cover
Contact Name
-
Contact Email
lkp2m@uin-malang.ac.id
Phone
+6285173116244
Journal Mail Official
lkp2m@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Gedung Jenderal Besar H.Muhammad Soeharto (Sport Center) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
LoroNG
ISSN : 26848171     EISSN : 18299245     DOI : https://doi.org/10.18860/lorong.v
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan sebagai wadah pengkajian sosial dan budaya. Jurnal ini bertujuan menjadi tempat pengembangan kemampuan kritis dan analitis mahasiswa serta menjadi sarana untuk menggairahkan kembali tradisi menulis di kalangan akademisi. Lorong memuat tulisan ilmiah populer, gagasan orisinal yang kritis dan segar, serta ulasan buku. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Juni dan Desember setiap tahun oleh UKM LKP2M (Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
Hak dan Kewajiban Kemitraan Prespektif Islam dalam Hubungan Perusahaan E-commerce: Analisis Kasus Pemogokan Kurir Shopee Express Rifqi, M. Izzuddin
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v10i1.955

Abstract

Since the surge in the gig economy phenomenon, the employment relationship ecosystem in Indonesia has continued to change. This can be seen from the increasing number of e-commerce companies that were born and developed in Indonesia. Ironically, the speed of change cannot be matched by adequate regulation. So that some aspects of regulations regarding employment relations need to be updated so that workers who decide to work under e-commerce companies can be guaranteed their rights. This research is a type of normative research with a statutory approach and a conceptual approach. The results of the study show that from an Islamic perspective, workers who enter into work contracts with e-commerce companies are called Ju’alah contracts as stated in the fatwa of DSN-MUI No. 62/DSN-MUI/XII/2007 concerning the Ju’alah Agreement. Semenjak melonjaknya fenomena gig economy, ekosistem hubungan kerja di Indonesia terus mengalami perubahan. Hal tersebut bisa dilihat dari semakin banyaknya perusahan e-commerce yang lahir dan berkembang di Indonesia. Ironinya, kecepatan perubahan tersebut tidak mampu diimbangi dengan regulasi yang memadai. Sehingga beberapa aspek regulasi tentang hubungan kerja perlu diperbarui agar para pekerja yang memutuskan untuk bekerja di bawah perusahan e-commerce hak-haknya dapat terjamin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konsep (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam prespektif Islam, para pekerja yang menjalin kontrak kerja dengan perusahaan e-commercedinamakan Akad Ju’alah seperti tercantum pada fatwa DSN-MUI No.62/DSN-MUI/XII/2007 Tentang Akad Ju’alah.
Konflik Kepentingan dalam Cerpen Simuladistopiakoronakra Karya Seno Gumira Ajidarma afuzi Mu’iz, Dzikrul Hakim T
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v10i1.956

