Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles
60 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 8 (2023)"
:
60 Documents
clear
Penerapan Menghardik Dan Terapi Musik Pada Pasien Skizofrenia Dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran
Suci Sulistyowati;
Ayu Pratiwi;
Tati Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gangguan jiwa atau sering disingkat ODGJ adalah suatu sindrom atau psikologis atau pola perilaku secara klinis, yang terjadi pada individu dan dihubungkan dengan adanya distress, disabilitas atau disertai adanya peningkatan resiko yang bermakna seperti kehilangan kebebasan, ketidakmampuan, menyebabkan sakit atau bahkan kehilangan nyawa. Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Pasien yang mengalami halusinasi biasanya merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Tujuan : Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemberian intervensi inovasi terapi menghardik dan terapi musik untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode: pemberian intervensi terapi menghardik dan terapi musik untuk mengontrol halusinasi pendengaran selama 3 hari dilakukan 1 hari 1x terapi selama 20 menit. Hasil : Dapat diperoleh pada pasien mengalami perubahan terhadap halusinasi pendengaran. Kesimpulan : Terdapat penurunan secara signifikan yang dialami pasien setelah diberikan terapi menghardik dan terapi musik. Saran : diharapkan terapi menghardik dan terapi musik dijadikan salah satu intervensi di Panti.
Penerapan Pemberian Terapi Psikoreligius: Dzikir Pada Pasien Dengan Gsp: Halusinasi Penglihatan Dan Pendengaran
Rika Apriliana;
Ayu Pratiwi;
Tati Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Halusinasi merupakan keadaan seseorang merasakan hasutan yang tidak nyata ditandai munculnya beberapa gejala seperti berbicara sendiri, tertawa sendiri, berusaha menghindar dari oranglain. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan sensorik dalam persepsi indra, ketidakmampuan untuk membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar), adanya persepsi yang salah tentang lingkungan tanpa benda. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptip dengan pendekatan observasional melalui studi kasus untuk memperoleh hasil penerapan terapi psikoreligius: dzikir pada pasien halusinasi. Tujuan: Menganalisis implementasi peneran terapi psikoreligius dzikir terhadap pasien halusinasi. Hasil: Studi kasus didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan implementasi selama 5 hari dengan penerapan psikoreligius: dzikir tanda dan gejala halusinasi penglihatan dan pendengaran menurun. Kesimpulan: Terapi psikoreligius: dzikir memberikan pengaruh terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi penglihatan dan pendengaran.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tumor Mandibula Sinistra Dengan Intervensi Pemberian Terapi Hipnosis 5 Jari Terhadap Penurunan Nyeri Post Op Di Ruang Mawar RSUD Kabupaten Tangerang
Indriastuti Fatimah;
Meynur Rohmah;
Riahta Sembiring;
Zahrah Maulidia Septimar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Tumor mandibula atau yang dikenal sebagai ameloblastoma adalah penyakit tumor jinak langka yang muncul pada bagian rahang, penyakit ini disebabkan akibat mutasi genetik hingga cidera pada rahang. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi penurunan nyeri post operasi pada pasien tumor mandibula dengan pemberian hipnosis 5 jari. Terapi hipnosis 5 jari adalah teknik relaksasi yang memepergunakan imajinasi lewat sebuah cara menyentuh jari – jari tangan lalu membayangkan bayangan menyenangkan untuk mengurangi rasa nyeri yang berlebih. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh hipnosis 5 jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi. Metode : Studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada Ny.S yang berusia 32 Tahun yang mengalami Tumor Mandibula Sinistra. Hasil : Berdasarkan studi kasus yang dilakukan penulis selama 3 hari dilakukan terapi hipnosis 5 jari dengan waktu 10 menit dan terdapat penurunan intensitas nyeri di setiap hari melakukan intervensi dari skala awal 8 menjadi skala 4. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi hipnosis 5 jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi hemimandibulektomi. Penyusun menyarankan hasil makalah ini dapat dijadikan referensi untuk menurunkan intensitas nyeri post operasi, dengan hasil berkurangnya skala nyeri serta dapat diimplementasikan oleh perawat ruangan.
Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Pada Pasien Isolasi Sosial
Kasifah;
Ayu Pratiwi;
Tati Suryati;
Mentari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang di alami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam (Townsend, 2019). Klien dengan isolasi sosial tidak mampunyai kemampuan untuk bersosialisasi dan sulit untuk mengungkapkan keinginan dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga klien tidak mampu mengungkapkan marah dengan cara yang baik. Tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien dengan isolasi sosial dilakukan tindakan generalis. Terapi Aktivitas Kelompok, terapi spesialis yang diberikan adalah dengan memberikan terapi Aktivitas Kelompok. (Sukaesti, 2019). Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan penerapan terapi aktivitas kelompok. Studi kasus didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan implementasi selama 5 hari dengan penerapan terapi aktivitas kelompok tanda dan gejala isolasi sosial menurun dari 10 turun menjadi 2 tanda dan gejala. Terapi aktivitas kelompok memberikan pengaruh terhadap penurunan tanda dan gejala isolasi sosial.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Eksisi Tumor Abdomen Dengan Intervensi Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Di Ruang Mawar RSUD Kab. Tangerang
Lutfiah Galuh Ayu;
Meynur Rohmah;
Riahta Sembiring;
Zahrah Maulidia Septimar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tumor abdomen adalah benjolan atau massa yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan yang tidak terkendali di abdomen. Metode metode yang digunakan adalah pengkajian kepada pasien, setelah pengkajian dilakukan implementasi Terapi Aromaterapi Lavender. Hasil hasil dari penulisan ini didapatkan intensitas nyeri pada pasien menurun dan pasien merasa rileks. Hasil ini didukung oleh jurnal yang digunakan yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri pada pasien post eksisi tumor abdomen. Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa terapi aromaterapi lavender efektif dalam penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Eksisi Tumor Abdomen.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Penerapan Intervensi Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pre Operasi Amputasi Di Ruang Mawar RSUD Kabupaten Tangerang
Lusia Amanda;
Meynur Rohmah;
Zahrah Maulidia Septimar;
Riahta Sembiring
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia, pada diabtes mellitus kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin dapat menurun atau pankreas dapat menghentikan sama sekali produksi insulin dapat menurun atau pangkreas dapat menghentikan sama sekali produksi insulin (Kusnaningsih, 2019). Tujuan : Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tentang pengaruh terapi relaksasi benson untuk menurunkan kecemasan pada pasien diabetes mellitus. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah mengimplementasikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Penerapan Intervensi Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pre Operasi Di Ruang Mawar Rsud Kabupaten Tangerang. Hasil Penelitian : Hasil karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para perawat sebagai tenaga kesehatan, pasien dan keluarga pasien dalam memberikan asuhan keperawatan dengan melakukan teknik relaksasi beson untuk menurunkan kecemasan pada pasien diabetes mellitus. Kesimpulan : Melakukan intervensi terapi relaksasi benson pada pasien efektif untuk menurunkan kecemasan pada pasien diabetes mellitus.
Penerapan Terapi Afirmasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran
Iis Sumiyati;
Ayu Pratiwi;
Tati Suryati;
Mentari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Halusinasi merupakan suatu bentuk persepsi atau pengalaman indera yang tidak terdapat stimulasi terhadap reseptornya. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensorik dalam persepsi indra,ketidakmampuan untuk membedakan rangsangan internal(pikiran) dan rangsangan eksternal(dunia luar) adanya persepsi yang salah tentang lingkungan tanpa benda. Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan penerapan intervensi afirmasi dan pengkajian langsung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi penerapan terapi afirmasi terhadap pasien halusinasi. Studi kasus didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan implementasi selama 5 hari dengan penerapan terapi afirmasi tanda dan gejala halusinasi pendengaran menurun dari 6 menjadi 2 tanda gejala. Terapi afirmasi memberikan pengaruh terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran.
Efektivitas Pemberian Terapi Psikoedukasi Pada Pasien Gangguan Proses Pikir : Waham
Erika Maharani;
Ayu Pratiwi;
Tati Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Waham merupakan suatu keyakinan yang salah dan dipertahankan dengan kuat oleh klien tanpa disertai bukti-bukti yang jelas dan nyata. Salah satu strategi yang dilakukan untuk membantu penyembuhan pada waham adalah Terapi Psikoedukasi. Terapi psikoedukasi membahas masalah pribadi dan masalah dalam merawat anggota keluarga. Dengan melakukan psikoedukasi maka seorang perawat akan dapat langsung memberikan pelayanan yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah. Tujuan : Dilakukannya penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui efektivitas Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Waham dengan pemberian Terapi Psikoedukasi di Panti Rehabilitasi Mental Griya Bhakti. Metode : Asuhan keperawatan dengan pemberian terapi psikoedukasi pada pasien selama 3 hari dilakukan 1 hari 1x terapi selama 10-15 menit. Hasil : Terapi psikoedukasi pada pasien dapat menurunkan frekuensi dan tanda-gejala waham. Kesimpulan : dimana klien dapat melakukan terapi nonfarmakologis yaitu terapi psikoedukasi untuk menurunkan tanda-gejala pada waham yang dideritanya.
Penerapan Terapi Aktivitas Waktu Luang (Senam) Pada Pasien Dengan GSP: Halusinasi Pendengaran Dan Penglihatan
Suci Ririn Puspita;
Ayu Pratiwi;
Tati Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Halusinasi merupakan salah satu dari gangguan jiwa dimana seseorang tidak mampu membedakan antara kehidupan nyata dengan kehidupan palsu. Halusinasi adalah gangguan persepsi pancaindra tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem pengindraan di mana terjadi pada saaat kesadaran individu itu penuh atau baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penerapan intervensi inovasi terapi senam aerobik low impact untuk mengontrol halusinasi penglihatan dan pendengaran. Asuhan keperawatan dan penerapan intervensi terapi senam aerobik low impact terhadap mengontrol halusinasi pendengaran dan penglihatan selama 3 hari dalam sehari dilakukan 2 kali (pagi dan siang hari) selama 30menit. Hasil studi kasus didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan implementasi selama 5 hari dengan penerapan terapi aktvitas waktu luang (senam) tanda dan gejala halusinasi penglihatan dan pendengaran menurun. Terapi aktivitas waktu luang: senam memberikan pengaruh terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi penglihatan dan pendengaran.
Penerapan Mirror Therapy untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Pasien Stroke Ruang Anggrek 2 RSUD dr. Moewardi Surakarta
Afifah, Nur;
Husain, Fida';
Wardiyatmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stroke merupakan masalah kesehatan yang setiap tahunnya diperkirakan 500 ribu penduduk indonesia terkena serangan stroke. Dampak yang ditimbulkan oleh stroke, berupa hemiparese (kelemahan) dan hemiplegia (kelumpuhan) merupakan salah satu bentuk defisit motorik. Hal ini disebabkan oleh gangguan motorik neuron dengan karakteristik kehilangan kontrol gerakan volunter (gerakan sadar), gangguan gerakan, keterbatasan tonus otot, dan keterbatasan reflek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil implementasi pemberian mirror therapy untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke di ruang anggrek 2 RSUD Dr.Moewardi. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan studi kasus, penerapan ini dilakukan pengukuran kekuatan otot sebelum dilakukan terapi, kemudian diberikan terapi cermin dan setelah selesai kekuatan otot kembali diukur pada hari ke 7 (1 minggu). Terapi cermin dilakukan 1 kali/hari, setiap kali terapi dilakukan selama 2 sesi, masing-masing 15 menit dan ada jeda waktu istirahat antar sesi 5 menit.. Hasil adanya perbedaan peningkatan kekuatan otot pada kedua responden setelah diberikan intervensi mirror therapy selama empat hari dan enam hari berturut-turut dimana peningkatan kekuatan otot pada Ny.D lebih cepat dari Ny.P hal ini dipengaruhi usia dan riwayat penyakit hipertensi yang dialami ny.P. Terdapat kenaikan kekuatan otot setelah dilakukan mirror therapy