cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
MANAJEMEN STASIUN RADIO JARINGAN (Studi Kasus pada Suzana Radio Network)
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.27850

Abstract

Sebagai stasiun radio jaringan lokal yang menaungi 13 radio anggotanya, diperlukan sebuah pola kebijakan manajemen yang bertujuan untuk mengatur segala aktivitas radio anggota jaringannya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pola kebijakan manajemen yang diterapkan di Suzana Radio Network sebagai radio induk. Untuk menyelesaikan penelitian ini digunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Suzana Radio Network telah mengatur segala aktivitas radio induk ataupun radio jaringannya secara terpusat. Sehingga Suzana Radio Network menetapkan beberapa kebijakan mulai dari divisi SDM, divisi program dan divisi marketing, yang mana masing-masing divisi menerapkan beberapa pola kebijakan untuk diberlakukan ke 13 anggota radio jaringan. Maka dapat disimpulkan bahwa Suzana Radio Network termasuk dalam ketiga tipe radio berjaringan yakni Marketing Networking, Program Networking, Owned Networking. Kata kunci: Manajemen Stasiun Radio Jaringan, Kebijakan SDM, Kebijakan Program, Kebijakan Marketing, Suzana Radio Network.
SENSUALITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM KOREAN GIRL GROUP
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.27851

Abstract

Penelitian ini berfokus pada sensualitas tubuh perempuan yang direpresentasikan dalam dua video musik milik girl group asal Korea Selatan yang bernama Girl’s Day dengan judul Something dan Ring My Bell. Tubuh perempuan dijadikan sebagai sebuah objek oleh laki-laki. Sensualitas yang dimiliki oleh tubuh perempuan yang dihadirkan dalam praktik industri, terlebih dalam industri hiburan sebagai daya tarik yang memancing pikiranipikiran atau fantasi seorang laki-laki ke arah seksual yang meng-akibatkan kesenangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode analisis semiotika milik Peirce. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan didapatkan melalui dua video musik milik Girl’s Day dengan judul Something dan Ring My Bell, yang dapat diakses melalui channel Youtube GIRL’S DAY. Analisis penelitian ini menggunakan semiotika milik Peirce dengan konsep trikotomi keduanya yaitu ikon, indeks, dan simbol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang ditampilkan dalam dua video musik tersebut memang dirancang sebagai gambar hidup untuk memberikan kesenangan dan objek erotis bagi audiens yang melihatnya. Kata Kunci: Video Musik, Sensualitas, Perempuan, Semiotik.
Bisnis Konten Media Pada Rubrik Zetizen Dalam Pendekatan Ekonomi Politik Media
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.28480

Abstract

Zetizen merupakan salah satu anak media yang dimiliki oleh Jawa Pos grup. Kehadiran Zetizen yang notabene adalah media untuk anak muda yang merupakan bagian dari Jawa Pos grup, harus berbenturan dengan nilai kapitalisme sebagai bagian dari bisnis media saat ini. Melihat persoalan tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bisnis konten media pada rubrik Zetizen dalam koran Jawa Pos dalam prespektif ekonomi politik media. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kritis. Sumber data yang diperoleh adalah hasil observasi dan wawancara mendalam. Selain itu, data yang diperoleh juga dari data yang resmi dari pihak Zetizen Jawa Pos, buku, jurnal, makalah, artikel, dan hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekonomi politik media yang dikemukakan oleh Vincent Moscow. Terdapat tiga entry concept dalam teori ini, yaitu komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi. Untuk penelitian ini, penulis menggunakan kerangka konsep komodifikasi, baik itu komodifikasi isi, khalayak, dan pekerja. Hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, menunjukkan bahwa konten yang ditayangkan di Zetizen terlihat adanya komodifikasi, dimana simbol dan nilai-nilai kehidupan anak muda dimodifikasi sedemikian rupa agar menjadi komoditas yang diperjualbelikan untuk mendapat keuntungan. Selain itu, peran khalayak juga sangat besar karena menjadi pendukung untuk berjalannya Zetizen ini sendiri. Ditambah lagi dengan banyaknya khalayak, Zetizen mampu membuat sebuah kegiatan untuk menaikkan engagementnya. Sedangkan komodifikasi pekerja ini terlihat dari pemilihan mahasiswa sebagai pekerjanya. Jadi komodifikasi yang dilakukan oleh Zetizen karena adanya kepentingan bisnis didalamnya, dimana Zetizen memaksimalkan segmentasinya untuk menghasilkan keuntungan. Kata Kunci : Zetizen, Anak Muda, Ekonomi Politik Media, Komodifikasi.
PRAKTIK JURNALISME WARGA DALAM KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) KOTA SURBAYA
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29145

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membawa dampak besar bagi perubahan pola dalam masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan munculnya ‘masyarakat informasi’ yang ditandai dengan kebutuhan Informasi yang semakin meningkat. Informasi memberikan pengaruh pada berbagai aspek kehidupan hingga tak bisa dipisahkan. Untuk mewujudkan masyarakat informasi diperlukan fasilitas pendukung yang memudahkan pengaksesan informasi oleh masyarakat berbasis digital. Dan menyiapkan kemampuan masyarkat dalam menerima, pengolah dan memproduksi Informasi. Salah satu upaya mewujudkan masyarakat informasi, khususnya di Surabaya adalah melalui Kelompok Informasi Masyarkat (KIM). KIM kota Surabaya merupakan Kelompok bagi relawan informasi yang berbasis pada kemasyarakatan. Yang dalam pengembangannya bermitra dengan dinas komunikasi dan informasi Kota Surabaya. Salah satu aktivitas yang diupayakan KIM adalah menerapkan jurnalisme warga sebagai upaya peningkatan nilai melalui produksi informasi sebagai alternatif dengan memanfaatkan berbagai media. Penelitian ini memperlihatkan seperti apa praktik jurnalisme warga di KIM kota Surabaya serta bagaimana praktik jurnalisme warga yang diterapkan KIM Kota Surabaya memiliki relevansi pada perwujudan masyarakat informasi.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PARIWISATA THE SPIRIT OF MAJAPAHIT DI KABUPATEN MOJOKERTO
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29173

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan latar belakang yang cukup beragam serta memiliki potensi pariwisata yang cukup besar dan patut untuk dikembangkan. Beberapa daerah di Indonesia mulai gencar untuk mempromosikan potensi pariwisatanya melalui sebuah city branding yang diciptakan. Sepertihalnya city branding The Spirit Majapahit merupakan program dari Komunikasi Pariwisata yang dicanangakan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mojokerto sebagai langkah uuntuk memperkenalkan potensi Pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini ini ditulis berdasarkan dengan teori yang dicanangkan oleh George R Terry, 1958 mengenai tentang fungsi manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating dan Controling. Dimana dalam penelitian ini, penulis melihat bagaimana cara Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan olahraga memanajemen komunikasi pariwisata dalam mewujudkan The Spirit of Majapahit yang dilaksanakan di kabupaten Mojokerto. Stakeholder dalam hal ini sebagai mitra Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga juga menjadi objek penelitian sehingga dapat melihat bagaimana proses manajamen komunikasi pariwisata yang selama ini sudah dilakukan di Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa upaya dalam manajemen komunikasi pariwisata untuk mewujudkan The Spirit Of Majapahit di Kabupaten Mojokerto sudah terlaksana cukup baik. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kunjungan wisatawan dan pendapatan asli daerah yang memenuhi. Kata Kunci : Prinsip Manajemen, Komunikasi Pariwisata, Kabupaten Mojokerto
REPRESENTASI IDENTITAS GAY DALAM FILM (Analisis Wacana pada Film “PRIA”)
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29397

