cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB" : 6 Documents clear
Seleksi Bakteri Penghasil Biosurfaktan dari Reservoir Minyak Sri Kadarwati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) bersaing secara ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan dengan teknologi perolehan minyak lainnya, karena MEOR tidak membutuhkan pengeluaran energi yang tinggi seperti pada pendorongan dengan uap, juga bahan kimia. Keberhasilan teknologi MEOR tergan-tung pada berbagai parameter antara lain mikroba dan bioproduknya. Kondisi temperatur di Indonesia memberikan efek pada aktivitas mikroba dalam reservoir. Bakteri dapat berkembang biak dengan sendirinya tanpa membutuhkan proses produksi yang mahal. Dalam penelitian ini diperoleh 82 isolat bakteri hasil isolasi dari sampel-sampel di reservoir minyak bumi, dan 10 isolat di antaranya mampu menghasilkan biosurfaktan. Dua isolat yang terpilih yaitu P106O15 dan P106T4 diidentifikasi berdasarkan sekuen gen 16S rRNA, diketahui bahwa P106O15 adalah Providencia rettgeri, dan P106T4 adalah Bacillus subtilis. Isolat P106O15 menghasilkan biosurfaktan mulai awal pertumbuhan hingga fase kematian sel, nilai tegangan antarmuka dapat mencapai 0,00 mN/m pada jam inkubasi ke 80. Sedang isolat P106T4 hasilnya sama, akan tetapi nilai tegangan antarmuka terendah sebesar 0,02 mN/m.
Ketidaktepatan dalam Pemakaian Model Saturasi Air dan Implikasinya Bambang Widarsono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saturasi air adalah besaran yang sangat penting dalam perhitungan akumulasi hidrokarbon di tempat dan cadangan. Saturasi air pada umumnya diperoleh melalui penerapan model saturasi air saat dilakukan analisis log open hole konvensional. Disebabkan oleh peran pentingnya data tersebut, berbagai model saturasi telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Dengan banyaknyajumlah model saturasi air maka pertanyaan yang masih selalu terdengar di kalangan praktisi adalah: model yang mana yang harus dipakai? Tulisan ini tidak bermaksud untuk memberikan jawaban yang konklusif tapi lebih sebagai usaha untuk mengaktualkan kembali problema yang telah dapat dianggap klasik ini. Dalam tulisan ini dibuktikan kembali diskrepansi estimasi saturasi air yang dapat terjadi dengan menggunakan lima model saturasi air. Demikian pula ditunjukkan efek dari diskrepansi tersebut pada estimasi akumulasi hidrokarbon. Hasil utama dari studi literatur dan hipotetikal ini adalah perlunya mengobservasi beberapa hal penting dengan tujuan untuk mereduksi diskrepansi dan ketidakpastian akibat kesalahan dalam pemilihan model saturasi air.
Pengaruh Penambahan Aditif Antioksidan dan Tekanan Ekstrim terhadap Ketahanan Oksidasi dan Ketahanan Beban Minyak Jarak Terdehidrasi E. Suhardono; Roza Adriany
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas minyak jarak sebagai bahan dasar rolling oil pernah dilakukan melalui proses dehidrasi parsial, baik dengan katalis atapulgit maupun zeolit. Dengan proses ini akan terbentuk ikatan rangkap baru, akibatnya indeks viskositasnya akan meningkat, sedangkan titik tuangnya akan menurun. Namun adanya ikatan rangkap tersebut, minyak jarak terdehidrasi menjadi tidak stabil dan mudah mengalami oksidasi. Untuk mencegahnya, perlu penambahan aditif antioksidan. Adanya ikatan rangkap pada posisi terkonyugasi dan terisolasi, diasumsikan dapat membentuk polimer bila ada tekanan dan panas. Sehingga dapat melapisi permukaan logam. Dengan demikian penggunaan aditif tekanan ekstrim dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa antioksidan dan tekanan ekstrim terhadap ketahanan oksidasi dan ketahanan beban (friksi), dengan demikian konsentrasi optimal dari pada aditif-aditif tersebut dapat diketahui. Aditif antioksidan yang digunakan adalah AP4387, Irganox L 109 dan TBHQ, sedangkan aditif tekanan ekstrimnya adalah AP-2337. Metodologi yang dipakai adalah dengan melakukan analisis terhadap minyak jarak murni, serta minyak jarak terdehidrasi sebelum dan sesudah penambahan aditif. Analisisnya meliputi penentuan bilangan asam, bilangan iod dan uji four ball. Dari hasil-hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa aditif antioksidan yang paling efektif adalah TBHQ. Konsentrasi optimalnya sekitar 0,12-0,24%. Sedangkan konsentrasi optimal aditif tekanan ekstrem AP-2337 adalah sekitar 3,5%. Minyak jarak terdehidrasi dapat melindungi permukaan metal dari goresan (friksi), jauh lebih baik daripada minyak jarak murni. Meskipun tidak sebaik aditif tekanan ekstrim.
Pengaruh Air dan Etanol terhadap Reaktivitas Hidrogenolisis Isoamil Alkohol pada Katalis Ni/Zeolit Triyono; Oberlin Sidjabat
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air, etanol (etilalkohol) dan isoamil-alkohol dapat membentuk larutan azeotroph. Di dalam limbah cair, keberadaan alkohol selalu didapatkan bersama-sama dengan larutan berair. Minyak fusel mengandung berbagai macam senyawa alkohol, seperti etanol dan isoamilalkohol. Di dalam penelitian ini, dilakukan proses hidrogenolisis antara campuran isoamil-alkohol dengan air dan juga campuran antara isoamil-alkohol dan etanol dengan masing-masing kadar air atau etanol yang divariasikan. Katalis yang digunakan adalah Ni/Zeolit dengan kandungan Nikel 0,4% berat yang dibuat dengan metoda impregnasi basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bila jumlah kadar air meningkat (bertambah) maka konversi isoamil-alkohol akan menurun (berkurang). Di lain fihak, bila jumlah kadar etanol meningkat (bertambah) maka konversi isoamil-alkohol akan meningkat (bertambah).
Kelayakan Ekonomi Pabrik Bioetanol Kapasitas 60 Kl Per Hari Danang Sismartono; Niken Atmi Sutrisningrum; Heru Prasetio
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menguji kelayakan ekonomi dengan studi kasus pabrik bioetanol kapasitas 60 kl per hari, hasil simulasi cashflow model ekonomi didapatkan harga jual bioetanol Rp 4.233 per liter dan indikator ekonomi IRR 17,99%, NPV Rp 7.816 Milyar, POT 6.1 tahun dan PI 1.15. Hasil tersebut merepresentasikan bahwa secara ekonomi pabrik bioetanol kapasitas 60 kl per hari layak untuk didirikan. Kelayakan ekonomi yang dihasilkan dapat digunakan oleh Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap dalam memutuskan kebijakan bisnisnya.
Tinjauan Kritis terhadap Periodisasi Undang-Undang Paten di Indonesia dan Hubungannya dengan Peningkatan Jumlah Paten Domestik Mercy Marvel
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghapusan pengaturan atau penghapusan penyebutan “ Pemeriksa Paten “ dari Undang-Undang Paten, tidak perlu dilakukan sebagaimana telah dilakukan pada ”Naskah RUU Paten”. Alasannya, karena Pemeriksa Paten mempunyai tugas utama membantu pemerintah dalam memberikan hak ekslusif paten pada masyarakat yang sesungguhnya mutlak diperlukan dalam Undang-Undang Paten sebagai payung hukum yang kuat. Penghapusan dan perubahan Pasal 51 dan Pasal 1 ayat (8) sangat bertentangan dengan semangat Pemerintah R.I yang justru mendorong lahirnya jabatan fungsional untuk mendukung profesionalisme dan akuntabilitas publik. Indonesia sampai dengan ketiga periodisasi Undang-Undang Patennya saat ini, selama 16 tahun belum mampu meningkatkan jumlah (%) pertumbuhan paten domestik yang didominasi oleh jumlah (%) pertumbuhan paten asing 92,56 %. Oleh karena itu untuk memperkuat Undang-Undang Paten ke depan, diperlukan bangunan Sistem Hukum Hak Kekayaan Intelektual, selain mampu melindungi lebih banyak lagi teknologi paten domestik yang berasal dari industri dalam negeri sendiri, tetapi juga harus dapat mendorong dan lebih mengutamakan kepentingan nasional.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue