cover
Contact Name
Ariangga Ramadhansyah
Contact Email
aramadhansyah@gmail.com
Phone
+6289509556532
Journal Mail Official
al.atsar.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Jl. M.H. Thamrin Gang Kepodang No. 5 Jember Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Atsar Jurnal Ilmu Hadits
ISSN : -     EISSN : 29856752     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1
Core Subject : Religion, Education,
AL-ATSAR adalah Jurnal Ilmu Hadits yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Al-Atsar dipublikasikan dalam bentuk online dan cetak berfokus pada empat topik utama: Tokoh Hadis, Fikih Hadis, Kitab Hadis, Kritik Hadis, Living Hadis dan Aplikasi Hadis.
Articles 90 Documents
استقرار الوطن؛ أسباب تحقيقه، وعوامل زواله على ضوء السنة النبوية (دراسة حديثية) Tondodiningrat, RM Isfaul Choiry
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.485

Abstract

مما علمنا أن الحديث النبوي أحد الأصلين في ديننا الإسلام. وهو يبين كل شيئ يحتاجه الإنسان في حياته الدنيوية. ومما وجهه لنا الشرع فيه الأمور التي يتحقق بها استقرار وطننا. وهذا البحث يركز على الكلام عن توجيهات النبي صلى الله عليه وسلم التي بها استقر الوطن، والتحذير من أسباب عدم استقراره على واقع المسلمين المعاصر، والتنبيه عن وقوعها، والتوجيه في كيفية دفعها وردها، وتؤكد على أهمية الاعتصام بالسنة النبوية وما جاء عن الأخبار التي تخص هذا الموضوع. ويسعى هذا البحث على تحقيق الأهداف التالية: معرفة الأسباب التي استقر بها الوطن، والعوامل التي تزيل الاستقرار والأمن، والتوجيه في التعامل مع تلك العوامل وكيفية السلامة منها. وهذا البحث مكتبي يقوم على المنهجين التحليلي والاستقرائي. ومن أهم نتائج هذا البحث أننا نجد أن أهم أسباب استقرار الوطن وأمنه: العلم، وطاعة ولاة أمور المسلمين، والاجتماع، والاعتدال، وأداء الأمانة والوفاء بالعهد، والحلم والتثبت في نقل الأخبار، وأن أخطر عوامل زواله الجهل، والعصيان والخروج عن ولاة أمور المسلمين، والاختلاف والافتراق، والغلو والتطرف، والخيانة ونقض العهد، والاستعجال وعدم التثبت في نقل الأخبار. كلمات المفتاحية: استقرار الوطن، الأسباب، العوامل، السنة النبوية.
PERAN MATA KULIAH HADIS SIYASAH IMARAH DI PRODI ILMU HADIS STDI IMAM SYAFI’I JEMBER DALAM MENJAGA STABILITAS POLITIK NEGARA Hakim, Firdausa Sausan; Hani'a, Salsabila; Murtini, Nurul Budi
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.487

Abstract

ABSTRACT Political stability is an ideal condition that every country aspires to. The realization of this stability cannot be separated from its forming aspects. Islam has provided a perfect life guide for its people. No exception in this realm. The Hadith Science Study Program of STDI Imam Syafi'i Jember in its academic curriculum has compiled a syllabus that discusses the aspects of forming political stability extracted from the hadiths. The syllabus is contained in the Hadith Siyasah Imarah Course. This study aims to determine the role of Hadith Siyasah Imarah Course in Hadith Science Study Program of STDI Imam Syafi'i Jember in maintaining political stability. This research uses a qualitative approach with a type of literature study research. This research uses secondary data obtained through literature review. The results showed that the Hadith Siyasah Imarah Course contains two main aspects: (1) Leadership ethics and (2) Muamalah of the people to the ruler. The inclusion of these two aspects shows that the Hadith Siyasah Imarah Course has a major role in maintaining political stability as a source of scientific Islamic studies based on the understanding of the salafush shalih with more reachability and intensive internalization. Keywords: Hadith, Siyasah, Imarah, Stability, Politics. ABSTRAK Stabilitas politik adalah kondisi ideal yang didambakan setiap negara. Terwujudnya stabilitas ini tidak lepas dari aspek pembentuknya. Agama Islam telah memberikan panduan hidup yang sempurna bagi umatnya. Tidak terkecuali dalam ranah ini. Prodi Ilmu Hadis STDI Imam Syafi’i Jember pada kurikulum akademiknya telah menyusun silabus yang membahas aspek pembentuk kestabilan politik yang digali dari hadis nabawiyyah. Silabus tersebut termuat dalam Mata Kuliah Hadis Siyasah Imarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Mata Kuliah Hadis Siyasah Imarah di Prodi Ilmu Hadis STDI Imam Syafi’i Jember dalam menjaga stabilitas politik negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mata Kuliah Hadis Siyasah Imarah memuat dua aspek besar: (1) Nilai-nilai kepemimpinan dan (2) Etika muamalah rakyat kepada pemimpin. Dimuatnya dua aspek tersebut menunjukkan bahwa Mata Kuliah Hadis Siyasah Imarah memiliki peran besar sebagai sumber kajian keislaman ilmiah yang berdasarkan pada pemahaman para salafush shalih dalam menjaga stabilitas politik. Kata Kunci: Hadis, Siyasah, Imarah, Stabilitas, Politik.
HADIS LARANGAN MENYEBARKAN BERITA YANG TIDAK JELAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP STABILITAS POLITIK NEGARA Azzam, Muhammad; Fishawar Fathan Madany
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.493

Abstract

Hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang berupa perkataan, perbuatan, persetujuan serta sifat fisik dan karakter. Stabilitas politik adalah keseimbangan kekuasaan suatu pemerintahan sehingga dapat berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. Banyak ditemukan ketidakstabilan politik sebuah negara disebabkan tersebarnya berita yang tidak jelas. Aksi demonstrasi hingga pemberontakan seringkali dipicu oleh berita yang tersebar yang menimbulkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah yang berkuasa. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis derajat dan penjelasan hadis larangan menyebarkan berita yang tidak jelas serta pengaruhnya terhadap stabilitas politik negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadis larangan menyebarkan berita yang tidak jelas merupakan hadis yang shahih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Hadis tersebut berisi larangan qiila waqaal, di antara maknanya adalah menyebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya. Banyak dalil-dalil lain dari al-Quran dan al-sunnah serta perkataan para sahabat yang memerintahkan untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan berita. Hadis ini mencela perilaku seseorang yang menceritakan berita tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Hadis ini merupakan kaedah penting bagi setiap warga negara sebagai salah satu sumber informasi. Dengan mengamalkan hadis ini, setiap warga negara akan lebih selektif dalam menyampaikan infromasi serta bijak menimbang maslahat dan mudarat dalam menyampaikan sebuah beritameskipun benar, sehingga dengannya stabilitas politik negara tetap terjaga.
HOW TO DEAL WITH AN ECONOMIC RECESSION FROM HADITH PERSPECTIVE Prasetyo, Abdullah Alifuddin; Arrohman, Eprom Rijal
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.498

Abstract

The economic stability of a country is a core foundation that must be well maintained by its people, also it depends greatly on how its peoples interact with the economy. One of the problems that threatens the economic stability of a country is a recession, an economic problem that every country tries to prevent and avoid. Allah is the All-Provider, He provides humans with sustenance non-stop daily. Allah and His messenger have guided the people through the Al-Qur’an and hadith so that they could deal with economic problems such as a recession. The goal of this research is to examine the definition of recession, its causes, and to convey the solutions to an economic recession from the perspective of hadith. The approach of this research is library research, and the technique for data analysis is content analysis from books, journals, and websites. The results of this study concluded that: (1) Recession is a period of decline in economic activity. (2) The causes of an economic recession are many, such as inflation and an imbalance between production and consumption. (3) There are several solutions to deal with recession from the perspective of hadith.
Kohesi Sosial dalam Perspektif Hadis Nabawi dan Pengaruhnya terhadap Stabilitas Negera G. W., Dinda Intan Azzahra; Taqna'in
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.501

Abstract

Kohesi sosial memiliki peran yang sangat penting untuk mewujudkan negara yang stabil, karena kohesi sosial adalah dasar dari semua perkembangan yang ada dan yang akan terjadi dalam masyarakat. Saat ini kohesi sosial masih menjadi pekerjaan rumah bagi negeri kita Indonesia, karena keamanan di sejumlah daerah sedang terkoyak megisyaratkan bahwa kohesivitas sosial dalam masyarakat saat ini sedang rapuh disebabkan oleh ulah segelintir masyarakat yang tidak mau bekerja sama untuk mentoleransi dan memahami perbedaan yang ada. Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah contoh dalam penerapan kohesi sosial, melihat setelah kedatangan beliau ke Madinah untuk hijrah dari Makkah, aspek yang pertama kali diperhatikan dan dibentuk oleh beliau adalah kohesi sosial antara kelompok yang berbeda, bukan aspek keuangan, aspek geografi atau aspek-aspek yang lain. Tindakan Nabi menunjukkan bahwa kohesi sosial merupakan landasan fundamental yaitu prinsip mendasar yang digunakan sebagai landasan untuk membangun komunitas yang damai, aman, harmonis, dan maju. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melalui teknik analisis deduktif. Adapun artikel ini berkebutuhan untuk menunjukan pengaruh kohesi sosial terhadap terciptanya stabilitas negara juga perspektif hadis Nabi tentang hal ini. Kata Kunci: kohesi sosial, stabilitas sosial negara, hadis.
URGENSI HADIS NABI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN KESENJANGAN SOSIAL DI INDONESIA Yumarnis, Auliya Wafi; Hendri Waluyo Lensa
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.503

Abstract

Poverty and inequality are two things that are interrelated. These two things are still a social problem for Indonesia today. The negative impact of poverty and social inequality continue to emerge from the small scale to the wider community. The hadiths of the Prophet are one of the sources of Islamic teachings that have explained various conditions of society, morals, and the solutions to the problems of society, including the problem of poverty and social inequality. The purpose of research is to present the hadiths of prophets associated with poverty and social inequality, to point out scholars' explanations to the hadith, and to describe how poverty reduction and social inequality are based on the prophet's hadith. Researchers use a qualitative approach with the type of literature study, the study by which the object uses library data of books and scientific articles as an archive for data. This study explains the urgency of the hadiths of the prophet inherent in efforts to alleviate poverty and social inequality that occur in Indonesia. The result of this study indicates that alleviating poverty and social inequality in Indonesia can be done by improving the mindset and behavior in accordance with the hadiths of the Prophet Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Keywords: Hadith, Poverty, inequality   ABSTRAK   Kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dua hal ini masih menjadi permasalahan sosial Negara Indonesia hingga saat ini. Dampak negatif dari kemiskinan dan kesenjangan sosial terus bermunculan, mulai dari lingkup kecil hingga lingkup masyarakat luas. Hadis-hadis Nabi yang merupakan salah satu sumber ajaran agama Islam telah menjelaskan berbagai kondisi masyarakat, aturan-aturan dalam bermuamalah, serta solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat, diantaranya adalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Sehingga tujuan dari penelitian adalah dapat menyajikan hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesenjangan sosial, menyebutkan penjelasan dari para ulama terhadap hadis tersebut, serta memaparkan bagaimana upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial berdasarkan hadis Nabi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, yakni penelitian yang objek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku dan artikel ilmiah sebagai sumber data. Penelitian ini menjelaskan urgensi hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan sosial di Indonesia dapat dilakukan dengan memperbaiki pola pikir dan tingkah laku yang sesuai dengan hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam.   Kata Kunci: Hadis, Kemiskinan, Kesenjangan Sosial 
المطابقة النحوية بين الفعل والفاعل في الحديث النبوي: دراسة نقدية حول حديث يتعاقبون فيكم ملائكة Abdillah, Ridho; Abu Hurairah; Zusuf Affandi
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 2 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i2.566