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi identitas gay dalam Film “PRIA”. Film “PRIA” sendiri menceritakan kehidupan seorang remaja gay bernama Aris yang hidup di sebuah pedesaan Indonesia. Yang mana Aris digambarkan mendapatkan berbagai tekanan dari lingkungan tempat dia tinggal yang memiliki budaya heteronormatif. Penelitian ini menggunakan analisis wacana model Teun A. Van Dijk dengan tiga elemen yaitu analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Pada analisis teks peneliti melihat gay digambarkan mendapatkan tekanan mulai dari paksaan untuk menikah hingga konsep maskulinitas. Sedangkan pada kognisi sosial, peneliti melihat bagaimana pembuat film melihat homoseksual di Indonesia masih mendapatkan persepsi yang negatif dan ingin mengampanyekan toleransi serta kesetaraan orientasi seksual. Begitu pun pada konteks sosial, LGBT di Indonesia masih belum dapat diterima oleh masyarakat. Hal tersebut juga berbentuk pada hukum undang-undang yang berlaku hingga norma agama yang mengatur budaya heteronormatif. Secara umum homoseksual dalam masyarakat dengan budaya heteronormatif masih memiliki stigma negatif, selain dari hukum negara juga norma agama yang mengatur setiap manusia untuk hidup dengan budaya heteronormatif salah satunya dengan konsep pernikahan antara laki-laki dengan perempuan. Kata Kunci: Homoseksual, Gay, Film, Heteronormatif
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM ORGANISASI PADA FILM “NYAI AHMAD DAHLAN”
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29399

Abstract

Film “Nyai Ahmad Dahlan” termasuk dalam genre film biopic yang mengisahkan kehidupan pahlawan emansipasi nasional Indonesia yaitu Siti Walidah atau lebih dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan. Film ini mengangkat isu tentang perempuan yang hidup di lingkungan budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis model Van Dijk dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil peneltian ini menunjukkan film “Nyai Ahmad Dahlan” merupakan bentuk representasi yang berangkat dari kesadaran akan penindasan sistem patriarki pada masa itu dimana kaum laki-laki berupaya mengontrol dan mendominasi kehidupan kaum perempuan serta diskriminasi kolonialisme. Perempuan direpresentasikan memiliki peran multidimensi yang tidak hanya dapat menjadi seorang istri dan ibu saja, melainkan juga sebagai sahabat, da’iyah, guru, pemimpin dan pejuang tanpa melupakan fitrahnya untuk mengurus rumah tangga. Perempuan ditampilkan sebagai sosok yang cerdas, memiliki intelektualitas dan kualitas diri yang tidak kalah dengan laki-laki. Perempuan mampu tampil di sektor publik, mampu berdampingan dengan laki-laki, memenejemen kelompok, menyumbang ide, megambil keputusan, membentuk organisasi, dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk menjalankan organisasi. Isu dan konteks dalam film relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini dimana kaum perempuan masih mengalami diskriminasi dan memperjuangkan haknya lewat aksi.
Keterbukaan Informasi Publik Dalam Pemerintahan (Studi Kasus Pemanfaatan Website Desa di Kabupaten Bojonegoro)
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29472

Abstract

Abstrak Kebijakan keterbukaan informasi publik dalam konteks masyarakat desa merupakan gagasan yang lahir untuk menghubungkan fungsi pengelolaan data dan informasi secara utuh dalam ruang lingkup pemerintahan desa. Dimana setiap informasi yang dimuat berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah desa. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) salah satunya dalam bentuk Website Desa (WebDes). Website desa merupakan fasilitas jaringan yang berpadu dengan teknologi informasi sebagai media informasi publik untuk mendukung proses penyelenggaraan pemerintahan. Dalam penerapan kebijakan website desa dari total 419 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro hanya 102 desa yang aktif. Sedangkan disisi lain pemerintah Kabupaten Bojonegoro tetap melaksanakan kebijakan agar diimplementasikan semua desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dalam konteks keterbukaan informasi melalui website desa belum ada satu pemahaman antara pemerintah Kabupaten dan Pemerintah desa. Hal ini tentunya menyebabkan terjadinya perbedaan pandangan terkait urgensi kebijakan. Bagi pemerintah desa yang tidak mengimplementasikan kebijakan website mayoritas yang menjadi hambatan mereka adalah sumber daya manusia dan anggaran. Selain itu setiap pemerintah desa memiliki permasalahan masing-masing seperti infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan. Beberapa desa yang ada di kabupaten Bojonegoro tidak menganggarkan dana untuk implementasi website desa karena memiliki fokus pembangunan yang ingin dicapai.Kata Kunci: Website desa, Keterbukaan Informasi Publik, Kabupaten Bojonegoro
Komunikasi Terapeutik Bidan Delima Sidoarjo Dalam Melayani Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29523

Abstract

Pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa program jaminan kesehatan yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala. Salah satunya adalah perbedaan pelayanan yang diterima oleh pasien BPJS dan pasien umum. Sisi empati tenaga kesehatan dirasa kurang di mata pasien BPJS. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan turut berperan dalam memberikan pengertian kepada pasien mengenai BPJS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komunikasi terapeutik Bidan Delima Sidoarjo dengan pasien BPJS yang dihubungkan dengan teori interaksi simbolik. Untuk menyelesaikan penelitian ini digunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian komunikasi terapeutik yang dilakukan Bidan Delima Sidoarjo dengan pasien BPJS yaitu menekankan pada pendekatan kekeluargaan, penjelasan informasi yang berkelanjutan mengenai BPJS, mengedepankan sifat altruisme, memotivasi pasien untuk meningkatkan partisipasi pasien BPJS. Kata Kunci: komunikasi Terapeutik, Bidan Delima, BPJS
COMMUNICATION BETWEEN EQUALS DAN CONSTIENTIZING DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG DURIAN (Studi di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto)
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29573

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang strategi komunikasi pembangunan yang digunakan dalam program pemberdayaan masyarakat kampung durian desa Duyung, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan karena ketertarikan akan strategi apa yang digunakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Duyung dalam menjalankan program bersama dengan masyarakatnya sehingga dapat terwujud, berjalan bahkan dapat mengubah kehidupan masyarakatnya dari yang tidak berdaya menjadi berdaya saing untuk mengubah hidup lebih baik. Penelitian ini menggunakan strategi komunikasi pembangunan partisipatori yang dikemukakan oleh Lawrence Kincaid dan Everett M. Rogers (1981) yang menonjolkan pada komunikasi kesetaraan dan penyadaran. Pemberdayaan dalam penelitian masuk ke dalam program berkelanjutan yang tidak hanya bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Kampung durian berhasil mencapai target pemberdayaan selama kurang lebih tiga tahun. Hal ini didasarkan pada kerja keras, kemauan kuat dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk memajukan desanya. Dari hasil tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada desa-desa lain agar bisa memaksimalkan potensi wilayahnya dengan kearifan lokal yang ada. Karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu jawaban untuk mengurangi angka urbanisasi dan meningkatkan sumber daya manusia di pedesaan dengan tetap melestarikan kultur sosial budaya setempat. Kata Kunci: communication between equals, contientizing, desa wisata, kampung durian. Abstract This study discusses the development communication strategy used in the community empowerment program of the durian village in Duyung village, Trawas, Mojokerto, East Java. This research was conducted because of an interest of strategies used by the Duyung Village Excursion Awareness Group (Kelompok Sadar Wisata/Pokdarwis) in running programs together with their communities so that they can be implementer, eventually change the lives of people from powerless to be highly competitive for the better lives. This study used a participatory development communication strategy proposed by Lawrence Kincaid and Everett M. Rogers (1981) which explained an equality and awareness communication. Empowerment in research enters into a sustainable program that cannot be achieved in a short time. Durian village successfully achieved its empowerment target approximately in three years. This has been based on hard work, strong will, and active participation from the community to advance the village. This research is expected to provide an overview to other villages in order to maximize their local potential and wisdom. Because community empowerment is one of alternatives to reduce the rate of urbanization and increase human resources in the countryside while preserving the local socio-cultural culture. Keywords: communication between equals, contientizing, tourism village, kampung durian.

Page 5 of 62 | Total Record : 613