cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
PERAN PUBLIK DALAM KOMUNIKASI PEMBANGUNAN (STUDI KASUS YAYASAN GERAKAN MELUKIS HARAPAN DALAM PEMBERDAYAAN WARGA KAMPUNG EKS LOKALISASI DOLLY DI SURABAYA)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26970

Abstract

Abstrak Yayasan Gerakan Melukis Harapan (GMH) merupakan lembaga yang dibentuk dari keinginan masyarakat yang ingin terlibat dalam melakukan pengembangan masyarakat eks lokalisasi Dolly dengan konsep pemberdayaan ekonomi. Pendekatan komunikasi pembangunan dibutuhkan GMH sebagai strategi untuk merealisasikan keberhasilan program bidang ekonomi pada warga terdampak sebagai sasaran pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi komunikasi pembangunan yang dilakukan beserta peranan Gerakan Melukis Harapan dalam tahapan pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa sasaran kegiatan ditujukan bagi warga yang pro dan menggandeng tokoh masyarakat sebagai opinion leaders dalam menyampaikan pesan perubahan. Peran GMH dimulai dari merencanakan, mendesain, mengkonsep, dan mengevaluasi kegiatan pemberdayaan. Konsep bisnis sosial diterapkan GMH bagi warga binaan berupa Eduwisata Dolly melalui branding kampung tematik dan produksi oleh-oleh. GMH memberikan pendampingan, pelatihan, hingga bantuan pemasaran produk dalam pengembangan UKM Samijali, UKM Orumy, dan UKM Tempe Bang Jarwo. Kata kunci : Peran Publik; Komunikasi Pembangunan; Gerakan Melukis Harapan; Pemberdayaan Masyarakat; Branding Kampung; Bisnis SosialAbstractGerakan Melukis Harapan (GMH) Foundation is an institution formed from the wishes of the people who want to be involved in developing the former Dolly localization community with the concept of economic empowerment. The development communication approach is needed by GMH as a strategy to realize the success of economic programs in affected citizens as development targets. This study aims to understand the development communication strategies carried out along with the role of the Gerakan Melukis Harapan in the stages of economic empowerment. This study uses a qualitative approach with a case study method. The data collection technique of this study uses observation, interviews, documentation, and literature. The results show that the target of the activity is intended for pro citizens and cooperates with community leaders as opinion leaders in conveying the message of change. The role of GMH starts from planning, designing, conceptualizing, and evaluating empowerment activities. The concept of social business is applied by GMH for assisted citizens in the form of Eduwisata Dolly through the branding of thematic villages and the production of souvenirs. GMH provided assistance, training, to product marketing assistance in the development of Samijali UKM, Orumy UKM, and Tempe Bang Jarwo UKM. Keywords: Public Role; Development Communication; Gerakan Melukis Harapan; Community Empowerment; Branding Kampung, Social Bussiness
KRITIK DAN REALITAS SOSIAL DALAM MUSIK (ANALISIS WACANA KRITIS PADA LIRIK LAGU KARYA IKSAN SKUTER "LAGU PETANI")
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26971

Abstract

AbstrakMusik merupakan salah satu produk komunikasi, dan produk komunikasi pasti selalu membawa sebuah pesan. Musik dalam penelitian ini tidak hanya sekedar menyampaikan sebuah pesan, namun juga membawa sebuah misi di mana misi itu sendiri merupakan sebuah penyampaian informasi kepada masyarakat tentang peristiwa di sekitar yang perlu disadari oleh masyarakat. Musik dianggap sebagai media yang ampuh dalam menyampaikan kritik dan realitas sosial yang diciptakan secara jujur dan benar-benar terjadi di masyarakat. Hal itulah yang juga dilakukan Iksan Skuter dan menjadi fokus penelitian ini mengenai lagu ciptaannya yang berjudul “LaguPetani”. Lagu tersebut dalam liriknya digunakan Iksan Skuter untuk menyampaikan kritik dan realitas sosial yang terjadi mengenai keresahan para petani yang dirampas ruang hidupnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui wacana kritik dan realitas sosial yang terkandung dalam lirik lagu karya Iksan Skuter yang berjudul “Lagu Petani”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis dan paradigm kritis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi dari berbagai sumber. Dalam teknik analisis data yang dilakukanya itu menggunakan model analisis wacana model Van Dijk yang menggabungkan tiga dimensi yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa realitas sosial wacana dalam lirik “Lagu Petani” adalah terjadinya permasalahan konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Iksan Skuter memandang terjadinya konflik agrarian membuat petani semakin dimiskinkan secara sistem oleh korporasi besar, Karena konflik agraria di Indonesia semakin banyak, semakin sistematis, dan agresif. Melalui wacana yang disampaikan melalui “Lagu Petani”, Iksan mengajak masyarakat untuk melawan sistem korporasi besar dengan melakukan gerakan-gerakan yang lebih memodernisasi dan membangkitkan kondisi petani. Wacana yang berkembang dalam masyarakat menunjukkan bahwa dalam konflik agrarian sering kali menggunakan kekerasan karena adanya praktik kekuasaan yang dilakukan oleh elit penguasa. Dalam praktik kekuasaan, media massa juga mampu dipengaruhi oleh elit penguasa dalam membangun opini masyarakat.Kata kunci: AnalisisWacanaKritis, Musik, Kritikdan RealitasSosial, KonflikAgraria AbstractMusic is also one of the products of communication, and product communication always brings a message. Music in research does not only presenting a message, but it also brings a mission in which the mission is a representation of the surrounding events that the community needs to be aware of. Music is considered as a powerful medium in conveying criticism and social reality that is honestly created in society. That was also inline with IksanSkuter research about music, which is regarding with the song that entitled "Lagu Petani", that song is used to convey the criticism and social reality happened about the agitation of the farmers’ life which were deprived. The aim of this research is to find out the criticisms and social realities contained in Iksan Skuter’s song which entitled "Lagu Petani". This study uses qualitative approaches with the method of critical discourse analysis and paradigmatic. The data is collected through interviews and documentation from various sources. To analysis the data the ressearcher used Van Dijk discourse analysis that combines the three dimensions of the text, such as social cognition and social cognition. The results of this research shows that the representation of the lyrics of “Lagu Petani” is about the view of social reality in terms of the conflict in Indonesia. Iksan Skuter views that there are many agrarian conflicts which is created by corporationswhich make thefarmer become poorer it is becausethen conflicts in Indonesia are increasingly numerous systematic and, increasingly aggressive. Through the discourse conveyed in the “Lagu Petani” song Iksan invites the community to carry out the system of collaboration with actions to modernize and raise the farmers’ condition. The discourse that developed in the community shows that conflict is often used by violence because of the practice of power exercised by elite elites. In power practice, the mass media is also able to be influenced by elites who are developing the community.Keywords: Critical Discourse, Analysis, Music, Criticism and Social Reality, Agrarian Conflict
STUDI FENOMENOLOGI POLA KOMUNIKASI ORANG TUA PADA ENDORSER ANAK DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.27021

Abstract

Pada saat ini, telah banyak bermunculan artis anak baik dari kalangan selebriti maupun kalangan biasa. Hal ini dapat mendorong orang tua memiliki inisiatif untuk menjadikan anaknya seorang artis cilik khususnya di bidang periklanan pada media sosial Instagram yang biasa disebut endorser. Pola komunikasi orang tua menjadi faktor penting dalam pengalaman yang dilakukan antara ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana orangtua khususnya seorang ibu dalam mengatur anak di setiap kegiatan endorse yang dilakukan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian dilakukan wawancara dan observasi secara langsung pada pelaku endorse Dengan meneliti bagaimana kegiatan endorse saat berlangsung dilakukan, hasil yang didapat meliputi pola komunikasi yang terjadi antara orang tua dengan endorser anak meliputi pola komunikasi demokratis, otoriter, transaksi, dan alih peran. Hal ini terjadi karena orang tua memiliki tujuan untuk memberi anak sebuah pengajaran mengenai profesionalitas dan tanggung jawab terhadap karir anak. Kata kunci: Pola Komunikasi, Orang Tua, Endorser Anak
Knowledge dan Persuasion dalam Strategi Tim Superagro untuk Mencetak Petani Kosmopolitan
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.27064

Abstract

Aplikasi Superagro adalah aplikasi pertanian yang berusaha membentuk dan mengarahkan pola pikir petani menjadi kosmopolitan, sehingga petani memiiki pengetahuan yang luas dan mampu lebih beradaptasi dengan perkembangan informasi saat ini yang nantinya bisa berdampak kepada perekonomian dan kesejahteraan petani. Strategi Superagro untuk mengajak petani mengadopsi konsep kosmopolitan dengan penerapan teori adopsi inovasi Everett Rogers pada tahap knowledge dan persuasion adalah: (1) mengamati dan mempelajari kondisi lapangan; (2) mencari link atau koneksi menuju opinion leaders; (3) menggunakan waktu yang tepat untuk melakukan pendekatan dan penyuluhan; (4) memberikan penyuluhan yang informatif dan menarik. Hasilnya, petani mulai mengadopsi pola pikir kosmopolitan meskipun tingkatannya masih rendah. Kata Kunci: aplikasi pertanian, Superagro, petani kosmopolitan, kosmopolit.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASIS KOMUNITAS (STUDI KASUS PADA WARDAH BEAUTY AGENT SURABAYA)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.27083

Abstract

Abstrak Berbagai kegiatan komunikasi pemasaran dilakukan perusahaan untuk menjalankan promosi suatu barang atau jasa kepada masyarakat. Perusahaan melakukan salah satu kegiatan komunikasi pemasaran melaui komunitas yang dapat membantu dalam menyampaikan informasi, mengurangi biaya promosi dan menambah jaringan relasi, untuk tetap konsisten dalam menjaga loyalitas dan bertahan dalam persaingan. Komunikasi pemasaran melalui komunitas memberikan inovasi baru pada dunia pemasaran. Kegiatan yang dilakukan komunitas berpengaruh pada komponen bauran pemasaran dan bukan sebagai media promosi penjualan. Wardah beauty agent Surabaya adalah komunitas yang di bentuk oleh wardah dan menerapkan komunikasi pemasaran di berbagai kegiatanya. Jenis penelitian menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Tujuan dalam penelitian ini mendeskripsikan mengenai komunikasi pemasaran berbasis komunitas berupa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh wardah beauty agent. Komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh wardah beauty agent Surabaya dapat dianalisis menggunakan dua konsep yaitu marketing mix (7P) dan PDB (Positioning–Diferensiasi-Brand). Penelitian ini menggunakan dua konsep tersebut untuk mendapatkan hasil penelitian. Dari hasil penelitian ini, wardah beauty agent Surabaya dalam promosi telah melaksanan kegiatan komunikasi pemasaran yakni iklan, pemasaran langsung, humas, promosi penjualan dan event. Kata kunci: Komunikasi pemasaran, wardah beauty agent Surabaya Abstract Many kinds of marketing communication activities carried out by the company to promote a product or service to the community. The company carry out one of the marketing communication activities on community that can support in deliveringing information, reduce the cost of promotion and increase network relationships, in order to remain consistent in maintaining loyalty and staying in competition. Marketing communication through the community provides new innovations in marketing. Activities that carry out by the community affect the marketing mix component and not as a promotion media. Wardah beauty agent Surabaya is a community formed by wardah and it implements marketing communication in various activities. This research used a case study method. The data were collected through interviews and observation. The purpose of this research is to describe marketing communication based community in the form of implementation that carried out by wardah beauty agent. Marketing communication carried out by wardah beauty agent Surabaya can be analyzed using two concepts, that are marketing mix (7P) and PDB (Positioning-Differentiation-Brand). This research used these two concepts to get the result in this study. From this research, wardah beauty agent Surabaya in the promotion have carried out marketing communication activities, especially advertising, direct marketing, public relations, sales promotions and events. Keyword: Marketing communication, wardah beauty agent Surabaya.
Model Komunikasi Perawat dalam Memberikan Informasi kepada Keluarga Pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Haji Samsoeri Mertojoso Surabaya
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.27298

Abstract

Dalam sebuah rumah sakit tentu mempunyai tenaga kesehatan yang beragam, misalnya saja perawat yang bertugas sebagai pemberi layanan kesehatan yang sifatnya lebih dekat dengan pasien atau keluarga pasien. Perawat merupakan sumber utama sebagai penyalur dan pemberi informasi dari tenaga kesehatan lain seperti dokter kepada pasien atau keluarga pasien. Namun masih ditemukan banyaknya di sebagian besar rumah sakit yaitu perawat yang tidak mementingkan model komunikasi guna untuk memberikan informasi tentang perkembangan kondisi pasien kepada keluarga pasien, sehingga muncul permasalahan bahwa masih ada banyaknya perawat yang tidak menggunakan model komunikasi (linier, interaksi, transaksi) dalam proses komunikasi yang terjadi untuk memberikan informasi tentang perkembangan kondisi pasien kepada keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model komunikasi yang digunakan perawat dalam memberikan informasi tentang perkembangan kondisi pasien kepada keluarga pasien. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dari hasil analisis, terdapat adanya model komunikasi secara interaksi dan transaksi yang terjadi dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Haji Samsoeri Mertojoso Surabaya. Selama proses perawatan yaitu dikarenakan munculnya faktor-faktor yang mempengaruhi proses komunikasi yang ada sehingga dapat dikatakan efisien, serta dari adanya model komunikasi tersebut sehingga dapat dinilai bahwa peran perawat di sini sangat berperan penting dalam kesembuhan dan keadaan atau kondisi dari pasien. Kata Kunci : Model Komunikasi, Perawat, Pemberian InformasiIn a hospital would certainly have diverse health workforce, for example, a nurse who served as a health care giver which is closer to the patient or the patients family. The nurse is a primary source as a dealer and the information from other health care such as doctor to the patient or the patients family. But still found the number in most hospitals, namely the nurses not concerned with communication model in order to provide information about the development of the patients condition to the patients family, so it appears that there are still problems the number of nurses who do not use the communication models (linear, interactions, transactions) in the process of communication that happens to provide information about the development of the patients condition to the patients family. This research aims to know the communication model used nurses in providing information about the development of the patients condition to the patients family. The researchers used a qualitative approach in methods of case studies. From the results of the analysis, there is the existence of a model communication interactions and transactions that occur in treatment at the Bhayangkara Hospital Haji Samsoeri Mertojoso Surabaya. During the process of treatment that is due to the emergence of factors that affect the process of communication that there is so much that can be said to be efficient, as well as of the existence of the communication so that the model can be assessed that the role of nurses here are very instrumental important in healing and the State or condition of the patient. Keywords : Communication Model, Nurse, Information Provision
FAKTOR FAKTOR YANG MENDASARI KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA FORUM JUAL BELI KASKUS
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.27491

Abstract

Saat ini, perkembangan internet telah menjadikan sebagai suatu kebutuhan. Begitu banyak sesuatu hal baru yang timbul dari adanya perkembangan internet, salah satunya yaitu pembelian atau belanja barang dan jasa secara online. Dengan adanya online shop konsumen diharuskan untuk lebih pintar dalam melakukan proses pembelian serta transaksi. Berbagai online shop telah banyak bermunculan terutama pada Forum Jual Beli Kaskus, dimana dalam Forum Jual Beli seperti pada Kaskus konsumennya percaya pada produk yang telah diberikan serta banyak pilihan terhadap produk yang akan dipilihnya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini mengangkat Faktor Faktor Yang Mendasari Kepercayaan Konsumen Pada Forum Jual Beli Kaskus yang berdasarkan dari teori social commerce. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendasari kepercayaan konsumen pada forum jual beli Kaskus. Peneliti mengunakan metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian berjenis eksplanatori. Dengan meneliti serta menguji suatu teori atau hipotesis untuk memberikan penjelasan antar variabel yang ada, serta dalam pengujian data dibantu dengan aplikasi SPSS. Hasil yang didapat adalah dari beberapa faktor yang ada seperti Recommendations and Referrals, Ratings and Reviews dan Forum and Communities yang dapat berpengaruh secara signifikan terhadap kepercayaan konsumen pada Forum Jual Beli Kaskus yaitu Recommendations and Referrals, dan Ratings and Reviews, sedangkan untuk Forum and communities tidak berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan konsumen.Kata Kunci: Online Shopping, Social Commerce, Forum Jual Beli Kaskus.
MANAJEMEN BISNIS PERUSAHAAN REKAMAN LABEL INDIE CAH NDOSE RECORDING DI KEDIRI
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.27630

