Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC)
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) adalah Jurnal Penelitian untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Matematika, Humaniora, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll) Dan Bidang Ilmu Lainnya.
Articles
21 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2023)"
:
21 Documents
clear
Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Keluarga Yang Memiliki Balita Dengan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban
Danis Putri Lestari;
Dewi Kartika Sari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Balita stunting merupakan kondisi dimana balita dengan tinggi badan terlalu pendek untuk usianya yang bisa disebabkan oleh penyakit infeksi karena faktor lingkungan dan sanitasi yang rendah dari keluarga, sehingga menyebabkan sistem imun menurun dan pertumbuhan terhambat. Faktor rendahnya sanitasi dan kebersihan lingkungan merupakan salah satu indikator dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut study pendahuluan di Puskesmas Mojolaban terdapat 382 balita stunting dan PHBS dalam kategori sehat utama dengan presentase sebesar 77,6 %. Tujuan : Mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada keluarga yang memiliki balita dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain observasional. Sampel dipilih dengan cara stratified random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel sebanyak 79 keluarga balita. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 79 keluarga balita, indikator PHBS di wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban dalam kategori berperilaku baik sebesar 83,5% dan kategori berperilaku kurang sebesar 17,7%. Kesimpulan: Mayoritas PHBS pada keluarga yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Mojolaban telah berperilaku baik.
Pijat Endorphin Terhadap Tingkat Nyeri Pada Ibu Post Partum Dengan Riwayat Persalinan Tindakan Sectio Caesarea Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Nada Nurmalasari;
Anjar Nurrohmah;
Alfida Fitri Hapsari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persalinan post sectio caesarea sering kali mengalami nyeri hebat meskipun tersedia obat-obat analgetik yang efektif, sekitar 60% pasien post sectio caesarea masih mengalami nyeri. Salah satu cara penatalaksanaan non-farmakologis untuk mengurangi nyeri post sectio caesarea dengan pijat endorphin. Endorphin dapat meningkatkan kondisi rileks dalam tubuh dengan memicu perasaan nyaman melalui permukaan kulit sehingga dapat meminimalisir rasa nyeri. Tujuan : Mengetahui Hasil Implementasi Pijat Endorphin Terhadap Tingkat Nyeri Pada Ibu Post Partum Dengan Riwayat Persalinan Tindakan Sectio Caesarea. Metode : Penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dilakukan pada satu responden ibu post sectio caesarea yang dilakukan pijat endorphin untuk mengurangi tingkat nyeri post sectio caesarea dengan kriteria 6-8 jam pertama post sectio caesarea sampai hari ketiga. Studi kasus ini dilakukan pre test-post test setelah dilakukan pijat endorphin. Pijat endorphin ini dilakukan 1 kali sehari dalam rentang waktu 15 menit selama 3 hari berturut-turut. Hasil : Pengkajian skala nyeri ibu post sectio caesarea hari pertama berada pada skala nyeri sedang dengan skor 5 dan di hari ketiga setelah dilakukan intervensi pijat endorphin, skala nyeri responden menurun menjadi skala nyeri ringan dengan skor 3. Kesimpulan : Terdapat penurunan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan pijat endorphin dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan pada ibu post sectio caesarea di ruang PONEK RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Penerapan Fisioterapi Dada Dalam Mengatasi Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Anak Dengan Pneumonia Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Elsa Nur Pratiwi;
Irma Mustika Sari;
Lin Marhamah Azizah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bersihan jalan napas tidak efektif merupakan ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas tetap paten. Penatalaksanaan keperawatan bersihan jalan nafas dapat dilakukan dengan inhalasi sederhana dan fisioterapi dada. Fisioterapi dada adalah kumpulan teknik atau tindakan pengeluaran sputum yang dilakukan baik secara mandiri atau kombinasi agar tidak terjadi penumpukan sputum yang mengakibatkan tersumbatnya jalan nafas dan komplikasi penyakit lain. Tujuan : Mengetahui hasil fisioterapi dada untuk mengatasi bersihan jalan nafas tidak efektif pada anak dengan pneumonia di Bangsal Flamboyan 9 RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penerapan ini adalah penerapan intervensi dengan menggunakan studi kasus. Hasil : Bersihan jalan nafas sebelum dan setelah mendapatkan fisioterapi dada selama 3 hari didapatkan hasil yang pada kedua pasien yaitu anak dapat mengeluarkan sputum, frekuensi pernafasan membaik, frekuensi nadi tetap dalam batas normal, dan sturasi oksigen meningkat. Kesimpulan : Terdapat perbedaan hasil RR, nadi, sputum, SpO2 dan suara nafas tambahan sebelum dan setelah diberikan fisioterapi dada pada bersihan jalan nafas tidak efektif pada anak pneumonia.
Penerapan Foot Massage Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Yang Terpasang Ventilator Di Intensive Care Unit (Icu) RSUD Dr. Soeratno Gemolong
Zeka Cinthiana Dewi;
Hermawati;
Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada pasien-pasien kritis mekanisme control tidak berjalan seperti fungsinya secara normal sehingga status hemodinamika tidak berjalan secara stabil. Upaya untuk mengatasi status hemodinami dapat dilakukan dengan terapi farmakologi maupun nonfarmakologi. Pasien yang dirawat di ICU dapat diberikan terapi nonfarmakologi yang dapat berpengaruh pada status hemodinamik pasien salah satunya adalah foot massage. Tujuan: penerapan ini dilakukan untuk mengetahui hasil implementasi penerapan terapi foot massage terhadap status hemodinamik pada pasien yang terpasang ventilator. Metode: jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil: status hemodinamik sebelum dilakukan terapi foot massage pada responden, didapatkan frekuensi napas cepat, tekanan darah tidak normal, dan MAP (Mean Arterial Pressure) tidak normal. Status hemodinamik setelah dilakukan terapi foot massage pada responden, didapatkan frekuensi napas normal, tekanan darah turun, dan MAP turun. Terdapat perbedaan perkembangan status hemodinamik pada responden yang terpasang ventilator sebelum dan setelah dilakukan terapi foot massage. Kesimpulan: terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan terapi foot massage pada pasien yang terpasang ventilator.
Penerapan Kompres Tepid Water Sponge (Tws) Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Yang Mengalami Hipertermi Di Ruang Anggrek RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Ida Astuti;
Maryatun;
Neny Utami
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertermi/Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh saat suhu tubuh melebihi normal (>37,5°C). Tujuan : Mengetahui pengaruh penerapan kompres tepid water sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami hipertermi. Metode : Penerapan dilakukan 2 hari berturut-turut dengan frekuensi 2 kali dalam sehari. Hasil penerapan : Berdasarkan penerapan yang telah dilakukan menunjukkan penurunan suhu pada anak setelah pemberian kompres tepid water sponge. Terdapat pengaruh suhu tubuh anak sebelum dan sesudah dilakukan pemberian kompres tepid water sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak yang mengalami hipertermi/demam. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan terdapat pengaruh suhu tubuh setelah dilakukan kompres tepid water sponge selama 15-20 menit dalam 2 kali perlakuan pada anak yang mengalami hipertermi.
Penerapan Tehnik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di RSUD Kota Salatiga
Sari Rohmaniah;
Anjar Nurrohmah;
Lutfaturrohmah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sectio Caesarea suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Prevalensi nyeri yang dirasakan oleh ibu post operasi sectio caesarea sebanyak 30-80% mengeluh nyeri dengan skala nyeri sedang hingga nyeri berat, Pada ibu post sectio caesarea ibu akan mengalami rasa nyeri biasanya muncul 4-6 jam setelah proses persalinan selesai. Relaksasi nafas dalam menjadi salah satu Tindakan distraksi yang dapat diimplementasikan di rumah sakit dalam manajemen nyeri non farmakologi. Tujuan : Mengetahui hasil penerapan tehnik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pada ibu post partum sectio caesarea. Metode : Penerapan ini menggunakan metode deskriptif studi kasus, dengan jumlah sampel penerapan 2 responden. Penerapan ini dilakukan selama 2 hari dengan frekuensi 3 kali dalam sehari yang berdurasi 5-10 menit. Hasil :Hasil penerapan menunjukkan bahwa kedua responden sebelum dan sesudah diberikan tehnik relaksasi nafas dalam mengalami penurunan skala nyeri dari kategori sedang menjadi ringan. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pada penerapan tehnik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pada ibu post partum sectio caesarea di RSUD Kota Salatiga
Penerapan Rom Exercise Bola Karet Terhadap Kekuatan Otot Genggam Pasien Stroke Di RSUD Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri
Shela Meliana Putri;
Ika Silvitasari;
Sumardi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stroke merupakan kehilangan fungsi otak secara, yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Penurunan kekuatan otot dapat mengakibatkan penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan tubuh, hambatan dalam gerak, resiko jatuh, perubahan postur. Terapi exercise bola karet untuk mencegah komplikasi akibat kelemahan otot bagian tubuh. Tujuan:Mendiskripsikan hasil perkembangan kekuatan otot sebelum dan sesudah dilakukan penerapan ROM exercise bola karet terhadap kekuatan otot genggam. Metode:Metode deskriptif menggunakan studi kasus, pengukuran kekuatan otot sebelum dan sesudah dilakukan ROM exercise bola karet, terapi dilakukan sebanyak 2x sehari selamat 4 hari. Hasil:Kekuatan otot pada Tn. P dari sebelum diberikan terapi dengan kategori tidak mampu melakukan gaya gravitasi atau gerak pasif sedangkan sesudah dilakukan penerapan kategori kekuatan otot hanya mampu melawan gravitasi. Sedangkan kekuatan otot pada Tn. S dari sebelum diberikan terapi dengan kategori tidak mampu melakukan gaya gravitasi atau gerak pasif sedangkan sesudah dilakukan penerapan kategori kekuatan otot hanya mampu melawan gravitasi. Kesimpulan: Terapi ROM exercise bola karet dapat meningkatkan kekuatan otot genggam .
