Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Content of Medicinal Chemicals in Traditional Herbal Medicine: A Systematic Literature Review Lia Fikayuniar; Mentari; Ainun Mar’atus Putri Warsito; Refriyanti Irma; Elista Indah Susanti
Eureka Herba Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v5i1.105

Abstract

Jamu is a traditional medicine made from natural ingredients that are known to be inherited from generation to generation for health. The more widespread the use of traditional medicines is, the more opportunities there are for the adulteration of the ingredients. There are even some herbal medicines that contain medicinal chemicals (BKO). Traditional medicines are prohibited from containing BKO because the BKO content in herbal medicine can be a source of danger in herbal medicine. The method used in this research is data collection carried out by searching databases taken from various scientific articles sourced from PubMed, Science Direct, ResearchGate, WoS (Web of Science), and Google Scholar with articles that have been published from 2013 - 2023. The results that have been obtained from several studies that have been carried out show that there is BKO content in traditional herbal medicine that has been circulating in the community, such as paracetamol, mefenamic acid, phenylbutazone, allopurinol, piroxicam, prednisone, and others.
Sosialisasi Gemar Makan Ikan Sebagai Upaya Menanggulangi Stunting di Desa Sebayan Kristiandi, Kiki; Merdekawati, Dewi; Agus; Isabella, Amelia; Asarif; Apriani, Ayu; Devi; Nurhafisa, Eysi; Mogi, Gabriela; Mentari; Kurniasari, Megawati; Ferzi, M. Alta Tetra; Pebrianti, Nurzalina; Fahlevi, Reza; Saifudin; Mukaromah, Lailatul; Salianda; Kusumawardani, Sagita
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2024): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | January 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v1i3.2921

Abstract

Socialization was carried out in Sebayan Village, which aimed to increase the love for eating fish in an effort to overcome stunting. Fish consumption is still lacking in the community because of the lack of public knowledge regarding the nutrients contained in fish. This socialization activity took place in November 2023 in Sebayan Village. The approach used in this activity was door-to-door. The number of respondents who participated in this community service activity was 65, with 53 female and 12 male respondents. This form of socialization has been approved by village government organizations. The results of this study provide information on fish nutrition in the community. In addition, this activity can also be an effort to help reduce the incidence of stunting. This activity has previously been given a briefing and strengthening knowledge on the love of eating fish. Another aspect of this activity was that it was smooth.
Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Pada Pasien Isolasi Sosial Kasifah; Ayu Pratiwi; Tati Suryati; Mentari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang di alami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam (Townsend, 2019). Klien dengan isolasi sosial tidak mampunyai kemampuan untuk bersosialisasi dan sulit untuk mengungkapkan keinginan dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga klien tidak mampu mengungkapkan marah dengan cara yang baik. Tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien dengan isolasi sosial dilakukan tindakan generalis. Terapi Aktivitas Kelompok, terapi spesialis yang diberikan adalah dengan memberikan terapi Aktivitas Kelompok. (Sukaesti, 2019). Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan penerapan terapi aktivitas kelompok. Studi kasus didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan implementasi selama 5 hari dengan penerapan terapi aktivitas kelompok tanda dan gejala isolasi sosial menurun dari 10 turun menjadi 2 tanda dan gejala. Terapi aktivitas kelompok memberikan pengaruh terhadap penurunan tanda dan gejala isolasi sosial.
Penerapan Terapi Afirmasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Iis Sumiyati; Ayu Pratiwi; Tati Suryati; Mentari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan suatu bentuk persepsi atau pengalaman indera yang tidak terdapat stimulasi terhadap reseptornya. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensorik dalam persepsi indra,ketidakmampuan untuk membedakan rangsangan internal(pikiran) dan rangsangan eksternal(dunia luar) adanya persepsi yang salah tentang lingkungan tanpa benda. Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan penerapan intervensi afirmasi dan pengkajian langsung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi penerapan terapi afirmasi terhadap pasien halusinasi. Studi kasus didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan implementasi selama 5 hari dengan penerapan terapi afirmasi tanda dan gejala halusinasi pendengaran menurun dari 6 menjadi 2 tanda gejala. Terapi afirmasi memberikan pengaruh terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran.
The Application of Cleaner Production in The Small Industry of Amplang Sembelan Crackers in Kuala Village, Selakau Sub-District, Sambas District Atasasih, Astin; Furwaningsih, Sri Vera; Mentari; Nurizwan; Alamsyah, Riky; Aqilah, Nuriqlima
Journal of Fisheries and Marine Applied Science Vol 2 No 3 (2024): OCTOBER
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfmas.v2i3.388

Abstract

Clean production in industry is implemented to increase efficiency and profits, while preserving the environment. In the marine and fisheries sector, solid waste is often produced such as bones, shells, skin and fish heads. One example of a fishery product processing business is the production of amplang crackers, which not only have economic value, but also produce waste. Research on the amplang home industry in Kuala Village, Selakau District, Sambas Regency was carried out through field surveys and direct interviews with industry players. In the process of making amplang cracker, the initial stage begins with preparing the raw materials, weeding the mackerel fish, kneading, frying the amplang cracker. The resulting fish skin waste is reprocessed by drying it in the sun like salted fish, while the unprocessed waste is disposed of in landfills or usually directly through pipe disposal. The process of processing Amplang crackers generally does not produce a lot of waste. However, efficiency and cleanliness in the manufacturing process can still be improved. One effort that can be made is to create an SOP (Standard Operating Procedure) for processing amplang crackers and arrange the layout of the equipment used.
Aspek Hukum Perjanjian Waralaba dalam Perspektif Perlindungan Mitra Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Mentari
Jurnal Legalitas (JLE) Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERTIBA PANGKALPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58819/jle.v2i1.164

Abstract

Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan, namun seringkali menimbulkan ketimpangan dalam hubungan kontraktual antara pemberi waralaba (franchisor) dengan penerima waralaba (franchisee), terutama yang berstatus UMKM. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek hukum perjanjian waralaba dalam perspektif perlindungan mitra UMKM di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum waralaba di Indonesia masih belum optimal dalam memberikan perlindungan kepada mitra UMKM, terutama dalam hal keseimbangan posisi tawar, transparansi informasi, dan penyelesaian sengketa. Ketimpangan kekuatan ekonomi antara franchisor dan franchisee UMKM menciptakan potensi praktik yang merugikan pihak yang lebih lemah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi waralaba yang lebih berpihak pada perlindungan UMKM, peningkatan transparansi dalam pengungkapan informasi waralaba, dan penyediaan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih mudah diakses oleh mitra UMKM. Upaya perlindungan hukum yang komprehensif diperlukan untuk menciptakan ekosistem waralaba yang sehat dan berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Perbedaan Kemampuan Bersosialisasi Anak Usia Prasekolah Antara Yang Mempunyai Riwayat Paud (Kelompok Bermain) Dan Tanpa Riwayat Paud Mentari; Hernita; Cut Linar
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin dini usia anak mengenal pendidikan maka semakin baik proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Kematangan bersosialisasi akan sangat terbantu apabila anak berkesempatan mendapatkan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan bersosialisasi pada anak usia prasekolah antara yang mempunyai riwayat PAUD dan tanpa riwayat PAUD. Desain penelitian menggunakan metode comparative study. P opulasi penelitian adalah seluruh anak prasekolah (usia 3-6 tahun) di Desa Ulu Nuwih Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling, yaitu 40 anak riwayat PAUD dan 40 anak tanpa riwayat PAUD. Penelitian telah dilakukan pada bulan Maret sampai dengan September 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berjumlah 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi pada anak yang mempunyai riwayat PAUD sebagian besar mampu yaitu 38 orang (95%) dengan nilai rata-rata 63,45 dan standar deviasi 8,199 dan kemampuan bersosialisasi pada anak tanpa riwayat PAUD sebagian besar tidak mampu yaitu 17 orang (42,5%) dengan nilai rata-rata 51,47 dan standa rdeviasi 6,364. Hasil uji t independen menunjukkan nilai p =0,000 <0,05berarti ada perbedaan kemampuan bersosialisasi pada anak usia prasekolah antara yang mempunyai riwayat PAUD dan tanpa riwayat PAUD di Desa Ulu Nuwih Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Diharapkan bagi orang tua sebaiknya memperbaiki dan meningkatkan pola asuh anak di rumah dengan memberikan stimulasi lebih baik untuk perkembangan kemampuan bersosialisasi anak seperti sering mengajak anak untuk menaati peraturan, ramah dengan orang lain, melatih kerjasama, memberikan contoh menolong dan membantu orang lain, menjaga diri sendiri dan lingkungan, serta menghargai orang lain.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BONE Mentari; Haeril; Sahiruddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44537

Abstract

This study examines the effectiveness of Artificial Intelligence (AI) in the learning process of fourth-semester students in the Economics Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Bone. The research is motivated by the rapid development of AI technology, which has the potential to improve learning quality, although its use among students remains uneven. This study aims to evaluate how effectively AI supports students in understanding materials, completing tasks, and accessing learning resources. A descriptive quantitative approach was applied using a Likert-scale questionnaire that has been tested for validity and reliability. The sample consisted of 65 active students who use AI platforms such as ChatGPT and Gemini. The results show an average effectiveness score of 4.0144, indicating that AI is effective in supporting learning. Therefore, students are encouraged to use AI wisely, and institutions are expected to provide digital literacy training to optimize its use.