Abstract

الحديث النبوي أصل من أصول النحو ومصدر من مصادر الاحتجاج فيه. فقد اهتمّ النحويون بالأحاديث النبوية عند تقعيداتهم للمسائل النحوية واستشهدوا بها. ومنها، استشهد واحتجّ بعض النحاة بحديث (يتعاقبون فيكم ملائكة) في جواز المطابقة بين الفعل والفاعل في التثنية والجمع إذا تقدم الفعل، وسموا هذه المطابقة النحوية بـ"لغة (يتعاقبون فيكم ملائكة)". والأصل أن الفعل يجب أن يطابق الفاعل في الإفراد والتثنية والجمع عند تقدم الفاعل، وأن يطابق الفعل الفاعل في الإفراد حين تقدم الفعل على الفاعل. وهدف البحث الحالي إلى التعرف على مدى صحة الاستشهاد والاحتجاج بحديث (يتعاقبون فيكم) في المطابقة بين الفعل والفاعل في التثنية والجمع، والتعرف على أثر هذا الاستشهاد والاحتجاج في تقصي مسألة المطابقة بين الفعل والفاعل في التثنية والجمع حالة تقدم الفعل على الفاعل.  واستخدم البحث المنهج الوصفي التحليلي الاستقرائي. وقد توصل البحث الحالي إلى صحة الاستشهاد والاحتجاج بحديث (يتعاقبون فيكم) في مسألة المطابقة بين الفعل والفاعل في التثنية والجمع عند تقدم الفعل، وأن هذه المطابقة معهودة في اللغة العربية، وأن هذه اللغة فصيحة لا يجوز تخطئة استخدامها، وإن لم تبلغ درجة الشيوع.
الأحاديث التي استدل بها النووي على خلاف مذهبه في أبواب العبادات من شرح صحيح مسلم Hasan Ayatulloh Asyari, Emha; Aly, Fatahillah
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.571

Abstract

فإنّ من المتقرر عند أهل السنة أجمع أن الدين محفوظ، والقرآن والسنة كمصدرَي التشريع محفوظان، والسلامة في الدين باتباعهما، ولا سبيل إلى تحقيق الفوز والفلاح إلا بالتمسك بهما، ولا الحظي بطريق الحق ومذهب الأصوب إلا بالرجوع إليهما، نابذًا مسلك أهل الأهواء وأهل التعصب وكل منحرف عن طريقهما. والحق أنه لابد من أن يعلم، أن مذهبًا من المذاهب إنما هو طريق للوصول إلى اختيار عمل صحيح راجح بدليل صحيح واستدلال مستقيم، وإن تبيّن خلافهما فتعيّن الأخذ بالأوفق للدليل لا للمذهب، وقد أكد هذا الأصل أصحاب هذه المذاهب الأربعة وأئمتها المتبوعين. فدل كلامهم على تعظيمهم للسنة وشدة اتباعهم لها، واتخاذهم طريق سلف هذه الأمة في العبادة والمعاملة وغيرهما، فلا يجيزون خلاف ذلك بل ولا يرضى لأحد من أتباعهم إلا الاتباع دون التعصب المذهبي مقابل النصوص. . والمذهب الشافعي من أكثر المذاهب الفقهية انتشارًا، ويُعدّ مذهبًا سائدًا أو غالبيًّا في بلد إندونيسيا، حتى تَسمّى كثير من أبنائها بأسماء علمائه، ومن هؤلاء العلماء الذين تأخر عنهم: الإمام أبو زكريا يحيى بن شرف النووي (677ه)، حيث كثر مصنفاته في المذهب كالمجموع شرح المهذب، وروضة الطالبين، ومنهاج الطالبين، واعتُمد كلامه فيه حتى قيل: إذا اختلف كلام النووي والرافعي، فالمعتمد ما جزم به النووي. وهذا البحث يهدف إلى كشف وتحليل الأحاديث التي استدل بها النووي خلاف مذهبه خلال شرح صحيح مسلم المسمى بالمنهاج، وسيبرز هذا البحث على أن الأئمة مع كونهم أئمة في المذاهب فإنهم لا يقلدون مذاهبهم وقدموا السنة على غيرها، وإن خالفها أقوال أئمتهم.
USAHA IMAM MUHADDITS SYAIKH AL-ALBANI DALAM MENJAGA STABILITAS NEGARA Mulkan, Izzulhaq; Cahya, Nafis Pratama
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.576