Abstract

Abstrak Industri musik merupakan fenomena yang menarik untuk dicermati. Salah satu elemen penting yang memengaruhi perkembangan di industri musik adalah perusahaan rekaman. Perusahaan rekaman label indie merupakan fenomena dalam industri rekaman yang muncul karena dampak perkembangan teknologi di bidang musik. Perusahaan rekaman label indie merupakan salah satu jenis perusahaan rekaman yang berkembang sampai saat ini. Perusahaan rekaman label indie yang dikaji dalam penelitian ini adalah Cah Ndose Recording. Cah Ndose recording merupakan perusahaan rekaman label indie yang berada di Kediri. Perusahaan rekaman ini didirikan oleh Pak Ndose pada tahun 1990-an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen bisnis perusahaan rekaman label indie Cah Ndose Recording di Kediri. Sebagai penajam dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Obeservasi dilakukan untuk mendapatkan data kualitatif mengenai suasana dan aktivitas Cah Ndose Recording. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data secara mendalam mengenai Cah Ndose Recording. Studi Dokumentasi dilakukan agar dokumen-dokumen mengenai Cah Ndose Recording dapat ditemukan dan dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cah Ndose Recording merupakan perusahaan rekaman yang memiliki sistem pengelolaan atau manajerial yang sederhana, yakni tidak memiliki struktur organisasi yang kompleks. Selain itu, Cah Ndose Recording juga merupakan perusahaan rekaman yang memiliki idealisme dalam memproduksi rekaman musik. Sebagai sebuah perusahaan label indie, Cah Ndose juga tidak mengikuti kecenderungan pasar dalam memproduksi produk musiknya. Kata kunci: manajemen bisnis, Cah Ndose, perusahaan rekaman, label indie Abstract The music industry is an interesting phenomenon to look at. One important element that influences developments in the music industry is the record company. Indie label record companies are a phenomenon in the recording industry that emerged because of the impact of technological developments in the music field. Indie label recording company is one type of record company that has developed to date. The indie label recording company studied in this study was Cah Nose Recording. CahNdose recording is an indie label recording company in Kediri. This record company was founded by Pak Ndose in the 1990s. The purpose of this study was to describe the business management of CahNdose Recording indie label recording company in Kediri. As a sharpener in this study used descriptive qualitative methods. Data was collected using the method of observation, interviews, and study documentation. Obeservation was conducted to obtain qualitative data regarding the atmosphere and activity of Cah Nose Recording. Interviews were conducted with the aim of obtaining in-depth data on Cah Nose Recording. Documentation studies are carried out so that documents regarding Cah Nose Recording can be found and collected. The results showed that Cah Nose Recording is a record company that has a simple management or managerial system, which does not have a complex organizational structure. In addition, Cah Nose Recording is also a record company that has idealism in producing music recordings. As an indie label company, CahNdose also does not follow market trends in producing its music products. Keywords: business management, Cah Nose, record company, indie label
KOMUNIKASI GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR ANAK AUTIS (Studi Fenomenologi Komunikasi Verbal dan Non Verbal dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Luar Biasa Autis Mutiara Hati Surabaya)
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.27686

Abstract

Autisme adalah gangguan perkembangan yaitu pada komunikasi (verbal maupun non-verbal), interaksi sosial, serta perilaku dan ketertarikan terhadap sesuatu. Anak penyadang autis susah dalam menerima sebuah pesan yang disampaikan sehingga membutuhkan gaya komunkasi yang tepat agar pesan tersampaikan dengan baik. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif yang memandang gaya komunikasi verbal dan non verbal guru dalam proses belajar mengajar. Peneliti menggunakan teknik in-depth intervie,observasi dan dokuemntasi sebagai teknik pengumpulan data, karena dengan menggunakan teknik tersebut memungkinkan untuk menggali simbol, makna, aksi dan interaksi berlangsung diantara subyek penelitian. Hasil penelitian, guru melakukan komunikasi nonverbal dan verbal dengan bantuan media pembelajaran yang ada di dalam kelas.
IMPLEMENTASI PEMBENTUKAN BRAND IDENTITY DALAM PENGEMBANGAN KOTA BARU (Studi Kasus pada Kabupaten Madiun, Jawa Timur)
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.27739

Abstract

Saat ini tidak hanya pembentukan citra pada sebuah produk saja yang diperlukan namun juga lingkungan baik daerah maupun kota perlu memiliki citra. Hal tersebut yang memicu timbulnya fenomena city branding di Indonesia belakangan ini. Tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Madiun memutuskan untuk memindah Ibu Kota Kabupaten Madiun ke wilayah Kabupaten Madiun sendiri. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Madiun harus memperkenalkan Ibu Kota Kabupaten Madiun yang baru, sehingga implementasi brand identity perlu diterapkan agar memudahkan publik dalam mengingat dan mengenali. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand identity yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun untuk memudahkan publik dalam mengenali dan bahkan mengingat Kabupaten Madiun sehingga kurang menonjolkan potensi yang khas dari Kabupaten Madiun.

Page 4 of 62 | Total Record : 613