cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
MANAJEMEN BISNIS MEDIA RADIO SUARA GIRI FM SEBAGAI RADIO DANGDUT
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26565

Abstract

Abstrak Musik menjadi faktor yang cukup berpengaruh bagi media radio yang memiliki format hiburan seperti radio Suara Giri. Musik dangdut yang menjadi formar musik dari radio Suara Giri menjadi ciri khas tersendiri juga bagi radio Suara Giri yang ikut menjadikan radio Suara Giri radio dengan pendengar terbanyak di Jawa Timur dengan 1,6 Juta pendengar. Memiliki pendnegar terbanyak dan ciri khas tertentu membuat radio Suara Giri juga mempermudah radio Suara Giri dalam meraih pengiklan. Pelaksanaan media masssa, terutama media swasta menggantungkan pemasukan dalam menjalankan bisnisnya dari pemasangan iklan. Dan dalam menjalankan bisnis medianya, radio Suara Giri mengandalkan ciri khasnya sebagai radio dangdut serta pendengar setianya dalam menarik pengiklan. Musik dangdut yang telah lama menjadi format radio Suara Giri pun membentuk pola komunikasi tersendiri bagi penyiar dan pendengar radio Suara Giri. Kata kunci: Bisnis Media, Radio Suara Giri, Musik Dangdut Abstract Music has become an influential factor for radio media that has entertainment formats such as Suara Giri radio. Dangdut music which is the form of music from Radio Suara Giri is also a distinctive feature for Suara Giri radio which also makes radio Suara Giri radio with the most listeners in East Java with 1.6 million listeners. Having the most votes and certain characteristics makes Suara Giri radio also makes it easier for Giri Sound radio to reach advertisers. The implementation of mass media, especially private media, depends on income in running its business from advertising. And in running his media business, Suara Giri radio relies on his trademark as a dangdut radio and his loyal listeners in attracting advertisers. Dangdut music that has long been the radio format for Voice of Giri also formed a distinctive communication pattern for broadcasters and listeners to Radio Giri. Keyword: Media Business, Radio Suara Giri, Dangdut Music
Representasi Konsep Kecantikan Perempuan di Era Millennials Melalui Beauty Influencer Pada Media Sosial Instagram
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26570

Abstract

Abstrak Kecantikan perempuan menjadi objek komoditas yang dikonsumsi secara visual yang pada akhirnya perempuan menjadikan hal tersebut sebagai pertimbangan terhadap dirinya dengan perempuan lain melalui media televisi, internet, majalah, maupun media sosial. Standar kecantikan selalu berubah seiring berkembangnya jaman. Di Era Millennials media sosial Instagram dijadikan salah satu wadah untuk menyampaikan pesan tentang standar kecantikan perempuan. Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui gambar visual. Representasi konsep kecantikan perempuan millennials tersebut di visualisasikan melalui tiga akun Instagram beauty influencer yaitu @sarahayuh_, @abellyc dan @rachgoddard. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pisau analisi semiotika Roland Barthes yaitu mencari makna denotasi, konotasi dan mitos dari masing masing foto. Hasil dari penelitian ini dikaitkan dengan teori kajian budaya, budaya populer serta konsep dan mitos kecantikan. Lalu Hasil dari penelitian ini adalah perempuan di era millennials memiliki kebebasan untuk menjadi cantik versi dirinya sendiri dan tidak membandingkan apa yang ada pada dirinya dengan apa yang ada pada perempuan lain. Konsep kecantikan perempuan millennials juga tidak cukup hanya dilihat dari apa yang tampak cantik di luar namun kecantikan diri dari dalam juga menunjang konsep cantik perempuan millennials. Kata kunci: Semiotika, Kecantikan, Instagram, Budaya Populer. Abstract Beauty women into objects of commodities consumed visually that ultimately women make it as consideration against her with other women through the medium of television, the internet, magazines, as well as socialmedia. The standard of beauty is always changing along with the development of the world. In the era of millennials, social media Instagram made one of the containers to convey messeges about the standard of beauty for woman. The messages conveyed through visual images. Beauty concept representation of women in milleninials era visualize through three accounts Instagram beauty influencer namely @sarahayuh_, @abellyc, dan @rachgoddard. This type of research is quantitative research using analysis knives of semiotics Roland barthes for finding the meaning of denoted, connotation, dan myth of each photo. The result of this research are associated with theories of cultural studies, popular culture, and the concept of beauty and myth. Then the result is woman in the era of millennials have the freedom to be gorgeous version of herself and doesn’t compare what there in on her with what in on the other woman. The consept of female beauty millennials are also not enough to just see from what looks pretty on the outside but also from within the self beauty to support the concept of millennials beauty woman’s. Keywords: semiotik, beauty, instagram, popular culture.
Komparasi Penyajian Konten Berita Infografis pada Tirto.id dan Teks pada Kompas.com Terhadap Persepsi Digital Native dan Immigrant di Kota Surabaya pada Pemberitaan Gerakan #2019GantiPresiden
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26571

Abstract

Infografis merupakan sebuah media baru yang lahir di era internet dan telah menjadi bentuk media yang popular di kalangan warganet. Tirto sebagai salah satu media daring dengan nama besar di Indonesia telah menggunakan infografis dalam pemberitaan mereka dan menggaet interaksi pengguna di media sosial. Sementara Kompas merupakan media besar yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1965. Dalam pemberitaannya, Kompas menggunakan bentuk berita naratif/berita teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari warganet dalam kelompok umur digital native dan digital immigrant terhadap dua bentuk penyajian berita yang dilakukan Tirto dan Kompas dalam pemberitaan berunsur politik, lebih spesifik pada pemberitaan gerakan #2019GantiPresiden. Penelitian ini menggunakan metode komparasi dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan memberikan kuesioner terhadap responden yang didapatkan melalui teknik stratified random sampling. Penelitian ini memberikan hasil bahwa baik digital native maupun digital immigrant yang berbeda rentang usia memiliki persepsi yang sama terhadap infografis. Infografis dipandang kedua kelompok responden lebih menarik perhatian dan mudah diingat dalam menyampaikan suatu informasi, khususnya dalam sebuah pemberitaan yang dalam penelitian ini adalah pemberitaan berunsur politik. Kata Kunci : Infografis, Tirto, Kompas, Berita, Media.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM JEJE RADIO DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PENDNEGAR
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26572

Abstract

AbstrakRadio adalah sarana alat pemancar siaran atau sebagai media penyampai komunikasi secara audio. Seiring perkembangan teknologi yang sangat cepat, radio yang awalnya merupakan media penyampai informasi yang efektif bagi masyarakat perlahan-lahan mulai bergeser perannya dengan hadirnya jaringan internet yaitu layanan media sosial. Pesatnya penggunaan internet membuat Jeje Radio yang bersegmen remaja atau anak muda harus beradaptasi dan mulai memanfaatkan media sosial instagram untuk selalu update memenuhi kebutuhan anak muda sekarang serta mendukung keberhasilan program siaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan instagram Jeje Radio dalam meningkatkan kepuasan pendengar. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dianalisis menggunakan tipe penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan berupa kuisioner yang bisa diisi melalui link yang akan dibagikan melalui direct message (DM) ke masing-masing akun instagram aktif Jeje Radio yang terpilih dengan beberapa kriteria sampel sebagai responden penelitian yang berjumlah 105 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif dan Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa Penggunaan Media Sosial Instagram Jeje Radio mampu meningkatkan kepuasan pendengar. Kata kunci: Radio, Jeje Radio Surabaya, Media Sosial Instagram, kepuasan pendengar. Abstract Radio is a means of broadcasting transmitters or as a medium for delivering audio communication. Along with the rapid development of technology, the radio which was originally an effective information delivery media for the people gradually began to shift its role to the presence of the internet network, the call social media services. The rapid internet users make Jeje Radio, a segment of teenagers or young people, have to adapt and start using Instagram social media to keep up to date to meet the needs of young people now and to support the success of broadcast programs. This study aims to determine the effect of using Jeje Radio instagram in increasing listeners satisfaction. The design in this study uses a quantitative approach which is analyzed using descriptive research types. Data collection is done online in the form of questionnaires that can be filled through links that will be shared through direct message (DM) to each active Jeje radio Instagram account that is selected with several sample criteria as 105 research respondents. The data analysis technique used in this study is Descriptive Analysis and Multiple Linear Regression. Based on the results of data analysis, it can be seen that the use of social media Jeje Radios Usage can increase audience satisfaction. Keyword: Radio, Jeje Radio Surabaya, Instagram Sosial Media, Satisfaction.
IMPLEMENTASI GOVERNMENT PUBLIC RELATIONS DIGITAL UNTUK MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH (STUDI KASUS PROGRAM SAPAWARGA PEMERINTAH KOTA SURABAYA)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26746

Abstract

Salah satu langkah dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang demokratis diperlukan komunikasi yang berlangsung dua arah antara pemerintah dengan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dapat mempermudah praktik Government Public Relations berjalan semestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran implementasi government public relations digital yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat Kota Surabaya melalui program Sapawarga. Untuk menyelesaikan penelitian ini digunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan sumber data wawancara, obserasi dan rekaman arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital yang dimanfaatkan sebagai alat komunikasi antara Pemerintah Kota Surabaya dengan warganya menjadikan adanya pola komunikasi yang sifatnya interaktif dan dua arah. Aspirasi dan keluhan yang disampaikan kepada pemerintah kota membuat adanya penambahan struktur pembantu organisasi yaitu dibentuknya Tim Pelayanan Keluhan Pengaduan Masyarakat (TPKPM) yang dimaksudkan untuk mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mempercepat langkah penanganan keluhan. Kata kunci: Government Public Relations, Digital, Komunikasi Dua Arah, Pemerintah Kota Surabaya
Self Disclosure Homoseksual di Surabaya dengan Lingkungan Sosialnya
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26748

Abstract

Meskipun berbeda orientasi seksualnya dengan masyarakat heteroseks, homoseksual tetaplah manusia yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Penerimaan diri merupakan hal yang penting bagi setiap individu agar dapat menjalani kehidupannya dengan baik, maka dari itu seseorang cenderung melakukan self disclosure dengan orang lain sebagai usaha agar ia dapat diterima termasuk oleh homoseksual yang berusaha mengungkapkan orientasi seksualnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses self disclosure homoseksual di Surabaya dengan lingkungan sosialnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa homoseksual memiliki dua kategori self disclosure yaitu open minded friend dan close friend. Homoseksual mau melakukan self disclosure kepada orang yang mereka percaya sehingga teman terdekat mereka dapat menerima, dari rasa percaya itulah hubungan pertemanan mereka dapat terjalin dengan baik hingga saat ini. Kata kunci: Self Disclosure, Homoseksual, Lingkungan Sosial.
MANAJEMEN REDAKSI IDN TIMES DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MEDIA ONLINE
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26775

Abstract

Hadirnya media online di Indonesia saat ini membuat perusahaan media berlomba-lomba dalam menyajikan berita untuk khalayak. Redaksi merupakan salah satu bagian dalam perusahaan media yang mempunyai tugas dalam mengurus pemberitaan. Dalam menghadapi persaingan media online, maka setiap perusahaan perlu manajemen yang baik. Dengan adanya manajemen yang baik maka tujuan perusahaan akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen redaksi pada IDN Times dalam menghadapi persaingan media online dengan menerapkan fungsi manajemen Terry yaitu Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada redaksi IDN Times dalam menyajikan suatu berita dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari menyusun rencana, kerjasama anggota tim redaksi, pelaksanaan produksi berita dan melakukan evaluasi. Selain itu, dalam menghadapi persaingan media online tim redaksi IDN Times menggunakan formula focus, speed and quality, menyediakan konten positif, memanfaatkan media sosial yang dimiliki untuk mendekatkan diri kepada pembacanya dan mengembangkan komunitas menulis
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL (Studi Kasus pada Kelompok Swadaya Masyarakat Sambung Roso Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan)
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26815

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia memiliki jumlah yang cukup tinggi, yaitu 4,74% dari total penduduk Indonesia. Tingginya jumlah tersebut tidak sebanding dengan pemenuhan hak-hak dan aksesibiltas bagi mereka. Kondisi tersebut mendapatkan perhatian dari Kementerian Sosial melalui BBRSBG Kartini Temanggung dengan menjalankan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas intelektual yang disebut Kampung Peduli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya desain komunikasi dengan menerapkan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat sasaran, seperti door to door, pemberian bantuan, pelibatan masyarakat, kekeluargaan, dan praktik budaya dengan memaksimalkan saluran tradisional, seperti opinion leaders dan pemerintah setempat. Model komunikasi dialog, forum diskusi, dan komunikasi retoris digunakan untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Kata kunci: Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat, Penyandang Disabilitas, KSM Sambung Roso
Representasi Gaya Hidup oleh Pengguna Media Sosial Instagram yang Ditampilkan Melalui Unggahan Foto Tagar #Hitskekinian
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26913

Abstract

Instagram adalah media sosial berbasis foto yang menduduki peringkat satu di Indonesia dan Dunia. Di dalam Instagram juga terdapat fasilitas Hashtags (selanjutnya disebut Tagar) yang berfungsi sebagai alat untuk mempermudah foto untuk ditemukan oleh orang lain yang menggunakan Instagram atau untuk membantu fungsi SEO (Search Engine Optimization). Fungsi tagar sudah berkembang menjadi sebuah pesan, menampilkan bagaimana sebuah identitas ditunjukkan dengan sebuah tagar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa orang sengaja memanipulasi sebuah foto untuk menampilkan sebuah identitas ideal yang ingin ditunjukkan kepada khalayak. Tagar #hitskekinian adalah tagar yang memiliki unggahan terbanyak yang mewakili kata kekinian dan hits yang sering diucapkan oleh masyarakat. Data dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes dan ditemukan bahwa orang yang mengunggah foto dengan tagar #hitskekinian memiliki orientasi gaya hidup fashion yang rebel dan mengikuti budaya dari luar negeri, selain itu konsumsi dan kepemilikan kendaraan mahal serta berwisata ke alam bebas juga menjadi indikator gaya hidup hits dan kekinian yang ditampilkan dalam unggahan tagar #Hitskekinian. Kata Kunci: Semiotika, Gaya Hidup, Instagram, Tagar, Hitskekinian.
Eksistensi TV Lokal dan Pelestarian Budaya
The Commercium Vol 1 No 2 (2018): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v1i2.26949

Abstract

Televisi lokal merupakan stasiun televisi yang mempunyai batasan ruang siaran dengan lingkup daerah, sehingga konten siarannya lebih banyak memuat informasi-informasi sekitar dimana stasiun televisi itu berada. Hal inilah yang menjadi kekuatan dari televisi lokal yang mampu mengeksplor kearifan lokal suatu daerah menjadikan televisi lokal mempunyai peranan penting dalam pelestarian kebudayaan daerah. Salah satu televisi lokal yang mampu bertahan ditengah kerasnya industri penyiaran tanpa harus mengabaikan perannya dalam melestarikan kebudayaan adalah Sigi TV Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Sigi TV dalam melestarikan kebudayaan dan sekaligus strategi untuk mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Sigi TV dalam melestarikan kebudayaan dan sekaligus strategi untuk mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Strategi yang digunakan adalah 1) Membuat program acara sesuai dengan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat seperti program budaya, 2) Melakukan promosi program acara melalui media sosial, dan 3) Menentukan target pengiklan di Sigi TV. Kata kunci: Televisi Lokal, Pelestarian Budaya, Sigi TV Tulungagung

Page 3 of 62 | Total Record : 613