Abstract

Syaikh Al-Albani merupakah tokoh muhaddits yang punya pengaruh besar di zaman sekarang yang juga terkenal dengan berbagai karyanya di ilmu hadis dirayah dan juga riwayah. Penulis mengangkat sisi baru dalam kehidupan beliau yang tidak ditinjau dari sisi keilmuan beliau terhadap hadis melainkan usaha yang beliau berikan dalam menjaga stabilitas negara, ditinjau dari hadis-hadis apa saja yang beliau dijadikan pijakan untuk menjaga stabilitas negara, paham beliau dalam hal tersebut serta apa yang beliau sarankan bagi masyarakat dan juga pemerintah dalam menjaga hal tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian bersifat kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research), sumber data utama diambil dari kitab Ta’liq Syaikh Al-albani “Hidayah Ar-Ruwah ila takhrij ahadis al-mashobih wal misykah” dan “Fitnah Takfiri” karya Syaikh Al-Albani. Kajian sebelumnya yang bertajuk judul ini adalah karya Ahmad Izzudin Abu Bakar “Strategi Rasulullah dalam Mengukuhkan Kestabilan Negara” yang diterbitkan di jurnal muallim Al-Quran wa Al-Sunnah Vol.14 No.2, berbeda dengan karya penulis karena tokoh yang diteliti penulis merupakan seseorang yang lebih dekat zamannya dengan muslim sekarang dengan harapan lebih mudah untuk diikuti. Temuan penelitian ini adalah adanya semangat beliau dalam menjaga stabilitas negara dengan 3 hal yaitu, banyaknya karya dan adanya paham beliau yang berkaitan dengan menjaga keamanan negara serta anjuran yang beliau berikan untuk pemerintah dan juga masyarakat agar terealisasinya stabilitas negara.
HADITS-HADITS TENTANG KEWAJIBAN MENDENGAR DAN TAAT KEPADA PEMIMPIN DAN PENGARUHNYA TERHADAP STABILITAS POLITIK NEGARA as-Sajid, Yusuf; Penataran, Roy Grafika
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 1 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i1.577

Abstract

Allah memerintahkan manusia untuk memenuhi apa yang Dia perintahkan dan menjauhi yang dilarang. Di antara perintah Allah adalah untuk mendengarkan dan mematuhi pemimpin. Ketaatan kepada pemimpin merupakan perintah agama yang berdampak pada peningkatan stabilitas politik negara. Banyak hadits yang menjelaskan kewajiban menaati seorang pemimpin. Namun, banyak dari umat islam tidak mengetahui dan mempelajari hadits-hadits tersebut. Sehingga menarik bagi peneliti untuk membahasnya. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, serta penggunaan pendekatan yang disesuaikan dengan tujuan utama penelitian, peneliti ingin membahasnya lebih detail. Peneliti juga membatasi pada hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Hadits-hadits tentang kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin adalah hadits-hadits yang sahih, sehingga dapat dijadikan sebagai hujjah. 2. Di antara perkataan ulama mengenai penjelasan hadits-hadits tentang mendengar dan taat kepada pemimpin adalah kewajiban agar tetap menaati pemimpin dalam situasi apa pun selama tidak dalam kemaksiatan, 3. Sebagai solusi untuk membangun stabilitas politik negara, adalah dengan mengamalkan apa yang disabdakan oleh Rasul dalam hadits-hadits kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin.