cover
Contact Name
DIRJA NUR ILHAM
Contact Email
dirja.poltas@gmail.com
Phone
+6285261233288
Journal Mail Official
jp3l@lkppl.org
Editorial Address
Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L)
ISSN : -     EISSN : 30264588     DOI : -
Jurnal Pengabdian Pembangunan Pertanian dan Lingkungan (JP3L) secara spesifik bidang publikasi yang diterbitkan meliputi: 1. Pembangunan Berkelanjutan 2. Pertanian Berkelanjutan 3. Teknologi Pertanian 4. Budidaya Tanaman 5. Proteksi Tanaman 6. Peternakan dan perikanan 7. Perkebunan 8. Penanganan Paska Panen 9. Pengolahan Pangan 10. Agribisnis 11. Teknik Lingkungan 12. Konservasi Lingkungan 13. Penanganan Bencana Alam 14. Pemberdayaan masyarakat 15. Aplikasi Teknologi Informasi dan Komputerisasi 16. Teknologi Tepat Guna
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 58 Documents
Rancang Bangun dan Pelatihan Desain Produk Teknik Berbasis CAD untuk Meningkatkan Keterampilan Praktis Siswa SMK Ihsan Anwar; Asbahrul Amri; Dian Maulina; Mislina Mislina; Afdhal Afdhal; Devi Satria Saputra
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 2 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i2.103

Abstract

Keterampilan desain produk teknik merupakan kompetensi penting dalam pendidikan vokasional, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang teknik mesin. Namun, keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan berbasis praktik, serta minimnya penguasaan perangkat lunak desain menjadi kendala dalam pengembangan kompetensi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa melalui rancang bangun dan pelatihan desain produk teknik berbasis Computer-Aided Design (CAD). Metode yang digunakan meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan berbasis praktik (hands-on), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam memahami konsep desain teknik, mengoperasikan perangkat lunak CAD, serta menghasilkan desain produk sederhana. Selain itu, peserta mampu mengaplikasikan hasil desain ke dalam proses fabrikasi dasar. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi praktis siswa dan dapat menjadi model pelatihan berbasis teknologi dalam pendidikan vokasional.
Inovasi Teknologi Pupuk Organik Super Bokashi MA-11 Oleh Mahasiswa Faperta Unamin dalam Meningkatkan Produktivitas Jagung Manis di Kabupaten Sorong Ajang Maruapey; Nurlela Nurlela; Rajab Lestaluhu; Femida Wae; Salbia Rumuar; Nur Ela Eka Saputri
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 2 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i2.106

Abstract

Melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), petani dapat memproduksi dan memanfaatkan pupuk organik Super Bokashi MA-11 secara mandiri. Dengan pelatihan dasar proses produksi harian dan evaluasi langsung di lapangan. Langkah ini menjadi strategi utama untuk pertanian berkelanjutan, di mana petani diposisikan sebagai pelaku utama. Hasilnya, pupuk Super Bokashi MA-11 meningkatkan kualitas tanah dengan memperbaiki struktur fisik tanah dan menyediakan lebih banyak unsur hara esensial. Jika dibandingkan dengan metode pemupukan kimia konvensional, produktivitas jagung manis meningkat sekitar 20%. Selain itu, program ini dapat meningfkatakna kapasitas petani tentang bagaimana limbah pertanian dapat digunakan sebagai pupuk bernilai tambah, membuka peluang bisnis lokal baru, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program ini menunjukkan kerja sama yang kuat antara perguruan tinggi, petani, dan pemerintah daerah dalam transfer teknologi. Disarankan agar kelompok tani membangun unit produksi pupuk organik sendiri, dengan pendampingan teknis berkelanjutan dari akademisi dan dukungan kebijakan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, Super Bokashi MA-11 adalah solusi aplikatif yang ramah lingkungan yang meningkatkan produktivitas pertanian dengan menggunakan sumber daya lokal.
Pengembangan Produk Kerajinan Serabut Kelapa Sebagai Komoditas Ekonomi Kreatif Di Gampong Lamnga Aceh Besar Rosmala Dewi; Siti Rusdiana; Andriani Lubis; Ichwana Ramli; Muhammad Haikal; M.Alfa Reza; Rafiqah Nabila Awalyani; Sufla Rukmana; Najah AlQanita
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 2 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i2.107

