cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/buana/Vol8-iss3
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 952 Documents
Analisis Persebaran Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek Fandi Ahmad; ernawati .; widya prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.214

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran penerima dan efektivitas penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dilakukan analisis peta dan analisis tetangga terdekat (nearest-neighbour analysis). Subjek penelitian ini adalah penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Nagari Panampuang sebanyak 56 penerima. Hasil penelitian ini menemukan : 1) Pola persebaran penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek memiliki pola mengelompok (clustered pattern) dengan nilai indeks T 0,000124. 2) Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Nagari Panampuang adalah 58,9% berdasarkan kriteria evektivitas menurut Departemen Pendidikan Nasional 58,9% tergolong kedalam kriteria kurang efektif karena nilainya (<70%). Kata Kunci: Persebaran, KIP, Efektivitas Abstract The research aims to find out the pattern of distribution and the effectivess of the recipient of Kartu Indonesia Pintar (KIP) in Nagari Panampuang, Ampek Angkek subdistict. This research used descriptive with quantitative approach, map analysis, and nearest neighbor analysis. The subject of this research is 56 recipients of Kartu Indonesia Pintar (KIP) in Nagari Panampuang. The result of this research found that : 1) The distribution pattern of Kartu Indonesia Pintar (KIP) in Nagari Panampuang, Ampek Angkek Subdistrict is clustered pattern with indeks value T 0,000124. 2) The reciplent of Kartu Indonesia Pintar (KIP) in Nagari Panampuang is 58,9%. According to effectivity criteria from the Ministry of National Education, it belongs to “less effective” because the value is (<70%) Keywords: Distribution, KIP, Effectiveness
Kompetensi Sosial Guru Geografi di SMA N 2 Batusangkar Kabupaten Tanah Datar Yori Permana; ernawati .; Surtani .
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.215

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang guru dalam bersikap inklusif dan obyektif, sikap diskriminatif, kesantunan, keefektifan, empati, serta komunikasi terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua/wali peserta didik dan lingkungan sekolah di SMAN 2 Batusangkar. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif.Teknik pengambilan sampel digunakan Purposive Sampling. Informan yaitu wakil kepala sekolah, guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian: 1) Guru mampu bersikap inklusif dan obyektif dengan tetap menerima dan memperhatikan siswa yang nakal dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya, 2) Guru tidak bersikap diskriminatif namun guru menunjukkan sikap yang tidak adil terhadap siswa dan interaksi guru dengan orang tua siswa terlihat jarang, 3) Guru sudah berkomunikasi dengan teman sejawat secara santun, empati, dan efektif, 4) Guru berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah dan komunitas ilmiah lainnya dengan aktif di berbagai kegiatan sekolah dan organisasi profesi guru seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kata kunci : kompetensi, kompetensi guru, kompetensi sosial. Abstract This study aims to describe the teacher in being inclusive and objective, discriminatory attitudes, politeness, effectiveness, empathy, and communication to students, colleague, parents / guardians of students and the school environment in SMAN 2 Batusangkar. The type of research used qualitative descriptive. The sampling technique used purposive sampling. Informants are vice principal, teachers and students. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation studies. The results of the study: 1) The teacher is able to be inclusive and objective by still accepting and paying attention to students who are naughty and caring about the cleanliness of the surrounding environment, 2) The teacher does not behave discriminatively but the teacher shows an unfair attitude towards students and teacher interaction with parents looks rare , 3) The teacher has been communicating with colleagues in a polite, empathetic, and effective manner, 4) The teacher communicates with colleagues, the scientific profession and other scientific communities actively in various school activities and teacher professional organizations such as Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Keywords: competence, teacher competence, social competence.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap PDRB di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2005-2015 sona Ira wan; yudi antomi; ernawati .
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.219

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui luas perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2005-2015 2) Mengetahui konstribusi sektor pertanian pada Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Pasaman Barat tahun 2005-2015 3) serta menganalisis keterkaitan antara luas penggunaan lahan pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2005-2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, data yang digunakan adalah data skunder, cara pengambilan data dengan dokumentasi yaitu peneliti memperoleh data yang tersedia dari Badan Pusat Statistik dan Badan Perencanan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pasaman Barat, analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Luas lahan pertanian yang ada di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2005-2015 mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun 2005-2015, luas lahan pertanian sebesar 115.883 Ha dan terjadi peningkatan sebesar 205.193 Ha, pertumbuhan luas lahan pertanian sebenyak 89,31 Ha atau 77,06%. (2) Konstribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Pasaman Barat setiap tahun mengalami peningkatan signifikan, dari tahun 2005-2015 terjadi peningkatan sebesar 5,39%. (3) terdapat keterkaitan yang positif dan signifikan antara luas lahan pertanian terdahap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Pasaman Barat sektor pertanian, artinya semakin luas lahan pertanian maka Produk Domestik Regional Bruto sektor pertanian akan mengalami peningkatan, jika lahan pertanian bertambah 1 Ha maka Produk Domestik Regional Bruto sektor pertanian akan bertambah sebesar Rp 2.561 Juta atau dengan korelasional 2,73%, nilai thitung sebesar 1.061 dan nilai ttabel1,56 Abstract The aim of this study: 1) to know the extent of land use change in West Pasaman Regency 2005-2015 2) Knowing the contribution of agriculture sector in Gross Regional Domestic Product of Pasaman Barat Regency in 2005-2015 3) and analyze the relation between the wide of agricultural land use to Gross Regional Domestic Product (GRDP) of agriculture sector in West Pasaman Regency 2005-2015. This research is quantitative descriptive, date which is secondary date, way of taking data with document that is researcher get available data from Central Bureau of Statistic and Regional Planning Board (BAPPEDA) Pasaman Barat Regency, analysis of data used is simple linear regression. The results of this study indicate that: 1) The area of ​​agricultural land in West Pasaman Regency 2005-2015 has increased significantly from 2005-2015, agricultural land area of ​​115,883 hectares and an increase of 205,193 heactares, the growth of agricultural land area is 89,31 Hectares or 77,06%. (2) The contribution of the agricultural sector to the Gross Regional Domestic Product of Pasaman Barat Regency every year has increased significantly from 2005-2015 there was an increase of 539.30%. (3) there is a positive and significant correlation between the area of ​​agricultural land gradually Gross Regional Domestic Product of Pasaman Barat Regency in agriculture sector, meaning that the larger agricultural land, the Gross Domestic Product of the agricultural sector will increase if the agricultural land increased by 1 ha, the Gross Regional Domestic Product of the agricultural sector will increase by Rp 2,561 million or by correlation 2.73%, the tcount of 1,061 and the value of t table 1 , 56
ANALISIS IMPLIKASI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) PADA RPP MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA N KOTA PAYAKUMBUH Sri Rahma Dewi Rahma Dewi; Ernawati .; Surtani .
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implikasi SKL pada RPP mata pelajaran Geografi dalam dimensi pengetahuan yang terdiri dari pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif di SMA N Kota Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, informan penelitian adalah guru, wakil kurikulum dan siswa kelas X IPS SMA Negeri Kota Payakumbuh berjumlah 27 orang. Menentukan informan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Teknik keabsahan data dengan menggunakan tringulasi. Penelitian menghasilkan Implikasi pada: 1) dimensi pengetahuan faktual umumnya sudah ada pada RPP guru. Namun guru SMA 1 Kota Payakumbuh tidak menuliskan pada RPP karena tidak sempat membuat RPP merevisi RPP sebelumnya, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran disampaikan. 2) Dimensi pengetahuan konseptual secara umum telah tercantum pada RPP. Tetapi pengetahuan klasifikasi dan kategori serta prinsip dan generalisasi tidak ada karena guru kurang paham. Namun dalam pembelajaran guru sudah semakin dekat dengan ujian semester. 4) Dimensi pengetahuan metakognitif sebagian guru sudah menuliskan dalam RPP. Dua guru lainya tidak, karena belum paham penggunaan pengetahuan metakognitif dalam. Kata Kunci: Standar Kompetensi Lulusan, RPP, Mata Pelajaran Geografi The purpose of this research was to find out the implikation of SKL on RPP in Geography subject in the dimention of knowledge that consist of factual knowledge, conceptual, procedural, and metacognitive at SMA N Payakumbuh City. Design of this research was qualitative study. The informants of the research were teacher, assistant principal of curriculum, and students of X IPS class SMA N Payakumbuh city total 27informants.the informants were determined by using purposive sampling. The technique of data analiysis was data reduction, data display, and data verification. The technique of validity used tringulation. The result showed that: 1)The dimention of factual knowledge was generaly already in the RPP. However the teachers at SMA N 1 Payakumbuh City did not have time to revise the previous RPP but it has been implemented in learning process. 2)the dimention of conceptual knowledge was generally already in the RPP, but classification knowledge, categories principles and generalitations did not exist because the teacher did not understand. 3) the dimention of procedural knowledge was not in the RPP, exept the teacher at SMA N 2 Payakumbuh City, because the material was difficult to observe and experiment, and also the research did not have enough time. 4) some of the teachers have written the dimention of metacognitive knowedge in the RPP. Two other teachers did not becausenot understood the usd of metacognitive knowledge in making RPP. Key Word: Graduate Competence Standard, RPP, Geography Subject
Profil Rumah Tangga Miskin di Nagari Pakan Rabaa Tengah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan Vivi dona sari; Yurni Suasti; ratna wilis
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.222

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kemiskinan dan profil rumah tangga miskin di Nagari Pakan Rabaa Tengah. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga miskin yaitu 565 KK dengan jumlah sampel 57 KK. Hasil penelitian ini menemukan bahwa : (1) tingkat kemiskinan masih tinggi, karena hampir 100 % jumlah rumah tangga miskin masuk ke dalam pentahapan keluarga sejahtera I (miskin), (2) profil rumah tangga miskin adalah: tingkat pendidikan kepala keluarga sebagian besar tamat SD, sebagian besar rumah tangga miskin memiliki jarak ke sekolah 7 km, umumnya rumah tangga miskin memiliki anak putus sekolah 2 orang, rata-rata rumah tangga miskin memiliki beban anggota keluarga 4 orang, jenis pekerjaan umumnya buruh tani, tidak memiliki usaha sampingan, tidak memiliki sumber modal usaha sampingan, pendapatan rumah tangga miskin masih rendah, pengeluaran rumah tangga miskin sangat besar, dan lahan pertanian milik kaum. ABSTRACT This study aims to determine poverty and the factors that cause poverty in Nagari Pakan Rabaa Tengah, Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. This type of research is quantitative descriptive. The population in this study were all poor households with a number of 565 households with a total sample of 57 respondents. The results of this study indicate that (1) poverty is still high (96.49%) poor households including poor (I) poor families. (2) the factors that cause poverty are: (a) education level of primary school heads (49.12%), (b) distance of poor households to school 7 km (43.85%), (c) number of children dropping out 2 students (82.45%), (d) the number of family members 4 (61.40%), (e) the type of farm labor (70.17%), (f) no side business (94 , 73%), (g) non-existent business capital sources (94.73%), (h) income in the range of Rp 71,000 - Rp 80,000 per day (70.17%), (i) expenditure in the range of Rp 201,000 - Rp 300,000 per day (96.49%), (j) land ownership status belonging to the people (96.49%).
Analisis Tingkat Pendapatan Rumah Tangga Nelayan Tangkap Sebelum dan Pasca Langkanya Fauna Endemik Rinuak (rosterang ryroania) di Kenagarian Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Rido Fernando Fernando; Yurni Suasti; yudi antomi
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.223

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan mata pencaharian dan tingkat pendapatan kepala rumah tangga nelayan tangkap sebelum dan pasca langkanya fauna endemik rinuak (rosterang ryroania) (Sebelum dan pasca November 2016). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah kepala rumah tangga nelayan tangkap dan sampel responden yaitu total sampling dengan sampel wilayah dibatasi menjadi 3 jorong sehingga berjumlah 70 orang.. Penelitian menemukan : (1) Profil kepala rumah tangga nelayan tangkap terbanyak berdasarkan umur yaitu 45-49 tahun. Tingkat pendidikan yaitu SD sampai akademi dan yang tebanyak adalah SD. (2) Sebahagian besar mata pencaharian nelayan tangkap setelah langkanya fauna endemik rinuak (rosterang ryroania) mengalami perubahan pada umumnya yaitu sebagai petani , buruh keramba Jaring Apung (KJA) dan yang bertahan sekitar 20%. (3) Pendapatan pokok nelayan tangkap pasca langkanya fauna endemik rinuak (rosterang ryroania) mengalami penurunan dari rata-rata sebelumnya Rp.2.560.000 menjadi Rp.1.700.000. Abstrack This study aims to look at changes in livelihoods and income levels of capturing fishermen's household heads before and after the scarcity of endemic rinuak fauna (rosterang ryroania) (before and after november 2016). This type of research is quantitative descriptive. The study population was the head of the capture fishermen's household and the sample of respondents, namely the total sampling with a sample area restricted to 3 jorong so that there were 70 people. The study found: (1) Profile of the most capture fishermen household heads based on age, namely 45-49 years. The level of education is elementary school to academy and the most elementary school. (2) Most of the livelihoods of fishermen caught after the rare fauna endemic rinuak (rosterang ryroania) experienced changes in general, namely as farmers, the floating cage labored (KJA) and who survived around 20%. (3) The main income of fishermen catches after the scarcity of endemic fauna (rosterang ryroania) has decreased from the previous average of Rp. 2,560,000 to Rp. 1,700,000.
EFEKTIVITAS MOVING CLASS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS MAN 2 MODEL PEKANBARU puspa dwi rahayu; ernawati .; rery novio
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.224

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas 1) Manajemen kelas, 2) Penggunaan fasilitas kelas 3) Proses pelaksanaan pembelajaran dan 4) Tingkat evaluasi terhadap tujuan pembelajaran geografi dengan sistem moving class di MAN 2 Model Pekanbaru.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikuti sistem moving class, sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS yang berjumlah 52 orang. Teknik analisis data adalah analisis statistik deskriptif dengan rumus persentase.Penelitian ini menghasilkan: 1) Manajemen kelas dalam pembelajaran geografi di kelas XI IPS dengan menggunakan moving class 2) Penggunaan fasilitas belajar geografi di kelas XI IPS dengan menggunakan moving class 3) Proses pembelajaran geografi di kelas XI IPS dengan menggunakan moving class 4) Evaluasi pembelajaran geografi di kelas XI IPS dengan menggunakan moving class cukup efektif untuk dilakukan. Abstract This study aims determine the effectiveness of 1) classroom management, 2) the use of class facilities 3) The implementation process of learning and 4) The level of evaluation of geography learning objectives with moving class system in MAN 2 Model Pekanbaru. The type of this research is quantitative, the population in this study are all students who follow the moving class system, while the subjects in this study are students of class XI IPS, amounting to 52 people. Data analysis technique is descriptive statistical analysis with percentage formula. This research resulted: 1) class management in geography learning in class XI IPS by using moving class 2) use of geography learning facility in class XI IPS by using moving class 3) Geography learning process in class XI IPS by using moving class 4) Evaluation of learning geography in class XI IPS using moving class is quite effective to do.
KAJIAN GEOGRAFI POLITIK TENTANG HASIL PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN SOLOK SELATAN TAHUN 2015 Anggi Pradana Wiranata; Rahmanelli .; yudi antomi
JURNAL BUANA Vol 2 No 4 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i4.225

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) distribusi keruangan perolehan suara pasangan calon kepala daerah Kabupaten Solok Selatan tahun 2015, 2) faktor sosiologis pemilih pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Solok Selatan tahun 2015. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Metode dalam penelitian dengan mixed methods. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Solok Selatan dengan populasi sebanyak 76.800 pemilih dengan sampel sebanyak 100 pemilih. Sampel penelitian menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan, 1) terdapat segresi distribusi suara dimana pasangan H. Muzni Zakaria dan H. Abdur Rahman menguasai Kabupaten Solok Selatan di bagian Barat sedangkan pasangan H. Khairunnas dan Edi Susanto menguasai Kabupaten Solok Selatan dibagian Timur, 2) Faktor sosiologis pemilih seperti agama tidak menjadi pertimbangan pemilih didalam menentukan hak politiknya sedangan faktor sosiologis pemilih seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, suku dan tingkat pendapatan pemilih ditemukan menjadi pertimbangan pemilih didalam menentukan pilihan politiknya. Kata kunci : geografi politik, pemilihan kepala daerah, distribusi keruangan, faktor sosiologis pemilih ABSTRACT This study aims to determine 1) spatial distribution of votes for the candidate pairs of South Solok Regency regional heads in 2015, 2) sociological factors of voters in the election of regional heads of South Solok Regency in 2015. This research was a qualitative descriptive type. Methods in research with mixed methods. This research was conducted in South Solok Regency with a population of 76,800 voters with a sample of 100 voters. The study sample used the Slovin formula. The results showed, 1) there was a segregation of the sound distribution where the couple H. Muzni Zakaria and H. Abdur Rahman controlled South Solok Regency in the West while H. Khairunnas and Edi Susanto pair controlled the South Solok Regency in the East, 2) Sociological factors of voters such as religion is not considered by the voters in determining their political rights while the sociological factors of voters such as age, sex, education, occupation, ethnicity and voter income level are found to be considered by voters in determining their political choices. Keywords: political geography, regional head elections, spatial distribution, sociological factors of voters
KOMPARASI ANGGARAN OBJEK WISATA PULAU PASUMPAHAN DAN PULAU ANGSO DUO PROVINSI SUMATERA BARAT Dela Oktaviani Chandra; Yurni Suasti; Fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 2 No 5 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i5.227

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan: perbandingan pemasukan dana dan alokasi dana antara objek wisata Pulau Pasumpahan dan Pulau Angso Duo dari tahun 2015-2017. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 2015-107. Penelitian ini menemukan alokasi anggaran Pulau Pasumpahan tahun 2005 adalah Rp. 225.000.000,00 naik menjadi Rp. 400.000.000 pada tahun 2016 dengan kenaikan 56,25%, kemudian naik lagi menjadi Rp. 895.000.000,00 pada tahun 2017 dengan kenaikan 44,69%. Sedangkan pemasukan anggaran Pulau Angso Duo pada tahun 2015 adalah Rp. 228.000.000,00 naik menjadi Rp. 277.000.000,00 pada tahun 2016 dengan kenaikan 82,31% , kemudian naik lagi menjadi Rp. 395.000.000,00 pada tahun 2017 dengan kenaikan 70,12%. Bila dibandingkan kedua objek tersebut, alokasi anggaran lebih besar di Pulau Pasumpahan dari pada di Pulau Angso Duo tetapi bila dibandingkan persentase, kenaikannya lebih tinggi di Pulau Angso Duo dari pada di Pulau Pasumpahan. Alokasi dana Pulau Pasumpahan untuk 6 asset sedangkan Pulau Angso Duo untuk 5 asset, sehingga dana Pulau Pasumpahan lebih lengkap dari pada Pulau Angso Duo. Kata Kunci: Komparasi Anggaran, Aset, Objek Wisata. ABSTRACT The purpose of this study is to describe: the comparison of fund revenues and allocation of funds between Pasumpahan Island and Angso Duo Island tourist objects from 2015-2017. The data used is secondary data from 2015-107. This study found that the 2005 Pasumpahan Island budget allocation was Rp. 225,000,000.00 rose to Rp. 400,000,000 in 2016 with an increase of 56.25%, then rose again to Rp. 895,000,000.00 in 2017 with an increase of 44.69%. While the revenue of Angso Duo Island in 2015 was Rp. 228,000,000.00 rose to Rp. 277,000,000.00 in 2016 with an increase of 82.31%, then rose again to Rp. 395,000,000.00 in 2017 with an increase of 70.12%. When compared to the two objects, the budget allocation is greater in Pasumpahan Island than in Angso Duo Island but when compared to the percentage, the increase is higher in Angso Duo Island than in Pasumpahan Island. Pasumpahan Island funds allocation for 6 assets while Angso Duo Island is for 5 assets, so Pasumpahan Island funds are more complete than Angso Duo Island. Key term: Budget comparation, Asset, Tourist attaction.
PENERAPAN KONSEP KAMPUS RAMAH LINGKUNGAN (GREEN CAMPUS) DALAM TINJAUAN DEEP ECOLOGY DI UNIVERSITAS NEGERI PADANG Sela Artisna Artisna; iswandi U; Deded Chandra
JURNAL BUANA Vol 2 No 5 (2018)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v2i5.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep kampus ramah lingkungan dalam tinjauan deep ecology di FMIPA dan FIS Universitas Negeri Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini difokuskan di FMIPA dan FIS Universitas Negeri Padang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan penelitian ini ditentukan secara purposive sumpling. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1.FMIPA Universitas Negeri Padang telah menerapkan konsep kampus ramah lingkungan diantaranya pada pemanfaatan lahan, penggunaan energi listrik, pendikan dan permasalahan lingkungan yang masih ditemukan yaitu pengelolaan limbah, pengelolaan air, dan transportasi. 2.FIS Universitas Negeri Padang telah menerapkan konsep kampus ramah lingkungan di antaranya pada pemanfaatan lahan dan pendidikan, permasalahan lingkungan yang masih ditemukan yaitu penggunaan energi, pengelolaan limbah, pengelolaan air dan transportasi.

Page 11 of 96 | Total Record : 952