cover
Contact Name
DIRJA NUR ILHAM
Contact Email
dirja.poltas@gmail.com
Phone
+6285261233288
Journal Mail Official
jp3l@lkppl.org
Editorial Address
Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L)
ISSN : -     EISSN : 30264588     DOI : -
Jurnal Pengabdian Pembangunan Pertanian dan Lingkungan (JP3L) secara spesifik bidang publikasi yang diterbitkan meliputi: 1. Pembangunan Berkelanjutan 2. Pertanian Berkelanjutan 3. Teknologi Pertanian 4. Budidaya Tanaman 5. Proteksi Tanaman 6. Peternakan dan perikanan 7. Perkebunan 8. Penanganan Paska Panen 9. Pengolahan Pangan 10. Agribisnis 11. Teknik Lingkungan 12. Konservasi Lingkungan 13. Penanganan Bencana Alam 14. Pemberdayaan masyarakat 15. Aplikasi Teknologi Informasi dan Komputerisasi 16. Teknologi Tepat Guna
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Aplikasi Photovoltaic Light Trap (PLT) Dalam Pengendalian Insekta Pengganggu Untuk Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) Yasar, Muhammad; Hafsah, Siti; Juliaviani, Noratun; Agustina, Raida
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.3

Abstract

Kebutuhan konsumsi bawang merah sehari-hari terus meningkat dari waktu ke waktu, sedangkan keberadaan dan perannya tidak dapat ditukar dengan jenis tanaman yang lain. Hal ini menyebabkan tingkat ketergantungan terhadap bawang merah sangat tinggi apalagi ketersediaannya tidak seimbang dengan kebutuhan yang ada. Oleh sebab itu bawang merah termasuk jenis komoditas yang memerlukan perhatian ekstra baik oleh pemerintah maupun masyarakat tani. Kelompok tani mitra merupakan diantara kelompok masyarakat yang peduli terhadap pemenuhan kebutuhan bawang merah lokal. Meskipun tidak memiliki pengetahuan dan teknologi yang memadai, kelompok tani ini terus berjuang memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Namun seringnya tanaman yang dibudidayakan terserang oleh hama dan penyakit telah menyebabkan terjadinya penurunan semangat atau animo masyarakat dalam menggeluti tanaman bawang merah ini. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdi berupaya untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok tani tersebut agar senantiasa konsisten dalam mengupayakan pembudidayaan tanaman bawang merah di lahan yang mereka miliki atau usahakan. Bentuk kegiatan pengabdian yang ditawarkan dan sekaligus menjadi solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat adalah melalui pengaplikasian inovasi teknologi mekanis Photovoltaic Light Trap (PLT). Inovasi ini tergolong sederhana dan mudah untuk digunakan, tidak memerlukan biaya yang terlalu tinggi, serta yang paling penting adalah bersifat ramah lingkungan (green energy). Aplikasi inovasi teknologi tepat guna ini diharapkan dapat mengatasi inang dari insekta perusak yang sering meninggalkan telur dan larvanya pada tanaman bawang merah. Melalui rangsangan sinar lampu yang dipancarkan dengan teknologi energi surya, insekta penggangu tersebut akan diperangkap sehingga tidak lagi mengganggu tanaman. Selanjutnya insekta yang terperangkap dapat dengan mudah dimusnahkan secara mekanis. Dengan demikian tanaman bawang merah dapat terhindar dari serangan hama dan penyakit sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Pelatihan Pembuatan Camilan sebagai Edukasi Kesehatan Pangan Keluarga di Blang Nangka Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues Hayati, Rita; Marliah, Ainun; Nurahmi, Erida; Hasanuddin
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.4

Abstract

This activity was carried out to help with the problems faced by the partner group, namely housewives in Blang Nangka Village, Blangjeurango District, Gayo Lues Regency. The aim of the activity is to understand the importance of healthy family food for the mothers who are members through education and strengthening the motivation of the mothers to prepare their own healthy snacks for the family through demonstrations and practice of making snacks. The method used to achieve the goal is to carry out community service activities. Education through lectures and questions and answers is used to explain family food health material, while demonstrations and practice are carried out in training on making the healthy snack risol. In general, the results achieved by community service activities are participant satisfaction reaching 100%. Analysis of activity participant satisfaction questionnaires generally indicates that the activity was successfully implemented. Community service activities carried out with partner groups of housewives in Blang Nangka Village, Blangjeurango District, Gayo Lues Regency were well received by the participants. The aim of the activity can be achieved by participants understanding the health of family food. Apart from that, participants were also motivated to make their own snacks for their family members and carry out this service activity to groups of mothers next to the village of this service activity.
Sosialisasi Teknik Pembuatan Solid dan Liquid Kompos untuk Peningkatan Produksi Buah Melon di Desa Limpok Kabupaten Aceh Besar Syafruddin, Syafruddin; Yusnizar, Yusnizar; Nurahmi, Erida; Zaitun, Zaitun
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.5

Abstract

The knowledge and skills of the Farmers Group and School Drop Out Youth in Limpok Village regarding the technique of making solid and liquid compost for increasing melon production were still limited. The purpose of this product-based service activity was to increase the knowledge and skills of partner groups regarding solid and liquid composting techniques for increasing melon production. The main obstacle in increasing melon production was the difficulty of availability and the high cost of chemical (inorganic) fertilizers. Besides, plants were very susceptible to various diseases. The implementation of the activities includes counseling, demonstration of techniques for making solid and liquid compost and application to melon plants. The target and outcome of the activity was to increase the knowledge and skills of partner groups regarding the production of environmentally friendly solid and liquid compost to increase melon production. The results achieved from this activities were that the target partner group was able to produce 5.000 kg of solid compost and 3.000 liters of liquid compost per production. Another outcome of the partner group was that they can increase their income by doing solid and liquid compost and melon businesses in a professional and sustainable
Aplikasi Media Tanam Campuran Untuk Budidaya Bayam Brazil Secara Vertikultur Ichsan, Cut Nur; Erida, Gina; Halim, Agus; Jumini, Jumini; Santi, Ira Vika; Juliawati, Juliawati
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.6