Abstract

Literary works must have authors who will never be free from the bias of their knowledge in writing their careers even though the work’s objectivity has been tried as much as possible in narrating it, especially in written literary works. This study discusses the conflicts of interest in literary works and makes the short story Simuladistopiakoronakra by Seno Gumira Ajidarma a material object. Therefore, Ralf Dahrendorf’s conflict of interest theory is used as an analytical tool. Regarding existentialism philosophy which considers the existence of other people as a threat to oneself, the short story Simuladistopiakoronakra is analyzed by mapping the conflicts that occur in them and their forms. The study results reveal that in the short story Simuladistopiakoronakra, there is a conflict of interest between the Commander who represents his interests in Fish-Headed Man and a group of Earthmen who have interests. The conflict of interest between the characters in this short story has the form of cross-class violence in negotiation, and physical violence used to achieve the desired claims. The fatal form of physical violence in this short story is the killing of the FishHeaded Man by the Earthman. Karya sastra pasti memiliki pengarang yang tidak akan pernah bebas dari bias pengetahuannya dalam menuliskan karyanya meskipun objektivitas karya sudah diusahakan semaksimal mungkin dalam menarasikannya, terlebih lagi pada karya sastra tulis. Penelitian ini membahas konflik kepentingan yang terdapat dalam karya sastra dan menjadikan cerpen Simuladistopiakoronakra karya Seno Gumira Ajidarma sebagai objek material. Oleh sebab itu, teori konflik kepentingan Ralf Dahrendorf digunakan sebagai alat analisis. Terkait filsafat eksistensialisme yang menganggap keberadaan orang lain adalah ancaman bagi diri sendiri, cerpen Simuladistopiakoronakra dianalisis dengan memetakan konflik yang terjadi di dalamnya beserta bentuk-bentuknya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam cerpen Simuladistopiakoronakra terdapat konflik kepentingan antara Komandan yang merepresentasikan kepentingannya pada Manusia Berkepala Ikan dengan sekelompok Manusia Bumi yang memiliki kepentingan juga. Konflik kepentingan antar tokoh dalam cerpen ini memiliki bentuk kekerasan lintas kelas berupa negosiasi dan kekerasan fisik yang digunakan untuk mencapai kepentingan yang diinginkan. Bentuk kekerasan fisik yang fatal terdapat dalam cerpen ini adalah pembunuhan Manusia Berkepala Ikan oleh Manusia Bumi.
NU Againts Corruption: Analisis Pemikiran, Narasi dan Gerakan Anti Korupsi di Tubuh Organisasi Islam Nahdlatul Ulama Makhmuri, Muhammad
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v10i1.957

Abstract

The practice of corruption in Indonesia, which becomes run-riot by the day, has opened public awareness about the danger of corruption. Eradication of corruption that is carried out only by authorized institutions is not enough; therefore, societies need synergy to create an anti-corruption culture. This article analyzes the role of societies to effort the eradication of corruption. This article focuses on the thoughts, narratives, and anti-corruption actions built by the Islamic society organization Nahdlatul Ulama. Anti-corruption ideas within NU came from the perspective of the Kiai, which was manifested in various bahtsul masail studies and forums organized by Nahdiyyin. In the NU tradition, Kiai has an essential role and are frequently agents of social engineering or social change in society. In addition to being a social organization that upholds religious values, NU also always says NU’s national values by principled to Pancasila and the 1945 Constitution. From NU’s perspective, corruption is a severe problem that must be faced and fought seriously. Narratives and anti-corruption actions within NU can also be seen through various campaigns and agendas carried out by Nahdiyyin, both individually and collectively. Praktek korupsi di Indonesia yang kian hari kian menggurita, membuka kesadaran masyarakat tentang bahaya korupsi. Upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang saja tidaklah cukup, oleh karena itu dibutuhkan sinergitas masyarakat dalam mengupayakan budaya antikorupsi. Artikel ini menganalisa peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi. Artikel ini berfokus pada pemikiran, narasi dan gerakan antikorupsi yang dibangun oleh organisasi kemasyarakatan Islam Nahdlatul Ulama. Pemikiran antikorupsi dalam tubuh NU lahir dari persepktif para kiai yang termanifestasikan dalam berbagai kajian-kajian bahstul masaildan forum-forum baik resmi maupun kultural yang diselenggarakan oleh warga Nahdiyyin. Dalam tradisi NU, kiai memiliki peran vital dan acapkali menjadi agent of social engineering atau agen-agen perubahan social masyarakat. Selain menjadi organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, NU juga senantiasa menyuarakan nilai-nilai kebangsaan dengan perpegang pada Pancasila dan UUD 1945. Korupsi dalam pandangan NU merupakan persoalan serius yang harus dihadapi dan dilawan dengan serius pula. Sehingga, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi. Narasi dan gerakan antikorupsi di tubuh NU juga dapat dilihat melalui berbagai kampanye dan agenda yang dilakukan oleh warga Nahdiyyin baik secara individu maupun kolektif.
Pola Asuh dalam Pemenuhan Hak Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 di Lembaga Panti Asuhan Dahlan Syafi’i Subkhiya, Fajriatis
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v10i1.958

Abstract

Children are the next generation of the nation that must be maintained health and fulfillment of their rights. Each parent, teacher, government, and community is responsible for the growth and development of children such as physical, knowledge, psychological, and social. This study aims to determine the pattern of parenting in the fulfillment of children’s rights during the COVID-19 pandemic at the Dahlan Syafi’i orphanage. The research method uses a qualitative approach, data collection methods through in-depth interviews, observation, and documentation. The subjects or informants in this study were the caretakers of the orphanage and 2 Dahlan Syafi’i orphans. The results showed (1) the types of parenting applied by the caregivers were authoritarian, authoritative, and permissive. (2) Fulfillment of children’s rights during the pandemic include (a) Guaranteeing children’s health and growth and development, (b) Assisting and educating during online learning, (c) Delivering information as a provision of children’s knowledge, (d) Establishing massive communication and cohesiveness, (e) Meet with biological parents, (f) Set a good example. Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga kesehatan dan pemenuhan haknya. Masing-masing orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat bertanggungjawab atas tumbuh kembang anak seperti fisik, pengetahuan, psikis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh dalam pemenuhan hak anak di masa pandemi Covid-19 di lembaga panti asuhan Dahlan Syafi’i. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek atau informan dalam penelitian ini adalah pengasuh panti asuhan dan 2 anak yatim piatu Dahlan Syafi’i. Hasil penelitian menunjukkan (1) jenis pola asuh yang diterapkan oleh pengasuh adalah authoritarian, authoritative dan permissive. (2) Pemenuhan hak anak di masa pandemi diantaranya (a) Menjamin kesehatan dan tumbuh kembang anak, (b) Mendampingi dan mendidik selama pembelajaran daring, (c) Menyampaikan informasi sebagai bekal pengetahuan anak, (d) Menjalin komunikasi dan kekompakan secara masif, (e) Bertemu dengan orang tua kandung, (f) Memberi teladan yang baik.
Tahlil Virtual: Sebuah Upaya Menegosiasikan Tradisi dan Teknologi Informasi Nurmala Sari, Astri Liyana
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v10i1.959

Abstract

The spread of the Covid-19 virus has made policymakers issue restrictions on activities and community interactions. This restriction is carried out in almost every line of community life, including implementing various religious traditions, one of which is the tahlil tradition. In the perspective of humanism, the interaction between individuals in the tahlil tradition is proven to build and foster the value of subsidiarity and solidarity between communities. Amid the pandemic, the community then innovated the tahlil tradition by utilizing internet-based communication technology. However, virtual tahlil tends to erode the values that are the substance of the tahlil tradition itself. This paper tries to analyze the virtual tahlil phenomenon carried out by various elements of society during the pandemic. By using a humanism approach, this paper will describe the phenomenon of virtual tahlil and offer a strategy to maintain the community’s empathy and solidarity, which is the core of this religious tradition that has been preserved for generations. Penyebaran virus Covid-19 membuat pemangku kebijakan mengeluarkan pemberlakuan pembatasan aktivitas dan interaksi masyarakat. Pembatasan ini dilakukan di hampir setiap lini kehidupan masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan berbagai tradisi-tradisi keagamaan, salah satunya ialah tradisi tahlil. Dalam perspektif humanisme, interaksi antar individu masyarakat dalam tradisi tahlil terbukti membangun dan menumbuhkan nilai subsidiaritas dan solidaritas antar masyarakat. Di tengah kondisi pandemi tersebut, masyarakat kemudian melakukan inovasi tradisi tahlil dengan memanfaatkan teknologi komunikasi berbasis internet. Namun, tahlil virtual cenderung mengikis nilai-nilai yang menjadi substansi dari tradisi tahlil itu sendiri. Tulisan ini mencoba menganalisa fenomena tahlil virtual yang dilakukan berbagai elemen masyarakat pada masa pandemi. Dengan menggunakan pendekatan humanisme, tulisan ini akan memaparkan fenomena tahlil virtual sekaligus menawarkan strategi untuk tetap merawat rasa empati dan solidaritas masyarakat yang menjadi inti dari tradisi keagamaan yang telah dilestarikan secara turun temurun ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5