari nilai α yang ditetapkan yaitu sebesar 5% atau 0,05 (0,169 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan respon yang diberikan setiap responden yang telah menonton iklan “Samsung Galaxy: Growing Up”. Kata Kunci : Respon Khalayak, Iklan Komparatif, Faktor Demografi.
KRITIK SOSIAL DALAM MUSIK (ANALISIS WACANA KRITIS PADA LIRIK LAGU “NEGRI NGERI” OLEH GRUP MUSIK PUNK MARJINAL)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26280

Abstract

Kritik sosial menjadi sarana komunikasi sosial. Kritik sosial dengan menggunakan musik di dalamnya memiliki kombinasi kosakata dan tata bahasa. Penggunaan kosakata dan tata bahasa di dalam musik tidak berdiri sendiri, terdapat konteks mikro, meso, dan makro yang menghubungkan dengan teks dan dalam sebuah teks terdapat praktik dan tujuan tertentu yang dibuat oleh penulis teks. Penelitian ini menggunakan lirik “Negri Ngeri” sebagai objeknya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari teks kritik sosial lirik lagu “Negri Ngeri” dan memperjuangkan nilai-nilai sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana dan paradigma kritis. Hasil penelitian menunjukkan kritik sosial pada “Negri Ngeri” yaitu merepresentasi kesadaran dan ajakan solidaritas tanpa batas untuk melakukan perubahan tentang kemanusian, keadilan, membantu golongan bawah seperti, buruh dan pedagang kaki lima. Dalam teks juga merepresentasi marjinalisasi dan pendapat pribadi berbentuk pengingkaran negatif dari penulis teks. Teks “Negri Ngeri” diproduksi sesuai dengan situasi yang khas pada tahun 2002 tentang kondisi ekonomi, politik di Indonesia yang mengakibatkan pengangguran dan korupsi. Pengaruh dari penyebaran teks disini hanya dalam batas suka dan tahu tanpa ada pergerakan dari khalayak, pergerakan terjadi dengan cara yang terstruktur. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Bahasa, Tujuan, Implisit
STRATEGI MANAJEMEN PRODUKSI JTV DALAM MENYIARKAN PROGRAM BERKONTEN LOKAL JAWA TIMUR ( STUDI KASUS PROGRAM BERITA POJOK KAMPUNG )
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26281

Abstract

Jtv merupakan salah satu stasiun televisi lokal terbesar di Jawa Timur. Jtv memiliki berbagai program lokal yang menarik salah satunya yang menjadi paling popular di Jtv adalah Pojok Kampung. Pojok Kampung adalah sebuah program acara berita yang memiliki keunikan dalam konten yang ada didalamnya. Tidak hanya isi berita saja yang menggunakan konten lokal secara penuh berita ini juga disampaikan dengan menggunakan bahasa daerah lokal. Penelitian kali ini bertujuan untuk memahami bagaimana cara manajemen Jtv dalam mengelola Pojok Kampung sehingga mampu eksis hingga masa sekarang. Penelitian ini menggunakan konsep dasar manajemen POAC ( Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling ). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara terhadap pihak Jtv khususnya kru yang ada di Pojok Kampung, menjalankan observasi secara langsung maupun tidak langsung dan melakukan pengumpulan data yang berupa dokumen pendukung.Hasil dari penelitian ini adalah Pojok Kampung memiliki strategi manajemen produksi program berupa 1) melakukan strategi produksi siaran yang menggunakan konsep POAC dalam melakukan kelola konten internalnya, 2) melakukan metode segmenting, targeting dan juga positioning untuk merebut pangsa pasar yaitu audiens dan pengiklan, 3) memasarkan program – program yang ada di Jtv dengan cara promosi baik off air maupun on air.Kata Kunci : Jtv, Pojok Kampung, Manajemen produksi , POAC.
IDEOLOGI BINGKAI MEDIA ONLINE KOMPAS.COM, PIKIRAN-RAKYAT.COM DAN DETIK.COM TERHADAP PEMBERITAAN KASUS KORUPSI E-KTP SETYA NOVANTO (ANALISIS FRAMING GAMSON)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26384

Abstract

Tingginya jumlah kasus korupsi yang terjadi di Indonesia menempatkan Indonesia di posisi ke 96 dari 103 negara di dunia dalam indeks persepsi korupsi. Berdasarkan data dari ICW (Indonesia Corruption Watch) hingga tahun 2017 tercatat 226 kasus korupsi mulai dari tingkat Kabupaten/Kota hingga Provinsi dalam periode 6 bulan. Kasus korupsi e-KTP dengan dugaan Setya Novanto sebagai tersangka pada tahun 2017 menjadi trending topic di salah satu media sosial. Setnov memegang jabatan sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar yang menjadi sorotan media massa dalam menyajikan pemberitaanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana idelogi media online Kompas.com, Detik.com dan Pikiran-rakyat.com dalam membingkai pemberitaan kasus korupsi e-KTP Setnov. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis framing Gamson & Modigliani berupa dekskriptif kualitatif. Data dikumpulkan secara dokumentasi yaitu telaah dokumen dari masing-masing media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik dan Pikiran-rakyat mengarahkan pembaca untuk menghakimi Setnov bersalah bahkan sebelum diadili. Sedangkan Kompas mengarahkan pembaca untuk mendalami pelaku selain Setnov. Maka dapat disimpulkan ketiga media ini mempunyai masing-masing cara untuk mengarahkan pembaca dari penyajian bingkai berita yang ditampilkan. Kata kunci: Bingkai media, Kasus Korupsi e-KTP, Setya Novanto.
Analisis Strategi Promosi Pariwisata Pulau Bawean Kabupaten Gresik
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26388

Abstract

Abstrak Strategi promosi merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata suatu daerah. Salah satu alat promosi pariwisata yaitu bauran promosi yang digunakan untuk menginformasikan, membujuk serta mengingatkan kembali para calon wisatawan. Dalam jangka waktu 2014-2017, jumlah kunjungan wisatawan Pulau Bawean mengalami peningkatan terutama wisatawan mancanegara. Peningkatan jumlah wisatawan Pulau Bawean secara signifikan terjadi pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui strategi promosi pariwisata Pulau Bawean serta peran yang dilakukan oleh setiap elemen. Untuk menyelesaikan penelitian ini digunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung, dokumentasi, dan bukti fisik. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik tidak membuat pesan promosi, sedangkan tour and travel agent Bawean Tourism melakukan seluruh strategi promosi, dan masyarakat Bawean yang tergabung dalam kelompok sadar wisata juga ikut membuat program promosi. Dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Gresik telah disebutkan peran setiap elemen pelaku promosi pariwisata Pulau Bawean. Bawean tourism merupakan satu-satunya elemen yang melaksanakan seluruh peran yang telah ditetapkan. Dari hasil tersebut dapat disarankan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik untuk segera melakukan kajian branding pariwata untuk menentukan pesan promosi Pulau Bawean, lebih menjalin kejasama dan hubungan baik dengan elemen lainnya. Kata kunci: Strategi Promosi Pariwisata, Bauran Promosi, Kabupaten Gresik, Pulau Bawean, Abstract Promotion strategy is very important to develop tourism in a region. One of the tourism promotion tools is a promotion mix that used to inform, persuade and remind potential tourists. In the period of 2014-2017, the number of tourists that visited Bawean Island is increase, especially foreign tourists. Significant increase in the number of tourists on Bawean Island occurred in 2017. This research aims to find out Bawean Islands tourism promotion strategies and the role carried out by each element. This study using case study method with a qualitative descriptive approach. The data collected by interviews, direct observation, documentation, and physical evidence. The results of this study indicate that the Department of Tourism and Culture (Disparbud) of Gresik Regency did not make a promotional message, while the Bawean Tourism tour and travel agent carried out all promotion strategies, and tourism conscious group (Pokdarwis) Bawean community have made a promotional program. In the Master Plan for the Development of the Regional Tourism (RIPKA) of Gresik Regency has mentioned the role of each element of Bawean island tourism promotion. Bawean Tourism tour and travel agent is the only element that carries out all the roles that have been determined. The observer suggested to the Department of Tourism and Culture of Gresik Regency to immediately conduct tourism branding studies to determine the promotion message for Bawean island, to establish cooperation and good relations with other elements. Keyword: Tourism Promotion strategy, Promotion Mix, Gresik Regency, Bawean Island
PENERAPAN JURNALISME POSITIF DALAM MEDIA ONLINE (STUDI KEBIJAKAN REDAKSIONAL PADA TIMES INDONESIA)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26418

Abstract

Kondisi maraknya penyebaran informasi dan pemberitaan dengan pendekatan negatif seperti berita tentang kesengsaraan, provokatif dan hoax menimbulkan dampak pada tergerusnya kepercayaan di masyarakat. Oleh karenanya, kini diperlukan upaya pengembalian kembali adanya sikap optimisme melalui sajian berita-berita yang beraspek positif salah satunya dengan beralih dari paradigma bad news is a good news menuju paradigma good news is also news. Melalui strategi dan teknik penulisan yang dirumuskan oleh TIMES Indonesia, media tersebut hadir dengan tujuan untuk menjadi media yang berkontribusi dalam membangun kembali ketahanan informasi nasional melalui sajian berita yang beraspek positif. Dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kasus dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi lapangan dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan jurnalisme positif yang diterapkan oleh TIMES Indonesia dilakukan dengan memainkan pengambilan angle cerita sehingga dapat menghasilkan produk berita positif yang memiliki aspek lingkup yang luas. Dalam penerapannya, jurnalisme positif didukung oleh faktor-faktor pengaruh yang diidentifikasi melalui teori hirarki pengaruh isi media yang menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam mendukung penerapan jurnalisme positif ialah faktor pengaruh rutinitas media, faktor organisasi, dan faktor ideologi. Kata Kunci : Jurnalisme Positif, Kebijakan Redaksi, Media Online, Faktor Pengaruh Isi Media.
IMPLEMENTASI PRODUCT, PLACE, PEOPLE, DAN PROCESS PAGUYUBAN KB PRIA SIWALAN MESRA KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA DALAM MENARIK MINAT KAUM PRIA UNTUK BERPARTISIPASI DI PROGRAM KB VASEKTOMI
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26458

Abstract

AbstrakSaat ini Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan dengan ekonomi terbesar kesepuluh berdasarkan daya beli. Bertambahnya jumlah dari waktu ke waktu akan berpengaruh dalam laju penduduk suatu negara jika tidak diimbangi oleh peningkatan ekonomi. Surabaya merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Jumlah penduduk Surabaya pada tahun 2014 hingga 2017 semakin meningkat, dan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah penduduk tersebut yaitu kelahiran. Untuk itu perlu adanya program yang efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk seperti menekan angka kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi marketing sosial Paguyuban KB pria Siwalan Mesra Kecamatan Pakal Kota Surabaya dalam menarik minat kaum pria untuk berpartisipasi menggunakan KB vasektomi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi kasus sebagai suatu metode pendekatan penelitian. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan responden dan dari dokumentasi kegiatan maupun program Paguyuban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi marketing sosial Paguyuban Siwalan Mesra dalam menarik minat kaum pria untuk berpartisipasi menggunakan KB vasektomi yaitu menerapkan teori marketing mix 4p yang meliputi product, place, people, dan process, yang hasilnya sangat berhasil dan efektif dengan dibuktikan oleh data aseptor baru di wilayah Kecamatan Pakal yang jumlahnya semakin bertambah dan beberapa penghargaan yang diperoleh Paguyuban Siwalan Mesra tersebut. Kata Kunci: Pertumbuhan Penduduk, Paguyuban Siwalan Mesra, Marketing Mix. Abstract Indonesia is a country with the fourth largest population in the world and the largest economy based on purchasing. Increasing the population over time will effect the rate of welfare of population of the country if it is not balanced with increasing the economy. Surabaya is a city with the second largest population in Indonesia after Jakarta. The population of Surabaya in 2014 until 2017 is increasing, and one of the factor that influence the population growth is birth. For this reason, an effective program is needed to reduce the population growth. The purpose of this research is to find out the social marketing implementation of the men’s KB community Siwalan Mesra Pakal district, Surabaya city in attracting the male interest in vasectomy. This research using qualitative descriptive method and case study as a research method approach. Data were obtained from the results of interviews with respondents and from documentation of community activities or program. The result of social marketing implementation of Siwalan Mesra community in attracting men’s interest to follow vasectomy KB using marketing mix 4p which include product, place, people, and process. The result are very succesful and effective which can be proven by new acceptor data in Pakal district area which number increased and reward attaiment., Keywords: population growth, Siwalan Mesra community, social marketing
Proses Pengungkapan Diri Kelompok Difabel Down syndrome (Studi Kasus Komunikasi Antarpersona Pengurus Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya dengan Penyandang Difabel Down syndrome Binaan)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26484

Abstract

Penyandang difabel down syndrome merupakan salah satu lini masyarakat yang memerlukan perhatian khusus karena latar belakang yang memiliki perbendaan dalam tingkat intelegensi. Dari data yang diperoleh dalam setiap tahun terjadi kenaikan persentase penyandang difabel down syndrome di Indonesia. Jika kenaikan tresebut tidak ditangani dengan baik maka akan ada permasalahan sosial yang muncul. Untuk itu, perlu adanya proses pengungkapan diri sebagai pondasi awal agar penyandang difabel down syndrome dapat bersaing dengan masyarakat pada umumnya. Dalam penelitian ini proses pendekatan untuk mencapai proses pengungkapan diri yang baik menggunakan 4 (empat) tahapan dalam teori penetrasi sosial yaitu orientasi, pertukaran efektif yang bersifat penjajakan, sahabat karib, hingga tahap akhir yaitu pertukaran yang stabil. Dengan Pola yang paling umum dilakukan untuk mencapai titik kedekatan yaitu selalu turut serta delam segala proses yang dilakukan oleh penyandang difabel down syndrome binaan. Dengan studi kasus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surabaya yaitu melibatkan pengurus YPAC dalam upayanya membentuk pengungkapan diri yang baik pada penyandang difabel down syndrome binaan melalui pendekatan komunikasi antarpersona. Kata Kunci: Proses Pengungkapan Diri, Down syndrome
EKSPLOITASI PENYANDANG DISABILITAS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ETIKA MEDIA
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26492

Abstract

Abstrak Sebagai media massa yang paling diminati oleh masyarakat, televisi memiliki pengaruh yang kuat untuk bisa memberikan stimulus kepada khalayak untuk mengubah pola pikir mereka melalui pesan dalam bentuk gambar dan suara. Dengan berbagai pilihan tayangan yang disajikan, televisi seolah–olah mampu memberikan hipnotis kepada penontonnya mengenai gambaran realitas yang disajikan dalam layar kaca adalah sesuatu yang benar adanya, seperti yang direpresentasikan dalam tayangan reality show. Reality show memiliki berbagai macam alur penayangan dan pengemasan salah satunya yang paling popular yakni reality show bertemakan kemiskinan. Tak hanya dari kalangan biasa, dalam proses produksinya program reality show juga menampilkan sosok penyandang disabilitas, dimana seringkali penyandang disabilitas diposisikan sebagai objek rasa iba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk eksploitasi terhadap penyandang disabilitas yang ditampilkan dalam media penyiaran. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam permasalahan yang diangkat berdasarkan unit sosial tertentu. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara terhadap beberapa narasumber dan juga teknik observasi terhadap tayangan yang akan dianalisis. Bentuk-bentuk eksploitasi ditunjukan melalui komunikasi secara verbal. KPI sebagai lembaga pengawasan penyiaran berpendapat bahwa perlu adanya mediasi untuk menyikapi program-program semacam itu. Kata kunci: Televisi; Reality Show; Komodifikasi; Penyandang Disabilitas Abstract As the most popular mass media for public, television has a strong influence to be able to provide stimulus to public to change their mindset through messages in the form of pictures and sounds.With a wide selection of impressions presented, television seems to be able to give hypnosis to its viewers about the picture of reality which presented on the screen is something that is true, as represented in reality shows. The reality show has a variety of channels of broadcasting and packaging, one of the most popular of which is a povertytheme reality show. Not only from ordinary circles, in the production process the reality show program also displays a person with disabilities, where often people with disabilities are positioned as objects of compassion. The purpose of this research is to find out the forms of exploitation of persons with disabilities displayed in broadcast media. This research method uses a case study research method. The study aims to examine in depth the problems raised based on certain social units. Data was collected using interview techniques for several speakers and also observation techniques for the impressions to be analyzed. The forms of exploitation are shown through verbal communication. KPI as a broadcasting supervisory institution believes that there is a need for mediation to address such programs. Keywords: Television; Reality Show; Commodification; Disabled People
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM UPAYA MEMPROMOSIKAN BATIK JAWA TIMUR (Studi Kasus pada ‘Komunitas Batik Jawa Timur’ atau ‘KIBAS’)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh Komunitas Batik Jawa Timur dalam mempromosikan batik Jawa Timur dengan menggunakan teori komunikasi pemasaran dan konsep komunikasi pemasaran terpadu. Dalam penelitian ini narasumber yang dipilih berjumlah 4 orang yang diketahui memiliki peranan penting di dalam Komunitas Batik Surabaya. Lokasi penelitian dilakukan di kantor sekretariatan KIBAS yakni di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Data yang diperoleh akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, Komunitas Batik Jawa Timur melakukan berbagai program kegiatan dalam bentuk edukasi dan sosialisasi berupa (1) pameran, (2) kunjungan ke daerah perbatikan di Jawa Timur, (3) Seminar dan pelatihan membatik serta, (4) Eksplorasi batik melalui para kolektor yang ditujukan khususnya kepada masyarakat dan pengrajin batik. Komunitas Batik Jawa Timur menggunakan iklan dalam bentuk media cetak dan media sosial seperti Facebook, Instagram dan Whatsapp sebagai wadah untuk mempromosikan dan mengenalkan kepada masyarakat mengenai batik lokal khas Jawa Timur. Dalam komunitas ini, Humas berperan penting dalam membantu kelancaran jalannya program kegiatan agar strategi yang dilakukan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya Jawa Timur.

Page 2 of 62 | Total Record : 613