Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB"
:
11 Documents
clear
Meramu Bensin Ramah Lingkungan dengan Pemanfaatan Butanol
Djainuddin Semar;
Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Butanol adalah suatu alkohol yang dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin bensin padapembakaran internal tanpa modifikasi mesin.Keuntungan dari butanol adalah angka oktana dan kandungan energinya tinggi, hanya sekitar10% lebih rendah daripada bensin. Butanol adalah hidrokarbon rantai panjang bersifat non-polar,tidak larut dalam air dan titik nyalanya tinggi, serta mempunyai tekanan uap rendah (0,3 psi).Kelemahan utama butanol adalah bersifat toksisitas, dan kenyataan pada proses fermentasibutanol (dapat dibuat dari ganggang, mahkota dewa, buah naga) memancarkan bau busuk.Membuat butanol dari minyak tidak menghasilkan bau tersebut, namun pasokan terbatas.Pengujian kinerja sepeda motor di atas dinamometer sasis. Hasil uji daya rata-rata terhadapwaktu akselerasi rata-rata mesin sepeda motor yang berbahan bakar bensin yang mengandung10% volume butanol (Bu10 ) lebih rendah 3,4% dibandingkan ketika memakai bensin yang tidakmengandung butanol (Bu0 ). Hasil uji konsumsi bahan bakar Bu10 dibandingkan dengan bensinBu 0 adalah meningkat 2,13%, sedangkan emisi gas buang nitrogen oksida, karbon monoksida,hidrokarbon dan karbon dioksida masing-masing lebih rendah.
Penanggulangan Tanah Terkontaminasi Limbah Minyak Menggunakan Teknik Bios (Skala Pilot)
Zulkifliani
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penanggulangan tanah yang terkontaminasi oleh limbah minyak memerlukan oil separationtechnology yang tepat dan tidak menimbulkan masalah lain. Salah satu usaha penanggulanganlimbah tersebut adalah menggunakan teknik yang terintegritas, feasible (efektif dan efisien) danramah lingkungan yaitu teknik Bios. Aplikasi teknik Bios untuk pengolahan tanah tercemar minyakskala pilot telah dilakukan pada studi ini dengan hasil yang baik. Tanah yang tercemar minyakdengan total hidrokarbon minyak (TPH-Total Petroleum Hydrocarbon) dengan rerata 33,59%dapat diturunkan menjadi 0,98%.). Di samping itu berdasarkan analisis laboratorium, minyakyang berhasil diambil kembali (oil recovery) masih dapat digunakan kembali sebagai oil feed dikilang.
Potensi Pengembangan CNG Darat (Terrestrial CNG) di Indonesia
Aziz Masykur Lubad;
Paramita Widiastuti
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi sumber energi utama di Indonesia hingga saatini. Namum demikian, tingginya harga minyak bumi dalam beberapa tahun terakhir telah mendorongkonsumen BBM mencari sumber energi alternatif yang lebih murah. Di tengah ketidakstabilandan tingginya harga BBM, gas bumi muncul sebagai salah satu sumber energi alternatif. Selainharganya lebih murah, gas bumi lebih ramah lingkungan. Sejauh ini, kendala utama pemanfaatangas bumi di Indonesia adalah ketersediaan infrastruktur transportasi gas bumi yang belum memadai.Jaringan pipa transmisi dan distribusi yang selama ini digunakan sebagai moda transportasi utamagas bumi di Indonesia memiliki beberapa keterbatasan seperti jarak sumber gas ke konsumencukup jauh sehingga secara teknis maupun keekonomian tidak memungkinkan dikembangkanjaringan pipa. Untuk mengatasi hal itu diperlukan suatu solusi alternatif yang ekonomis untukmenyalurkan gas bumi ke sektor konsumen yang membutuhkan. Salah satu solusi untuk mengatasikendala tersebut adalah dengan menggunakan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) yangsaat ini telah digunakan secara luas di beberapa negara seperti Amerika Serikat, India, Cina,Thailand dan lain-lain. Teknologi ini diharapkan mampu mengakomodasi kendala transportasi gasbumi ke konsumen-konsumen yang tidak terjangkau oleh infrastruktur jaringan pipa gas bumi.
Pembuatan Bahan Bakar Minyak Solar 48 Bertitik Nyala Minimum 55 0 C dan 52 0 C Melalui Cutting Distillation
Emi Yuliarita
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada saat ini batasan titik nyala yang ditentukan untuk minyak Solar 48 di Indonesia adalah minimum 60°C, yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Oleh karena itu penelitianini bertujuan untuk membuat minyak Solar 48 dengan titik nyala minimum 55oC dan 52oC denganmenggunakan metode cutting distillation. Proses cutting distillation dilakukan terhadapcampuran 50:50 minyak tanah dan minyak solar pada temperatur penguapan distilat berkisarantara 10% sampai 40% dari volume distilat. Sisa campuran bahan bakar yang diperoleh daripemotongan distilasi yang mempunyai angka setana paling mendekati 48 digunakan sebagaikomponen dasar untuk pembuatan minyak Solar 48 bertitik nyala 55o C dan 52oC. Kemudianfraksi nafta digunakan untuk membuat penyesuaian titik nyala.Berdasarkan hasil uji sifat-sifat fisika/kimia minyak solar 48 bertitik nyala 55oC dan 52oC yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sesuai dengan spesifikasi minyak Solar 48 yangberlaku di Indonesia sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006.
Rancang Bangun Adsorben Mercury Removal
Lisna Rosmayati;
Yayun Andriani;
Yusep K. Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagian besar gas bumi (natural gas) mempunyai kandungan merkuri dengan jumlah kecil(trace). Kehadiran merkuri dalam gas bumi sekalipun dalam jumlah yang kecil dinilai merugikankarena dapat menyebabkan korosi pada peralatan dan fasilitas proses di industri migas. Prosesadsorpsi merupakan proses yang paling sesuai untuk memisahkan merkuri dalam gas bumi dan rancang bangun alat adsorpsi merkuri merupakan salah satu solusi untuk meminimalkan kandungan merkuri dalam gas bumi. Kinerja alat rancang bangun adsorben mercury removal dengan kondisi percobaan menggunakan data optimum dari hasil aktivasi adsorben karbon yang telah dikarakterisasi. Kondisi optimum percobaan yaitu menggunakan adsorben karbon yang berukuran 70 mesh, diaktivasi pada temperature 700o C, direndam setelah aktivasi selama 12 jam dan posisi tabung adsorben vertikal. Hasil pengukuran merkuri (Hg) menunjukkan bahwa adsorben karbon aktif pada kondisi percobaan tersebut mampu menyerap merkuri (Hg) sebesar 27.629,94 μg/m3 .
Cadangan Strategis Minyak untuk Keamanan Energi Indonesia
Maizar Rahman
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gangguan pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak berakibat parah kepada perekonomian negara yang terkena, bahkan juga kepada situasi yang dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial politik. Untuk itu diperlukan cadangan penyangga energi untuk ketahanan energi negara tersebut. Keamanan energi Indonesia sudah dalam situasi rawan terhadap gangguan pasokan, baik dalam hal distribusi bahan bakar minyak di dalam negeri maupun dalam pengadaan impor minyak mentah untuk kilang-kilang di dalam negeri dan impor bahan bakar minyak Undang-undang dan peraturan-peraturan terkait sudah mengamanatkan ketersediaan energi penyangga ataupun cadangan strategis minyak bumi dan penyediaan bahan bakar minyak nasional. Disarankan agar Indonesia membangun simpanan minyak mentah dan bahan bakar minyak, pada tahap awal, sekurangnya untuk 30 hari impor.Tangki-tangki yang tidak terpakai sepenuhnya yang berada di Pertamina maupun di badan usaha kontrak kerja sama serta di depot-depot dan kilang-kilang dapat dimanfaatkan sebagai penyimpan cadangan minyak dan bahan bakar minyak. Kerja sama regional ASEAN harus lebih dikonkretkan, untuk dapat memperkuat keamanan energi para anggotanya, terutama di saat kritis atau kelangkaan pasokan.
Evaluasi Metode Estimasi Viskositas Kinematik Campuran Biner Base Oil dan Aditif Viscosity Modifiers (VMs)
Setyo Widodo;
Nelson Saksono;
Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyusunan formula minyak lumas selalu melibatkan pencampuran base oil dan aditif melalui tahapan estimasi dan formulasi skala laboratorium, dilanjutkan dengan produksi skala komersial. Parameter kunci dalam penyusunan formula adalah viskositas kinematik yang nilainya dapat dihitung secara teoretis dan pengujian laboratorium. Beberapa metode estimasi viskositas campuranyang dikenal antara lain persamaan Refutas, metode Wright, dan metode yang dikembangkan dan digunakan dalam American Society for Testing and Material (ASTM D 7152). Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari akurasi ketiga metode tersebut dalam memprediksi viskositas kinematik campuran biner base oil dan aditif. Sampel campuran biner tersusun dari dua jenis base oil mineral produksi PT Pertamina (Persero) dan aditif viscosity modifiers (VMs) produksi Lubrizol yang divariasikan pada kisaran konsentrasi 5-30 % berat. Nilai viskositas kinematik diukur pada temperatur uji 40 dan 100o C menggunakan cannon automatic viscometer series 2000 (CAV 2000) dengan mengacu pada metode uji ASTM D 445. Evaluasi data dilakukan untuk mendapatkan nilai persen average absolute deviation (%AAD) sebagai indikator akurasi hasil estimasi dari setiap metode dibandingkan dengan data empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai %AAD pada 24 data uji dari 12 sampel campuran biner dan temperatur uji 40oC adalah 10,56 %, lebih rendah dibandingkan persamaan Refutas dan metode ASTM, yaitu 41,19 dan 41,25 %. Pada temperatur uji 100o C nilai %AAD metode Wright adalah 15,03 %, lebih rendah daripada persamaan Refutas dan metode ASTM yaitu 39,15 dan 39,43 %. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode Wright memberikan nilai estimasi yang lebih akurat dibandingkan dengan persamaan Refutas maupun metode ASTM.
Analisis Tingkat Penguapan pada Minyak Lumas Transmisi
Milda Fibria;
Catur Yuliani R.;
M. Hanifuddin
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses transmisi roda gigi memungkinkan terjadinya slip yang mengakibatkan terjadinya pemanasan ekstrem di dalam gearbox. Kondisi ini selain dapat mengoksidasi minyak lumas dengan cepat juga akan menyebabkan penguapan berlebih yang berefek pada berkurangnya pelumasan hingga tidak mampu lagi melumasi dengan baik. Untuk mengetahui kehilangan minyak lumas, maka dilakukan pengujian terhadap beberapa minyak lumas transmisi roda gigi pada laboratorium semi-unjuk kerja minyak lumas. Dengan metode ASTM D 5800, minyak lumas dipanaskan pada suhu 2500C selama satu jam dengan tekanan 2 mbar menggunakan alat uji Noack evaporation tester. Hasilnya adalah pada beberapa minyak lumas roda gigi SAE 90, penguapan yang terjadi cukup besar bahkan mencapai lebih dari 30%. Sehingga pemilihan terhadap base oil dari pelumas haruslah diperhatikan.
Pemanfaatan Bakteri Thiobacillus Thioparus Untuk Mereduksi Kandungan Sulfur dalam Gas
Syafrizal Syafrizal;
Dianursanti Dianursanti
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu solusi untuk mereduksi kandungan sulfur menggunakan mikroba yang bersifat aerob. Jenis mikroba ini dapat mengoksidasi senyawa sulfur untuk menghasilkan energi. Bakteri sulfur dapat menyimpan dan menggunakan sulfur elemental atau komponen organik sulfur untuk metabolisme selnya. Dalam penelitian ini bakteri pereduksi sulfur yang digunakan adalah Thiobacillus thioparus, sedangkan senyawa sulfur yang digunakan natrium tiosulfat (Na2 S2 03) dengan konsentrasi 200,400, dan 600 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat ketahanan bakteri Thiobacillus thioparus terhadap variasi konsentrasi senyawa sulfur secara umum mengalami fase lag pada 12 jam periode inkubasi. Fase eksponensial terjadi pada periode ini, pertumbuhan bakteri yang sangat cepat selama 30 atau 36 jam dan mengalami penurunan populasi pada jam ke-54. Pada tiga perlakuan tersebut semakin tinggi konsentrasi substrat, maka aktivitas bakteri dalam laju reduksi akan semakin besar.
Penggunaan Infra Red Oil Analyser untuk Memantau Kondisi Minyak Lumas Mesin Diesel
M. Hanifuddin;
Milda Fibria;
Shinta Sari Hastuningtyas
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelaksanaan program analisis minyak lumas yang baik akan memberikan petunjuk kondisi minyak lumas selama pemakaian. Analisis ini meliputi karakteristik kandungan aditif, produk-produk oksidasi, dan adanya kontaminan yang terdapat pada minyak lumas. Sampel diperoleh dari minyak lumas hasil formulasi dan minyak lumas produksi Pertamina yang ada di pasaran yang diujicobakan pada kendaraan diesel penumpang. Sampling dilakukan pada jarak tempuh 0km, 5000 km, 10000 km, dan 15000 km. Kemudian dilakukan analisis menggunakan FTIR Oil Analyser, yang menghasilkan sembilan utama jenis pengukuran inframerah. Berdasarkan hasil uji menggunakan FTIR Oil Analyser, minyak lumas secara garis besar menunjukkan karakteristik yang bagus sampai jarak tempuh 15.000 km.