cover
Contact Name
-
Contact Email
arty@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arty@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Arty: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 25527516     EISSN : 27218961     DOI : -
Core Subject : Art,
Arty: Jurnal Seni Rupa focuses on the research of visual art studies through the experiences exchange among educators, artists, and researchers. Its primary goals is to promote quality research on conceptual ideas, studies, application of theories, and visual art reviews. Topics of special interest to Arty include scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, Fine Art, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Visual Communication Design, Creative Industry, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue" : 8 Documents clear
Mobile-Based Archipelago Tourist Destination UI/UX Design as Information Media for Archipelago Tourists: Desain UI/UX Destinasi Wisata Nusantara Berbasis Mobile sebagai Media Informasi bagi Wisatawan Nusantara Siti Masyithoh; Pratama Bayu, Widagdo
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.4286

Abstract

The National Medium Term Development Plan (RPJMN) 2020-2024 shows that 41 percent of Indonesian tourism still relies on Bali, even though Indonesia has a variety of other tourist destinations that can be exposed. This is due to the lack of information about less popular tourist destinations, thereby limiting exposure to these destinations. This study project aims to produce a mobile-based UI/UX design using a design thinking framework. The result is a UI/UX design prototype "triv" which includes tourist recommendation features, search bar, filter, share, reviews, community, explore, and tourist map. Testing the “triv” UI/UX design prototype using the maze site and the System Usability Scale (SUS) questionnaire to measure the level of user acceptance. The overall SUS score for 15 respondents was 79.3 so the score was in the > 68 percentile, meaning that the UI/UX design of the triv was above average, getting grade A- in the grades scale interpretation, good in the adjective rating category , and the acceptable category in the interpretation ofacceptability. This shows that the design is well received by users, and has the potential to be promoted further based on the interpretation of the Net Promoter Score (NPS).
KERAJINAN BUNGA BERBAHAN CANGKANG KERANG DAN LIMBAH PLASTIK BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP KERAJINAN: FLOWER CRAFTS MADE FROM SHELLS AND PLASTIC WASTE BASED ON CRAFT PRINCIPLES Pohan, Sefti Herawati; Azis, Adek Cerah Kurnia; Burhan Surya Nata , Diningrat; Yumielda, Vivi Destri
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.7303

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mendekripsikan hasil kerajinan bunga dari cangkang kerang dan limbah plastik ditinjau dari prinsip-prinsip kerajinan bentuk, fungsi/kegunaan, keindahan, teknik dan ukuran pada karya siswa SMA N egeri 1 Percut Sei Tuan. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh langsung saat proses pembelajaran. Jumlah populasi penelitian ini adalah 11 kelas sebanyak 267 siswa dengan jumlah keseluruhan sampel siswa 2 kelas yaitu kelas XII-8 dan XII-11 sebanyak 48 siswa, sehingga dari sampel yang di ambil dihasilkan 24 karya melalui kerja sama dua orang siswa. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah cluster random sampling (pengacakan kelas). Analisis data dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Data karya diketahui dengan cara penilaian yang dilakukan oleh 3 orang penilai kemudian karya tersebut dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembuatan setiap kerajinan bunga dari cangkang kerang dan limbah plastik memiliki proses dengan mempersiapkan alat dan bahan, dilanjutkan dengan merangkai bunga hingga finishing. Kemampuan siswa dalam menerapkan prinsip-prinsip kerajinan secara keseluruhan sudah baik dengan hasil karya siswa keseluruhan mendapatkan rata-rata 85 yang berada kategori baik. Aspek tertinggi yang paling menonjol diantara prinsip lainnya yaitu pada prinsip kerajinan yaitu keindahan dan fungsi/kegunaan.
IDEAS AND AESTHETICS OF THE TEAK ROOT STATUE BY TRISWANDI IN SULURSARI, GROBOGAN: GAGASAN DAN ESTETIKA PATUNG AKAR JATI KARYA TRISWANDI DI DESA SULURSARI KABUPATEN GROBOGAN Ma'arif Isa Sabda Akbar; Gunadi, Gunadi
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.7320