Abstract

Serabut kelapa merupakan limbah pertanian yang melimpah di Gampong Lamnga, Aceh Besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan produk kerajinan berbahan serabut kelapa sebagai komoditas ekonomi kreatif untuk meningkatkan pendapatan dan keterampilan masyarakat. Topik ini dipilih karena tingginya ketersediaan bahan baku lokal serta peluang pasar produk ramah lingkungan. Metode pengabdian meliputi identifikasi potensi dan permasalahan, pelatihan teknik pengolahan serabut kelapa, pendampingan desain produk, serta pembinaan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah serabut kelapa menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual, seperti keset dan hiasan rumah. Selain itu, terbentuk kesadaran masyarakat terhadap potensi ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini penting sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. 
Pembuatan Plang Edukasi untuk Informasi Penguraian Sampah di Lingkungan Kelurahan WEK 1 Kecamatan Batang Toru Lia Purnama Sari; Ermawita Ermawita; M Suhairi; Amran Paso Salmeno; Wedar Pahala Lingga
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 2 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i2.108

Abstract

Permasalahan sampah, khususnya sampah anorganik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, masih menjadi tantangan lingkungan di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan menjadi salah satu penyebab masih tingginya perilaku membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pendidikan Tapanuli Selatan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pembuatan plang edukasi mengenai lamanya waktu sampah terurai di Kelurahan WEK 1, Kecamatan Batang Toru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui media informasi yang mudah dipahami. Realisasi kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu survei lokasi, perancangan desain plang, persiapan alat dan bahan, pembuatan plang edukasi, serta pemasangan plang di taman depan Kantor Kelurahan WEK 1. Plang memuat informasi mengenai jenis-jenis sampah anorganik beserta estimasi waktu penguraiannya sehingga dapat menjadi media edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dari masyarakat terhadap keberadaan plang edukasi. Masyarakat memperoleh tambahan wawasan mengenai dampak sampah anorganik terhadap lingkungan serta pentingnya membuang dan mengelola sampah dengan benar. Kehadiran plang edukasi juga diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran yang dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pembuatan plang edukasi merupakan media edukasi sederhana namun efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya sampah anorganik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Workshop Perakitan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Sensor Air Dengan Indikator Lampu Rotator 12 V Bagi Siswa Smkn 1 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Afrizal Yuhanef; Herry Setiawan; Nasrul Nawi; Uzma Septima; Firdaus Firdaus
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.110

Abstract

Bencana banjir merupakan ancaman hidrometeorologi tahunan yang tinggi di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya di kawasan pesisir dan DAS Batang Limau tempat SMKN 1 Sungai Limau berada. Ketiadaan sistem peringatan dini banjir mandiri di lingkungan sekolah meningkatkan kerentanan civitas akademika saat curah hujan ekstrem. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapsiagaan siswa SMKN 1 Sungai Limau dalam merakit, menguji, dan memelihara Sistem Peringatan Dini Banjir (Flood Early Warning System/FEWS) berbasis sensor air float switch dan lampu rotator 12 V DC. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) berbasis vokasi yang mencakup empat tahapan utama: (1) pembekalan teori mitigasi dan sensorik, (2) praktik perakitan wiring schematics dan hardware 12 V, (3) kalibrasi dan simulasi ambang batas ketinggian air pada bejana uji, serta (4) pengujian keandalan dan troubleshooting. Kegiatan ini diikuti oleh 20 siswa Konsentrasi Keahlian Teknik Listrik dan Elektronika. Evaluasi keberhasilan menggunakan instrumen pre-test/post-test berbasis indikator Bloom terintegrasi serta kuesioner respon peserta skala Likert. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai kompetensi yang sangat signifikan dari 42,50 (kategori kurang) menjadi 86,25 (kategori sangat baik), dengan nilai terhitung N-Gain sebesar 0,76 yang masuk dalam kriteria tinggi (N-Gain > 0,70). Uji Paired Sample t-Test menghasilkan p-value < 0,001 yang membuktikan efektivitas metode workshop PjBL secara statistik. Selain peningkatan kognitif dan psikomotorik, kegiatan ini menghasilkan 4 unit Trainer Kit FEWS 12 V teruji yang siap difungsikan sebagai sarana praktikum sekolah dan instrumen mitigasi kebencanaan dini. Program ini terbukti efektif memperkuat resiliensi komunitas sekolah berbasis pendidikan vokasi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Transformasi Air Kelapa menjadi Kecap Kelapa: Pendekatan Zero Waste Berbasis Teknologi Pengolahan dan Pemberdayaan Masyarakat Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Rahmat Fadhil; Agus Arip Munawar; Khairul Anwar; Muhammad Yasar; Dewi Sri Jayanti
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.111

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan air kelapa hasil samping produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi kecap kelapa sebagai produk pangan bernilai tambah melalui pendekatan zero waste, teknologi pengolahan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, dengan mitra Kelompok Tani Ingin Jaya (A.R.A. Oils). Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan mitra secara aktif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pengenalan potensi air kelapa, demonstrasi formulasi, pemasakan, pemekatan, penyaringan, pengemasan, pelabelan, serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa air kelapa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi kecap kelapa dengan warna cokelat gelap, konsistensi lebih pekat, dan penampilan yang sesuai sebagai produk olahan. Keterlibatan langsung mitra meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam proses produksi, sedangkan mahasiswa KKN Tematik memperoleh pengalaman penerapan teknologi dan pendampingan masyarakat. Program ini memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah setempat, mahasiswa, dan masyarakat dalam hilirisasi inovasi pangan lokal berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi air kelapa menjadi kecap kelapa mampu mendukung pemanfaatan hasil samping produksi VCO, memperkuat penerapan konsep zero waste, meningkatkan nilai tambah bahan, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis kelapa yang lebih berkelanjutan di Kota Sabang
Pemberdayaan Geukom Agrifarm melalui Penerapan Irigasi Cerdas Berbasis IoT Teuku Ferijal; Dewi Sri Jayanti; Ashfa Ashfa; Diana Sapha A.H; Khairul Anwar
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.112

Abstract

Geukom Agrifarm di Gampong Geuceu Komplek, Banda Aceh, merupakan unit pertanian urban yang mengembangkan budidaya anggur pada lahan pekarangan. Penyiraman sebelumnya masih dilakukan secara manual atau semi-konvensional berdasarkan pengamatan pengelola dan belum mengacu pada kondisi aktual media tanam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan sistem irigasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT), mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui budidaya hortikultura, serta mendukung kesiapan mitra dalam mengoperasikan sistem. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penataan lahan, pembangunan bedengan, instalasi perangkat, uji fungsi, serta pendampingan pengoperasian. Sistem mengintegrasikan sensor kondisi tanah dan lingkungan, mikrokontroler ESP32, modul relay, pompa, tandon, jaringan distribusi, dripper, serta Arduino IoT Cloud. Evaluasi tahap awal dilakukan menggunakan daftar periksa fungsional. Hasil pengujian diperoleh instalasi sistem telah selesai dan komponen utama dapat berfungsi secara terintegrasi pada uji awal. Uji fungsi menunjukkan data sensor dapat dibaca oleh unit kendali, ESP32 dan relay merespons sesuai fungsi, pompa dapat dioperasikan, air mengalir hingga titik pemberian, serta data dan status sistem dapat dipantau secara daring. Kegiatan ini juga membangun empat bedengan hortikultura yang ditanami pakcoy, sawi, selada, kailan, dan bawang prei. Mitra terlibat dalam instalasi, pemeriksaan fungsi, dan praktik pengoperasian awal. Capaian tahap awal menunjukkan kesiapan teknis dan keberfungsian sistem, serta keterlibatan mitra dalam instalasi dan pengoperasian awal. Hasil akhir berupa efisiensi penggunaan air, pertumbuhan, produktivitas, dan dampak ekonomi belum dapat dinyatakan besarannya karena tanaman masih berada pada fase awal setelah pindah tanam.
Pemberdayaan Masyarakat Gampong Tibang melalui Teknologi Pengolahan Tepung Biji Trembesi Dewi Sri Jayanti; Cut Nilda; Teuku Ferijal; Nova Suryani; Raida Agustina; Muhammad Yasar; Devianti Devianti
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.113

Abstract

Biji trembesi (Samanea saman) merupakan biomassa lokal yang banyak dijumpai di Gampong Tibang dan kawasan sekitarnya, tetapi belum dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan biji trembesi melalui penerapan teknologi pengolahan sederhana menjadi tepung, memperkuat keterampilan mitra dalam penanganan bahan, serta memperoleh karakteristik awal produk melalui pengujian kadar air dan tanin. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dengan melibatkan aparatur gampong, kelompok mitra, tim pengabdi, dan mahasiswa KKN Tematik. Proses pengolahan meliputi pengumpulan dan sortasi, pencucian dan penjemuran, pengupasan cangkang, perebusan selama 30 menit, perendaman selama tiga hari disertai penggantian air, pengupasan kulit biji, pengeringan akhir, penyangraian dengan api kecil, dan penepungan menggunakan mesin grinder. Tepung trembesi yang dihasilkan memiliki kadar air awal 3,67%, sedangkan pengujian tanin pada sampel biji trembesi menunjukkan nilai 33,05 ppm sehingga dapat digunakan sebagai produk antara untuk pengembangan olahan pangan berikutnya. Kadar air tersebut menjadi indikator awal keberhasilan proses pengeringan, sementara hasil tanin memberikan informasi awal mengenai komponen antinutrisi yang perlu diperhatikan dalam standardisasi proses. Kegiatan ini menghasilkan alur pengolahan yang dapat dipraktikkan kembali oleh mitra dan mengubah biji trembesi yang sebelumnya belum dimanfaatkan menjadi produk tepung bernilai tambah. Pengembangan berikutnya diarahkan pada standardisasi kondisi proses, pengemasan, stabilitas penyimpanan, dan formulasi produk turunan.