cover
Contact Name
Deni Rahman Marpaung
Contact Email
rahmanmarpaung@gmail.com
Phone
+6282248620318
Journal Mail Official
sains.olahraga@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Ilmu Keolahragaan Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan
ISSN : 23022388     EISSN : 25805150     DOI : https://doi.org/10.24114/so
Core Subject : Health, Science,
Tulisan yang dimuat dalam jurnal Sains Olahraga hanya berkaitan dengan sains olahraga, tidak memuat yang berkaitan dengan pendidikan olahraga.
Articles 167 Documents
TINGKAT AGRESIVITAS ATLET PENCAK SILAT SUMATERA UTARA MENGIKUTI PEKAN OLAHRAGA WILAYAH IX DI BANGKA BELITUNG Indah Verawati; Ratna Manda Sari
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 2, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.348 KB) | DOI: 10.24114/so.v2i1.12872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat agresivitas atlet pencak silat Sumatera Utara mengikuti Pekan Olahraga Wilayah IX di Bangka Belitung 2015. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes penyebaran angket dalam mengumpulkan data penelitian. Adapun jumlah subjek penelitian 27 atlet pencak silat. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui data tingkat agresivitas atlet pencak silat Sumatera Utara mengikuti Pekan Olahraga Wilayah IX di Bangka Belitung adalah angket yang sebelum dilakukan penelitian angket terlebih dahulu diuji cobakan,untuk melihat validitas dan reliabilitas angket. Adapun hasil validitas angket motivasi berprestasi berada pada (rhitung) = -0,059 - 0,897 dengan rtabel = 0,444. Nilai reliabilitas angket tingkat agresivitas sebesar rhitung = 0,9873 dengan rtabel = 0,444, maka secara kolektif angket tersebut dinyatakan reliabel. Dari 40 butir angket yang diuji cobakan, menghasilkan 23 butir pernyataan yang valid dan 17 pernyataan yang tidak valid. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat agresivitas atlet pencak silat Sumatera Utara mengikuti Pekan Olahraga Wilayah IX di Bangka Belitung berdasarkan indikator diperoleh hasil sebagai berikut: 1) rasa marah 62.03%dengan kategori baik, 2) emosi 69.44% dengan kategori baik, 3) frustasi 64.81% dengan kategori baik, 4) curiga 80% dengan kategori baik sekali, 5) cemburu 77.27% dengan kategoribaik, 6) merasa diperlakukan tidak adil 63.76% dengan kategori baik, 7) bersilang pendapat 66.81% dengan kategori baik, 8) membentak 74.56% dengan kategori baik, 9) berdebat 82.91% dengan kategori baik sekali, 10) mengancam 82.91% dengan kategori baik sekali. Dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi dengan nilai persentase jumlah keseluruhan adalah 73.13% termasuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Agresivitas, Atlet Pencak Silat.
EFEK PEMBERIAN MINUMAN ENERGI YANG MENGANDUNG KAFEIN DAN TAURIN TERHADAP DAYA TAHAN DAN KADAR ASAM LAKTAT SAAT MELAKUKAN AKTIFITAS FISIK PADA MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN 2016 Deni Rahman Marpaung; Agus Salim Samosir; Septiana M Purba; Khairani Fitri
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.877 KB) | DOI: 10.24114/so.v2i2.11366

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian minuman energi yang mengandung kafein dan taurin terhadap daya tahan dan kadar asam laktat saat melakukan aktifitas fisik pada mahasiswa Ilmu Keolahragaan stambuk 2016. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fitnes Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, dengan metode Crossover Design. Sampel penelitian Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Stambuk 2016 sebanyak 8 orang. Aktifitas fisik submaksimal dilakukan dengan treadmill sampai denyut nadi submaksimal. Daya tahan di ukur dengan perbadingan waktu tempuh berlari pada pemberian air mineral dengan minuman energi dan pemeriksaan kadar asam laktat dilakukan di awal dan diakhir perlakuan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan Rata-rata kadar asam laktat pertemuan pertama pada kelompok I pemberian air mineral 2,225 mmol/L menjadi 5,5 mmol/L  dengan waktu 39,3275 menit dan kelompok II pemberian minuman energi 2,025 mmol/L menjadi 4,025 mmol/L dengan waktu 49,6125 menit. Selanjutnya setelah di Crossover rata-rata kadar asam laktat pada pertemuan kedua untuk kelompok I pemberian minuman energi 2,725 mmol/L menjadi 4,825 mmol/L dengan waktu 53,6875 menit dan kelompok II air mineral 2,675 mmol/L menjadi 4,65 mmol/L dengan waktu 46,295 menit. Penelitian ini menyimpulkan minuman energi yang mengandung kafein dan taurin tidak dapat mempengaruhi daya tahan dan kadar asam laktat pada mahasiswa Stambuk 2016.Kata Kunci: Kafein, Taurin, Asam Laktat
SURVEY TINGKAT PENGETAHUAN MEMBER FITNESS KOTA MEDAN DALAM MENGKONSUMSI SUPLEMEN Frenki Franata Saragih; Mesnan .
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 1: April 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.528 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i1.6131

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan member fitness dalam mengonsumsi suplemen. Adapun tempat penelitian dilakukan di fitness center New Life Gym, X1 Fitness Center dan Olympus Gym Center di Kota Medan. Penelitian dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret 2016. Besar sampel penelitian yang didapat melalui purposive sampling adalah 80 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang didalamnya memuat beberapa kelompok pertanyaan mengenai: karakteristik responden, pengetahuan, yang berhubungan dengan mengkonsumsi suplemen. Analisa data dilakukan dengan menggunakan program di komputer meliputi pemasukan data dan tabulasi data. Data yang dikumpulkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian maka didapat tingkat rata-rata pengetahuan member fitness centre di Kota Medan dalam mengonsumsi suplemen berada dalam kategori tinggi yaitu 84%. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, member fitness, suplemen.
Pengaruh Metode Latihan Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Keterampilan Teknik Dasar Futsal Risa Hadi
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 3, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.299 KB) | DOI: 10.24114/so.v3i2.15201

Abstract

Keterampilan dalam sebuah gerakan dapat dikuasai oleh seseorang apabila dilatih secara terus menerus untuk menghasilkan kemahiran gerakan dan otomatisasi dalam waktu tertentu. Sehingga untuk membentuk keterampilan sangat bergantung pada teknik dasar dalam hal ini adalah futsal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari metode serial practice dan random practice serta motivasi berprestasi terhadap keterampilan teknik dasar dalam futsal. Penelitian ini dilakukan pada atlet MA Mafatihul Huda, penelitian ini menggunakan treatment by level 2 x 2. Sampel terdiri dari 36 atlet. Teknik analisis data adalah analisis varians dua jalur (ANAVA) dan selanjutnya dilanjutkan dengan uji Tukey pada tingkat signifikansi α = .05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Nilai keterampilan teknik dasar dalam futsal pada perlakuan metode serial practice (A1) lebih tinggi dari nilai metode random practice (A2); (2) Terdapat pengaruh interaksi antara metode latihan (A)  dan motivasi berprestasi (B) terhadap keterampilan teknik dasar dalam futsal; (3) Nilai keterampilan teknik dasar dalam futsal pada perlakuan metode serial practice motivasi berlatih tinggi (A1B1) lebih tinggi dari nilai metode random practice motivasi berprestasi tinggi (A2B1); (4) Nilai keterampilan teknik dasar dalam futsal pada perlakuan metode serial practice motivasi berprestasi rendah (A1B2) lebih rendah dari nilai metode random practice motivasi berprestasi rendah (A2B2).Catatan kunci : Practice, Motivasi Berprestasi, Teknik Dasar Futsal
PENGARUH AKTIFITAS FISIK CONTINUOUS RUNNING DAN INTERVAL RUNNING TERHADAP SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE (SGOT) DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) Novita Sari Harahap; Riski Pranata
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 3, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.352 KB) | DOI: 10.24114/so.v3i1.13057

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik continuous running dan interval running terhadap SGOT dan SGPT pada mahasiswa Ikor Unimed Tahun 2017. Penelitian dilakukan di Stadion Universitas Negeri Medan, Laboratorium Fisik FIK, dan Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel penelitian menggunakan mahasiswa Ikor Unimed  sebanyak 14 orang. Desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Group Design. Aktifitas fisik continuous Running dan interval running dilakukan dengan menggunakan Treadmill selama 12 menit dengan intensitas 60-70 %. Pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT dilakukan di awal dan di akhir perlakuan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa peningkatan rerata kadar SGOT setelah aktifitas fisik continuous running sebesar 88,00 U/L yang sebelumnya sebesar 60,89 U/L dan setelah aktifitas fisik interval running sebesar 81,61 U/L yang sebelumnya 60,41 U/L. Hasil uji analisis diperoleh nilai p=0,662, yang menunnjukkan bahwa ada peningkatan namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna p>0,05. Begitu juga dengan rerata kadar SGPT setelah aktifitas fisik continuous running sebesar 82,21 U/L yang sebelumnya sebesar 57,16 U/L dan setelah aktifitas fisik interval running sebesar 81,80 U/L yang sebelumnya 59,59 U/L. Hasil uji analisis diperoleh nilai p=0,655, yang menunnjukkan bahwa ada peningkatan namun tidak terdapat perbedaan yang bermakna p>0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara aktifitas fisik continuous running dan aktifitas fisik interval running terhadap peningkatan SGOT dan SGPT pada mahasiswa IKOR UNIMED tahun 2017.Kata kunci: Continuous Running, Interval Running, SGOT dan SGPT
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK PUTRA DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK WILLIAM BOOTH MEDAN Nurhayati Simatupang; Kristanto Marganda Nainggolan
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.232 KB) | DOI: 10.24114/so.v2i2.11293

Abstract

Tujuan penelitian ini untukmengetahui tingkat kebugaran jasmani anak putra di Panti Sosial Asuhan Anak William Booth Medan.Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan  Jln. William Iskandar Psr. V-Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak putra di Panti Sosial Asuhan Anak William Booth Medan yang berjumlah 45 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak putra yang masing-masing dibagi berdasarkan kelompok umur, anatara lain umur 6-9 tahun, umur 10-12 tahun, umur 13-15 tahun dan umur 16-19 tahun.Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik kuantitatif dengan persentase guna menentukan klasifikasi tingkat kebugaran jasmaninya. Berdasaran analisis data diperoleh bahwa tingkat kebugaran jasmani anak putra di Panti Sosial Asuhan Anak William Booth medan berada dalam klasifikasi “sedang“. Hal ini dapat dilihat dari jumlah persentase dalam klasifikasi kebugaran jasmani “sedang” pada anak putera kelompok umur 6-9 tahun yaitu 75% (6 orang), pada kelompok umur 10-12 tahun sebesar 70% (7 orang), pada kelompok umur 13-15 tahun sebesar 81,8% (9 orang) dan pada kelompok umur 15-19 tahun sebesar 68,75% (11 orang).Kata Kunci: Kebugaran jasmani, Anak
PENGARUH AKTIFITAS FISIK AEROBIK DAN ANAEROBIK TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Novita Sari Harahap; Urat Purnama Pahutar
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 1, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.873 KB) | DOI: 10.24114/so.v1i2.7785

Abstract

Aktifitas fisik secara umum dapat mempengaruhi fungsi sistem di dalam tubuh salah satunya adalah sistem hematologi seperti leukosit, eritrosit dan trombosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik aerobik dan anaerobik terhadap jumlah leukosit pada mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan. Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimental dengan rancangan pre-post-test group design. Subjek penelitian sebanyak 20 orang mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan, dengan menggunakan tehnik purposive sampling, dibagi 2 kelompok yaitu kelompok aktifitas fisik dan kelompok aktifitas anaerobik. Jumlah leukosit diukur sebelum dan setelah aktifitas fisik aerobik dan aktifitas anaerobik. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna sebelum dan setelah aktifitas fisik aerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit (6,84±1,68 vs 11,01±2,84; p=0,000). Terdapat pengaruh yang bermakna sebelum dan setelah aktifitas fisik anaerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit (7,54±1,67 vs 11,00±1,69; p=0,000). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara aktifitas aerobik dan aktifitas fisik anaerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit (11,01±2,84 vs 11,00±1,69; p=0,999).  Kesimpulan bahwa aktifitas fisik aerobik dan aktifitas anaerobik ber pengaruh terhadap peningkatan jumlah leukosit, akan tetapi tidak terdapat perbedaan antara aktifitas aerobik dan aktifitas anaerobik terhadap peningkatan jumlah leukosit. Kata kunci : Leukosit, Aerobik, Anaerobik
PENGARUH METODE LATIHAN DAN POWER OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN JUMP SHOT BOLABASKET Wanena, Tery; Muhammad, Junalia
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 4, No 1: April 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v4i1.17783

Abstract

This research attemps to find out a) impact difference between distributed training and drill training to basketball jump shoot result, b) result difference of basket ball jump shoot between basketball UKM FIK Uncen students with low and high leg muscle power, and c) interaction impact between traning method and leg muscle power to basketball jump shot result of basketball UKM FKM FIK Uncen students. The training method developed to increase tecnique skill with practice distributed method (distributed training) and massed practice (drill practice). The teories ini this research used training method, jump shoot, and leg muscle power. The research method used experimental metod with 2 x 2 factorial sample. The factorial experimental method is a experiment with two or more free variables (at least one manipulated). The subjects used 20 persons of FIK Uncen Basketball students. The result shows there are impact difference between distributed training method and drill traning method to basketball jump shot power of UKM FIK Uncen basketball students (Fo = 7,674 >  Ft = 4,11). There is impact difference between low and high leg muscle power to basketball jump shot power of UKM FIK Uncen students with (Fo = 4,642 > Ft = 4,11). And also, there is interaction between training method with leg muscle power to basketball jump shoot of basketball UKM FIK Uncen students (Fo = 12,895  >Ft = 4,11). Because of that, drill training method more effective applied for high leg muscle power player, whereas distributed training method more effective applied to low leg muscle power player. Key words : Training method, power, jump shoot
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN CURVING LINE TRAJECTORY DAN ZIG – ZAG LINE TRAJECTORY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA Saputra, Iwan; Sapriadi, Umar
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 4, No 1: April 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v4i1.17784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latihan manakah yang lebih berpengaruh antara latihan Curving Line Trajectory dan latihan Zig – zag Line Trajectory, terhadap Peningkatan Kemampuan Menggiring Bola. Metode yang digunakan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode exsperiment, dengan pelaksanaan latihan yaitu Curving Line Trajectory dan latihan Zig – zag Line Trajectory. Penelitian dilaksanakan pada bulan januari-februari 2015. Subyek penelitian adalah siswa SSB Karisma medan yang berjumlah 20 orang. Analisis hipotesis I, sebesar 6,05 serta  1,83 dengan α = 0,05 ( > ) berarti  diterima. Dengan kesimpulan, latihan Curving Line Trajectory secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menggiring bola. Analisis hipotesis II, diperoleh  sebesar 11,23 serta  sebesar 1,83 dengan α = 0,05 ( > ) berarti  diterima. Jadi, latihan Zig – zag Line Trajectory secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menggiring bola. Analisis hipotesis III, diperoleh  sebesar 0,52 serta  1,73 dengan α = 0,05 ( < ) berarti  diterima dan  ditolak. Jadi, latihan Curving Line Trajectory tidak lebih besar pengaruhnya daripada latihan Zig – zag Line Trajectory terhadap peningkatan kemampuan menggiring bola dalam permainan Sepakbola Pada SSB KARISMA Usia 14- 15 Tahun 2013 Medan. Jadi, untuk membuktikan latihan Curving Line Trajectory tidak lebih besar pengaruhnya daripada latihan Zig – zag Line Trajectory dibuktikan dengan beda rata-rata sebesar 1,15 dengan 1,02. Kata Kunci: Curving line trajectory, zig – zag  line trajectory, menggiring bola
PERKEMBANGAN KEBUGARAN FISIK ORANG DEWASA MUDA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Muhammad, Junalia
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol 4, No 1: April 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v4i1.17785

Abstract

This research attemps to find out the physical fit developing of man dan woman young adult. Adult age ia a period where nothing changes because the growing factors after growing faster of adoletention age. The physical ability increasing of adult age is no more growing process increasing because getting age, but rather is a results of training and experience. The preeminent difference on move and physical ability between adult man and woman is power. The power difference of both is composition and structure muscles difference because of physical size. The theories in this research are move developing, physical fit, and young adult. The method is cross-sectional method. The researcher collecting data of many various groups with variation age level on same age. The subject in this research are 100 students from FIK Uncen. The data analysis used interactive analysis. The result rate shows the physical fit developing of man young adult with some categories. The categories are excellent category with 10 persons (20%), good category as many 22 persons (44%), sufficient category as many 18 persons (36%), less and much less category is 0 person  (0%). On woman young adult category  results some categories, there are excellent category as many 6 persons (12%), good category as many 16 persons (32%), less category as many 10 persons (20%), and much less category with 0 person (0%). Thereby, the physical fit developing of man and woman young adult to FIK Uncen students had excellent development.  Key words : Fit, young adult, gender

Page 4 of 17 | Total Record : 167