cover
Contact Name
Semual Rudy Angkouw
Contact Email
jurnalkhamisyim@gmail.com
Phone
+62895395000168
Journal Mail Official
jurnalkhamisyim@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang Jl. Mundu No. 24-26 Bareng Kec. Klojen, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 30324068     DOI : 10.71415
KHAMISYI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani merupakan wadah bagi setiap penulis, peneliti baik para dosen maupun mahasiswa, yang ingin mempublikasikan naskah penelitian dalam bentuk penelitian literature maupun penelitian lapangan. Adapun Fokus dan Scope ruang lingkup KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Meliputi: 1. Teologi Kristen 2. Pendidikan Agama Kristen baik di Gereja maupun di Sekolah 3. Missiologi 4. Kepemimpinan Kristen 4. Etika Kristen 5. Pastoral
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER" : 6 Documents clear
Misi Tuhan Terhadap Panggilan Nabi Yunus dalam Konteks Pendidikan Agama Kristen Jisman Nainggolan
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses God's mission towards the call of the prophet Jonah in the context of Christian religious education, which is one of the interesting stories in the Old Testament. The purpose of this research is to explore God's main purpose in calling the prophet Jonah, Jonah's process in answering the call, and the response of God and the Prophet Jonah to the events that occurred. This research uses qualitative methods with a literature review approach to analyze various relevant literature. The results of this research show that God's call to Jonah was not only to punish the city of Ninevehhis research uses qualitative methods with a literature review approach to analyze various relevant literature.  but also to show God's mercy andgospele to forgive those who repent. This research also examines the implications of Jonah's call to preach the Gospel today, especially in the context of Christian religious education.Penelitian ini membahas tentang misi Tuhan terhadap panggilan nabi Yunus dalam konteks Pendidikan agama Kristen yang merupakan salah satu kisah yang menarik dalam  Perjanjian Lama dan . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tujuan utama Tuhan dalam memanggil nabi Yunus, proses Yunus dalam menjawab panggilan tersebut, dan respons Tuhan dan Nabi Yunus terhadap peristiwa yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka untuk menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panggilan Tuhan kepada Yunus bukan hanya untuk menghukum kota Niniwe, namun juga untuk menunjukkan belas kasihan dan keinginan Tuhan untuk mengampuni mereka yang bertobat. Penelitian ini juga mengkaji implikasi panggilan Yunus untuk memberitakan Injil pada masa kini, khususnya dalam konteks pendidikan agama Kristen.Kata kunci: Misi Tuhan, Yunus, Implikasi Panggilan, Pengampunan
Karakter Pemimpin Kristen yang Ideal Menurut 1 Timotius 4:12 Lindin Anderson; Trio Klaudius Kefas
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article focuses on explaining what the ideal character of a Christian leader looks like based on 1 Timothy 4:12. The book of 1 Timothy was chosen to describe the ideal character of a Christian leader because the Bible character Timothy is an ideal example in displaying the theological side of the character of a Christian leader. The background of this study is based on the fact that the theological values of the character of Christian leaders are increasingly fading and disappearing. This is characterized by a life centered on hedonism, which is dominantly displayed in life practices, the emergence of disputes between leaders, and various problems presented by church leaders. By taking a methodological approach to literature and exegesis on the text of 1 Timothy 4:12. So the results of the description in this study found that the ideal Christian leadership character from the perspective of the book of Timothy is honest, trustworthy, lives a holy life, and has a strong pastoral side that protects and builds the faith of the congregation. This side of the leadership character displayed by the figure of Timothy is a reflection and lesson for Christian leaders today. ABSTRAKTulisan ini berfokus menguraikan seperti apa karakter yang ideal sebagai seorang pemimpin Kristen dari kajian 1 Timotius 4:12. Kitab 1 Timotius dipilih untuk menguraikan keidealan karakter pemimpin Kristen, karena tokoh Alkitab Timotius merupakan percontohan yang ideal dalam menampilkan sisi karakter kepemimpin Kristen yang teologis. Latar-belakang kajian ini teruruai karena secara faktual makin memudarnya dan hilangnya nilai-nilai teologis karakter pemimpin Kristen saat ini. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang berpusat pada hedonisme yang dominan ditampilkan dalam praktik kehidupan, menyeruaknya perselisihan kesesama pemimpin dan berbagai problematika yang ditampilkan para pemimpin gereja. Dengan melakukan pendekatan metologis literatur dan eksegesis pada teks 1 Timotius 4:12. Maka hasil uraian pada kajian ini menemukan, bahwa karakter kepemimpin Kristen yang ideal dari sudut pandang kitab Timotius adalah, jujur, amanah, hidup suci, serta kuat sisi pastoral yang mengayomi dan pembinaan iman jemaat. Sisi karakter kepemimpinan yang ditampilkan oleh figur Timotius ini menjadi refleksi dan pembelajaran bagi para pemimpin Kristen saat ini.  Kata Kunci: Karakter, Pemimpin Kristen, Ideal, I Timotius 4:12
Menghadapi Krisis Rohani: Panduan Konseling Kristen dari Kisah Daud dan Nabal Yusup Heri Harianto
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This topic is explained because spiritual crises often befall the majority of Christians. Therefore, a spiritual crisis is a serious challenge in Christian life because it affects faith as well as emotional and social well-being. This article explores how the story of David and Nabal from 1 Samuel chapter 25 can be used as a guide in Christian counseling for dealing with spiritual crises. The formulation of the question asked is how to overcome a spiritual crisis by referring to the story of David and Nabal. Through hermeneutic text analysis, this paper identifies Biblical principles that are relevant in managing anger, conflict, and moral decisions. The findings in this article explain that David's story, dealing with Nabal's complaints and violations, and Abigail's intervention as mediator offer a practical model for dealing with anger and conflict without violence. Abigail shows the magnitude of forgiveness, desire, and surrender to God. By applying these principles, Christian counselors can provide wise, faith-based support, helping clients in spiritual crises find healing and peace. This journal aims to provide practical guidance integrated with Biblical teachings for Christian counseling in facing and resolving spiritual crises. ABSTRAKTopik ini diuraikan karena krisis kerohanian kerap menimpa mayoritas orang Kristen. Oleh sebab itu, krisis rohani merupakan tantangan berat dalam kehidupan kekristenan karena berpengaruh atas iman serta kesejahteraan emosional dan sosial. artikel ini mengeksplorasi bagaimana kisah Daud dan Nabal dari 1 Samuel pasal 25 dan dapat digunakan sebagai panduan dalam konseling Kristen untuk menangani krisis rohani. Rumusan pertanyaan yang diajukan, bagaimana mengatasi krisis rohani dengan merujuk pada kisah Daud dan nabal. Melalui analisis teks hermeneutik, tulisan ini mengidentifikasi prinsip-prinsip Alkitab yang relevan dalam mengelola kemarahan, konflik, dan keputusan moral. Temuan pada artikel ini menjelaskan bahwa kisah Daud, yang menghadapi penolakan dan penghinaan dari Nabal, dan intervensi Abigail sebagai mediator, menawarkan model praktis untuk mengatasi kemarahan dan konflik tanpa kekerasan. Abigail menunjukkan pentingnya pengampunan, kebijaksanaan, dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, konselor Kristen dapat memberikan dukungan yang bijaksana dan berbasis iman, membantu konseli dalam krisis rohani untuk menemukan pemulihan dan kedamaian. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis yang terintegrasi dengan ajaran Alkitab untuk konseling Kristen dalam menghadapi dan menyelesaikan krisis rohani. Kata Kunci: Krisis Rohani, Kristen, Daud, Pengampunan
Suara Kenabian Habakuk dalam Konteks Gereja Masa Kini Iman Kristina Halawa
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The condition of the world and the church today is characterized by injustice and chaos. Therefore, the church can play a role in addressing issues of social injustice and chaos that plague the global community.  Injustice and chaos are two main issues that characterize the condition of the world today. This phenomenon does not only occur in developed countries even within the church today. In this context, the church as a religious institution has a crucial role in efforts to overcome injustice and bring order to society. This study aims to analyze the conditions of injustice and chaos in the world today and how the church can voice the prophetic voice of Habakkuk as a contribution of the church in dealing with injustice. ABSTRAK Kondisi dunia dan gereja masa kini yang diwarnai  ketidakadilan dan kekacauan. Oleh karena itu gereja dapat berperan dalam mengatasi isu-isu ketidakadilan sosial dan kekacauan yang melanda masyarakat global.  Ketidakadilan dan kekacauan adalah dua isu utama yang mengkarakterisasi kondisi dunia masa kini. Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara-negara maju bahkan didalam gereja masa kini. Dalam konteks ini, gereja sebagai institusi keagamaan memiliki peran yang krusial dalam upaya mengatasi ketidakadilan dan membawa ketertiban dalam masyarakat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kondisi ketidakadilan dan kekacauan di dunia saat ini serta bagaimana gereja dapat menyuarakan suara kenabian habakuk sebagai berkontribusi gereja dalam menghadapinya ketidakadilan. Kajian ini juga menyoroti perlunya kepedulian sosial dan kesalehan sosial dalam iman, serta peran gereja dalam membantu kaum yang tertindas dan miskin.Kata Kunci : Suara Kenabian, Habakuk, Gereja Masa Kini
Menghadirkan Khotbah yang Memikat: Strategi Kreatif untuk Menyusun Pendahuluan yang Menginspirasi Berliana Ourisa Febrian; Yonatan Alex Arifianto
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A good preacher must have creativity in delivering his sermon, in this day and age when listening to sermons most congregants choose to open their mobile phones rather than listening to the sermon, for that in delivering the sermon introduction the preacher must be able to deliver it as interesting as possible so that the congregation does not feel bored and interested in listening to the sermon delivered. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that if the sermon introduction is well organised and delivered in an interesting way, it will create an emotional and intellectual bond with the congregation, building their interest and enthusiasm to continue listening to the sermon until the end. Thus, an engaging introduction is not only an effective start in delivering the message, but also influences the level of participation and engagement of the congregation during the service. Sermon introduction can be delivered by delivering illustrations, personal testimonies, delivering parables, discussions, viewing or watching videos and through good words can make the sermon delivered look interesting. Abstrak: Seorang pengkhotbah yang baik harus memiliki kreatifitas dalam menyampaikan khotbahnya, pada zaman sekarang ini saat mendengarkan khotbah kebanyakan para jemaat memilih untuk membuka handphone daripada mendengarkan khotbah, untuk itu dalam menyampaikan pendahuluan khotbah pengkhotbah harus bisa menyampaikannya semenarik mungkin agar jemaat tidak merasa bosan dan tertarik untuk mendengarkan khotbah yang disampaikan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa sejatinya pendahuluan khotbah diatur dengan baik dan disampaikan dengan cara yang menarik, maka akan menciptakan ikatan emosional dan intelektual dengan jemaat, membangun ketertarikan dan antusiasme mereka untuk terus mendengarkan khotbah hingga akhir. Dengan demikian, pendahuluan yang menarik bukan hanya menjadi awal yang efektif dalam menyampaikan pesan, tetapi juga mempengaruhi tingkat partisipasi dan keterlibatan jemaat selama ibadah. Pendahuluan khotbah bisa disampaikan dengan menyampaikan Ilustrasi, kesaksian pribadi,menyampaikan perumpamaan, diskusi, melihan atau menonton vidio dan melalui kata-kata yang baik bisa membuat khotbah yang disampaikan terlihat menarik. Kata kunci: Khotbah memikat; strategi kreatif;  pendahuluan, Inspirasi
Eksplorasi Tangiang Metmet au on sebagai Pembelajaran Doa dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Anak Sudiarjo Purba
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2024): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prayer is part of the activity of faith that is inseparable from Christian life. The need for references in learning prayer in Christian Religion Education (CRE) for children are the background for writing this article. The potential prayer learning material taught to children is Tangiang Metmet Au On. This study aims to explore the deep meaning contained in Tangiang Metmet Au On through exploration of the sentences in the prayer; encourage CRE activists to re-teach this meaningful prayer to children, especially the Batak Toba tribe at home, in church and at school; analyze the potential in Tangiang Metmet Au On to become CRE for Children teaching material in learning with the theme of prayer. The method used in this study is a qualitative method with literature study as a data collection technique. The results of the study are that the four short sentences of prayer in Tangiang Metmet Au On have deep meaning and messages of faith that need to be taught to children. AbstrakDoa merupakan bagian dari aktivitas iman yang tidak terlepaskan dari kehidupan Kristen. Adanya kebutuhan referensi dalam pembelajaran doa dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) Anak menjadi latar belakang penulisan artikel ini. Bahan pembelajaran doa yang potensial diajarkan pada anak adalah Tangiang Metmet Au On. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna mendalam yang terkandung dalam Tangiang Metmet Au On melalui eksplorasi terhadap kalimat-kalimat dalam doa tersebut; mendorong para penggiat PAK untuk kembali mengajarkan doa penuh makna ini kepada anak-anak khususnya suku Batak Toba di rumah, di gereja dan di sekolah; menganalisis potensi dalam Tangiang Metmet Au On menjadi bahan ajar PAK Anak pada pembelajaran dengan tema doa. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian adalah bahwa empat kalimat pendek doa dalam Tangiang Metmet Au On memiliki makna mendalam dan pesan iman yang perlu diajarkan kembali kepada anak. Kata Kunci: Doa; PAK Anak; Tangiang Metmet Au On

Page 1 of 1 | Total Record : 6