Integrasi Nilai-Nilai Islam Pada Pembelajaran IPS (Studi Deskriptif Pembelajaran IPS Di SMPN 39 Seluma)
Novia Nurul Ramadani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan perlu mengajarkaninilai-nilai Islam. Nilai-nilai keislaman diajarkanidalam IPS di SMP/MTS dengan memperhatikan bahwa IPS merupakan ilmu umum dan memperhatikaninilai-nilai keislamaniisiswa untukiimembentuk karakternya. Tulisan ini bertujuaniuntuk mengetahuiibagaimana integrasiinilai-nilai Islam dengan mata pelajaran umum khususnya IPS di SMPN 39 Seluma, dan bagaimana integrasi pendidikaniIslam berbasisikeilmuan antaraiilmu-ilmu umum (SMP) daniilmu agama Penelitianikualitatif digunakan dalam Penelitianiini dilakukaniidengan mengamati, menulis, dan berbicara dengan orang. Materi keterampilan sosial dasar untuk kelas 8 di SMPN 39 Seluma dapat dipadukan dengan nilai-nilai keislaman, SMP dan MTs. Misalnya ketika berbicara tentang alam di kelas 8, guru dapat mengajak siswa untuk lebih banyak bersyukur karena dapatimelihat danimenikmati ciptaaniAllahiSWT. Iaijuga menambahkanikalimat thayyibahiberdasarkan apaiyang ia rasakan. Selain itu, Anda bisa belajar tentang nilai terima kasih dari materi yang terlihat nyata ini. Lalu, Q.S. Luqman ayat 18 berbicara tentang bagaimana bergaul dengan teman-teman Anda, termasuk aturan bergaul dengan orang lain. Masih banyak informasi pada keterampilan dasar IPS kelas 8 yang dapat dipadukan dengan keyakinan Islam
Penerapan Abdominal Sretching Exercise Sebagai Upaya Penurunan Intensitas Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Mudal, Boyolali
Wahyu Tri Wulandari;
Riyani Wulandari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dismenore atau rasa nyeri menstruasi merupakan keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron, gejala yang dapat timbul berupa lemas, malas, hilang konsentrasi, nyeri abdomen, sakit punggung dan kram yang dapat menggangu aktivitas. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25%, terdiri atas 54,8% dengan dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu penanganan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan intensitas dismenore adalah abdominal stretching exercise yang dapat meningkatkan kadar hormon endorphin. Tujuan; Mengetahui hasil implementasi abdominal stretching exercise terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri. Metode; Penerapan ini dilaksanakan dengan studi kasus dan mengobservasi kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi pada dua responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan Numerik Rating Scale (NRS). Hasil; Setelah dilakukan penerapan abdominal stretching exercise pada kedua responden, selama 10-15 menit pada tiga hari pertama menstruasi secara berturut-turut menunjukkan adanya penurunan intensitas dismenore menjadi kategori tidak nyeri dan nyeri ringan. Kesimpulan; Abdominal stretching exercise dapat menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri
Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Fungsi Kognitif Lansia Di Desa Jangglengan Kabupaten Sukoharjo
Irma Alfiyanti;
Ika Silvitasari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Usia lansia smakin bertambah akan mengalami banyak penurunan salah satunya adalah penurunan kemampuan kognitif. Penurunan kemampuan kognitif akan berdampak pada fokus, perhitungan, pengambilan keputusan, masalah yang terjadi tidak dapat selesai, aktivitas hariannya mulai terganggu. Salah satu terapi yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif adalah terapi reminiscence. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap fungsi kognitif lansia di Desa Jangglengan Kabupaten Sukoharjo. Metode : Desain penelitian ini yaitu Quasi Eksperiment Design dengan rancangan One Group Pre-test – Post-test Design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling dengan jumlah sampel 20 responden. Penurunan fungsi kognitif diukur menggunakan kuisioner Mini-Mental State Examination (MMSE). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan terapi reminiscence dari 20 responden, sebagian besar mengalami gangguan fungsi kognitif ringan sebanyak 11 responden (55%) dan setelah diberikan terapi reminiscence dari 20 responden sebagian besarmengalami gangguan fungsi kognitif normal sebanyak 12 responden (60%). Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh terapi reminiscence terhadap fungsi kognitif lansia di Desa Jangglengan Kabupaten Sukoharjo.