cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB" : 7 Documents clear
Pengembangan Model Jaringan Pipa Salur Gas dengan Menggunakan Algoritma Sederhana Edward ML Tobing
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan pipa salur adalah alat transportasi gas alam yang mempunyai faktor keamanan yang cukup baik serta ekonomis. Jaringan pipa salur ini akan sesuai dengan kapasitasnya, bila didesain dengan optimal. Untuk mendesain atau mengevaluasi jaringan pipa salur gas yang optimal, dapat dilakukan dengan menggunakan model simulasi jaringan pipa salur gas. Model simulasi jaringan pipa gas dalam tulisan ini telah dikembangkan dengan menganggap aliran dalam pipa adalah steady state. Analisis terhadap aliran steady state dilakukan untuk menentukan distribusi tekanan aliran gas pada setiap node dan laju alir pada setiap(elemen penghubung node) leg, dimana sekurang-kurangnya satu harga tekanan node serta supply atau demand pada node lainnya diketahui. Dalam makalah ini, metode yang digunakan untuk menganalisis aliran steady state pada jaringan pipa gas adalah algoritma sederhana dengan ciri step-forward yang dikembangkan oleh Tian-Adewuni.Dalam metoda ini, harga tekanan node langsung dikoreksi dari setiap iterasinya berdasarkan ketidakseimbangan laju alir massa pada node tersebut, karena perkiraan harga tekanan yang digunakan untuk menentukan laju alir massa gas dalam pipa pada tahap iterasi sebelumnya belum tepat. Dengan menggunakan algoritma ini, maka dapat mengembangkan model simulasi jaringan pipa gas tanpa menggunakan matriks aljabar, dan dapat memecahkan masalah jaringan pipa gas dengan model jaringan Nodal.
Naturally Occuring Radioactive Material (NORM) di Pipa Sumur Produksi Minyak dan Gas Nuraini Nuraini; Erwansyah Lubis
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur produksi yang mengandung minyak, gas dan air formasi juga mengandung radionuklida yang disebut Naturally Occuring Radioactive Material (NORM) dari deret uranium dan deret thorium. Radionuklida anak-luruh dari deret ini akan terikut dalam proses dan terdeposisi bersama lumpur dan kerak di dalam peralatan maupun di pipa sumur produksi. Penumpukan radionuklidaini, mempunyai potensi memancarkan dosis radiasi dan penerimaan terhadap personel yang melakukan operasi perbaikan sumur, pembersihan kerak, dekontaminasi dan pengelolaan limbah NORM. Dalam hal ini perlu dilakukan adanya pengkajian keselamatan radiasi terhadap pekerja juga penerapan proteksi radiasi dalam pengelolaan limbah NORM tersebut.
Analisis Kebijakan Amdal dalam Mencegah Kerusakan Lingkungan pada Kegiatan Usaha Migas Yusni Yetti
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AMDAL sebagai suatu kajian mengenai dampak besar dan penting pada suatu kegiatan usaha yang direncanakan pada lingkungan hidup, diharapkan lebih efektif dan efisien karena merupakan satu-satunya dokumen lingkungan yang berkekuatan hukum dan merupakan dokumen publik. Penelitian ini bertujuan merumuskan kebijakan AMDAL yang efektif dan efisien dalammencegah kerusakan lingkungan pada kegiatan usaha Migas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian terdiri atas: descriptive analysis, principal component analysis, analytical hierarchy process dan focus group discussion dan total economi valuation. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kebijakan AMDAL Migas yang efektif dan efisien dilakukan melalui peningkatankualitas dokumen AMDAL, penguatan hukum dan kelembagaan AMDAL, dan penyempurnaan prosedur penyusunan AMDAL. Strategi implementasi dalam rangka peningkatan kualitas dokumen AMDAL dilakukan melalui peningkatan kualitas penyusun AMDAL dan penekanan pada substansi dokumen AMDAL. Strategi implementasi untuk penguatan hukum dan kelembagaan AMDAL Migas dilakukan melalui penguatan lembaga komisi dan tim teknis, persentase kontribusi migas yang lebih baik, serta penyempurnaan mekanisme keterlibatan masyarakat. Strategi implementasi untuk penyempurnaan prosedur penyusunan dilakukan dengan efisiensi waktu penyusunan dan pembentukan lembaga independen.
Efek Minyak Tanah dalam Minyak Solar 48 terhadap Sifat-Sifat Fisika/Kimia dan Kinerja Mesin Djainuddin Semar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengamati perubahan sifat-sifat fisika/kimia dan kinerja mesin yang memakai dua jenis bahan bakar yaitu minyak solar tanpa dicampur dengan minyak tanah dan minyak solar yang dicampur dengan minyak tanah. Minyak solar dan minyak tanah yang dipakai dalam studi ini berasal dari Pertamina. Hasil analisis minyak solar yang dicampur dengan minyak tanah menunjukkan bahwa sifat sifat fisika/kimia dan kinerja mesin lebih rendah daripada minyak solar tanpa dicampur minyaktanah. Hasil studi ini sebagai masukan ke Pemerintah dalam menentukan mutu minyak solar dan penempatan spesifikasi minyak solar mendatang.
Pengaruh Unsur Lanthanum (La) pada Katalis Fe-Zeolit dalam Pengolahan Limbah Cair yang Mengandung Fenol Dr. Oberlin Sidjabat
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan pertumbuhan proses industri, seperti industri migas, selain menghasilkan produk utama yang bermanfaat bagi masyarakat juga menghasilkan produk samping seperti limbah cair yang mengandung fenol. Limbah yang mengandung fenol sangat banyak dihasilkan pada industri migas sebagai limbah yang sangat berbahaya. Senyawa fenol bersifatkarsinogenik atau toksis yang dapat merusak kesehatan meskipun dalam konsentrasi rendah. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan maka limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu, sebelum dibuang ke lingkungan, sampai memenuhi persyaratan baku mutu yang diperbolehkan. Salah satu cara mereduksi limbah yang mengandung fenol adalah dengan mendegradasi fenoldengan bahan oksidator dan bantuan katalis. Percobaan degradasi senyawa fenol dilakukan dengan menggunakan proses katalitik yaitu dengan menggunakan katalis berbasis zeolit dengan logam aktif besi (Fe) dan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai bahan pengoksidasi. Katalis dipreparasi dengan metode impregnasi dan dikarakterisasi. Umpan yang digunakan mengandung fenol dengan konsentrasi 8 ppm. Pengaruhpenambahan unsur lanthanum (La) pada katalis tersebut juga diteliti dalam degradasi senyawa fenol menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Hasil percobaan menunjukkan bahwa aktivitas katalis dapat mengkonversi umpan yang hanya mengandung fenol rata-rata sampai 98%. Pengaruh penambahan unsur lanthanum (La)menunjukkan sedikit peningkatan konversi dibandingkan dengan katalis tanpa lanthanum. Sedangkan umpan yang mengandung campuran fenol dan hidrokarbon menunjukkan konversi lebih rendah dari pada umpan yang hanya mengandung fenol.
Pengaruh Pemakaian Minyak Lumas pada Komponen Mesin Diesel Melalui Uji Jalan Rona Malam K; Dimitri Rulianto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui penetapan waktu penggantian (drain interval) yang paling efektif dan ekonomis, serta untuk menganalisis problem gangguan serius dan kerusakan pada mesin kendaraan perlu dilakukan uji jalan dengan cara menganalisis karakteristik fisika-kimia minyak lumas baru dan minyak lumas bekas serta rating terhadap komponen mesin. Pada makalah ini disajikan hasilanalisis rating terhadap komponen kendaraan mesin diesel yang dipakai pada uji jalan setelah menempuh jarak 20.000 kilometer.Penelitian ini dilakukan dengan cara: merekondisikan mesin dengan mengganti beberapa komponen utama mesin dan melakukan penyetelan sesuai spesifikasi yang direkomendasikan pabrik pembuatnya; melakukan running-in sejauh + 1000 km; dan melakukan uji jalan dengan target pelaksanaan mencapai jarak tempuh 20.000 km, yang dilakukan terhadap 4 percontoh minyak lumas mesin diesel dengan 6 kendaraan uji dan kondisi operasi normal ± 300 km per hari meliputi route dalam dan luar kota. Berdasarkan hasil evaluasi rating beberapa komponen mesin yang terdapat pada 6 (enam) kendaraan uji, bahwa 4 (empat) jenis minyak lumas mesin diesel SAE 15W40, API CH-4 yang digunakan dapat digunakan sampai jarak 20.000 km.
Pengaruh Bahan Pengaktif Isopropil Alkohol dan Metanol dalam Proses Urea Dewaxing terhadap Spindle Oil (SPO) Raffinate Edi Gunawan
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urea Dewaxing adalah suatu proses pengambilan lilin dalam suatu minyak dengan urea. Untuk memperbaiki proses urea dewaxing biasanya perlu ditambahkan dengan bahan pengaktif, dalam penelitian ini digunakan isopropil alkohol dan metanol. Bahan pengaktif ini akan mengubah struktur urea dari tetragonal menjadi heksagonal dalam pembentukan kompleks dan jumlah bahan pengaktif optimum tidak tergantung dari jenis minyak di dewaxing. Kelebihan bahan pengaktif dalam proses tidak memberi efek baik terhadap proses pembentukan kompleks, tetapi malah dapat merusak kompleks. Proses ini tanpa menggunakan pelarut karena bahan pengaktif ini dengan mudah dapat melarutkan parafin dan ureanya terhadap bahan dasar spindle oil. Urea digunakan dalam bentuk kristal, makin banyak jumlah kristal sampai batas tertentu, semakin banyak nparafin yang dapat diperoleh, karena pembentukan kompleks semakin baik dan harga titik tuangnya semakin turun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isopropil alkohol mempunyai pengaruh yang lebih baik dalam melakukan proses urea dewaxing dengan pertimbangan harga titik tuang lebih rendah (-100C) , waktu pengadukan lebih singkat (2 jam), dan pengambilan lilin yang lebihbanyak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue