cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN METODE PENGUKURAN PAPARAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA INKUBATOR BAYI Muhammad Imam Sudrajat; Haryo Dwi Prananto; Priyo Wibowo; Dias Orchita Adianingrum
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.767

Abstract

Pengujian kompatibilitas elektromagnetik pada inkubator bayi berdasarkan standar CISPR 11 merupakan pengukuran medan elektromagnetik secara Far Field. Metode pengukuran berdasar CISPR 11 tersebut belum menggambarkan besaran paparan elektromagnetik yang diterima oleh bayi pada jarak dekat. Penelitian ini dilakukan sebagai pengembangan metode CISPR 11 pada pengukuran medan elektrik dengan melakukan pemetaan sebaran medan elektrik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimen dengan menggunakan teknik pusposive sampling dalam pemilihan inkubator bayi. Radiasi elektromagnetik inkubator diukur berdasarkan standar pengujian CISPR 11 dan dilakukan pengembangan metode pengukuran dengan melakukan pengukuran near field planar system untuk pemetaan medan elektromagnetik. Pemetaan tersebut digabungkan dengan gambar simulasi posisi bayi saat diletakkan di inkubator kemudian dianalisis perkiraan intensitas medan yang sampai pada bagian otak bayi. Dari sampel yang dipakai terdapat paparan medan elektromagnetik tertinggi di 3 frekuensi yaitu 121, 132, 221 MHz. Pola sebaran medan elektrik yang dihasilkan dari setiap frekuensi berbeda-beda dan masing-masing frekuensi memiliki area yang memiliki medan elektrik tertinggi yang berpotensi mempengaruhi bayi terutama organ vital yang berada pada area tersebut. Metode pemetaan ini dapat digunakan sebagai pengembangan metode pengukuran radiasi elektromagnetik pada inkubator bayi, terutama untuk mengetahui sebaran medan elektrik diatas permukaan matras inkubator.
EVALUASI PENGGUNAAN NILAI FORMULASI SEBAGAI NILAI ACUAN DALAM PENYELENGGARAAN UJI PROFISIENSI AIR PERMUKAAN Yohanes Susanto Ridwan; Willy Cahya Nugraha
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.787

Abstract

Penggunaan nilai konsensus pada uji profisiensi (UP) saat ini merupakan praktik umum di Indonesia. Evaluasi kinerja yang didasarkan pada nilai konsensus sangat tergantung pada kualitas data-data dari laboratorium peserta dan kadangkala gagal menilai kinerja peserta. Dalam pekerjaan ini, uji profisiensi dilakukan menggunakan nilai formulasi sesuai dengan panduan ISO / IEC 17043 dan ISO 13528. Dari 5 parameter yang diujikan, 4 parameter (Fe, Cu, Cr(VI), pH) menggunakan formulasi sedangkan 1 parameter (NO3-N) menggunakan nilai konsensus sebagai nilai acuan. Diketahui bahwa penggunaan nilai formulasi efektif digunakan sebagai dasar penilaian kinerja peserta. Bahkan untuk parameter Cu dan Cr(VI), nilai formulasi dapat menghindarkan provider dari kebuntuan pengolahan data akibat data-data yang sangat bervariasi. Peserta yang mendapatkan penilaian kinerja memuaskan untuk paramater Fe, Cu, Cr(VI), dan pH adalah berturut-turut sebesar 81%, 79%, 71%, dan 67% dari jumlah peserta; yang diperingatkan sebesar 7%, 6%, 8%, dan 16%; yang berkinerja tidak memuaskan sebesar 12%, 15%, 21%, dan 17%. Hal ini mengkonfimasi bahwa skema UP menggunakan nilai formulasi memiliki kemampuan baik untuk mengevaluasi kinerja laboratorium. Evaluasi bias terhadap hasil UP menunjukkan bahwa tidak ada bias yang signifikan. Disimpulkan bahwa laboratorium yang berpartisipasi memiliki kesesuaian yang baik terhadap nilai formulasi, sehingga memberikan tingkat kepercayaan tambahan terhadap kualitas pengukuran dalam bidang analisis ini. Untuk parameter uji NO3-N, nilai formulasi tidak tersedia sedangkan nilai konsensus pun tidak dapat ditentukan akibat bervariasinya data-data peserta sehingga penilaian kinerja tidak dapat dilakukan. Diusulkan alternatif upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini agar nilai formulasi tetap dapat ditetapkan dan digunakan sebagai nilai acuan.
VALIDASI METODE PENGUJIAN SENYAWA 1,8-SINEOL DALAM MINYAK ATSIRI MELALUI STUDI KOLABORASI ANTAR LABORATORIUM Tina Rosmalina; Een Sri Endah; Yohanes Susanto Ridwan
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.766

Abstract

1,8-Sineol merupakan suatu senyawa terpenoid yang banyak dikandung pada minyak atsiri serta berbagai rempah-rempah. Senyawa 1,8-Sineol memiliki karakteristik segar dan aroma menyengat juga rasa tajam yang memiliki bioaktifitas yang banyak manfaatnya, yaitu penurunan aktivitas lokomotor (antikejang), anti-kanker dan anti-tumor, antifungi, antiinflamasi, antioksidan, sebagai insektisida atau repelan, dan dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi metode penetapan kadar senyawa 1,8-Sineol menggunakan kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor nyala (FID) melalui studi kolaborasi antar laboratorium. Validasi metode meliputi uji linieritas, nilai perolehan kembali, presisi, akurasi, konfirmasi identitas, dan estimasi ketidakpastian pengukuran. Kandungan Sineol ditetapkan dengan GC-FID menggunakan kolom HP-5 (30 m x 0,32 mm i.d, 0,25 µm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan memenuhi persyaratan kesesuaian sistem dengan kurva kalibrasi memberikan hasil yang linier dalam rentang konsentrasi 1 – 20 µg/mL dengan koefisien korelasi 0,999. Uji presisi dari minyak atsiri untuk 1,8-Sineol diperoleh 1,81% dan rata-rata nilai uji perolehan kembali dalam rentang 89,77-106,10 %. Uji metode dilakukan juga dengan studi kolaborasi melibatkan tiga laboratorium dengan hasil seluruhnya linier. Dengan demikian, metode yang diusulkan dapat digunakan untuk menetapkan kandungan 1,8-Sineol dalam minyak atsiri.
PARAMETER TEKNIS DALAM USULAN STANDAR PADA SISTEM TRANSPORTASI MASS RAPID TRANSIT (MRT) Ajun Tri Setyoko; Endi Hari Purwanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.742

Abstract

Peran standar dalam sistem persinyalan MRT menjadi sangat penting mengingat banyak terjadinya kecelakaan dari suatu sistem MRT di beberapa negara. Kejadian kecelakaan seperti: tabrakan MRT di Bangkok, Thailand yang mengakibatkan 140 orang terluka yang disebabkan oleh persinyalan kereta api. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif eksploratif dengan melakukan survei terhadap 28 responden untuk mendapatkan 3 sasaran yaitu: 1) Esensi regulasi, 2) Kebutuhan pasar SNI MRT, dan 3) Validasi parameter standar. Hasil survei kebutuhan pasar menunjukkan  bahwa apabila terdapat SNI terkait transportasi MRT yang akan ditetapkan oleh BSN nantinya maka stakeholder sepakat terhadap 4 prinsip yaitu yang pertama adalah regulasi dan SDM menjadi faktor paling berpengaruh terhadap keselamatan artinya basis pedoman nilai keselamatan  transportasi yang berlaku berupa regulasi. Berdasarkan hasil validasi dengan pertanyaan Bagian 5 (kuesioner) hasilnya bahwa standar yang signifikan dibutuhkan di bidang transportasi MRT saat ini adalah standar IEEE 1474.1-1999 yang  bersifat sangat teknis yaitu persinyalan CBTC. Hal ini sesuai dengan hasil survei lapangan pertama yaitu 54% responden menyatakan sistem persinyalan sangat penting sekali untuk distandarkan.Hasil validasi parameter teknis memperlihatkan bahwa Standar IEEE 1474.1-1999 dengan judul Standard for Communication-Based Train Control (CBTC) Performance and Functional Requirement di dalamnya terkandung 3 bagian subbab yaitu: 1) General Requirement, 2) Performance Requirement, 3) Functional Requirement. Dalam standar tersebut keseluruhannya merupakan parameter esensial terkait keselamatan kecuali pada 4 parameter yaitu meliputi: 1) Parameter 4.3, 2) Parameter 5.1, 3) Parameter 5.2, 4) parameter 6.4 dan 5) parameter Annex B.Kemudian berdasarkan hasil pembahasan narasumber diperoleh Tujuh (7) parameter yang memerlukan kesepakatan bersama antara Stakeholder yaitu: Parameter 4.1, parameter 4.3, parameter 5.3, parameter 5.4, parameter 5.5, parameter 6, parameter 6.4 dan Annex B.
KARAKTERISTIK PULP RAYON SULFIT ASAM DAN PREHIDROLISIS KRAFT KOMERSIAL BERDASARKAN SNI 938:2017 Chandra Apriana Purwita; Susi Sugesty; Hana Rachmanasari
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.765

Abstract

Pulp rayon atau pulp larut (dissolving pulp) merupakan pulp dengan kandungan selulosa alfa tinggi dan kandungan komponen lain seperti lignin, abu, abu tak larut asam, kelarutan dalam alkali, dan ekstraktif rendah. Pulp rayon merupakan bahan baku untuk proses pembuatan serat rayon yang digunakan pada industri tekstil dan pakaian jadi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pulp rayon sulfit asam dan prehidrolisis kraft komersial yang kemudian dibandingkan dengan persyaratan mutu SNI 938:2017 Pulp rayon. Pulp rayon komersial yang diperoleh dari industri pulp rayon dan industri rayon di dalam negeri maupun impor dianalisis sesuai dengan persyaratan mutu SNI 938:2017. Parameter analisisnya adalah kadar air (SNI 08-7070-2005); selulosa alfa (SNI 8400:2017 (T 203 cm-09, IDT)), kelarutan dalam alkali (SNI 692:2010), ekstraktif diklorometana (DCM) (SNI 8401:2017 (T 204 cm-07, IDT)), abu (SNI 0442:2009), abu tidak larut asam (SNI ISO 776:2010), Ca dan Fe (TAPPI T 266 om-18); viskositas (SNI 8402:2017 (T 230 om-13, IDT)); viskositas intrinsik (SNI 5351:2012); dan derajat cerah ISO (SNI 2470-1:2014). Analisis dilakukan dengan 3 ulangan dan hasil dinyatakan sebagai rata-rata. Berdasarkan percobaan, pulp rayon prehidrolisis kraft memiliki kandungan selulosa alfa yang lebih tinggi, S10 dan S18 yang lebih rendah, dan viskositas yang lebih rendah dibandingkan pulp rayon sulfit asam. Dari lima jenis pulp rayon komersial, hanya dua jenis pulp rayon komersial yang memenuhi persyaratan mutu SNI 938:2017. Kedua pulp rayon tersebut merupakan pulp rayon kayudaun proses prehidrolisis kraft.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue