cover
Contact Name
Muhammad Nazar
Contact Email
mnazar@usk.ac.id
Phone
+6285261619059
Journal Mail Official
kanapuspita@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kimia FKIP USK Kopelma Darussalam
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kimia
ISSN : -     EISSN : 26216132     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK) merupakan media publikasi artikel hasil karya tugas akhir/skirpsi mahasiswa Pendidikan Kimia strata satu (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK guna untuk memenuhi kewajiban setiap mahasiswa sebagai salah satu syarat sidang dan yudisium sarjana. Artikel diterbitkan setelah diuji turnitin melalui website JIMPK.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia" : 9 Documents clear
Pengembangan Media Pembelajaran Berbentuk Buletin pada Materi Koloid di Kelas XI SMA Negeri 12 Banda Aceh Mardia Julianda; . Rusman; . Habibati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Berbentuk Buletin pada Materi Koloid di Kelas XI SMA Negeri Banda Aceh yang bertujuan untuk menghasilkan media buletin materi koloid serta menguji tingkat validitas dan kelayakan dari media yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and devolment (RD) yaitu penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari angket validasi media dan angket uji kelayakan media dari guru. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi media dan lembar uji kelayakan media. Persentase rata-rata lembar angket validasi yang diperoleh yaitu sebesar 87,46% (sangat layak). Persentase nilai kelayakan media dari guru kimia SMA Negeri 12 Banda Aceh yaitu sebesar 86,90% (sangat baik). Media buletin materi koloid yang dihasilkan memiliki kategori kevalidan sangat layak dan kelayakan media sangat baik.Kata kunci: Buletin, research and development (RD), koloid.ABSTRACTThe study entitled "Development of Learning Media Bulletin on Colloidal Materials in Class XI SMA Negeri Banda Aceh" has been conducted. The aim of study is to produce a media bulletin colloidal material and to test the validity and feasibility of the resulting media. This type of research is research and development (R D), which used to produce a specific product and test the effectiveness of the product. The approach used is a qualitative approach with descriptive research. Data collection techniques derived from the questionnaire validation of media and media due persistence questionnaire from teachers. The instruments used were sheets and sheets of media validation feasibility test media. The average percentage of validation questionnaire sheet obtained in the amount of 87.46% (very decent). The percentage value of media feasibility chemistry teacher SMA 12 Banda Aceh in the amount of 86.90% (excellent). Media bulletin colloidal material produced has a very decent categories validity and feasibility of the media very well.Abstract Keywords: Bulletin, research and development (RD), colloid.
Pengembangan Media Chemopoly Game Struktur Atom untuk Meningkatkan Aktivitas dan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 4 Banda Aceh Riska Ananda; Sri adelila Sari; . Rusman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian yang berjudul Pengembangan Media Chemopoly Game pada Materi Struktur Atom untuk Meningkatkan Aktivitas dan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 4 Banda Aceh bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan media, aktivitas siwa, dan ketuntasan belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan desain pengembangan ADDIE, yaitu (i) Analysis, (ii) Design, (iii) Development, (iv) Implementation, dan (v) Evaluation dengan menggunakan metode kualitatif. Uji coba penelitian dilakukan di SMAN 4 Banda Aceh di kelas X IA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media chemopoly game mendapatkan validitas dengan kelayakan berdasarkan 3 aspek yaitu, aspek tampilan media, aspek pembelajaran dan aspek isi dengan persentase berturut-turut 95%, 89,5% dan 96,8%. Validasi produk dilakukan oleh 2 orang validator yaitu 2 orang dosen Pendidikan Kimia Universitas Syiah Kuala. Uji coba siswa terhadap pengembangan media chemopoly game untuk aktivitas siswa tergolong aktif dengan persentase rata-rata 93%. Ketuntasan belajar siswa diperoleh sebesar 79,3%. Berdasarkan deskripsi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media chemopoly game layak digunakan dan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran dengan materi struktur atom.Kata kunci : chemopoly game, aktivitas siswa, ketuntasan belajar, struktur atomAbstractA research entitled The Development of Chemopoly Game Media in Teaching Atomic Structure to Increase Students Activity and Achievement for Tenth Grade Students in SMA Negeri 4 Banda Aceh was aimed to figure out how the development of a media, students activity and students achievement. This study was formed in qualitative method and presented in developmental research with ADDIE design, namely (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The data were collected from a sample of 29 students from class X IA 1 in SMA Negeri 4 Banda Aceh. The finding of the research indicated that the development of chemopoly game media was valid as refer to three aspects, viz. media display, learning aspects and contents. The percentages of the three were 95%, 89,5% and 96,8%. Respectively the validity of the product has been tested by two validators and also as the lecturers from study program of chemical education of Syiah Kuala University. From the research, it showed that the students were counted as active since the percentage is 93%. Moreover, there is 79,3% of students who are able to pass the minimum grade. Based on the preceding elaboration, the result of this study then concludes that chemopoly game media was acceptable to be used and implemented in classroom activity in teaching atomic structure.Keywords: chemopoly game, students activity, achievement, atomic structure
Penerapan Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here (ETH) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Koloid Siswa Kelas XI IA di SMA Negeri 5 Banda Aceh Putri zuliani; M. Nasir; . Habibati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEveryone is A Teacher Here merupakan model pembelajaran untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara individual. Telah dilakukan penelitian yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Koloid Siswa Kelas XI IA Di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas, hasil belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran ETH. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 2 yang berjumlah 29 orang siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes hasil belajar dan angket. Instrument penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa, soal tes hasil belajar dan lembar angket tanggapan siswa. Analisis data dilakukan dengan rumus persentase. Berdasarkan analisis data menunjukkan persentase rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan I sebesar 70,13% (kategori baik) dan pada pertemuan II aktivitas sebesar 84,72% (sangat baik). Rata-rata hasil belajar yang diperoleh sebesar 92% termasuk dalam kategori baik sekali. Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran ETH dalam memberi tanggapan setuju sebesar 44,41% dibandingkan tanggapan ragu-ragu sebesar 18,72%.Kata kunci : aktivitas, hasil belajar, ETH, koloid.AbstractEveryone is a Teacher Here is a kind of learning to throughly and individually gain participation in class.a research titled application of learning method of Everyone Is a teacher here to enhance activities and learning results of eleventh-year students colloid chemistry subject in SMA 5 banda Aceh. The research aims to comprehend activities, learning result, and students responses concerning application odf ETH learning method. Subject of research consists of 29 eleventh-year students which comprise 10 males and 19 females. the research uses descriptive method with qualitative approach. Data collecting conducted by observating, examining, and questionnairing. Research instrument used comprises observation of student activies, examination, and questionnaire of student responses. Data analysing conducted by percentage formula. Based on data analyses, the result demonstrates average activity of students in the first meeting by 70.13% (good) and in the second one by 84.72% (very good). Average of learning method gained from 92% goes into very good category. 44.41% of students agree on ETH learning method compared with 18.72% are in hesitancy.Keyword : Activity, learning result, ETH, colloid.
Analisis Kesulitan Pemahaman Siswa pada Materi Sifat Koligatif Larutan dengan Menggunakan Three-Tier Multiple Choice Diagnostic test di Kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh Aida Auliyani; Latifah Hanum; Ibnu Khaldun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kesulitan pemahaman siswa pada materi sifat koligatif larutan dengan menggunakan tes diagnostik three-tier multiple choice. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pemahaman siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh pada materi sifat koligatif larutan menggunakan three-tier multiple choice diagnostic test. ; 2) mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh dalam memahami materi sifat koligatif larutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh yang dipilih secara purposive sampling dengan jumlah siswa 27 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes diagnostik three-tier multiple choice dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14,81% siswa yang paham konsep, 33,94% siswa mengalami miskonsepsi, 45,06% siswa tidak paham konsep, dan 5,96% error. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan guru disebabkan oleh siswa yang kurang memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran ketika proses belajar mengajar berlangsung. Selain itu, siswa juga tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai, siswa tidak serius mempelajari konsep yang menjadi syarat untuk mempelajari konsep selanjutnya, banyak siswa belajar dengan cara menghafal, dan kurangnya latihan soal.Kata kunci: tes diagnostik, three-tier multiple choice, kesulitan pemahaman, sifat koligatif larutanAbstractThe study about analysis of students difficult understanding on materials of colligative properties by using diagnostic test of three-tier multiple-choice have been conducted in class of XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh. The objectives of study were to 1) indicate students understanding of class XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh on materials of colligative properties by using diagnostic test of three-tier multiple-choice; 2) understand students difficulties of class XII IPA 2 SMA Negeri 5 Banda Aceh in order to comprehend materials of colligative properties. The study was implemented by using kind of descriptive study with a qualitative approach. Initially, 27 students of class XII IPA 2 in SMA Negeri 5 Banda Aceh were selected purposively which were 10 males and 17 females. Then, data were collected by using diagnostic test of three-tier multiple-choice and interview. The result of study represented that 14.81% of students were well understand the concept, 33.94% of students were misconception, 45.06% of students were wrong understand the concept and 5.96% of error. According to interview, it can be indicated that some factors which were affected difficulties of students understanding were lack of interest and attention during learning process. Besides that, the students have none of preparation before entered the class, the students were not studied seriously to the conceptual matterwhich was most important to improve other concepts, more of them were studied by memorize, and lack of exercise.Keywords: diagnostic test, three-tier multiple-choice, difficulty of understanding, colligative properties of solution.
Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi Termokimia dengan Menggunakan Three-Tier Multiple Choice Diagnostic Instrument di Kelas XI MIA 5 MAN MODEL Banda Aceh . Aswita; . Rusman; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa menggunakan three-tier multiple choice dan penyebab kesulitan siswa pada materi termokimia. Penelitian dilakukan di MAN Model Banda Aceh menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 5 yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan tes three-tier multiple choice yang terdiri dari 12 soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase kemampuan siswa pada materi termokimia adalah 9,79% yang paham konsep, 24,50% tidak paham konsep, 63,72% mengalami miskonsepsi, dan 1,96% error. Berdasarkan kriteria pendeskripsian tingkat pemahaman konsep siswa, persentase yang diperoleh berada dibawah 30%-45% dengan kategori gagal. Hasil analisis data menunjukkan siswa kurang memahami pada persamaan termokimia dan konsep mol. Faktor penyebab kesulitan siswa antara lain siswa kurang mampu dalam menyimpan informasi secara luas, kurang fokus pada saat guru menjelaskan, sulit dalam memahami materi yang bersifat algoritmik, membutuhkan alat bantu untuk berhitung, dan kurangnya fasilitas laboratorium menyebabkan siswa gagal mendapatkan hasil yang akurat.Kata kunci : kesulitan, termokimia, three-tier multiple choice.AbstractThe objectives of study were to understand level of students understanding by using three-tier multiple choice and cause of students adversity in learning of thermochemistry. The study was conducted in MAN Model Banda Aceh by model of descriptive research with a qualitative approach. Subject of study was 17 students of class XI MIA 5. Then, technique of sampling was purposive sampling. Data were collected by using test of three-tier multiple choice which is consist of 12 questions and interview. The study indicated that the average percentages of students understanding were 9.79% of understand the conception, 24.50% of wrong conception, 63.72% of misconception and 1.90 of error. According to the description of level of understanding, the percentage was under of 30%-45% with a category of failure. Consequently, the analysis of data exhibited that the students have lack of understanding in learning of thermochemistry and mole concept. The students adversity was caused by lack of memorize in order to keep huge information, bad focus when the teacher teach, difficult to understand the algorithmic materials, require the counting-tools, and lack of laboratory facilities.Keyword: adversity, thermochemistry, three-tier multiple choice.
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA Nurmasyittah Irmi; . Adlim; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian untuk mengembangkan penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing sebagai alternatif pedoman kegiatan praktikum Kimia Dasar II bagi mahasiswa Pendidikan Kimia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Pada tahap analysis dilakukan analisis kebutuhan terhadap penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing. Tahap desain dan development dilakukan proses perancangan dan pengembangan produk penuntun praktikum berbasis inkuiri terbimbing yang kemudian divalidasi oleh 2 validator ahli. Hasil validasi produk penuntun praktikum yang dikembangkan diinterpretasikan sebagai katagori valid dan layak digunakan tanpa revisi dengan persentase 82,78%. Tahapan implementation dilakukan uji coba terhadap produk yang dikembangkan. Pada tahap akhir evaluation dilakukan penilaian terhadap produk yang dikembangkan dengan angket tanggapan dosen, asisten serta mahasiswa praktikan. Hasil penilaian angket respon dosen, asisten, dan mahasiswa praktikan dikatagorikan baik dengan persentase masing-masing 84,28%, 86,43% dan 87,14%.Kata kunci : penuntun praktikum, Kimia Dasar, inkuiri terbimbing.AbstractHas done a research appropriate for developing guided inquiry laboratory manual as an alternative manual for practical General Chemistry II to Chemistry Education college students. The design for study was Research and Development (RD) with ADDIE (which stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) type. Analysis necessity for guided inquiry laboratory manual was conducted in the analysis stage. In the design and development stages, designing and developing a product which is a guided inquiry laboratory manual was made and then validated by 2 proficient validators. Validation result was valid and suitable to use without revise with average positive share 82,78%. In the implementation stage, trial run for product made was held. Evaluation an end stage of ADDIE is used for evaluating product made using questionnaires given to instructors, laboratory assistants and college student. Questionnaires which has been done answer by instructors, laboratory assistants and college student showed positive results with each percentage 84,28%, 86,43% and 87,14%.Keywords: laboratory manual, General Chemistry, guided inqury.
Menganalisis Tingkat Pemahaman Siswa pada Materi Ikatan Kimia Menggunakan Instrumen Penilaian Four-Tier Multiple Choice (Studi Kasus pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh) Malik Yakubi; . Zulfadli; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia dengan menggunakan instrumen penilaian four-tier multiple choice (FTMC) dan mengetahui tanggapan guru terhadap instrumen penilaian FTMC dalam menganalisis tingkat pemahaman siswa. Jenis penelitiannya adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 sebanyak 31 orang dan 5 orang guru mata pelajaran kimia Tahun Ajaran 2016/2017 yang ditentukan berdasarkan teknik random sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan tes dan angket. Tes yang digunakan berupa soal pilihan ganda FTMC sebanyak 15 butir dan lembar angket tanggapan guru sebanyak 5 pertanyaan. Hasil analisis terhadap data penelitian menunjukkan bahwa persentase tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia yang menggunakan instrumen FTMC yang dikategorikan memahami konsep sebesar 43%, tidak memahami konsep 27%, miskonsepsi 19%, dan error 11% serta tanggapan guru terhadap penggunaan instrumen penilaian FTMC dalam menganalisis tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia dikategorikan baik sekali dengan persentase 92%.Kata kunci: four-tier multiple choice, tingkat pemahaman, ikatan kimia.AbstractThe study titled Analyze of level of students understanding in learning of chemical bonding by using instrumentation of Four-Tier Multiple Choice had been done in Class X of SMA Negeri 4 Banda Aceh. The objectives of study were to understand level of understanding in learning of chemical bonding by using the instrumentation of four-tier multiple choice (FTMC) and to understand teachers responses to the instrumentation in analyzing of students understanding. The descriptive research used qualitative approach. Then, subject of study was 31 students of class X IPA 2 and 5 teachers of chemistry department in academic year of 2016/2017 which was determined by using technique of random sampling. Data were collected by using test and questionnaire. The test used 15 questions of FTMC and 5 questions of questionnaire. The result of study indicated that the level of students understanding which was analyzed by using FTMC were 43% of understand the concept, 27% of wrong conception, 19% of misconception, and 11% of error conception. Furthermore, the teachers responses to the implementation of FTMC were categorized as very good with a percentage of 92%.Keyword: four-tier multiple choice, level of understanding, chemical bonding
Hubungan Efikasi Diri dan Kemandirian Belajar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Pendidikan Kimia Angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala Navizatur Rahmi; Ibnu Khaldun; Zarlaida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan kemandirian belajar dengan IPK mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian yaitu 67 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yaitu instrumen berupa angket efikasi diri dan kemandirian belajar beserta dokumentasi IPK mahasiswa yang diperoleh dari Program Studi Pendidikan Kimia. Analisis data menggunakan statistik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi linier berganda Y= 0,363 + 0,003X1 + 0,030X2. Nilai koefisien efikasi diri sebesar 0,003 dan bertanda positif, berarti efikasi diri mampu meningkatkan IPK mahasiswa. Nilai koefisien kemandirian belajar sebesar 0,030 dan bertanda positif, berarti kemandirian belajar mampu meningkatkan IPK mahasiswa. dengan demikian, efikasi diri dan kemandirian belajar mempunyai pengaruh dengan IPK mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia angkatan 2012, 2013, dan 2014 Universitas Syiah Kuala sebesar 78,5% dan 21,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Jadi diharapkan kepada mahasiswa untuk lebih meningkatkan efikasi diri dan kemandirian belajar untuk membantu meningkatkan IPK.Kata kunci : Efikasi Diri, Kemandirian Belajar, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)AbstractThis research aimed to determine the relationship between self-efficacy and autonomous learning with the grade point average (GPA) of students in chemistry education of Syiah Kuala University in academic year 2012, 2013, and 2014. This type of research was correlational study with a quantitative approach. Subjects in this study were 67 students from the Chemistry Department students of Syiah Kuala University in academic year 2012, 2013, and 2014. The Samples used in this study were stratified random sampling. Data collection techniques used instruments were self-efficacy and autonomous learning questionnaire items and the students GPA documentation that was obtained from the Chemical Department. Data were analyzed by multiple linear regression formula. The results of multiple linear regression analysis were obtained equation Y = 0,363 + 0,003X1 + 0,030X2. The coefficient of self efficacy is 0,003 and positive, it means self-efficacy can improve student GPA. The coefficient of Autonomous Learning is 0,030 and is positive, it means Autonomous Learning can improve student GPA. thus, self-efficacy and self-learning has influence with a GPA of Chemistry department students in academic year of 2012, 2013, and 2014 Syiah Kuala University amounted to 78.5%. Therefore, it is expected to the students to enhance the self-efficacy and the autonomous learning to help improvement in achieving the GPA.Keywords: Self-Efficacy, Autonomous Learning, Grade Point Average (GPA)
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KUARTET PADA MATERI ASAM BASA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Intan puspita sari; Sri adelila Sari; Ratu Fazlia Inda Rahmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2017): Program Studi Pendidikan Kimia
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kartu kuartet pada materi Asam Basa untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa kelas VII di SMPN 6 Banda Aceh. Media kartu kuartet dikembangkan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang memiliki 5 tahap perlakuan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Tahap analisis dilakukan berdasarkan angket analisis kebutuhan yang dibagikan kepada siswa sebelum melakukan penelitian. Dalam tahap desain, produk yang dihasilkan berupa media yaitu kartu kuartet tentang materi asam basa yang direvisi sebanyak 2 kali. Pada tahap pengembangan kartu yang sudah di desain kemudian dikembangkan lagi sesuai saran dosen pembimbing seperti warna, tulisan dan gambar. Dari masing-masing komponen didapatkan rata-rata persentase keseluruhan kelayakan untuk semua aspek sebesar 98,8%, yang menunjukkan sangat layak untuk digunakan berdasarkan kriteria penilaian. Pada tahapan implementasi dilakukannya validasi oleh validator ahli, dilakukannya uji coba untuk melihat kelayakan media yang telah dikembangkan. Tahap akhir adalah tahap evaluasi yaitu proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Siswa memberikan respon positif terhadap media yang dikembangkan yaitu 94,20% dan 5,80% jawaban negatif dengan kategori sangat baik, hasil jawaban angket respon guru dengan persentase jawaban positif sebesar 100%. Aktivitas siswa setelah penggunaan media kartu kuartet sangat baik dengan rata-rata persentase 92,41% dan hasil skor penilaian motivasi siswa terhadap media kartu kuartet dengan rata-rata persentase sebesar 85,71% dengan kategori sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa media kartu kuartet pada materi asam basa sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.Kata kunci : Kartu Kuartet, Asam Basa, Motivasi Aktivitas.AbstractThe objective of study was to develop media of quartet card in learning of acid and base in order to improve motivation and students learning activities in class of VII in SMPN 6 Banda Aceh. Media of quartet card was developed by using model of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) and it has 5 stages which were analysis, design, development, implementation and evaluation. The step of analysis was conducted by collecting questionnaire in order to understand the needs before doing the study. Then, the step of design was implemented by doing twice correction. Furthermore, the quartet card was developed by considering the advices of supervisor which is consist of colour, lettering and pictures. For all steps, it can be indicated that the percentage of appropriateness was 98.8% which covers all aspects. The step of implementation was started by doing of validation to the media of quartet card and trying in order to know the worthiness of media. The last of steps was evaluation which was conducted to evaluate the learning process. The students gave responses which were 94.20% of positive response and 5.80% of negative response. Then, responses of teachers were collected by doing of questionnaire which was 100% of positive responses. Besides that, students activities have been improved after using media of quartet card with a percentage of 92.41%. The improvement was not only to the activities, but also to the motivation with a percentage of 85.71% by category of very good. So it could be concluded that the media card quartet on acid base material is very feasible for use as a medium of learning.Keywords: Quartet Card, Acid and Base, Motivation Activities.

Page 1 of 1 | Total Record : 9