cover
Contact Name
RAMDHAN MUHAIMIN
Contact Email
jurnalmondialhiuai@gmail.com
Phone
+6281511031479
Journal Mail Official
jurnalmondialhiuai@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sisingamangaraja, Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional MONDIAL
ISSN : -     EISSN : 30626609     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/mondial.v1i2
Core Subject : Social,
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional (E-ISSN: 3062-6609) merupakan media jurnal yang bertujuan memfasilitasi dan berbagi penelitian dalam lingkup politik dan hubungan internasional. Jurnal ini dikelola oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta. Jurnal Mondial menyambut karya intelektual para sarjana, peneliti, maupun praktisi politik dan hubungan internasional, baik dari dalam negeri maupun internasional, untuk mempublikasikan artikel atau ulasan asli mereka dan mendukung diskusi yang lebih mendalam tentang isu-isu terkait. Selain itu, jurnal ini juga menjadi sumber referensi bagi mereka yang memiliki minat di bidang politik dan hubungan internasional.
Articles 20 Documents
Pendekatan Soft dan Hard Power dalam Peacebuilding sebagai Resolusi Konflik antara Pemerintah Indonesia dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Amalia, Yolanda Tasya; Asy’ari, Muhamad Fikri; Raihansyah, Naufal Fauzan
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i1.3216

Abstract

Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang juga dikenal sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) adalah kelompok separatis bersenjata yang masih ada hingga saat ini. Keberadaannya mengancam keamanan di Indonesia, terutama di wilayah Papua. Setiap presiden dalam pemerintahannya memiliki berbagai cara untuk menghadapi OPM, baik melalui pendekatan lunak maupun keras. Sebelumnya, pemerintah Indonesia sering menggunakan pendekatan untuk menekan kelompok separatis ini, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi aktor utama yang terlibat langsung dalam setiap operasi di wilayah Papua. pendekatan keras saja kurang efektif dalam memberantas OPM. Disisi lain, pendekatan lunak dapat secara signifikan memperbaiki situasi konflik, di mana pendekatan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat—yang didukung oleh argumen terkait konsep pembangunan perdamaian (peacebuilding) dan keamanan manusia (human security) untuk dapat menciptakan perdamaian dalam jangka panjang. Mediasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghadapi OPM, yang harus diikuti dengan perbaikan akar konflik dan masalah keamanan, hak asasi manusia, serta isu-isu ekonomi dan sosial budaya masyarakat Papua secara merata. Pada akhirnya, kedua pendekatan memiliki kelebihan masing-masing. Tulisan ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif, bersama dengan penelitian analisis deskriptif melalui tinjauan pustaka. Melalui keterlibatan militer, pendekatan ini memiliki kapasitas untuk menghentikan kekerasan atau konflik bersenjata yang sedang berlangsung. Serta ketika dipadukan dengan upaya untuk mendorong kerja sama dan harmonisasi melalui pendekatan lunak, menjadi penting dalam mengatasi masalah keamanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Papua.Kata Kunci:Soft Power, Hard Power, Peacebuilding, Keamanan Manusia, OPM 
Peran Industri Garmen sebagai Motor Pemberdayaan Perempuan di Bangladesh: Analisis Indikator Gender Kartika, Intan Tiara; Azizah, Nur
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i1.3746

Abstract

Selama beberapa dekade terakhir, Bangladesh berhasil tumbuh menjadi negara dengan kemajuan ekonomi yang pesat. Kunci penting pertumbuhan ekonominya berasal dari industry garmennya. Industri ini telah tumbuh dan menjadi tulang punggung perekonomian Bangladesh dimana ia menopang 80% dari seluruh pendapatan negara. Melalui industry ini pula, Bangladesh berhasil menyediakan jutaan lapangan pekerjaan terutama bagi para wanita. Kesempatan untuk bekerja telah menjadi cara pemerintah meningkatkan pemberdayaan perempuan. Wanita juga mulai mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan upah yang setara dengan para pria sehingga bisa meningkatkan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran industri garmen dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di Bangladesh, khususnya dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis data sekunder dari buku, jurnal, dan sumber berita terpercaya, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi melalui industri garmen belum sepenuhnya mampu memberdayakan perempuan secara menyeluruh di Bangladesh.
Policy, Power, and Peace: Analyzing the Intersection of Defense Strategies and International Relations Sarjito, Aris
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i1.3740

Abstract

The evolving dynamics of international relations demand defense strategies that balance national security objectives with the broader goals of global stability and peacebuilding. This research explores the intersection of policy, power, and peace, focusing on how defense strategies integrate emerging technologies, align with international norms, and foster collaboration among states. Utilizing a qualitative approach, secondary data was analyzed, including policy documents, case studies, and academic literature, to examine the interplay between defense policies and international relations. Key findings reveal that aligning defense strategies with international frameworks fosters trust and cooperation, while integrating artificial intelligence and cyber capabilities reshapes global power dynamics by enhancing operational efficiency and geopolitical influence. Additionally, smaller states and regional actors play pivotal roles in peacebuilding, offering innovative approaches through diplomacy, inclusivity, and regional collaboration. The research concludes that sustainable defense strategies require a balance of military strength, ethical governance, and multilateral efforts to address contemporary global challenges. This study contributes to understanding the complexities of defense strategies within international relations, offering insights for policymakers aiming to achieve security and stability in a rapidly changing world.Keywords: defense strategies, emerging technologies, international relations, multilateral cooperation, peacebuilding
Paradoks Uni Eropa : Pasar Bebas dan Kenaikan Tarif Impor Mobil Listrik Tiongkok Pada 2024 Jihadine, Nobel; Candialmeera, Ashabriel Nadiva; Priyasadewa, Bintang; Lesmana, Daffa
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i1.4058

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk memahami motivasi Uni Eropa dalam melakukan kebijakan kenaikan tarif impor mobil listrik dalam konteks pasar bebas dengan menggunakan teori neo-merkantilisme. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan Uni Eropa terhadap kenaikan tarif impor mobil listrik dari Tiongkok pada tahun 2024. Metodologi yang digunakan yakni penelitian Kualitatif, melalui metode eksplanatif , dan dengan pengumpulan data studi pustaka. Kebijakan ini juga dilihat sebagai respons terhadap praktik perdagangan Tiongkok yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip pasar bebas, seperti subsidi pemerintah dan dumping harga. Dampak dari kebijakan ini mencakup peningkatan harga mobil listrik impor, perubahan dinamika pasar, dan peningkatan investasi dalam industri otomotif domestik Uni Eropa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi potensi risiko, seperti penurunan akses konsumen terhadap pilihan kendaraan yang lebih murah dan kemungkinan pembalasan perdagangan dari Tiongkok. Studi ini merekomendasikan bahwa Uni Eropa harus menyeimbangkan antara proteksi industri domestik dan menjaga prinsip-prinsip pasar bebas untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar global.
Peran Dunia Islam dalam Membangun Perdamaian Global: Perspektif Hubungan Internasional Munandar, Aris Munandar; Susanti, Endang
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i1.4707

Abstract

Islam dan perdamaian adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain, karena Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Sehingga sudah menjadi keniscayaan bagi umat Islam untuk berkontribusi aktif dalam upaya mewujudkan dan memelihara perdamaian dunia. Makalah ini bertujuan menganalisis peran politik Islam dalam kontribusi perdamaian di dunia internasional. Politik Islam sebagai subjek aktif dalam perdamaian global di artikel ini dibagi ke tiga tingkatan, yaitu individu, negara, dan global. Pendekatan analisis konsep terhadap tiga tingkatan ini diambil dari kajian ilmu Hubungan Internasional. Untuk tingkatan individu, penerima Nobel Perdamaian dapat dijadikan salah satu tolak ukur analisis. Karena penghargaan tersebut merupakan pengakuan internasional. Pada tingkat negara, artikel ini mengambil contoh peran Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Sedangkan pada tingkatan terakhir yaitu global, beberapa organisasi seperti Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Liga Arab, dan Liga Muslim Dunia menjadi organisasi yang representatif untuk melihat sejauh mana peran politik Islam dalam memelihara perdamaian dunia.
NEGATIVE PEACE KONFLIK AZERBAIJAN DAN ARMENIA DI KAWASAN NAGORNO-KARABAKH PADA 2023-2024 Firdaus, Muhammad Ikhsan; Anggresti, Refatika; Hanggarini, Peni
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4869

Abstract

Sejak 1988 Nagorno-Karabakh menjadi wilayah rebutan antara Azerbaijan dengan Armenia. Penelitian ini mengkaji konsep negative peace dalam konflik Azerbaijan-Armenia pasca serangan terakhir Azerbaijan pada 20 September 2023, yang dimana serangan ini memenangkan Azerbaijan, dan membuat Azerbaijan kembali menguasai Nagorno-Karabakh. Azerbaijan berupaya merebut kembali Nagorno-Karabakh untuk memulihkan kedaulatan, sementara Armenia melakukannya demi kepentingan etnis dan stabilitas domestik. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan mempelajari dokumen, yang tersedia. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa konflik ini masih berada pada fase negative peace, kondisi dimana kekerasan berhenti, tapi tanpa menyelesaikan akar masalah konflik Nagorno-Karabakh. Belum adanya sistem, atau kesepakatan damai antara Azerbaijan dengan Armenia juga membuat konflik ini masih pada tahap negative peace.
Perspektif dan Implikasi Dilema Keamanan dalam Hubungan Bilateral Tiongkok – India Davega, Nazwa
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.3056

Abstract

ABSTRAK Dilema Keamanan merupakan konsep dalam studi Hubungan Internasional yang mengungkapkan bahwa setiap upaya yang dilakukan oleh negara untuk keamanan dan kepentingan nasionalnya akan dipersepsikan sebagai ancaman oleh negara lain. Dalam penelitian ini penulis melihat Dilema Keamanan dalam Hubungan Bilateral China-India yang dipenuhi oleh persaingan yang berawal dari ketegangan perebutan wilayah. Selain itu terdapat implikasi dari adanya Dilema Keamanan Hubungan China-India terhadap stabilitas Indo-Pasifik terutama pada aspek militer, aliansi negara dan perebutan hegemoni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka yang memberikan penjelasan kritis dari berbagai sumber tertulis yang mendukung penelitian. Kata kunci: China-India, Dilema Keamanan, Indo-Pasifik 
Intervensi China dalam Mediasi Perdamaian Arab Saudi dengan Iran Laksana, Canta Bayu; Hanggarini, Peni
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4390

Abstract

This paper aims to analyze China’s intervention in mediating peace between Saudi Arabia and Iran. The discussion focuses on China's soft power strategy as a mediator between these two Middle Eastern countries, which have long experienced tense relations. This issue is considered significant, as the success of the mediation not only affects regional stability but also reflects shifting global power dynamics and highlights China's growing role in international geopolitics. The research adopts a qualitative method, employing Joseph Nye’s soft power theory as an analytical framework to understand how China builds its influence through non-coercive means, particularly economic cooperation and diplomacy. Data were collected through literature review and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings indicate that China’s success as a mediator is largely attributed to its economic diplomacy and neutral stance, which fostered trust from both parties. These results underscore the importance of soft power in expanding global influence and present a viable alternative to conflict resolution that does not rely on military force. This study contributes to the field of international relations and Middle Eastern geopolitics by emphasizing the necessity of strengthening non-coercive diplomacy as a means to maintain regional stability and build long-term peace.
Dampak Keikutsertaan Indonesia dalam Upaya Penanganan Krisis Kemanusiaan Myanmar Tahun 2017-2021 Indradipradana, Ramaldy Krisna; Sari, Bevita
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4808

Abstract

Negara di dunia menginginkan kondisi dunia yang damai, namun perdamaian dunia dapat terwujud apabila setiap manusia dapat saling menghormati nilai keberagaman dan kebebasan. Krisis kemanusiaan di Myanmar termasuk krisis yang dipicu dari kehidupan di sektor politik yang tidak stabil yang timbul karena adanya diskirminasi. Indonesia tergabung ke dalam PBB berkomitmen dalam mempertahankan perdamaian dan keamanan global. Pada krisis kemanusiaan Myanmar, Indonesia telah melakukan berbagai upaya baik jangka pendek maupun panjang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berfokus pada dampak yang diterima Indonesia dari keikutsertaannya dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di Myanmar pada tahun 2017-2021 dengan pengumpulan data memanfaatkan internet-based research. Selain itu, konsep kepentingan nasional dimanfaatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ada empat dampak yang ditimbulkan dari keikutsertaan Indonesia dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di Myanmar diantaranya meningkatnya citra positif Indonesia dalam jangka pendek karena kemampuannya membuka akses ke Myanmar, memperkuat perannya sebagai Mediator-Integrator dalam jangka menengah, serta menpererat hubungan bilateral Indonesia-Myanmar dan meningkatkan diplomasi Indonesia dalam menghentikan kekerasan dalam jangka panjang.
Perlawanan Perempuan Amungme terhadap Kapitalisme Ekstraktif di Mimika Papua Tengah (2023) Pratama, Putra Agung
Mondial: Jurnal Hubungan Internasional Vol 2, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Al-azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/mondial.v2i2.4706

Abstract

Penelitian ini menganalisis perlawanan perempuan Amungme terhadap kapitalisme ekstraktif di Papua melalui pendekatan Ekonomi Politik Internasional (EPI). Dengan metode kualitatif yang meliputi wawancara mendalam dan observasi partisipatif, studi ini mengkaji bagaimana industri ekstraktif global beririsan dengan dinamika gender lokal dan perlawanan masyarakat adat. Temuan penelitian mengungkap bahwa perlawanan perempuan Amungme terhadap operasi pertambangan tidak hanya merupakan strategi bertahan hidup secara ekonomi, tetapi juga tantangan politik terhadap modal transnasional. Resistensi mereka diwujudkan melalui inisiatif perlindungan tanah, pelestarian budaya, dan jejaring advokasi yang mengganggu struktur kekuatan EPI konvensional. Studi ini berkontribusi pada kajian kritis EPI dengan menempatkan agensi perempuan adat sebagai pusat dalam konflik sumber dayaKata kunci: Kapitalisme ekstraktif, perempuan Amungme, Ekonomi Politik Internasional (EPI), perlawanan masyarakat adat, konflik sumber daya.

Page 2 of 2 | Total Record : 20