Abstract

Triswandi adalah seorang pengrajin akar jati yang terkenal dengan karyanya yang memiliki nilai estetika tinggi dan mengandung makna tentang kehidupan. Proses penciptaan patung akar jati oleh Triswandi melibatkan berbagai tahapan seperti sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Faktor pendukung dalam proses berkarya meliputi teknologi modern, sosial budaya, dan lingkungan, sedangkan faktor penghambat dapat dipengaruhi oleh suasana hati atau mood. Triswandi mendapat dukungan dari masyarakat dalam berkarya seni dan menggunakan bahan baku akar jati yang mudah didapatkan di wilayah Grobogan. Karya-karyanya tidak hanya memiliki nilai estetis tetapi juga nilai sosial yang tinggi, mengandung pesan moral dan nilai estetika yang menginspirasi generasi muda untuk menjunjung tinggi tanah air. Triswandi menggunakan teknologi modern dalam proses pembuatan karyanya, namun tetap mempertahankan akar budaya dan lingkungan sekitarnya sebagai inspirasi. Penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi mood dalam proses berkarya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi, sosial budaya, dan lingkungan dapat mendukung proses kreatif, serta bagaimana suasana hati dapat menjadi faktor penghambat dalam berkarya.
Metodelogi Turun Bawah Lembaga Keboedajaan Rakyat Untuk Produksi Karya.: Methodology Turun Bawah Lembaga Keboedajaan Rakjat To Produce Work. fauzi, mochamad; Agus, Cahayana; Asep Miftahul , Falah; Roos Nagara, Martien
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.7463

Abstract

Metode berkesenian adalah suatu kegiatan yang diterapkan oleh seniman untuk menggapai sebuah visi tertentu dalam keseniannya metode sering kali menyatu dalam sebuah manifesto yang digagas seniman atau organisasi kelompok, di Indonesia sendiri memiliki satu manifesto yang teguh ber-irisan dengan sifat politis dan ideologis, pada tahun  1959 dalam kongres mengemukakan pernyataan penolakan terhadap slogan “seni untuk seni” hal tersebut dikemukakan oleh Njoto yang berkembang menjadi manifesto organisasi seni budaya yaitu Lembaga Keboedajaan Rakjat atau Lekra. Lekra memiliki manifesto atau panduan yang harus diteladani tiap seniman yaitu TURBA (Turun Bawah), tetapi dengan perkembangan negara Indonesia yang mengalami banyak peristiwa politik membuat TURBA luput untuk diterapkan oleh para seniman terutama setelah Indonesia mengalami peristiwa 1965 dan berimbas pada gaya kesenian Indonesia yang menghilangkan unsur politis dalam karyanya, hal tersebut juga mendapatkan otokritik terutama di era seni rupa kontemporer yang dirasa para seniman tidak mempunyai akar yang kuat dan landasan yang mendasar untuk mempresentasikan karyanya, lalu apakah metode berkarya TURBA akan selalu diperlukan pada tiap seniman, dalam tulisan ini akan mengulas bagaimana perkembangan TURBA dan korelasinya dengan dunia seni rupa sekarang.
REPRESENTASI BUDAYA BATAK MANDAILING PADA DESAIN PRODUKSI FILM PENDEK FIKSI “BABIAT SITELPANG”: REPRESENTATION OF MANDAILING BATAK CULTURE IN THE PRODUCTION DESIGN OF THE SHORT FICTION FILM "BABIAT SITELPANG" Abil, Abdillah Fadlan; Salsa Solli Nafsika , Salsa Solli Nafsika; Hery Supiarza , Hery Supiarza
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.7946

Abstract

Film is an audio-visual mass media that can be used for a variety of messages to be conveyed in the movie. The type of narrative film is one of the strong media to explore issues that occur in society. Issues that are then visualized in the form of images and sounds are arranged in a representative fictional storyline. This research uses descriptive qualitative method in determining mise-en-scene in the movie to discuss the elements seen in the frame. In the film "Babiat Sitelpang" by director Asrizal Hasibuan, a UPI Film and Television student, Mandailing Batak culture is packaged in production design or artistic arrangement in the film. Through several approaches, the Batak Mandailing culture presented becomes distinctive in the movie, starting from the language used in Mandailing Batak, the character's residence is the same as in Batak, the character's surroundings, and the character's harsh lifestyle. This research shows that the strength of a movie is not built on the plot alone but the artistic elements of a movie.  
Perancangan Buku Menelusuri Warisan Budaya Banten Sebagai Media Pengenalan Budaya Banten Untuk Anak-Anak: DESIGNING A BOOK EXPLORING THE CULTURAL HERITAGE OF BANTEN AS A MEDIUM OF INTRODUCTION TO BANTEN CULTURE FOR CHILDREN Dewanti, Faradhita Adelia; Gumelar, Rangga Galura
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.8472

Abstract

Globalisasi membawa pengaruh budaya luar yang dapat mengancam keberadaan warisan budaya Indonesia. Saat ini perkembangan teknologi dan media massa telah mempopulerkan budaya Barat yang membuat warisan budaya lokal mulai terlupakan. Kebudayaan Banten menjadi salah satu contoh yang menunjukkan tantangan dalam pelestarian budaya lokal. Sebagai solusi untuk mengatasi lunturnya kebudayaan Banten, peneliti merancang media buku yang berjudul "Menelusuri Warisan Budaya Banten" dalam upaya melestarikan kekayaan tradisi dan warisan Banten melalui pengenalan budaya Banten kepada anak-anak. Media buku ilustrasi merupakan pilihan yang ideal untuk memperkenalkan warisan budaya Banten kepada anak-anak karena anak-anak dapat belajar melalui gambar, yang memungkinkan mereka untuk lebih mudah mengingat informasi daripada hanya melalui kata-kata. Diharapkan melalui buku ini, kesadaran masyarakat dan ketertarikan anak-anak akan pentingnya pelestarian budaya lokal dapat meningkat, sehingga kebudayaan Banten dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Teknik yang digunakan dalam proses berkarya adalah Teknik digital. Buku ini memiliki 12 halaman dengan ukuran 20 cm x 40 cm.
REPRESENTASI IDENTITAS KULTURAL DALAM SIMBOL-SIMBOL PADA KERAMIK MAYONG: REPRESENTATION OF CULTURAL IDENTITY IN SYMBOLS ON MAYONG CERAMICS Murtiyoso, Onang; Arif, Fiyanto; Mas Benny Wijaya, Mas Benny Wijaya
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.8606

Abstract

Penelitian yang berjudul Pengembangan Produk Kerajinan Gerabah Berbasis Budaya Local: Pengetrapan  Teknik  dan  Motif  Ukir Kayu  pada Kerajinan  Gerabah  di  Desa Mayong  Lor  Jepara,  ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kerajinn gerabah/ keramik tradisional yang bermuatan budaya lokal dan memberikan model motif ukir kayu sebagai pengembangan yang memuat nilai -nilai konservasi desain kerajinan gerabah/ keramik sebagai solusi untuk melestarikan dan meningkatkan kualit as kerajinan gerabah/kerajinan keramik di Desa Mayong Jepara. Untuk mencapai tujuan penelitian ini akan digunakan desain Penelitian dan Pengembangan Research and Development atau R&D. Permasalahan penelitian adalah: mengidentifikasi desain bentuk kerajinan geraabah/ keramik tradisional Mayong Lor dan mengembangkannya tanpa meninggalkan ciri khas budaya lokal. Khususnya pada keramik Mayong Lor, para pengrajin menggunakan campuran berbagai macam bahan, seperti tanah Nalumsari dicampur dengan tanah Mayong serta tambahan sekam. Setelah tanah diolah, maka selanjutnya adalah diproses untuk dibuat keramik. Maka kemudian, ukiran-ukiran tersebut dapat dimodifikasi menggunakan gerabah yang diaplikasikan dengan bentuk ukiran yang spesifik sehingga berfungsi mendekorasi dan mengurangi pemotongan kayu. Adapun bentuk yang dibuat adalah ; saton, sulur, tumpal, Mughal, tracapan, patran, waluhan, nanas an, makutha. Pada keseluruhan karya tersebut terdapat bentuk yang terinspirasi pada alam.
DIVERSIFIKASI MOTIF BATIK FASHIONABLE KONTEMPORER BERTEMA BUDAYA PESISIR SEMARANGAN MELALUI APLIKASI D-BATIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI INDUSTRI KREATIF PADA KELOMPOK BATIK CITARUM KOTA SEMARANG Dwi Wahyuni , Kurniawati; Eko, Sugiarto; Harto , Wicaksono; Rizka, Alfiana Imawati
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i2.8777

Abstract

Kelompok Batik Citarum, sebuah kluster UMKM batik di Kota Semarang, telah berusaha mengembangkan desain batik Semarangan sejak tahun 2015. Namun, kelompok ini menghadapi beberapa kendala, termasuk kesulitan menghadirkan keunikan produk, perlunya diversifikasi produk batik khas pesisir untuk meningkatkan ekonomi perajin, persepsi negatif kaum milenial terhadap batik sebagai busana yang kurang fashionable dan formal, serta keterbatasan dalam menciptakan desain motif batik secara manual. Aplikasi D-Batik dikembangkan guna membantu perajin dalam diversifikasi produk batik. Upaya diversifikasi produk batik ini penting dalam mengembangkan motif batik yang fashionable dan efisien, di mana motif batik diciptakan sesuai dengan bagian-bagian tertentu dalam mode busana modern. Motif batik yang dihasilkan tidak hanya estetik dan mengikuti trend mode fashion, tetapi juga mencerminkan karakteristik batik pesisir Semarangan. Penelitian yang dilakukan mencakup transfer knowledge melalui Forum Group Discussion tentang teori diversifikasi motif batik, pembuatan desain motif dengan aplikasi D-Batik, analisis estetis hasil desain motif batik. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya beberapa motif khas pesisir Semarangan yang difokuskan pada tema ombak dan kehidupan pesisir, yang kemudian diterapkan dalam desain fashion. Penggunaan aplikasi D-Batik membantu pembatik dalam menyusun tata letak motif secara efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan pasar busana modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 8