cover
Contact Name
Muhlisin
Contact Email
jkpdbanten@gmail.com
Phone
+62819-0613-2274
Journal Mail Official
jkpdbanten@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syekh Nawawi Al Bantani, Palima Serang, Tlp.(0254) 267053 Fax. (054) 267052, Kota Serang 42127
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah (JKPD)
ISSN : 25974971     EISSN : 26850079     DOI : https://doi.org/10.56945/jkpd.v9i1.340
Core Subject : Humanities, Social,
Local Autonomy and Bureaucracy Regional Governance Politics and Public Services Regional Innovation and Development Regional Natural Resources and Environment Regional Fiscal Policy and Development Human Resource Management Development Other Issues in Regional Public Policy Field
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020" : 12 Documents clear
PUBLIC POLICY TOWARDS HIV MISCONCEPTIONS IN INDONESIA Agus Permadi; Aji Aji
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.103

Abstract

This study focuses on HIV misconceptions in Indonesia. Based on Demographic and Health Surveys (DHS) Program, there are three common misconceptions about HIV: (1) whether HIV can be transmitted through mosquito bites, (2) whether transmission occurs by sharing food with a person who has HIV/AIDS, and (3) whether a healthy-looking person could have HIV. Using 2017 the Indonesia DHS, this study examines the impact of two factors - socio-demographic and media exposure - on HIV misconceptions in Indonesia. I found that respondents who belong to the younger age group, living in urban areas, have a higher degree of education, and have higher exposure to media were less likely to have misconceptions about HIV. This result indicates that to reduce HIV misconceptions in Indonesia, the government should make a targeted intervention program.
FAKTOR-FAKTOR POTENSI WILAYAH YANG MEMENGARUHI RASIO MUZAKI MUSTAHIK DI KOTA TANGERANG Reza Septian Pradana
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.105

Abstract

Islam memiliki solusi zakat sebagai pengentas kemiskinan sehingga diperlukan pendistribusian zakat yang optimal. Pengoptimalan potensi zakat juga memerlukan pengetahuan akan potensi wilayah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor potensi wilayah yang memengaruhi rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil estimasi dengan analisis. regresi linier berganda menunjukkan bahwa jumlah industri pengolahan dan fasilitas perdagangan secara signifikan berpengaruh positif terhadap rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Jumlah fasilitas perbengkelan/ reparasi dan jasa lainnya tidak secara signifikan berpengaruh terhadap rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Dengan demikian, prioritas pembangunan wilayah lebih diarahkan pada pengembangan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Hal ini dikarenakan kedua sektor ini berperan secara signifikan dalam pengentasan kemiskinan khususnya meningkatkan jumlah muzaki dan mengurangi jumlah mustahik di Kota Tangerang. Islam has a zakat solution as poverty alleviation so that an optimal distribution of zakat is needed. Optimizing the potential of zakat also requires knowledge of the regional potential. This study aims to analyze the regional potential factors that affect the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. This study uses multiple linear regression analysis. The estimation results with multiple linear regression analysis show that the number of manufacturing industry and trade facilities significantly have positive influence to the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. The number of workshop/ repair facilities and other services insignificantly influent to the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. Thus, regional development priorities are more focused on developing the manufacturing industry and trade sectors. This is because these two sectors have a significant role in poverty alleviation, especially increasing the number of muzaki and reducing the number of mustahik in Tangerang City.
STRATEGI PENGEMBANGAN PORANG (AMORPHOPHALUS MUELLERI) DI PROVINSI BANTEN Yunia Rahayuningsih
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.106

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri) adalah umbi-umbian penghasil pati yang memiliki banyak kegunaan yang termasuk dalam jenis HHBK. Porang di Provinsi Banten banyak ditemukan di lahan hutan rakyat maupun hutan negara, namun sejauh ini belum dikembangkan dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan porang dan memperoleh strategi pengembangan porang. Penelitian ini dilakukan wilayah Provinsi Banten pada bulan Agustus-September 2020. Responden diambil secara sengaja yakni para pakar yang memahami tentang perkembangan porang di Provinsi Banten. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang termasuk faktor internal utama (kekuatan dan kelemahan) adalah dapat tumbuh di bawah naungan (0,70) dan pertumbuhan awal lama (0,70). Yang termasuk faktor eksternal utama (peluang dan ancaman) adalah kebutuhan ekspor masih sangat tinggi (0,79) dan jumlah bandar masih terbatas (0,72). Strategi yang terbaik untuk mengembangkan porang di Provinsi Banten adalah dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada (strategi SO), melalui kemitraan dan kegiatan penyuluhan. Porang (Amorphophallus muelleri) is a non-wood forest products (NTFPs) in the form of tuber producing starch that has many uses. In Banten Province, porang grow at privately owned forests and state forest but so far has not been well developed. Therefore, this study was done in order to get information about internal and external factors that affecting porang development and to get development strategy of porang. The research was conducted at Banten Province in August to September 2020. Data were collected through interviews using questionnaires and literature study. The data obtained were then processed and analyzed using SWOT analysis. The results showed that the main internal factors (strengths and weaknesses) were able to grow under the shade (0,70) and long initial growth (0,70). While main external factors (opportunities and threats) are export demand is still very high (0,79) and the number of ports is limited (0,72). The best strategy to develop porang in Banten Province is SO Strategy which is optimized the strength and opportunities factors through establishment of partnership between farmers and traders, and extension activities.
POTENSI DAN PRIORITAS INDUSTRI KREATIF SKALA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI BANTEN Sugeng Setyadi; Moh Sofyan Budiarto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.107

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan nasional dan provinsi Banten dengan kontribusi terhadap PDB meningkat dari tahun ke tahun. Diperlukan pemetaan terhadap potensi dan prioritas sektor industri kreatif di provinsi Banten untuk menentukan rencana aksi dan strategi pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan prioritas industri kreatif skala kecil dan menengah di Provinsi Banten melalui indikator indikator yang bersifat kualitatif. Penelitian menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan melakukan survei terhadap pelaku industri kreatif di provinsi Banten. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, dan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari data yang relevan dari sumber lain seperti BPS, Disperindag dan studi literature. Analisa data menggunakan Analytical Hyrachy Process (AHP) merupakan pendekatan pengambilan keputusan yang dirancang untuk memberikan solusi dari permasalahan yang menyangkut kriteria yang bersifat komplek, menentukan prioritas pilihan-pilihan dengan banyak kriteria, dan menentukan model alternatif untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah. Hasil perhitungan AHP dengan penyilangan Kriteria Prioroitas dengan Prioritas Subsektor Ekraf, didapatkan angka 0,496243386 pada posisi pertama untuk Kriya, 0,404603175 untuk subsektor Fesyen pada posisi kedua dan 0,099153439 untuk Subsektor Kuliner pada posisi ketiga. Ketiga Subsektor Ekoomi kreatif ini menjadi Sub sektor yang paling dominan dipilih oleh responden dan posisi peringkat diatas menjadi gambaran bagi pemerintah untuk memberikan stimulus lebih pada subsektor yang ada dan menjadi kekuatan utama sektor industri kreatif skala kecil dan menengah di Banten. The research objective is to mapping the potential and priority of small and medium the creative industry in Banten Province through indicators with qualitative approach. Research used qualitative descriptive methods by conducting a survey of creative industry actors in Banten province. Primary data was obtained by interview method, and questionnaire while secondary data was obtained from relevant data from other sources such as BPS, Disperindag and literature study. Data analysis using the Analytical Hyrachy Process (AHP) is a decision-making approach designed to provide solutions to problems involving complex criteria, determine priorities with multiple criteria, and determine alternative models to solve various problems. AHP calculation results by crossing the Priority Criteria with the Subsector's Priority Ekraf, obtained the number 0, 496243386 in the first position for Kriya, 0.404603175 for the Fashion sub-sector in the second position and 0.099153439 for the Culinary Subsector in the third position. The three subsectors of this creative economy become the most dominant subsector chosen by the respondents and the ranking position above becomes a picture for the government to provide more stimulus to the existing sub-sector micro, small and medium creative Industry sector in Banten Province.
PUBLIC POLICY TOWARDS HIV MISCONCEPTIONS IN INDONESIA Permadi, Agus; Aji, Aji
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.103

Abstract

This study focuses on HIV misconceptions in Indonesia. Based on Demographic and Health Surveys (DHS) Program, there are three common misconceptions about HIV: (1) whether HIV can be transmitted through mosquito bites, (2) whether transmission occurs by sharing food with a person who has HIV/AIDS, and (3) whether a healthy-looking person could have HIV. Using 2017 the Indonesia DHS, this study examines the impact of two factors - socio-demographic and media exposure - on HIV misconceptions in Indonesia. I found that respondents who belong to the younger age group, living in urban areas, have a higher degree of education, and have higher exposure to media were less likely to have misconceptions about HIV. This result indicates that to reduce HIV misconceptions in Indonesia, the government should make a targeted intervention program.
FAKTOR-FAKTOR POTENSI WILAYAH YANG MEMENGARUHI RASIO MUZAKI MUSTAHIK DI KOTA TANGERANG Pradana, Reza Septian
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.105

Abstract

Islam memiliki solusi zakat sebagai pengentas kemiskinan sehingga diperlukan pendistribusian zakat yang optimal. Pengoptimalan potensi zakat juga memerlukan pengetahuan akan potensi wilayah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor potensi wilayah yang memengaruhi rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil estimasi dengan analisis. regresi linier berganda menunjukkan bahwa jumlah industri pengolahan dan fasilitas perdagangan secara signifikan berpengaruh positif terhadap rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Jumlah fasilitas perbengkelan/ reparasi dan jasa lainnya tidak secara signifikan berpengaruh terhadap rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Dengan demikian, prioritas pembangunan wilayah lebih diarahkan pada pengembangan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Hal ini dikarenakan kedua sektor ini berperan secara signifikan dalam pengentasan kemiskinan khususnya meningkatkan jumlah muzaki dan mengurangi jumlah mustahik di Kota Tangerang. Islam has a zakat solution as poverty alleviation so that an optimal distribution of zakat is needed. Optimizing the potential of zakat also requires knowledge of the regional potential. This study aims to analyze the regional potential factors that affect the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. This study uses multiple linear regression analysis. The estimation results with multiple linear regression analysis show that the number of manufacturing industry and trade facilities significantly have positive influence to the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. The number of workshop/ repair facilities and other services insignificantly influent to the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. Thus, regional development priorities are more focused on developing the manufacturing industry and trade sectors. This is because these two sectors have a significant role in poverty alleviation, especially increasing the number of muzaki and reducing the number of mustahik in Tangerang City.
STRATEGI PENGEMBANGAN PORANG (AMORPHOPHALUS MUELLERI) DI PROVINSI BANTEN Rahayuningsih, Yunia
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.106

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri) adalah umbi-umbian penghasil pati yang memiliki banyak kegunaan yang termasuk dalam jenis HHBK. Porang di Provinsi Banten banyak ditemukan di lahan hutan rakyat maupun hutan negara, namun sejauh ini belum dikembangkan dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan porang dan memperoleh strategi pengembangan porang. Penelitian ini dilakukan wilayah Provinsi Banten pada bulan Agustus-September 2020. Responden diambil secara sengaja yakni para pakar yang memahami tentang perkembangan porang di Provinsi Banten. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang termasuk faktor internal utama (kekuatan dan kelemahan) adalah dapat tumbuh di bawah naungan (0,70) dan pertumbuhan awal lama (0,70). Yang termasuk faktor eksternal utama (peluang dan ancaman) adalah kebutuhan ekspor masih sangat tinggi (0,79) dan jumlah bandar masih terbatas (0,72). Strategi yang terbaik untuk mengembangkan porang di Provinsi Banten adalah dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada (strategi SO), melalui kemitraan dan kegiatan penyuluhan. Porang (Amorphophallus muelleri) is a non-wood forest products (NTFPs) in the form of tuber producing starch that has many uses. In Banten Province, porang grow at privately owned forests and state forest but so far has not been well developed. Therefore, this study was done in order to get information about internal and external factors that affecting porang development and to get development strategy of porang. The research was conducted at Banten Province in August to September 2020. Data were collected through interviews using questionnaires and literature study. The data obtained were then processed and analyzed using SWOT analysis. The results showed that the main internal factors (strengths and weaknesses) were able to grow under the shade (0,70) and long initial growth (0,70). While main external factors (opportunities and threats) are export demand is still very high (0,79) and the number of ports is limited (0,72). The best strategy to develop porang in Banten Province is SO Strategy which is optimized the strength and opportunities factors through establishment of partnership between farmers and traders, and extension activities.
POTENSI DAN PRIORITAS INDUSTRI KREATIF SKALA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI BANTEN Setyadi, Sugeng; Budiarto, Moh Sofyan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.107

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan nasional dan provinsi Banten dengan kontribusi terhadap PDB meningkat dari tahun ke tahun. Diperlukan pemetaan terhadap potensi dan prioritas sektor industri kreatif di provinsi Banten untuk menentukan rencana aksi dan strategi pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan prioritas industri kreatif skala kecil dan menengah di Provinsi Banten melalui indikator indikator yang bersifat kualitatif. Penelitian menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan melakukan survei terhadap pelaku industri kreatif di provinsi Banten. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, dan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari data yang relevan dari sumber lain seperti BPS, Disperindag dan studi literature. Analisa data menggunakan Analytical Hyrachy Process (AHP) merupakan pendekatan pengambilan keputusan yang dirancang untuk memberikan solusi dari permasalahan yang menyangkut kriteria yang bersifat komplek, menentukan prioritas pilihan-pilihan dengan banyak kriteria, dan menentukan model alternatif untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah. Hasil perhitungan AHP dengan penyilangan Kriteria Prioroitas dengan Prioritas Subsektor Ekraf, didapatkan angka 0,496243386 pada posisi pertama untuk Kriya, 0,404603175 untuk subsektor Fesyen pada posisi kedua dan 0,099153439 untuk Subsektor Kuliner pada posisi ketiga. Ketiga Subsektor Ekoomi kreatif ini menjadi Sub sektor yang paling dominan dipilih oleh responden dan posisi peringkat diatas menjadi gambaran bagi pemerintah untuk memberikan stimulus lebih pada subsektor yang ada dan menjadi kekuatan utama sektor industri kreatif skala kecil dan menengah di Banten. The research objective is to mapping the potential and priority of small and medium the creative industry in Banten Province through indicators with qualitative approach. Research used qualitative descriptive methods by conducting a survey of creative industry actors in Banten province. Primary data was obtained by interview method, and questionnaire while secondary data was obtained from relevant data from other sources such as BPS, Disperindag and literature study. Data analysis using the Analytical Hyrachy Process (AHP) is a decision-making approach designed to provide solutions to problems involving complex criteria, determine priorities with multiple criteria, and determine alternative models to solve various problems. AHP calculation results by crossing the Priority Criteria with the Subsector's Priority Ekraf, obtained the number 0, 496243386 in the first position for Kriya, 0.404603175 for the Fashion sub-sector in the second position and 0.099153439 for the Culinary Subsector in the third position. The three subsectors of this creative economy become the most dominant subsector chosen by the respondents and the ranking position above becomes a picture for the government to provide more stimulus to the existing sub-sector micro, small and medium creative Industry sector in Banten Province.
PUBLIC POLICY TOWARDS HIV MISCONCEPTIONS IN INDONESIA Permadi, Agus; Aji, Aji
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.103

Abstract

This study focuses on HIV misconceptions in Indonesia. Based on Demographic and Health Surveys (DHS) Program, there are three common misconceptions about HIV: (1) whether HIV can be transmitted through mosquito bites, (2) whether transmission occurs by sharing food with a person who has HIV/AIDS, and (3) whether a healthy-looking person could have HIV. Using 2017 the Indonesia DHS, this study examines the impact of two factors - socio-demographic and media exposure - on HIV misconceptions in Indonesia. I found that respondents who belong to the younger age group, living in urban areas, have a higher degree of education, and have higher exposure to media were less likely to have misconceptions about HIV. This result indicates that to reduce HIV misconceptions in Indonesia, the government should make a targeted intervention program.
FAKTOR-FAKTOR POTENSI WILAYAH YANG MEMENGARUHI RASIO MUZAKI MUSTAHIK DI KOTA TANGERANG Pradana, Reza Septian
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.105

Abstract

Islam memiliki solusi zakat sebagai pengentas kemiskinan sehingga diperlukan pendistribusian zakat yang optimal. Pengoptimalan potensi zakat juga memerlukan pengetahuan akan potensi wilayah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor potensi wilayah yang memengaruhi rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil estimasi dengan analisis. regresi linier berganda menunjukkan bahwa jumlah industri pengolahan dan fasilitas perdagangan secara signifikan berpengaruh positif terhadap rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Jumlah fasilitas perbengkelan/ reparasi dan jasa lainnya tidak secara signifikan berpengaruh terhadap rasio muzaki mustahik di Kota Tangerang. Dengan demikian, prioritas pembangunan wilayah lebih diarahkan pada pengembangan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Hal ini dikarenakan kedua sektor ini berperan secara signifikan dalam pengentasan kemiskinan khususnya meningkatkan jumlah muzaki dan mengurangi jumlah mustahik di Kota Tangerang. Islam has a zakat solution as poverty alleviation so that an optimal distribution of zakat is needed. Optimizing the potential of zakat also requires knowledge of the regional potential. This study aims to analyze the regional potential factors that affect the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. This study uses multiple linear regression analysis. The estimation results with multiple linear regression analysis show that the number of manufacturing industry and trade facilities significantly have positive influence to the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. The number of workshop/ repair facilities and other services insignificantly influent to the muzaki mustahik ratio in Tangerang City. Thus, regional development priorities are more focused on developing the manufacturing industry and trade sectors. This is because these two sectors have a significant role in poverty alleviation, especially increasing the number of muzaki and reducing the number of mustahik in Tangerang City.

Page 1 of 2 | Total Record : 12