Al-Atsar Jurnal Ilmu Hadits
AL-ATSAR adalah Jurnal Ilmu Hadits yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafii Jember. Al-Atsar dipublikasikan dalam bentuk online dan cetak berfokus pada empat topik utama: Tokoh Hadis, Fikih Hadis, Kitab Hadis, Kritik Hadis, Living Hadis dan Aplikasi Hadis.
Articles
90 Documents
أثر الجماعة في استقرار الوطن
Bakhit Al Hujailiy, Muhammad
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.448
إن الأمن واستقرار الوطن من أعظم نعم الله على عباده فقال عن أهل مكة } أااوالَْ نُُا ه كِن لهَّمُْ ا حارمًا آمِنًا يُُْابَ إِلايْهِ اثَااراتُ كُ هِ ل ا شيْءٍ رِزْقًا مِن لَّدُنََّّ اولاكِنَّ أاكْثا ارهُمْ لاا ي اعْلامُون{]القصص: 57 ] ومن أعظم ما يحقق الامن والاستقرار اجتماع الكلمة والبعد عن الفرقة ولذا فإن نصوص الكتاب والسنة جاءت بالأمر بالاجتماع والنهي عن الفرقة ونوعت الدلالة على بيان أهميته، ولذا آثرت أن تكون مشاركتي في " الندوة العلمية الدولية الثانية لعلوم الحديث والتي عنون لها " استقرار الوطن على ضوء الحديث النبوي " بورقة عمل تسهم في تجلية أهمية الأمن ودور الجماعة في تحقيقه وذلك من خلال المحاور الآتية : الصفحة 3 - التعريف بالجماعة وبالوطن وبالأمن - أهمية الجماعة والأدلة على ذلك من الكتاب والسنة - موقف أهل السنة والجماعة من الجماعة - دور طاعة ولي الأمر في الاجتماع وتحقيق استقرار الوطن - موقف أهل البدع قديما وحديثا من الجمعة - خاتَة أذكر فيها أهم النتائج والتوصيا ت وهذا أوان الشروع في المقصود
تطبيق أحاديث السمع والطاعة للسلطان عند المحدثين وأثره في استقرار الوطن (الإمام أحمد نموذجا)
Ali Musri, Muawiyah;
Grafika Penataran, Roy
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.449
إن من الواجب على جميع المسلمين الحفاظ على استقرار الوطن وحمايته من أسباب اضطرابه ودماره سواء كانت أسبابا خارجية أو داخلية. ورسول الله ﷺ إمام الأمة ورئيس الدولة قد أرشد أمته إلى ما يجب على الحكام والمحكومين في تحقيق استقرار الوطن. وقد عمل بذلك أئمة أهل السنة وعلماؤهم، ومن هؤلاء الإمام أحمد بن حنبل رحمه الله أمير المؤمنين في الحديث، وقد أبتلي بمحنة عظيمة في حياته بحيث أجبر من قبل السلطان على أن يقر بما يخالف عقيدة السلف الصالح وهي بدعة خلق القرآن، ومع ذلك كان يسمع ويطيع لهم، ويصبر على أذاهم ولا يدعو المسلمين إلى الخروج عليهم. فأراد الباحث أن يذكر بعض مواقفه العظيمة في العمل بأحاديث السمع والطاعة ليستفاد منها في تحقيق استقرار الوطن أمنا وسياسيا واجتماعيا. فهدف هذا البحث هو معرفة تطبيق أحاديث السمع والطاعة للسلطان عند المحدثين وأثره في الاستقرار الوطن عند الإمام أحمد. وسيسلك الباحث المنهج الكيفي الاستقرائي ونوع البحث هو مكتبي. ومن نتائج البحث أن الإمام أحمد قد عمل بالأحاديث في وجوب السمع والطاعة للسلطان وذلك يعرف من خلال سيرته ومواقفه مع السلطان قولا وعملا، وهذا يؤثر في استقرار الوطن مما يؤدي ذلك إلى الأمن والطمأنينة وحماية دماء المسلمين. الكلمات المفتاحية: أحمد بن حنبل؛ السمع والطاعة؛ أحاديث.
Korelasi antara Hadis Larangan Risywah dan Hadiyat al-'Ummal dengan Undang-Undang Negara Republik Indonesia terkait Pelarangan Suap Menyuap dan Gratifikasi dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Negara
Izzadine, Aufi;
Kholis bin Kurdian, Nur
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.450
Risywah (bribery) and hadiyat al-‘Ummal (gratification) have become a common practice in some developing countries. Therefore, to anticipate such incidents, the government in our country has issued laws prohibiting the giving of tips, gifts, and the like to officials or state officials related to their work. This is stated in the hadith of the Prophet Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam specifically in the prohibition of giving and receiving bribery and gratuities. This study discusses the relationship between these hadiths and Indonesian laws related to the prohibition of giving and receiving bribery and gratuities. The purpose of this research is: (1) To find the correlation or relationship between Islamic teachings and laws that regulate the acceptance of bribery and gratuities in the context of law and morality, (2) To analyze the impact of accepting bribery and gratuities on the country's economic stability, thus providing further understanding of the importance of combating bribery and gratuities in the country's economic development and preventing losses for society. The methodology of this research is qualitative, using a literature review approach and referring to the opinions of experts in the field through classic and contemporary literature, online newspapers, social media, and interviews if needed. The results of this research are as follows: (1) The prohibition of giving and receiving bribes and gratuities is an important principle in Islam and is also emphasized in the laws of Indonesia. (2) The correlation between the hadith prohibiting bribery and hadiyat al-'Ummal with the laws on accepting bribes and gratuities is that both legal sources have the same purpose as the law, which is to prohibit corrupt practices and provide sanctions for the perpetrators. (3) Bribes and gratuities have an impact on the economic growth of the country.
Pemikiran Mahfud MD Tentang Politik Inspiratif Dalam Perspektif Hadis Dan Implementasinya Untuk Mewujudkan Stabilitas Negara
Firdaus, Rian Ahmad Ashab;
Kurnaini, Mohammad
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.451
Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas dengan beragam suku, ras, budaya dan agama. Dengan kondisi seperti ini potensi untuk terjadinya perpecahan sangat besar terutama menjelang Pemilu. Apabila perpecahan sampai terjadi maka hal ini dapat mengganggu stabilitas negara. Mahfud MD menjelaskan sebuah konsep yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan ini yang disebut politik inspiratif. Ajaran Islam melalui hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ juga telah memberikan pengajaran tentang politik inspiratif ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui definisi dari politik inspiratif, mendukung konsep ini dari perspektif hadis dan implementasinya untuk mewujudkan stabilitas negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah definisi politik inspiratif menurut Mahfud MD adalah menginspirasi dan mengajak sesama manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Semua indikator politik inspiratif yang disebutkan oleh Mahfud MD terdapat dalil dari hadis-hadis Nabi ﷺ yang mendukungnya. Implementasi dari politik inspiratif adalah dengan mengajak masyarakat melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan sehingga akan tercipta masyarakat yang madani, bertakwa, berbudi luhur, berakhlak mulia, jujur dan adil sehingga Allah ﷻ akan mengangkat pemimpin yang serupa sehingga stabilitas negara akan terwujud. Kata Kunci: Hadis; Politik Inspiratif; Mahfud MD; Stabilitas Negara.
Peran Imam Al-Auza'i dalam Menjaga Stabilitas Negara di Bidang Sosial
Maretiosa, Mega;
Husni Azizi, Nandang
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.452
Ditinjau dari keberagaman etnis serta keyakinan, umat muslim dan umat lainnya memang tidak betumpu pada titik keyakinan beragama yang satu, namun mereka bertumpu pada titik kemanusiaan yang mengarah pada kedamaian sosial. Pemerintah harus membentuk pola relasi antar masyarakat berdasarkan keadilan sosial. Karena seluruh warga negara berhak tinggal dengan harmonis di negaranya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Imam Al-Auza’i, seorang ahli hadis pada masa dinasti Abbasiyah, mendapat julukan sebagai bapak toleransi di Lebanon walaupun beliau bukanlah seorang pejabat pemerintah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Peneliti melakukan studi literatur atau kajian pustaka dengan mengumpulkan data-data yang relevan dengan tujuan penelitian. Peneliti dapat menyimpulkan dari hasil yang diperoleh, bahwa peran Imam Al-Auza’i dalam menjaga stabilitas negara di bidang sosial sangatlah penting. Meskipun saat itu Imam Al-Auza’i menolak untuk menjadi hakim. Namun, Maha Besar Allah yang telah mengatur segala pergerakan dan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial, menjadikan beliau tetap ikut andil dalam menjaga stabilitas sosial dengan metode yang unik dan hati-hati sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Beliau sangat menjunjung keadilan tanpa melihat ras dan agama. Tiga cara Imam Al-Auza’i yang patut ditiru dalam menjaga stabilitas sosial adalah kebijakan beliau dalam menanggulangi masalah diskriminasi dan gratifikasi yang terjadi antara umat nasrani dengan pemerintah muslim, membunuh kegoisan antar masyarakat dan pemerintahnya, dan penolakan terhadap persekusi yang dilakukan pemerintah muslim kepada masyarakat non muslim. Masyarakat pada saat itu merasakan keadilan sosial atas kearifan dan ketegasan Imam Al-Auza’i. Hal itu membuat Imam Al-Auza’i sangat dihormati oleh umat muslim dan umat lainnya. Kata kunci : Imam Al-Auza’i, stabilitas sosial, toleransi
Hadis-Hadis Bahaya Utang dan Pengaruh Utang Terhadap Stabilitas Perekonomian Negara
Nurhabibah, Hasyyati;
Lensa, Hendri Waluyo
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.458
ABSTRACT The consumptive lifestyle of most humans leads them into debt. As the world continues to evolve, people are competing to emulate the behavior of hedonism. The emergence of parties that provide loans with very easy access has made people's perceptions of debt commonplace. Not infrequently, debt becomes the only way to fulfill the needs of lust, and even though being easy on the debt will not expand the narrow economy, it will increase the burden of a sustainable life. In general, most people do not know the existence of the hadiths about the dangers of debt and do not realize the adverse effects of getting into debt in life. Therefore, researchers want to inform people about the existence of these hadiths so that people realize that the habit of being in debt can be self-defeating and create an unhealthy lifestyle. This research uses a qualitative approach with a literature study and library research method. The findings of this study show that: (1) there are hadiths about the dangers of debt, (2) there are factors that influence debt behaviour by the comunity, and (3) the habit of being in debt has a negative impact on the country's economic stability. Keywords: debt; society; economy; hadith. ABSTRAK Pola hidup konsumtif sebagian besar manusia menyebabkan mereka berutang. Zaman terus berkembang, masyarakat berlomba-lomba untuk meniru perilaku hidup hedonisme. Munculnya pihak-pihak yang memberikan pinjaman dengan akses yang sangat mudah membuat persepsi masyarakat terhadap utang menjadi lumrah. Tak jarang, utang menjadi satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan hawa nafsu padahal bermudah-mudahan dalam berutang tidak akan melapangkan ekonomi yang sempit justru akan menambah beban hidup yang berkelanjutan. Sebagian besar masyarakat belum mengetahui keberadaan hadis-hadis bahaya utang, dan tidak menyadari dampak buruk membiasakan utang dalam kehidupan. Budaya berutang ini tanpa sadar dapat menyebabkan krisis ekonomi dan memengaruhi stabilitas perekonomian negara. Peneliti ingin menginformasikan tentang adanya hadis-hadis tersebut supaya masyarakat menyadari bahwa kebiasaan berutang dapat merugikan diri sendiri, dan menciptakan gaya hidup yang tidak sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur/library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hadis-hadis tentang bahaya utang, (2) Terdapat faktor-faktor yang memengaruhi perilaku berutang oleh masyarakat, (3) Kebiasaan berutang memiliki dampak buruk terhadap stabilitas perekonomian negara. Kata kunci: utang; masyarakat; ekonomi; hadis.
Peran Yayasan HSI (Halaqah Silsilah Ilmiah) dalam Menjaga Stabilitas Sosial Negara di Era DIgital 4.0 melalui Penyebaran Hadis : Peran Yayasan HSI dalam menyebarkan hadis
Illahi, Dita Rahmawati;
Hanuun Azhari, Ariibah;
Yuhadi, Irfan
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.460
Era 4.0 ditandai dengan penyebaran informasi yang sangat cepat dan mudah diakses oleh semua kalangan. Perkembangan teknologi juga mengakibatkan sarana dakwah semakin berkembang pesat dan dinamis. Oleh karena itu, pengemasan dan substansi konten dalam berdakwah menjadi suatu hal yang sangat penting dalam bermedia. Menyebarkan konten yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan sunah, atau lebih parahnya tidak ada dalil yang menguatkannya akan mengikis keimanan dan akhlak terutama bagai seorang muslim. Halaqah Silsilah Ilmiyah hadir berdakwah di era 4.0 dengan memanfaatkan berbagai media sehingga dapat menjangkau masyarakat luas. Hal ini merupakan peran yang sangat penting dibutuhkan bagi negara untuk menjaga kestabilitasan dalam lingkup sosial. Dengan terbentuknya stabilitas sosial akan melahirkan kesejahteraan sosial yang merupakan salah satu tujuan berdirinya negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif melalui analisis data dan literatur yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Halaqoh Silsilah Ilmiyah mempunyai peranan dan pengaruh yang besar terhadap perbaikan akhlak, moral, dan sosial masyarakat Indonesia dalam menjaga stabilitas sosial negara.
Prinsip Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Profesi dalam Perspektif Hadis
Khumairo;
Budi Murtini, Nurul
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.461
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah komponen penting dalam menunjang stabilitas negara. Keseimbangan pemerintahan dalam berbagai aspeknya akan mengalami kepincangan jika tidak ada ketersediaan sumber daya manusia berkualitas dalam aparatur sipil negara. Pemerintah Indonesia menetapkan Undang-Undang yang mengatur prinsip ASN sebagai profesi sehingga kinerja ASN yang berkualitas dapat dibangun di atas prinsip tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membahas prinsip tersebut berdasarkan perspektif hadis dan menemukan hubungan antar keduanya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi pustaka (library research) yang dilakukan melalui pengumpulan data atau karya tulis ilmiah yang bersifat kepustakaan. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa prinsip yang terdapat dalam undang-undang ASN sebagai profesi sejalan dengan hadis. Peran hadis dalam membangun stabilitas negara tampak dari seragamnya prinsip dasar yang dipegang aparatur sipil negara sebagai profesi dengan perintah dan anjuran yang terdapat dalam hadis. Dengan hadis menyerukan nilai yang selaras dengan Undang-Undang dapat diambil kesimpulan bahwa memahami hadis dapat menjadi salah satu aspek yang mendukung stabilitas negara dengan mengamalkan kandungan yang ada di dalamnya dan mewujudkan keberadaan aparatur sipil yang sehat dan terpadu sehingga mendukung kemajuan perkembangan dan pembangunan wilayah dan pelayanan publik.
Pengaruh Figur Pemimpin Ideal terhadap Stabilitas Sosial Masyarakat: (Studi Analisis dalam Kitab Sahih Muslim Bab Siyasah Imaroh)
Kuntari, Azhar Dhiaa;
Nur Ihsan, Muhammad
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.463
Fungsi seorang pemimpin tidak hanya berpusat pada tata laksana dalam suatu wilayahnya. Seorang pemimpin adalah figur yang bisa menjadi teladan bagi orang yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga bisa memiliki pengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Artikel ini menggunakan literatur kepustakaan dan mengaitkannya pada beberapa contoh yang ada untuk memperoleh gambaran figur-figur seorang pemimpin yang baik sesuai dengan hadis-hadis tentang kepemimpinan yang terdapat pada kitab Sahih Muslim. Tujuan dari makalah ini adalah mengetahui figur seorang pemimpin yang ideal bagi masyarakat, pembahasan mengenai hadis pada kitab Sahih Muslim terhadap figur seorang pemimpin yang bisa menjadi teladan. Artikel ini menyimpulkan bahwa figur seorang pemimpin yang baik telah disebutkan di dalam syariat, di antaranya memiliki sifat yang adil, jujur, dan bijaksana.
الأساليب النّبوية في حبّ الوطن، وحمايته، وتنميته
Muhammad al-Anis, Abdussami
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.482
يتناول هدي النبي صلى الله عليه وسلم في حب الوطن، وأفانينه في هذا الحب، وتفصيل أساليبه في حمايته، وتنميته. وحبّ الإنسان لموطنه الذي عاش فيه وترعرع في أكنافه، أمرٌ يجده كل إنسان في نفسه، فهو غريزة متأصّلة في النفوس، تجعل الإنسان يستريح إلى البقاء فيه، ويحنّ إليه إذا غاب عنه، ويدافع عنه إذا هوجِم، ويغضب له إذا انتُقص.