Abstract

Sayuran merupakan kebutuhan dasar harian yang harus dipenuhi untuk hidup sehat dan produktif. Penanaman sayuran dapat dilakukan secara berulang dengan menggunakan media tanam campuran. Campuran media tanam yang terdiri dari tanah, kompos, biochar, sekam padi dengan perbandingan 3:1:1:1 dapat mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman yang dilakukan secara berulang-ulang. Penggunaan media tanam yang dapat digunakan secara berulang untuk budidaya sayuran memudahkan masyarakat untuk budidaya sayuran dipekarangan rumah. Penggunaan media campuran untuk budidaya bayam brazil dapat terus digunakan tanpa mengganti media untuk musim tanam dan produksi yang tidak terbatas. Hal ini dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk menghasilkan sayuran di rumah sendiri dan dapat meningkatkan kegiatan keluarga untuk bercocok tanam sayuran. Pada pengabdian yang dilakukan telah memotivasi masyarakat untuk budidaya sayuran bersama keluarga.Budidaya sayuran dikeluarga dapat meningkatkan ketahanan keluarga untuk mendapatkan asupan sayuran yang sehat karena diproduksi secara organik. Budidaya sayuran secara organik dapat dilakukan karena limbah rumah tangga dapat diproduksi menjadi kompos dan biochar serta eco enzyme yang dapat digunakan sebagai pestisida alami yang juga berfungsi sebagai pupuk organik. Budidaya vertikulturjuga dapat menunjang produksi sayur yang sehat, karena terjaga dari kontaminasi pathogen yang bisa terjadi pada penanaman di lahan. Budidaya sayuran dengan vertikulturyang menggunakan media campuran juga dapat mempertahankan kesuburan media untuk musim tanam yang tidak terbatas. Penggunaan vertikulturdan media tanam campuran dapat mengatasi masalah terbatasnya lahan perkarangan untuk penanaman sayuran.Kata Kunci: ketahanan pangan; bayam brazil; sayuran sehatPendahuluanKetahanan pangan menjadi prioritas disemua komunitas. Hal ini untuk menjamin masyarakat mendapatkan pangan secara mudah dan terjangkau dimanapun berada (FAO, 2019). Namun ketahanan pangan selamaini hanya terbatas pada penyediaan pangan pokok utamanya beras. Padahal manusia untuk hidup sehat dan produktif memerlukan asupan vitamin dan mineral yang didapat daribuah-buahan dan sayuran yang dapat diproduksi sendiri olehsetiap rumah tangga. Penanaman sayuran oleh masyarakat sebagai pemula sebaiknya menanam tanaman yang mudah tumbuh, dapat tumbuh pada tanah dengan kesuburan rendah dan produksi cepat didapat serta mempunyai manfaat yang beragam. Pemilihan bayam brazil untuk vertikultur telah memenuhi kriteria diatas.Selain itu bayam brazil sangat banyak manfaatnya. Beberapa hasil penelitian dibawah ini menjelaskan manfaat dari bayam brazil.  
Introduksi Teknologi Pembuatan Konsentrat Dan Aplikasi Manajemen Good Farming Practice Pada Kelompok Ternak Kambing Perah Mon Bubhouh Armia, Yasser; Mustofa, Achmad; Allaily, Allaily; Koesmara, Hendra; Ariga, Ali Makmur; ammar
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.8

Abstract

The Mon Bubhouh Dairy Goat Farming Group is one of the dairy goat farms in Aceh Besar Regency, more precisely in Gampong Meunasah Mon. The feed aspect is one of the causes of the lack of milk production on this farm. Group members' knowledge of feed that suits the nutritional needs of dairy livestock is still shallow. There needs to be an approach from the parties so that the sustainability of this livestock group can be realized. In this community service, the community will be introduced to the procedure for making cheap and high-quality feed, namely by utilizing fermentation technology in making concentrate using tofu dregs waste as the main raw material. Furthermore, the community was also initiated into the aspects of proper livestock cultivation. This relates to cage sanitation, mating methods and even lactation planning.
Aplikasi Penjernihan Air Metode Penyaringan Mechram, Siti; Hartuti, Sri; T. Ferijal; Mustaqimah; Agustina, Raida
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.9

Abstract

Sistem penyaring air sederhana adalah sistem yang paling banyak digunakan baik itu kegunaan rumah tangga hingga kegunaan industri. Masyarakat pedesaan sudah banyak mengenal penyaring modern, namun oleh beberapa faktor masyarakat yang menggunakannya masih sangat minim. Faktor tersebut disebabkan antara lain adalah seperti pemasangan alat penyaring harus pada suatu tempat tertentu sehingga masyarakat lainnya sulit mencapainya, Jarak antara penyaring dengan rumah-rumah penduduk lebih jauh dibanding dengan sumber air minum yang biasa mereka gunakan, masyarakat belum siap menerima bantuan tersebut, karena jika ada kerusakan pada sarana penyaring tersebut mereka tidak tahu memperbaikinya, dengan demikian masyarakat menggunakan kembali sumur air yang ada sebelumnya. Tujuan pengadaan dan memberi pengetahuan tentang penyaringan air secara sederhana dipedesaan adalah sebagai motivasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pedesaan melalui salah satu cara dengan penggunaan air yang bersih dan sehat, juga memberikan suatu metode penyaringan air yang praktis dan sederhana serta ekonomis yaitu suatu sistem pengolahan air untuk mendapatkan air yang memenuhi syarat standard air minum secara fisisnya, dan air bersih untuk memasak dan mencuci. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah penjernihan air dapat dilakukan menggunakan alat yang sederhana dengan teknik filtrasi, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air bersih dan masyarakat telah dapat membuat dan menggunakan alat penjernih air sehingga dapat memperbaiki kualitas air
Pengembangan Potensi Green Economy dan Masyarakat Bebas Stunting KKN USK Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah Satriyo, Purwana; Rianjuanda
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.11

Abstract

Bucket cultivation is a farming method in which plants are grown and maintained in bucket-shaped containers or similar containers. This method is suitable for limited spaces or difficult environments, such as small yards or balconies. In this cultivation process, fertile soil is mixed with the right composition to provide sufficient nutrition for the plants. After that, the seeds or plant seeds are planted in a bucket and given water regularly. Watering must be regulated carefully, and fertilization also needs to be paid attention to so that the plants grow fertile and healthy. Meanwhile, Gutel Kupi is a popular traditional cake, especially in the Bener Meriah, Gayo, Aceh areas. Making Gutel Kupi starts by mixing wheat flour, granulated sugar, ground coffee (Gayo Coffee if possible), margarine or butter, eggs, baking powder, vanilla and a little salt in a bowl. Mix all ingredients until smooth and form an elastic dough. After the dough has rested, shape it into small balls and fry in hot oil until golden. Thus, cultivating in a bucket is a farming technique in a limited container, while Gutel Kupi is a traditional Acehnese cake made from a mixture of wheat flour, sugar and coffee which is then fried. Both enrich cultivation and culinary practices in the context of local culture and wisdom. The combination of cultivation in buckets that produce nutritious plants and consumption of traditional foods such as Gutel Kupi which are rich in nutrients can play an important role in efforts to prevent stunting. It is also important to ensure that a balanced diet and adequate nutrition are observed in order to achieve optimal growth and development in children.
Potensi Pengolahan Kerang Lokan Menjadi Kerupuk di Leupung Aceh Besar Ferijal, Teuku; Mustaqimah; Mahdi, Sayed
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.12

Abstract

Pengolahan kerang lokan menjadi kerupuk adalah peluang besar di Kabupaten Aceh Besar, terutama di Desa Layeun. Desa ini dikelilingi oleh laut dan pegunungan, membuatnya ideal untuk mengembangkan industri kerang lokan. Kerang lokan kaya akan nutrisi, termasuk tinggi kalsium dan protein, yang sangat diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Mengembangkan budidaya kerang lokan di tingkat rumah tangga dapat menjadi alternatif yang menjanjikan. Proses pengolahan kerang lokan, seperti pembuatan kerupuk lokan, dapat menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja. Namun, beberapa aspek kunci harus diperhatikan. Pertama, pengolahan harus mematuhi standar keamanan pangan untuk menghasilkan produk berkualitas. Kedua, penggunaan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk. Penggunaan bahan baku lokal juga mendukung ekonomi daerah. Analisis SWOT dapat membantu dalam perencanaan strategis dengan mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam usaha pengolahan kerang lokan. Potensi ekonomi dan peluang bisnis dari industri ini sangat menjanjikan, dengan potensi ekspansi ke pasar ekspor. Namun, keberlanjutan harus menjadi fokus, memperhatikan aspek sosial, teknologi, sumber daya, dan masyarakat lokal. Dengan pendekatan yang tepat, pengolahan kerang lokan menjadi kerupuk dapat menjadi industri yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta melestarikan warisan kuliner kaya di Aceh Besar.
Potensi dan Produktivitas Air Nira, Kolang Kaling dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Gampong Riting Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Mustaqimah, Mustaqimah; Suhud , Khairi
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.13

Abstract

Gampong Riting, Kabupaten Aceh Besar, merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan potensi alamnya, termasuk sumber daya pertanian. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan minat dalam menggali potensi sumber daya alam ini sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Air nira dan kolang kaling adalah dua komoditas yang memiliki potensi yang signifikan di Gampong Riting. Air nira adalah cairan yang diambil dari batang pohon aren dan memiliki beragam manfaat, termasuk sebagai bahan dasar produksi. Adapun tujuan artikel ini dibuat untuk mengetahui potensi pohon aren, produktivitas air nira dan kolang kaling dalam perkembangan ekonomi masyarakat di Gampong Riting Kecamatan Indrapuri kabupaten Aceh Besar. Metode survei dan wawancara digunakan secara bersamaan untuk memperoleh sudut pandang yang beragam tentang peran air nira dan kolang kaling dalam ekonomi masyarakat, serta untuk memvalidasi temuan yang diperoleh dari kedua metode tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman tentang potensi dan produktivitas produk dalam konteks perkembangan ekonomi masyarakat di Gampong Riting. Analisis SWOT sebaiknya dilakukan sebelum memulai bisnis dengan tujuan menyesuaikan tujuan pemasaran berdasarkan peluang yang ada. Penelitian ini melakukan analisis SWOT terhadap pengembangan usaha di Gampong Riting Kabupaten Aceh Besar yang dicapai melalui pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan sumber daya manusia, produktifitas produk dan penciptaan kondisi pasar yang baik dan sehat. Artikel ini mendapatkan hasil diantaranya kontribusi ekonomi aren dalam bentuk produk dan pemanfaatan, tantangan yang dihadapi, serta berbagai aspek yang mempengaruhi potensi produktivitas air nira dan kolang kaling dengan bantuan dari analisis SWOT.
Peningkatan Omset Melalui Perbaikan Teknologi Produksi Petani Tauge (Vigna Radiata) Skala Home Industry Dengan Sistem Penyiraman Otomatis Berbasis Timer Idkham, Muhammad; Dhafir, Muhammad; Safrizal
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i1.14

Abstract

Pengabdian ini didasarkan pada situasi di lapangan yang menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di desa Lam Alue Cut Kecamatan Kutabaro Kabupaten Aceh Besar berprofesi sebagai petani tauge (Vigna radiata). Proses penyiraman dengan periode 4 jam sekali tersebut dirasa menjadi kendala yang sangat berat oleh mitra petani tauge, dimana mitra tidak bisa meninggalkan tempat usaha mereka lebih dari 4 jam, selain itu mitra juga tidak bisa istirahat seperti idealnya orang tidur normal di malam hari, pengakuan mereka dalam kurun waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan mereka karena kurang tidur di malam hari. Oleh karena itu perlu sebuah piranti yang dapat memberikan jalan keluar (problem solving), penyiraman secara konvensional digantikan dengan sebuah teknologi penyiraman kecambah secara otomatis, (Affrida et al., 2022), (Hamdi, 2019) dan (Wulandari et al., 2020). Tujuan pengabdian penerapan mekanisme penyiraman otomatis berbasis timer untuk peningkatan efisiensi waktu dan kesejahteraan. Target yang dicapai adalah sistem penyiraman otomatis hasil perancangan yang tepat digunakan pada penyiraman pada proses produksi tanaman tauge, dimana dapat diatur kapan waktu dimulai, durasi dan frekuensi penyiraman, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu pengelolaan usaha mitra, peningkatan kapasitas produksi, berdampak dalam meningkatkan pendapatan usaha mitra pengabdi. Metode yang digunakan berupa pengarahan, penyuluhan dan pelatihan (training) secara tutorial, pembagian brosur dari tim pengabdi kepada mitra home industri petani tauge dalam pemasangan, penyetelan serta mengoperasikan sistem penyiraman otomatis di lapangan dilanjutkan dengan diskusi. Teknologi penyiraman otomatis hasil rancangan telah mampu bekerja dengan baik untuk kebutuhan air tanaman tauge, mesin ini dapat diatur durasi dan frekuensi waktu pemberian air selama 24 jam berbasis timer.