cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 8 (2023)" : 60 Documents clear
Penerapan Hand Held Fan Terhadap Sesak Nafas Pada Lansia Dengan Congestive Heart Failure Di RSUD Karanganyar Yuyun Apriani; Sri Hartutik; Rina Yulianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CHF (Congestive Heart Failure) adalah suatu keadaan jantung tidak efektif dalam memompa darah sehingga kebutuhan darah bagi tubuh kurang terpenuhi dan menimbulkan berbagai gejala klinis, salah satunya adalah sesak napas. Terdapat beberapa cara yang dilakukan untuk mengurangi sesak napas pada pasien penderita CHF/gagal jantung, salah satunya adalah penggunaan hand held fan Tujuan : Mengetahui hasil implementasi penerapan hand held fan terhadap sesak napas pada lansia dengan congestive heart failure di RSUD Karanganyar Metode :penerapan dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus kepada 2 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi. Intrumen penelitian penggunakan pengukuran derajat sesak napas dan SOP terapi hand held fan 1 kali sehari selama 3 hari berturut-turut dan 5 menit tiap sesinya. Hasil : berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat penurunan derajat sesak napassetelah dilakukan terapi tersebut. Kesimpulan : adanya perbedaan derajat sesak napas pada lansia dengan Congestive Heart Failure
Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eklusif Dengan Riwayat Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Manahan Eka Jamiatun; Siti Fatmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan buang air besar dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari disertai konsistensi feses yang lebih cair dengan atau tanpa lendir dan darah. Data WHO menyatakan hampir setiap daerah setiap tahunnya ada sekitar 1.7 miliar kasus diare dengan angka kematian 760.000 anak dibawah 5 tahun. Pemberian ASI Eksklusif dapat mempengaruhi perkembangan kejadian diare. ASI Eksklusif banyak memberikan manfaat pada bayi karena dapat menurunkan angka kejadian diare. Tujuan : Mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan riwayat kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Manahan. Metode : pada penelitian ini menggunakan desain diskriktif korelational dengan retrospektif yaitu rancangan yang melihat kebelakang tentang suatu kejadian yang berhubungan dengan kejadian yang diteliti. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 responden tidak memberikan ASI Eksklusif terdapat 19 responden (63,4%) tidak mengalami diare dan terdapat 23 responden yang memberikan ASI Eksklusif terdapat 16 responden (69,0%) mengalami riwayat diare. Hasil uji chi-square dengan nilai sig = 0,036 yang artinya nilai sig <0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan riwayat kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Manahan
Penerapan Terapi Genggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi Appendectomy Hari Pertama Di Ruang Mawar RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Slamet Nurrochmad; Eska Dwi Prajayanti; Waluyo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis yang menjadi salah satu alasan seseorang terkena abdomen akut. Apendiks sendiri adalah organ kecil yang berbentuk kantung, dengan ukuran antara 5 cm sampai 10 cm yang berhubungan dengan organ internal yakni usus besar. Penderita yang mengalami appendisitis di Indonesia adalah sekitar 7% dari total penduduk Indonesia yaitu 179.000 orang. Apendisitis harus ditangani dengan sesegera mungkin, jika tidak akan memperluas lubang atau robekan apendiks. Pembedahan atau yang biasa dikenal dengan appendectomy merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi apendisitis. Appendectomymemang menjadi tindakan yang paling baik, namun memiliki efek samping yang mana pada seseorang yang telah melakukan tindakan tersebut akan merasakan nyeri. Tujuan; Penerapan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil implementasi dari penerapan terapi genggam jari terhadap tingkat nyeri pasien post operasiappendectomy hari pertama di ruang Mawar RSUD drSoehadi Prijonegoro Sragen. Metode; metode penerapan ini menggunakan studi kasus. Hasil; Hasil penerapan terapi genggam jari yang dilakukan pada ke 2 responden menunjukkan adanya penurunan nyeri darike 2 responden dengan hasil pada Sdr. A skala nyeri mengalami penurunan 3 skala nyeri. Sedangkan pada Tn. N skala nyeri mengalami penurunan 2 skala nyeri. Kesimpulan; Terdapat pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pasien post operasi appendectomy di hari pertama.
Penerapan Terapi Progresive Muscle Relaxation (PMR) Pada Penurunan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Dan Penglihatan Ayu Pratiwi; Titi Widiyanti; Tati Suryati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan salah satu komponen yang perlu dimiliki oleh setiap individu dalam memenuhi kriteria sehat secara menyeluruh dimana terjadinya kondisi keharmonisan fungsi jiwa, kemampuan dalam menghadapi masalah, serta mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain ataupun lingkungan (Ramadhani, dkk, 2020). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 di Indonesia menunjukan bahwa kasus skizofrenia tertinggi terdapat di provinsi Bali dengan jumlah 11,1 % dan 6,6% terjadi di provinsi DKI Jakarta serta kasus terkecil terjadi di daerah Kepulauan Riau dengan jumlah presentase sebanyak 2,8%. Prevalensi kejadian kasus skizofrenia berdasarkan tempat tinggal terbanyak terjadi di daerah pedesaan dengan presentase sebanyak 7,0% dari pada diperkotaan dengan jumlah 6,4%. Halusinasi adalah gangguan presepsi yang menyebabkan seorang melihat, mendengar, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi bisa disebabkan oleh gangguan mental penyakit tertentu atau efek samping obat. Hare, S. (2021). Strategi pelaksanaan pada pasien halusinasi adalah penerapan standar asuhan keperawatan yang terjadwal dan bertujuan untuk mengurangi atau mengontrol masalah keperawatan jiwa yang ditangani, melatih keluarga dalam merawat pasien dengan halusinasi, serta melakukan terapi aktivitas kelompok. Salah satu strategi pelaksanaan pada pasien halusinasi yaitu Latihan Relaksasi Otot Progresif (ROP) (Ramadani, et al., 2020). Relaksasi Otot Progresif (ROP) adalah metode relaksasi otot dalam yang didasarkan pada prinsip ketegangan otot yaitu respons fisiologis tubuh manusia terhadap pikiran - pikiran yang mengganggu (Cougle et al., 2020). Manfaat ROP adalah relaksasi dapat mengurangi ketegangan dan stress psikologis. Hal ini dikarenakan ROP dapat membantu suasana hati menjadi lebih rileks karena adanya produksi serotonin dalam tubuh, (Salfiana, 2022). Metode : Asuhan keperawatan dengan pemberian terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) pada Tn. W selama 5 hari dilakukan 1 hari 1x terapi selama 10-15 menit. Hasil : Setelah dilakukan intervensi pemberian terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) 5 hari didapatkan Tn.W mengalami peenurunan frekuensi halusinasi Kesimpulan : dimana pasien dapat melakukan terapi nonfarmakologis yaitu terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) untuk menurunkan tanda-gejala pada halusinasi yang dideritanya.
Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien GGK (Gagal Ginjal Kronis) Yang Menjalani Hemodialisis Kheniva Diah Anggita; Vanika Oktia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus gagal ginjal dengan terapi hemodialisa meningkat setiap tahunnya. Hal ini berdampak terhadap fisik dan psikologis pasien seperti gejala fisik akibat dari peningkatan ureum dan kreatinin serta kualitas hidup pasien. Kualitas hidup merupakan keadaan dimana seseorang mendapatkan kepuasan atau kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator dari kualitas hidup diantaranya yaitu, dimensi kesehatan fisik,dimensi kesejahteran pisikologis, dimensi hubungan sosial, dan dimensi kesehatan lingkungan. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil Padang pada April – Juni 2023. Penelitian ini merupakan Quasi experiment dengan pre-post with control group yang dilakukan pada 36 subjek penelitian kelompok kontrol dan intervensi. Intervensi diberikan selama 5 minggu. Kualitas Hidup diukur menggunakan Kidney Disease Quality of Life Short Form 1.3 (KDQOL-SF 1.3). Hasil uji statistik menunjukkan terdapatnya pengaruh yang significan antara pemberian edukasi gaya hidup multikomponen dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p adalah 0,000. Diharapkan pelayanan kesehatan khususnnya perawat dapat menjadikan edukasi gaya hidup multikomponen sebagai intervensi mandiri dalam peningkatan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Peningkatan kualitas hidup pada penderita Gagal Ginjal Kronis peran keluarga lebih mengetahui pentingnya dukungan dan motivasi selama terapi hemodialisa sehingga dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien yang lebih tinggi
Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Lansia Di Ruang Akar Wangi RSUD Pandan Arang Boyolali Hayu Ulin Nuha; Tri Susilowati; Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dikenal dengan sebutan “silent killer” yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahunnya sehingga menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terapi Foot Massage dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, menurunkan denyut nadi, dan memberikan efek relaksasi bagi otot-otot yang tegang sehingga tekanan darah akan menurun. Tujuan; Untuk mengetahui hasil implementasi Penerapan Terapi Foot Massage Pada Pasien Hipertensi di Ruang Akar Wangi RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode; Rancangan penelitian ini dilakukan pada 2 responden dengan cara pretest-posttest design yaitu menggunakan satu kelompok subyek, dimana melakukan pengukuran tekanan darah pretest dan posttest setiap pemberian terapi Foot Massage selama 3 kali jeda 1 hari. Hasil; Tekanan darah pada 2 responden sebelum dilakukan terapi Foot Massage berada pada hipertensi derajat 2. Kemudian didapatkan hasil setelah diberikan terapi Foot Massage Rata-rata penurunan sistolik 13,3 mmHg dan diastolik 6,66 mmHg . Pada Tn. S, mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 8,3 mmHg dan diastolik 5 mmHg. Kesimpulan; Terdapat penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi Foot Massage pada pasien hipertensi
Gambaran Kejadian Low Back Pain Pada Karyawan CV. Pacific Garment Karisma Adi Mastuti; Fida’ Husain
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garment merupakan pabrik yang memproduksi berbagai jenis pakaian untuk diperjual belikan, karyawan yang bekerja beresiko mendapatkan gangguan kesehatan kerja yaitu low back pain sering mengangkat benda yang terlalu berat, cidera atau trauma serta posisi tidak ergonomis seperti membungkuk. Tujuan : Mengetahui kejadian low back pain pada karyawan CV. Pacific Garment. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil : Hasil penelitian didapatkan kejadian low back pain mayoritas disabilitas parah dengan jumlah responden 30 dengan presentase 50,0%, sedangkan kejadian low back pain disabilitas sedang berjumlah 18 responden dengan presentase 30,0 %, disabilitas minimal berjumlah 8 responden dengan presentase 13,3% dan untuk disabilitas sangat parah berjumlah 4 responden dengan presentase 6,7% Kesimpulan : Kejadian low back pain mayoritas adalah disabilitas parah.
Penerapan Terapi Musik Terhadap Respirasi Bayi Berat Badan Lahir Rendah Selama Kangaroo Mother Care Di Ruang Perinatalogi RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Puput Ari Yanti; Erika Dewi Noorratri; Neny Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BBLR mempunyai kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan esktra urine akibat ketidakmatangan sistem organ tubuhnya seperti paru – paru, jantung, ginjal dan sistem pencernaan. Prevelansi BBLR di Indonesia sebanyak 6,2 %. Kabupaten Sragen tahun 2021 sebanyak 6,1 %. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan BBLR yaitu dengan terapi musik selama Kangaroo Mother Care (KMC).Tujuan; untuk mengetahui hasil frekuensi pernapasan saat penerapan terapi music selama KMC di Ruang Perinatalogi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Metode;Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif pretest posttest design dan menggunakan pengukuran frekuensi pernapasan bayi. Hasil; hasil penerapan terhadap 2 responden yang dilakukan selama 3 hari dengan frekuensi 60 menit sehari menunjukkan ada pengaruh terapi musik selama KMC. Kesimpulan; Terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapi musik selama KMC yaitu dari pernapasan takypnea menjadi pernapasan normal.
Penerapan Metode Bobath Untuk Melatih Aktivitas Sehari-Hari Pada Pasien Stroke Non-Hemorragik Di Ruang Anggrek 2 RSUD Dr. Moewardi Fatimah Laila Hidayati; Eska Dwi Prajayanti; Wardiyatmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah proses penyakit yang terjadi karena gangguan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke non-hemoregik terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu akibat arteroklerosis atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Penyakit stroke merupakan penyebab kematian tertinggi dengan angka kematian mencapai 477 jiwa di Kota Surakarta. Pasien stroke yang mengalami hemiparese yang tidak dapat melakuan aktivitas secara mandiri, utuk mencegah penyembuhan yang lama dilakukan pada pasien stroke selain fisioterapi adalah latihan aktivitas dengan metode bobath. Tujuan : mengetahui hasil implementasi pemberian terapi metode bobath untuk melatih aktivitas sehari - hari pada pasien stroke non hemoragik di ruang anggrek 2 RSUD Dr.Moewardi. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan studi kasus, penerapan ini dilakukan pengukuran kemampuan fungsional aktivitas sehari – hari sebelum dan sesudah dilakukan latihan terapi metode bobath, dilakukan sebanyak 1x sehari selama 25 menit dalam 7 hari. Hasil : Kemampuan fungsional aktivitas sehari – hari setelah dilakukan latihan metode bobathpada Tn. P adalah 92 skor dan pada Tn. D adalah 111 skor. Kesimpulan: terjadi peningkatan kemampuan fungsional aktivitas sehari – hari pada kedua responden setelah dilakukan latihan metode bobath..
Penerapan Footbath Therapy Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Cempaka RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Indriyani Ayu Mandira; Ika Silvitasari; Neny Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio caesarea adalah suatu proses persalinan dengan melakukan insisi pada dinding abdomen dan uterus untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Dampak persalinan sectio caesarea akan menyebabkan ketidaknyamanan. Salah satunya yaitu nyeri insisi abdominal sehingga diperlukan penatalaksanaan untuk menghilangkan nyeri salah satunya dengan footbath therapy. Tujuan penelitian adalah mengetahui penerapan footbath therapy terhadap penurunan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Jenis penelitian studi kasus dengan metode diskriptif, Penerapan footbath therapy dilakukan dengan menggunakan NRS (Numeric rating scale) selama 3 hari berturut-turut dalam 1 hari durasi 20 menit. Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat penurunan Skala nyeri sebelum dan sesudah di lakukan footbath therapy dari kategori nyeri sedang menjadi kategori nyeri ringan. Kesimpulan yaitu Footbath therapy dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologis untuk menurunkan nyeri pada post sectio caesarea secara mandiri