cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
Konsep Diri Mantan Pecandu Narkoba di Surabaya
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29574

Abstract

Stigma negatif tidak hanya berhenti di pecandu narkoba tapi sampai ke mantan pecandu narkoba. Mantan pecandu narkoba tetap menerima stigma sebagai sampah masyarakat, sehingga muncul kemungkinan untuk mantan pecandu narkoba akan kembali menggunakan narkoba (relapse). Penelitiann ini bertujuan untuk untuk mengetahui titik balik konsep diri yang dibangun oleh mantan pecandu narkoba, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk bersikap yang proporsional terhadap mantan pecandu narkoba. Jenis peelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada mantan pecandu narkoba yaitu DN dan PM, selain pada mantan pecandu narkoba wawancara dan observasi juga akan dilakukan kepada orang terdekatnya yaitu LN yang merupakan adik dari DN dan BD yang merupakan anak dari PM. Penelitian ini menggunakan teori interkasi simbolik sebagai teknik analisis data. Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada DN dan PM menunjukan bahwa dalam membangun konsep dirinya mantan pecandu narkoba dipengaruhi oleh dua hal yaitu perbandingan dengan orang lain dan ekspektasi dari orang terdekat. Selain itu dalam proses membangun konsep dirinya setiap mantan pecandu narkoba akan mengalami tiga tahapan yaitu, pembentukan simbol karena sebuah tragedi, penebusan kesalahan karena tragedi terseut, dan mantan pecandu akan mencoba merealisasika setiap harapan yang telah diberikan oleh orang terdekatya.Kata kunci: Konsep Diri, Mantan Pecandu Narkoba, Interaksi Simbolik
ANALISIS RESEPSI KEKERASAN DALAM PACARAN PADA FILM POSESIF
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29653

Abstract

Kekerasan dalam pacaran terus meningkat setiap tahunnya. Tanpa disadari awal dari terjadinya kekerasan dalam pacaran karena munculnya sifat posesif yang terlalu berlebihan. Masih banyak yang belum memahami bahayanya kekerasan dalam pacaran. Film posesif berusaha untuk menyampaikan kritik sosial atas sering terjadinya kekerasan dalam pacaran dan bahaya kekerasan dalam pacaran. Penelitian ini berusaha mengetahui bagaimana pemaknaan remaja perempuan terhadap kekerasan dalam pacaran pada film posesif dengan menggunakan metode analisis resepsi. Dari hasil penelitian menunjukkan hampir sebagian besar informan menyetujui pesan dalam film posesif yang menunjukkan bagaimana kekerasan dalam pacaran memberi dampak yang sangat buruk. Terdapat tiga posisi informan yang informan yaitu :1) posisi dominan hegemoni dimana sebanyak 7 informan menyetujui pesan dalam film posesif , 2) posisi negosiasi dimana sebanyak 2 informan setuju dengan film namun memiliki pendapat lain mengenai film posesif, dan 3) posisi oposisi dimana 1 informan tidak menyetujui pesan yang disampaikan dalam film posesif.
DIGITAL CAMPAIGN HUMAS PEMERINTAH KOTA MELALUI BRANDING “BANGGA SURABAYA” DALAM MEMBENTUK CITRA POSITIF
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29654

Abstract

Penelitian ini membahas tentang manajemen strategi pembentukan citra yang dilakukan Humas Digital Pemkot Surabaya. Hal ini dikarenakan image pemerintah yang terkesan birokratis dan kaku hilang ketika menyampaikan publikasi informasi melalui Bangga Surabaya.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Manajemen strategi pada Humas Digital Pemerintah Kota Surabaya dimulai dari menerjemahkan visi misi walikota, Surabaya dan menyinergikannya pada visi misi humas melalui analisis manajemen strategi yang terdiri dari tahap primer, yakni analisis SWOT (strength, weakness, opportunity dan threats) juga menerjemahkan pesan kunci dalam branding “Bangga Surabaya” sebagai digital campaign dengan menciptakan logo, menetapkan tujuan target serta melakukan tahap sekunder yakni penyediaan berbagai kanal media sosial (youtube, facebook, podcast, instagram dan twitter) yang terhubung dengan website Bangga Surabaya. Pengolahan informasi pada sejumlah kanal ini menjadikan Humas Digital Pemerintah Kota Surabaya menerapkan peran sebagai journalist in resident. Citra positif yang diterima masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan partisipasi, sehingga masyarakat diharapkan terlibat bersama pemerintah untuk menyukseskan program pembangunan kota, memperluas publikasi berita baik seputar Kota Surabaya serta membantu pemerintah menangani masa krisis.
PERAN HARMONI KEDIRI BRAND COMMUNITY TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG SLOGAN KOTA KEDIRI
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29775

Abstract

Salah satu sarana yang bagus untuk memperkenalkan slogan citra sebuah kota adalah brand community. Sangat penting memilih strategi branding yang tepat agar tujuan menarik target konsumen kota tercapai dan tepat sasaran. Melibatkan masyarakat dalam strategi city branding sudah umum digunakan pemerintah di seluruh dunia. Maka Pemkot Kediri menginisiasi dan mendukung terbentuknya komunitas untuk mempromosikan slogan kota yaitu Harmoni Kediri Brand Community (HKBC). HKBC diharapkan menjadi wadah pelibatan masyarakat untuk mendukung city branding sesuai dengan tagline “Harmoni Kediri The Service City”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran Harmoni Kediri Brand Community terhdadap pemahaman slogan kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 orang masyarakat kota Kediri yang mengikuti acara Harmoni Kediri Brand Community. Pengambilan responden menggunakan kuesioner berbentuk skala likert. Analisis data penelitian menggunakan uji regresi linier sederhana, setelah sebelumnya di uji normalitas dan linieritas. Hasil penelitian ini menyebutkan ada pengaruh yang signifikan antara Harmoni Kediri Brand Community terhadap pemahaman masyarakat tentang slogan citra kota Kediri
STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH KOTA BLITAR DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Kasus Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Karangsari Kota Blitar Melalui Agrowisata Kampung Belimbing)
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29776

Abstract

Di kota Blitar, terdapat daerah yang memiliki potensi kampung agrowisata yaitu “wisata kampung belimbing” yang terletak di kelurahan Karangsari dan sudah diperkenalkan sejak 2003. Dulu masyarakat menganggap bahwa hasil dari komoditas belimbing tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka, hal ini kemudian mendorong pemerintah melakukan pemberdayaan masyarakat. Kini kampung agrowisata belimbing Karangsari memiliki ≥ 35.000 pohon belimbing dengan hasil panen 5.600 ton buah per-tahun. Masyarakat juga membuat produk olahan belimbing dan telah beromzet Rp 22,4 miliar per-tahun. Belimbing Karangsari sekarang telah berkembang menjadi maskot kota Blitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemerintah kota Blitar dalam program pemberdayaan masyarakat di kelurahan Karangsari melalui agrowisata kampung belimbing. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan pemerintah kota Blitar dilakukan melalui jalur dinas-dinas yang memiliki tugas dan fungsi pokok masing-masing. Diantaranya : Dinas Pariwisata dengan strategi komunikasi melalui promosi pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM dengan melakukan sosialisasi secara prosedural mengenai produk olahan blimbing dari proses produksi hingga teknik pemasaran, Dinas Pertanian dengan memberikan pelatihan pertanian serta pupuk bersubsidi sebagai pendukung produktifitas tanaman belimbing, serta Dinas Perdagangan yang memberikan penyuluhan terkait manajemen produk termasuk legalitas usaha dan proses perizinan usaha. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Agrowisata, Pemberdayaan Masyarakat
PENGARUH UNGGAHAN BRAND ENGAGEMENT @ssccake PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.29857

Abstract

Di setiap daerah di Indonesia pasti memiliki makanan atau minuman khas yang terlebih dahulu dikenal masyarakat. Produk yang baru berdiri harus memiliki pemasaran yang baik sehingga dapat terciptanya Brand Engagement atau proses konsumen menuju loyal terhadap produk tersebut, maka dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Di era sekarang Brand Engagement dapat dilakukan dengan melalui media sosial Instagram. SSC Surabaya Soft Cake merupakan oleh-oleh milik artis yang melakukan Brand Engagement di akun Instagram @ssccake. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh Brand Engagement @ssccake di Instagram terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik nonprobability sampling dengan mengambil sampel sebanyak 100 responden dengan kriteria menjadi masyarakat terpaan @ssccake yaitu yang memfollow akun Instagram @ssccake atau yang pernah melihat sebanyak (± 3x) dan berusia 19-34 tahun. Analisis data yang digunakan yaitu Spearman Rank Corre-lation. Hasil penelitian, adanya hubungan yang kuat dan searah antara Brand Engagement terhadap keputusan pembelian. Kata Kunci: Brand Engagement, Keputusan pembelian
DAMPAK PENERIMAAN PESAN "BODY SHAMING" TERHADAP "SELF CONFIDENCE" REMAJA PEREMPUAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.30057

Abstract

Body shaming atau penghinaan fisik seringkali terjadi di media sosial, khususnya di Instagram. Perbuatan ini merujuk pada kritikan atau penilaian negatif terkait bentuk tubuh dan juga penampilan fisik yang ditujukan pada seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh penerimaan pesan body shaming terhadap self confidence remaja perempuan di media sosial Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Sampel pada penelitian ini sebanyak 384 responden remaja perempuan, yang pernah mengalami body shaming pada akun instagramnya. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidential. Uji hipotesis yang digunakan Product Moment Person. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa body shaming berpengaruh signifikan terhadap self confidence yang artinya remaja perempuan pada masa akhir akan menjadikan sebuah body shaming sebagai bentuk motivasi diri agar menjadi lebih baik. Kata Kunci: Penerimaan Pesan, Body Shaming, Self-Confidence
Konsep Diri Perempuan Pekerja Kuli Bangunan Di Kota Surabaya
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.30130

Abstract

Penelitian ini berfokus mengenai konsep diri pada perempuan pekerja kuli bangunan di Kota Surabaya dalam memandang diri dan pada masa yang akan datang untuk menjaga kestabilan ekonomi. Terkadang dalam hal ini perempuan ikut berperan andil dalam mengatur sebuah kestabilan ekonomi pada suatu keluarga, sepertinya sudah tidak asing lagi bila pendapatan dan pengeluaran di kelola oleh seorang istri atau ibu. Tidak jarang pula mereka bekerja hanya untuk mencari uang tambahan guna membantu para suami dan demi kestabilan ekonomi pada keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara yang mendalam dengan informan. Analisis dari penelitian ini menggunakan konsep diri milik George Herbert Mead dengan konsep dasar mengenai adanya pengaruh dari mind(pikiran), self(diri), society(masyarakat). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri perempuan yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut cenderung mempunyai konsep diri yang positive(baik) mereka memang mempunyai gaya berbicara, gaya berpakaian serta kemandirian dan sikap tegas dalam menanggapi perkataan buruk dari mereka yang mencibirnya. Bagi mereka selama yang saya lakukan adalah hal baik dan bukan suatu tindakan kriminal untuk apa saya merasa malu dalam menstabilkan ekonomi pada keluarga. Kata Kunci: Konsep Diri, Perempuan, Kuli Bangunan.
KONSEP DIRI PENGGUNA TATO DI WAJAH PADA MASYARAKAT BERTATO DI SURABAYA
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.30131

Abstract

Dalam era modern ini tato sudah menjadi bagian dari kehidupan anak muda di kota besar, perubahan trend yang mulanya mereka mentato dibagian tubuh yang bisa mereka tutup mulai bergesser ketempat yang mencolok seperti wajah. Walaupun tato sudah menjadi trend stigma negative masih melekat pada para individu pengguna tato khsusnya tato di bagian wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri orang yang bertato di wajah dan memberikan pandangan kepada masyrakat umum terkait orang yang bertato di wajah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada lima orang yang bertato di wajah. Penelitian ini menggunakan teori konsep diri dan teori interaksi simbolik sebagai teknik analisis data. Hasil observasi dan wawancara menunjukan bahwa orang yang bertato di wajah memiliki konsep diri yang terbuka, di mana dalam mencapai konsep diri yang terbuka para informan melewati 3 tahapan yaitu, konflik, lalu pembuktian, kemudian penerimaan. Kata kunci: konsep diri, interaksi simbolik, tato, tato di wajah
Komunikasi Organisasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Dalam Pengembangan Sektor Pariwisata : Studi Kasus Festival Lembah Ijen
The Commercium Vol 2 No 1 (2019): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v2i1.30187

Abstract

Instansi pemerintahan dan SKPD memiliki andil dalam pengembangan sektor pariwisata. Oleh karena itu, pengoptimalan sektor pariwisata Pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus di tunjang dengan komunikasi organisasi yang sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi komunikasi organisasi pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan studi kasus festival lembah ijen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian yaitu bidang pemasaran Disbudpar, kepala bidang produk pariwisata Disbudpar, operasional Taman Gandrung Terakota dan Seniman. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pendekatan khusus yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Pendekatan komunikasi organisasi tersebut lebih kearah penggunaan pendeketan tipe Human Resources sehingga menghasilkan bottom up tourism. Yakni festival dan produk kepariwisataan muncul dari masyarakat dan diteruskan kepada pemerintah daerah. Sehingga menghasilkan communication channel, communication content, communication direction dan communication style Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Pengembangan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Page 6 of 62 | Total Record : 613