cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB" : 5 Documents clear
Teknik Cuci Lahan (Soil Washing) untuk Remediasi Lahan Tercemar Minyak Bumi M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakekatnya, berbagai teknologi remediasi dapat dimanfaatkan bagi pemulihan lahan tercemar minyak bumi. Teknologi remediasi ini dapat digolongkan ke dalam empat cara dasar sesuai perubahan sifat yang dialami oleh kontaminan, yaitu cara fisika, kimia, termal, dan biologi. Cara fisika memanfaatkan sifat-sifat fisika dari minyak misalnya sifat kelarutan dan sifat adsorpsi-desorpsi; cara kimia memanfaatkan reaksi-reaksi oksidasi untuk memecah zat-zat beracun; cara termal memanfaatkan sifat-sifat penguapan minyak pada suhu tinggi; cara biologi memanfaatkan sifat biodegradasi minyak oleh mikroorganisme. Salah satu sifat minyak, yaitu sifat kelarutan, dapat dimanfaatkan untuk membersihkan tanah yang tercemar minyak bumi dengan teknik ekstraksi atau dengan teknik soil washing (selanjutnya disebut dengan istilah “cuci lahan”). Baik ekstraksi maupun “cuci lahan”, kedua-duanya bertujuan membersihkan tanah yang tercemar minyak, yaitu dengan cara mengambil minyak dari keterikatannya dengan tanah. Ekstraksi pada umumnya dilakukan dengan menggunakan solven organik, sedang cuci lahan menggunakan surfaktan.
Preservasi Amplitudo Gelombang Seismik Suprayitno Munadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preservasi amplitudo gelombang seismik dalam waktu dekat mendatang ini akan menjadi proses yang harus dikerjakan apabila kita ingin memanfaatkan rekaman seismik untuk karakteristik reservoir atau deteksi langsung hidrokarbon. Amplitude preserving migration akan segera masuk ke dunia industri setelah mengalami penyempurnaan di sana-sini. Preservasi amplitudo gelombang seismik ini walaupun ide dasarnya kelihatannya sederhana, tetapi realisasinya akan sangat berjasa dalam penemuan cadangan migas yang baru, terlebih-lebih di daerah yang sudah mature. Final stack section yang terdiri dari sejumlah trace yang amplitudonya terpelihara dengan baik akan memberikan informasi bawah permukaan yang lebih berdaya guna dari pada final stack section yang amplitudonya belum mengalami preservasi.
Efektivitas Katalis Padat Berpori pada Proses Hidrokonversi a.s. Nasution; E. Jasjfi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas katalis padat berpori pada proses hidrokonversi dipengaruhi oleh ukuran molekul umpan dan ukuran butir katalis- Molekul umpan dan butir katalis, yang berukuran besar dapat menurunkan laju difusi umpan dari fase bulk ke dalam pori katalis sehingga efektivitas katalis tersebut menjadi rendah (F <1)- Penurunan energi aktivasi reaksi dengan katalis berukuran besar menunjukkan suatu indikasi adanya pengaruh laju diffusi umpan dari fase bulk ke dalam pori katalis tersebut.- Efektivitas katalis padat berpori dapat mendekati (F  1), jika kecepatan difusi umpan dari fase bulk ke dalam pori katalis lebih besar daripada kecepatan reaksi umpan pada inti-inti aktif katalis.
Spektrum Geofisika Reservoir Suprajitno Munadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geofisika reservoir mempunyai spektrum yang cukup luas. Hal ini muncul sebagai akibat dari penelitian, pengembangan dan penerapan berbagai disiplin ilmu yang dimuarakan untuk kepentingan pemelajaran reservoir. Berbagai macam permasalan praktis yang muncul pada waktu melakukan pemelajaran reservoir memunculkan banyak pengethuan baru dan metodologi baru yang kemudian dimuarakan dalam spektrum geofisika reservoir. Bidang kajian Rock Physics tidak dimunculkan dalam spektrum geofisika reservoir karena topik ini ibarat gunung es yang muncul ke permukaan di geofisika reservoir akan tetapi sebagian besar dari body-nya malahan ada di ilmu dasar. Semua cabang ilmu tersebut berinteraksi dan menghasilkan produk-produk kombinasi yang kemudian menjadi alat atau metode pemelajaran reservoir yang canggih yang kita kenal sekarang ini.
Proses Alkilasi dan Peranannya dalam Pembuatan Bahan Bakar Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; E. Jasjfi; Morina Morina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka peningkatan program langit biru maka persyaratan bahan-bahan bensin diperketat sehingga diperlukan pembuatan komponen bensin berangka oktana tinggi (HOMC) dengan bantuan proses-proses katalitik. Alkilat berangka oktana tinggi dengan distribusi angka oktana homogen dan sensivitas rendah dan bebas dari olefin dan aromatik sehingga peranan alkilat tersebut cukup besar dalam pembuatan bensin bersyaratkan spesifikasi angka oktana motor (MON) di Eropa dan knock performance ( RON + MON)/2 di Amerika Serikat. Proses alkilasi adalah salah satu proses katalitik dalam pembuatan komponen bensin alkilat terbesar ketiga setelah komponen catalytic cracker gasoline dan reformat. Peranan alkilat menjadi lebih penting lagi dengan adanya pembatasan kadar olefin dan aromatik di dalam bensin ramah lingkungan. Katalis alkilasi padat sedang dikembangkan untuk mengurangi kerusakan lingkungan atas pembuangan katalis asam bekas. Unit pengolahan PERTAMINA mempunyai potensi cukup besar unit proses konversi yang memungkinkan dioperasikannya proses alkilasi, tetapi baru satu unit proses alkilasi dioperasikan pada UP III Plaju/S. Pakning.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue