Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles
60 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 8 (2023)"
:
60 Documents
clear
Penerapan Range Of Motion Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di Ruang Anggrek 2 RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Indra Bachtiar;
Ika Silvitasari;
Wardiyatmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stroke merupakan penyakit pada otak berupa gangguan fungsi syaraf lokal atau global. Gangguan fungsi syaraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak nontraumatik. Pasien stroke yang mengalami hemiparese dapat menimbulkan komplikasi gangguan fungsional, gangguan mobilisasi, gangguan aktivitas sehari hari dan cacat yang tidak dapat disembuhkan. Penatalaksanaan untuk meningkatkan mobilisasi penderita Stroke adalah tindakan Range of Montion (ROM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil penerapan teknik ROM Range Of Motion terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik yang mengalami hemiparese di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian ini yaitu deskriptif dengan menggunakan studi kasus, penerapan ini dilakukan pengukuran kekuatan otot sebelum dan sesudah dilakukan ROM, terapi ROM dilakukan sebanyak 2x sehari selama 5 hari. Hasil penelitian ini didapatkan Kekuatan otot pada Tn.P dari (ekstremitas atas) 0/4 dan (ektremitas bawah) 0/2 menjadi (ekstremitas atas) 2/5 dan (ektremitas bawah) 2/4. Pada Ny E kekuatan otot dari (ekstremitas atas) 5/3 dan (ektremitas bawah) 5/5 menjadi (ekstremitas atas) 5/4 dan (ektremitas bawah) 5/5. Kesimpulan: terjadi peningkatan kekuatan otot dari kedua responden setelah dilakukan terapi ROM.
Penerapan Bermain Terapeutik Clay Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Saat Tindakan Injeksi Di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Putri Dewi Handayani;
Erika Dewi;
Neny Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan sebagai salah satu akibat yang dirasakan anak yang diakibatkan karena adanya tindakan injeksi dalam masa perawatan pasien di rumah sakit. Dampak buruk kecemasan yaitu menyebabkan munculnya penurunan efektifitas dari terapi yang akan diberikan. Salah satu penanganan yang diberikan yaitu dengan terapi terapeutik clay. Terapeutik clay adalah jenis bahan permainan yang menyerupai lilin lembut serta mudah dibentuk, permainan ini cocok diberikan pada anak prasekolah yang sedang menjalani perawatan karena dengan bermain clay tidak membutuhkan banyak energi. Tujuan penelitian ini adalah hasil penerapan terapeutik clay terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah saat tindakan injeksi. Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif dan menggunakan pengukuran tingkat kecemasan anak dengan kuesioner Spence Children Anxiety Scale. Tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah saat tindakan injeksi sebelum dilakukan terapeutik clay adalah berat dan sangat berat. Tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah saat tindakan injeksi setelah dilakukan terapeutik clay adalah ringan dan sedang. Terdapat perbedaan penurunan tingkat kecemasan pada pasien anak usia prasekolah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapeutik clay. Terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapeutik clay tehadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah saat tindakan injeksi
Penerapan Strategi Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Terhadap Resiko Perilaku Kekerasan Pada Pasien Gangguan Jiwa Di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten
Nurul Aini Musthofia;
Tri Susilowati;
Wahyu Reknoningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Salah satu penanganannya yaitu dengan memberikan strategi pelaksanaan menggunakan komunikasi yang terapeutik. Tujuan : untuk mengetahui hasil implementasi strategi pelaksanaan menggunakan komunikasi terapeutik pada pasien resiko perilaku kekerasan di Rsjd Dr. Rm. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Metode : Rancangan penelitian ini dilakukan pada 2 responden dengan cara pretest posttest dengan wawancara dan memberikan lembar obervasi Hasil : resiko perilaku kekerasan sebelum dilakukan strategi pelaksanaan menggunakan komunikasi terapeutik menunjunkan hasil intensif 2, setelah dilakukan tindakan strategi pelaksanaan menggunakan komunikasi terapeutik menjadi hanya membutuhkan perlakuan intensif 1. Terdapat perkembangan dan perbandingan yang cukup baik terhadap kedua responden resiko perilaku kekerasan. Kesimpulan : terdapat perbandingan perkembangan antara pasien resiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah diberikan strategi pelaksanaan menggunakan komunikasi terapeutik
Faktor Yang Berisiko Kejadian Stunting Pada Balita
Tomi Jepisa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stunting masih menjadi masalah gizi pada anak di Indonesia sampai saat ini dan beberapa negara berkembang lainnya. Hal ini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang harus ditanggapi secara serius dan berkesinambungan. Meskipun terjadi peningkatan pada tahun 2018, angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi (36,4%) dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia (20%) dan Thailand (10,5%). Di dunia, Indonesia menempati posisi ke-17 dari 117 negara untuk kejadian stunting. Adapun jumlah balita yang ditemukan mengalami stunting sebnayak 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan Pendidikan orang tua dengan kejadian stunting pada anak balita serta ada hubungan pengetahuan dengan kejadian stunting pada anak balita dan ada hubungan peran penghasilan orang tua dengan kejadian stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kuranji Padang. Jenis penelitian ialah deskritif untuk menggambarkan kejadian stunting pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Kuuranji. Dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang anak ballita
Penerapan Foot Hydroterapi Dengan Jahe Merah Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Lansia Dengan Hipertensi Di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah
Yohana Destria Ramadhani;
Erika Dewi Noorratri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi berada diurutan pertama dengan masalah terbanyak yang dialami lansia. Hipertensi disebut silent killer sehingga penderitanya sering tidak mengetahui dirinya mengalami hipertensi. Terapi non farmakologi yang dapat digunakan yaitu hidroterapi kaki dengan rebusan jahe merah. Tujuan : Mengetahui hasil implementasi tindakan hidroterapi kaki dengan jahe merah terhadap perubahan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi. Metode : Penerapan ini dilakukan 6x selama periode 2 minggu. Dilakukan dengan mengukur tekanan darah responden sebelum diberikan foot hydroterapi kemudian diberikan rendaman kaki dengan rebusan jahe merah hangat selama 15 menit dan diakhiri dengan pengukuran kembali tekanan darah pada responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 2 responden mengalami perbedaan dan penurunan di sebelum dan sesudah diberikan foot hydroterapi. Selisih rata-rata sistolik pada 2 pasien sebesar 4,99 mmHg sedangkan selisih rata-rata diastolik pada 2 pasien sebesar 0,33 mmHg. Kesimpulan : Foot hydroterapi dengan rebusan jahe merah berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi.
Penerapan Play Therapy Coloring Terhadap Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Pada Pasien Anak Usia Prasekolah Di RSUD Karanganyar
Sandy Ilham Prasetyo;
Ida Nur Imamah;
Rina Yulianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hospitalisasi merupakan salah satu penyebab kecemasan pada anak-anak. penyebab kecemasan bagi anak-anak tersebut karena kondisi lingkungan sosial seperti sesama pasien anak-anak yang di rawat serta sikap dan interaksi petugas dan lingkungan fisik rumah sakit seperti bangunan atau ruang perawatan, peralatan rumah sakit, bau khas, petugas rumah sakit dan pakaian putih pekerja menjadi alasan kenapa anak-anak selalu merasa cemas di ruang perawatan. Tujuan : Mengetahui hasil implementasi dari penerapan play therapy coloring terhadap tingkat kecemasan hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah di RSUD Karanganyar. Metode : rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus mengunakan metode pre dan post iplementasi dengan 2 responden anak yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Hasil : terdapat penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukannya play therapy coloring pada pasien anak yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Kesimpulan : terdapat penurunan tingkat kecemasan pada anak di RSUD Karangayar akbiat hospitalisasi, dimana faktor jenis kelamin dan dukungan keluarga mempengaruhi penurunan tingkat kecemasan pada anak.
Penerapan Terapi Uap Minyak Kayu Putih (Eucalyptus Oil) Terhadap Sesak Nafas Pada Penderita Asma Bronkial Di RSUD Karanganyar
Olyviana Yuni Pratama;
Eska Dwi Prajayanti;
Sutarwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sesak nafas dan mengi menjadi suatu pertanda seseorang mengalami asma. Prevalensi jumlah penderita asma diperkirakan lebih dari 260 juta orang dan menyebabkan 461.000 kematian di seluruh dunia. Asma bronkial adalah suatu kelainan berupa inflamasi (peradangan) kronik saluran nafas yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi, batuk, sesak nafas dan rasa berat di dada terutama pada malam dan atau dini hari yang umumnya bersifat reversibel baik dengan atau tanpa pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan derajat asma pada pasien sesak nafas dengan asma bronkial dengan cara memberikan terapi uap minyak kayu (Eucalyptus Oil). Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Hasil: Terdapat perubahan derajat asma setelah dilakukan terapi uap minyak kayu putih (Eucalyptus Oil) pada responden. Kesimpulan: Adanya perbedaan perkembangan perubahan derajat asma pada kedua pasien sesak nafas dengan asma bronkial sebelum dan sesudah penerapan terapi uap minyak kayu putih (Eucalyptus Oil)
Penerapan Terapi Dzikir Dalam Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Provinsi Jawa Tengah
Putro Muhchin Agung Prasetyo;
Norman Wijaya Gati;
Wahyu Rekno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gangguan jiwa di Indonesia mencapai 15,3% dari 259,9 juta jiwa penduduk Indonesia terutama skizofrenia dengan gejala halusinasi yang biasanya disebabkan karena ketidakmampuan pasien dalam menghadapi stresor dan kurangnya kemampuan dalam mengenal dan mengontrol halusinasi, sehingga diperlukan penatalaksanaan non-farmakologis yang salah satunya adalah dengan terapi dzikir untuk mengontrol halusinasi yaitu memberikan koping kepada pasien halusinasi atau mengatasi masalah karena dengan berdzikir dapat membersihkan pikiran secara psikologis, menimbulkan ketenangan batin dan keteduhan jiwa sehingga pasien halusinasi dapat terkontrol. Mengetahui hasil penerapan terapi dzikir untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Penerapan dilakukan dengan metode deskriptif studi kasus kepada 2 responden pada pasien skizofrenia selama 5 hari dengan frekuensi 2 kali sehari selama 15-30 menit. Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat perkembangan kontrol halusinasi sebelum dan sesudah dilakukan penerapan terapi dzikir. Terapi dzikir dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologis atau intervensi mandiri pada skizofrenia dalam mengontrol halusinasi pendengaran.
Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Terhadap Status Oksigenasi Pada Anak Dengan Pneumonia Di RSUD Dr Moewardi Surakarta
Nur Arisa;
Maryatun;
Lin Marhamah Azizah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pneumonia merupakan suatu penyakit peradangan pada paru yang timbul karena invasi dari beberapa patogen dan salah satu penyebab yang paling banyak yaitu bakteri sehingga bisa menyebabkan gangguan fungsi organ pernapasan seperti kesulitan untuk bernapas karena kekurangan oksigen. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 di dapatkan bahwa Penyakit infeksi menjadi penyumbang kematian pada kelompok anak usia 29 hari - 11 bulan. Penderita pneumonia yang dirawat di rumah sakit sering mengalami distress pernapasan yang ditandai dengan napas cepat, retraksi dada, napas cuping hidung dan disertai stridor. Tujuan : Untuk Mengetahui Hasil Penerapan Terapi Pursed Lips Breathing Terhadap Status Oksigenasi Anak Dengan Pneumonia Di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Metode : Penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk menggambarkan pemberian Pursed Lips Breathing untuk peningkatan status oksigenasi pada anak dengan pneumonia.. Dilakukan pre test-post test status oksigenasi setelah dilakukan intervensi PLB. Terapi ini dilakukan sebanyak 30 kali dalam rentang waktu 10-15 menit dalam waktu 3 hari setiap pagi hari yang diselingi dengan nafas biasa. Hasil : hasil akhir penerapan Terapi Pursed Lips Breathing setelah dilakukan 3 hari berturut-turut didapatkan frekuensi nafas terjadi penurunan tetapi masih dalam kategori cepat dan saturasi oksigen pada kedua responden terdapat kenaikan saturasi oksigen dari tidak normal menjadi normal. Kesimpulan : Terdapat perubahan status oksigenasi pada kedua responden setelah dilakukan intervensi Pursed Lips Breathing.
Penerapan Foot Massage Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di RSUD Karanganyar
Zara Rahmasari;
Sri Hartutik;
Rina Yulianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lansia adalah individu yang mengalami proses menua, dengan bertambahnya usia maka seseorang akan mengalami penurunan kondisi fisik maupun non fisik. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Foot massage merupakan terapi sentuhan tradisional yang dapat memberikan efek relaksasi dan melemaskan otot-otot yang tegang, dan juga bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan : Mengetahui hasil implementasi pemberian foot massage terhadap tekanan darah pada lansia di RSUD Karanganyar. Metode : Penerapan dilakukan dengan metode studi kasus kepada 2 responden, sesuai kriteria inklusi dan eklusi, instrumen penelitian menggunakan pengukuran tekanan darah dan SOP Foot massage, selama 3 hari berturut-turut dalam sehari selama 10-15 menit pada waktu pagi hari. Hasil : Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah di lakukan penerapan foot massage pada 2 responden dengan rata-rata sistolik 10 mmHg dan diastolik 11 mmHg. Kesimpulan : Adanya perbedaan penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi sebelum dan sesudah penerapan foot maasage terhadap tekanan darah pada lansia.