cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2018)" : 4 Documents clear
KESESUAIAN BATIK TULIS IKM BERDASARKAN SNI 08-0513-1989 Joni Setiawan; Vivin Atika; Titiek Pujilestari; Agus Haerudin
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i1.618

Abstract

Kualitas batik tulis sangat beragam, ini didasarkan atas kehalusan ukuran canting tulis. Pengklasifikasian batik tulis didasarkan pada SNI 08-0513-1989 Cara uji batik tulis yaitu batik tulis halus, sedang dan kasar. Parameter yang diatur  dalam SNI tersebut adalah jumlah isen dan ukuran garis klowong. Penggunaan canting tulis di tiap daerah berbeda – beda sehingga akan menghasilkan kualitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesesuaian produk batik tulis dari Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Madura dan Lasem dengan persyaratan pada SNI 08-0513-1989. Sampel batik tulis didapatkan dengan metode purpossive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yaitu jumlah isen dan ukuran garis klowong. Pertama – tama sampel batik tulis diambil gambar dengan mikroskup digital Dino-Lite AM-3013T pada enam lokasi yang berbeda yang mewakili garis klowong, isen (cecek dan sawut) dan diukur dengan aplikasi Dino Capture 2.0. Jumlah isen (cecek dan sawut) dihitung secara manual. Data hasil pengukuran menunjukkan bahwa ada ketidaksesuaian antara data hasil pengukuran dan perhitungan dengan persyaratan mutu SNI 08-0513-1989. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk merevisi SNI 08-0513-1989. 
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN: EVALUASI, SUMBER-SUMBER DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMBUATAN BAHAN ACUAN CAMPURAN GAS (N2O DALAM MATRIKS N2) SECARA GRAVIMETRI Muhammad Rizky Mulyana; Harry Budiman; Oman Zuas; Nur Tjahyo Eka Darmayanti
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i1.599

Abstract

Gas dinitrogen monoksida (N2O) merupakan salah satu komponen gas rumah kaca dengan konsentrasi atmosferik yang terus meningkat setiap tahun, sehingga dibutuhkan upaya mitigasi yang didukung dengan metode pengukuran yang tervalidasi. Berdasarkan ISO/IEC 17025, metode pengukuran harus divalidasi unjuk kerjanya menggunakan bahan acuan yang memenuhi persyaratan, salah satunya yaitu memiliki nilai konsentrasi yang tersertifikasi beserta ketidakpastiannya. Di Indonesia, beberapa perusahaan gas specialty telah memulai upaya memproduksi bahan acuan gas sendiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mendukung upaya tersebut, dalam studi ini akan dibahas secara rinci sumber-sumber ketidakpastian bahan acuan gas N2O dan kontribusi dari masing-masing sumber, hingga diperoleh nilai ketidakpastian akhir melalui prosedur estimasi yang akurat dan dapat diterima secara internasional berdasarkan ISO 6142. Nilai ketidakpastian diestimasi berdasarkan eksperimen aktual pembuatan 5 buah bahan acuan gas N2O dengan konsentrasi yang berbeda secara gravimetrik. Hasil ketidakpastian akhir untuk bahan acuan gas AH06018, AH06023, AH06021, AH06010, AH06020 berturut – turut adalah 2.528%, 3.490%, 4.215%, 4.785%, 5.292%. Adapun sumber ketidakpastian terbesar berasal dari fraksi mol komponen dalam parent gas, yang kontribusinya meningkat seiring bertambahnya pengenceran. Sementara itu, kontribusi ketidakpastian dari massa gas yang ditransfer mengalami penurunan dengan semakin rendahnya konsentrasi N2O. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa nilai ketidakpastian konsentrasi bahan acuan meningkat seiring bertambahnya pengenceran, dan sumber ketidakpastian yang memberikan kontribusi terbesar adalah fraksi mol komponen dalam parent gas. Diharapkan hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi produsen bahan acuan gas lokal dalam mengestimasi ketidakpastian secara tepat, serta meminimalkan kontribusi sumber-sumber ketidakpastian yang telah dibahas secara rinci.
PEMENUHAN PERSYARATAN STANDAR PENGELOLAAN WISATA SELAM REKREASI ellia kristiningrum; Febrian Isharyadi
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i1.603

Abstract

Persyaratan minimal penyelenggaraan usaha wisata selam rekreasi serta pedoman best practices sertifikasi usaha wisata selam rekreasi, diatur dalam standar usaha wisata selam dalam bentuk Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kesesuaian dengan standar membantu meyakinkan konsumen bahwa produk yang dihasilkan aman, efisien, dan baik untuk lingkungan. Riset ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan dive center dalam memenuhi persyaratan standar usaha wisata selam rekreasi. Terdapat 3 aspek dalam standar usaha wisata selam yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha. Aspek pelayanan yang meliputi penyampaian informasi pelayanan merupakan hal utama yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha disamping faktor keselamatan dan penanganan kesehatan konsumen. Sedangkan pada aspek produk, hal utama yang perlu dipenuhi adalah peryaratan kompetensi untuk pemandu dan instruktur selam, kepemilikan peralatan permukaan sebagai pendukung keselamatan, kepemilikan peralatan dan paket penyelaman. Aspek pengelolaan termasuk bentuk organisasi, akses layanan kesehatan, sumber daya manusia, dan sarana prasarana juga menjadi persyaratan yang harus dipenuhi. Riset ini juga menghasilkan konsep ekowisata yang mencakup 14 indikator pengelolaan konservasi, 9 indikator manfaat ekonomi, 6 indikator untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat, pengunjung dan budaya serta meminimalkan dampak negatif, serta 12 indikator untuk manfaat bagi lingkungan dan meminimalkan dampak negatif konservasi. Kesimpulan dari riset ini menunjukkan sebanyak 108 responden pelaku usaha wisata selam (dive center) telah mampu memenuhi persyaratan yang terdapat dalam standar yang telah ditetapkan pemerintah, dan berharap untuk dapat mencapai tujuan keberlangsungan pengelolaan aset wisata dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat lokal dan wisatawan. 
PENGUKURAN NILAI COLORIMETRY LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) LED MENGGUNAKAN ARRAY-SPECTRORADIOMETER Yonan Prihhapso; Wiwin Farhania; Dini Suryani; Nelfyenny -
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i1.604

Abstract

Lampu jalan LED memiliki nilai efikasi yang lebih tinggi dibandingkan lampu jalan tradisional. Konsekuensi dari efikasi yang tinggi pada suatu lampu adalah kualitas color rendering yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur nilai colorimetrylampu penerangan jalan umum LED. Untuk mengukur kualitas warna dari suatu sumber cahaya digunakan array spectroradiometer. Selain portabilitas dan kecepatan dalam pengukuran spectral, instrument ini memiliki keterbatasan yang harus dikarakterisasi. Salah satunya adalah respon spektral yang memiliki dampak yang cukup besar dalam pengukuran karena itu membutuhkan nilai koreksi dalam penggunaannya.  Array spectroradiometer dikalibrasi terhadap lampu spectral irradiant standar untuk pengukuran magnitude dan lampu atomic untuk pengukuran akurasi panjang gelombang. Metode analisis digunakan untuk mengimbangi besarnya pengukuran spectral dari array spectroradiometer yang disebabkan oleh pergeseran spectral. Factor koreksi selanjutnya dikoreksi terhadap beberapa illuminan standard dan digunakan untuk perhitungan rendering index dari lampu jalan LED. Lampu jalan LED dengan nilai efikasi tinggi dapat menghasilkan rendering index pada level 80, tiga kali lebih besar dibandingkan lampu jalan tradisional (HPS) yang hanya mampu menghasilkan rendering index pada level 25. Pada penelitian selanjutnya, dapat  dilakukan pengukuran terkait dengan reproduktivitas pengukuran array spektroradiometer yang dapat berdampak pada kualitas pengukuran color rendering.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue