cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2022): November" : 6 Documents clear
Peranan Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) dalam Menjangkau Jiwa di Marketplace: Sebuah Kajian Reflektif Yohanes 15:16 Marco Tanumihardja; Paulus Kunto Baskoro
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/9cs3zg07

Abstract

Abstract: The great commission ia an important task in the life of a believers. The great commissionos God’s desire. God longs for every tribe, people, nation, and language to know and accept the LordJesus as the only Savior, according to Matthew 28:19-20. The essence of the great commission is sothat everyone can know and accept the Lord Jesus as the only personal savior for each person, andobtain eternal life. Seeing this great importance, the authors see that the outreach to the soul amongthe Full Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) businessmen, even though they havebroad marketplace potential. The method used is descriptive literature method. This research willdiscuss effective methods of evangelism, so that evangelism is more effective and can applied in allages. The purpose of this writing is First, how important it is to outreach souls for those who don’tbelieve in Jesus. Second, the function of the Full Gospel Business Men’s Fellowship InternationalTeam, especially in West Java 2, can be maximized and many people are saved. Third, setting anexample in the management of the West Java FGBMFI regarding outtearch.Keywords: full gospel, soul, marketplace, John 15Abstrak: Amanat agung merupakan tugas yang penting dalam kehidupan orang percaya. Amanatagung adalah kerinduan Tuhan. Tuhan rindu agar setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa dapatmengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, menurut Matius 28:19-20.Inti amanat agung adalah agar setiap orang dapat mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagaisatu-satunya juru selamat pribadinya masing-masing, dan memperoleh hidup kekal. Melihatpentingnya agung ini, penulis melihat belum maksimalnya penjangkauan jiwa dikalangan bisnismanFull Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI), padahal mereka memiliki potensimarketplace yang luas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Penelitian iniakan membahas tentang cara yang efektif dalam penginjilan, sehingga penginjilan lebih tepat gunadan dapat diaplikasikan dalam segala zaman. Tujuan dalam penulisan ini adalah Pertama, betapapentingnya penjangkauan jiwa bagi yang belum percaya Yesus. Kedua, fungsi Tim Full GospelBusiness Men’s Fellowship International, khususnya bisa maksimal dan banyak orang diselamatkan.Ketiga, memberikan keteladanan dalam kepengurusan FGBMFI Jabar tentang penjangkauan jiwa.Kata kunci: full gospel, jiwa, marketplace, Yohanes 15
Pentingnya Karakter Kepemimpinan Kristen Berdasarkan 2 Timotius dalam Pelayanan Gerejawi Masa Kini Lience Ritha Lontoh; Soeliasih; Rodianus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/h90n6522

Abstract

Abstract: Christian leadership is very attached to its character. This is the most important thing if youare to be an effective Christian leader. Someone who takes on the role of a Christian leader must be amodel or set an example for his followers. The method used in this study is descriptive qualitative, inwhich the problem of the decline in leadership character becomes the object of research. Someindicators of leaders who can be role models according to Paul in this letter are: 1) Spiritual LeadersWho Have Courageous Spirit. 2) Spiritual Leaders Who Are Willing to Suffer Without Shame. 3)Spiritual Leaders Who Have Exemplary Behavior. 4) Leaders Who Are Ready to Fight. 5) RuleabidingLeaders. 6) Diligent Leader With Patience. 7) Leaders Who Keep Trying Diligently. 8) LeadersWho Are Ready to Serve. 9) Leaders Who Live Holy. From the results of the discussion on the ninecharacteristics of leaders, it can be concluded that the qualifications of a Christian leader in 2 Timothyare very relevant and important for every church leader or spiritual leader today. This qualification isrelevant and important because nowadays it is felt that many spiritual leaders are starting to losetheir leadership character as taught by Paul in the letter 2 Timothy. The church will grow well notonly in terms of quantity but more importantly the quality of the congregation's faith will grow moreif the spiritual leader has good leadership character.Keywords: leadership; character; spiritual leaderAbstrak: Kepemimpinan Kristen sangat melekat dengan karakternya. Ini merupakan hal yang palingpenting jika hendak menjadi pemimpin Kristen yang efektif. Seseorang yang mengambil peransebagai pemimpin Kristen, harus menjadi model atau memberi teladan bagi para pengikutnya.Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif, di mana persoalan kemerosotankarakter kepemimpinan menjadi obyek penelitian. Beberapa indikator pemimpin yang dapat menjaditeladan menurut Paulus dalam surat ini adalah: 1) Pemimpin Rohani Yang memiliki Semangat PenuhKeberanian. 2) Pemimpin Rohani Yang Rela Menderita Tanpa Malu. 3) Pemimpin Rohani YangMemiliki Teladan Dalam Bersikap. 4) Pemimpin Yang Siap Berjuang. 5) Pemimpin Yang TaatPeraturan. 6) Pemimpin Yang Tekun Dengan Penuh Kesabaran. 7) Pemimpin Yang Terus BerusahaDengan Gigih. 8) Pemimpin Yang Siap Melayani. 9) Pemimpin Yang Hidup Suci. Dari hasilpembahasan tentang kesembilan karakter pemimpin maka dapat disimpulkan bahwa kualifikasiseorang pemimpin Kristen di dalam 2 Timotius sangatlah relevan dan penting bagi setiap pemimpingereja atau pemimpin rohani masa kini. Kualifikasi tersebut relevan dan penting dikarena pada masakini dirasakan bahwa banyak para pemimpin rohani yang mulai kehilangan karakter kepemimpinannyasebagaimana yang diajarkan oleh Paulus di dalam surat 2 Timotius. Gereja akan bertumbuhdengan baik tidak hanya sebatas kuantitas tetapi terlebih penting kualitas iman jemaat akan semakinbertumbuh jika pemimpin rohani memiliki karakter kepemimpinan yang baik.Kata kunci: kepemimpinan; karakter; pemimpin rohani
Dampak Pelayanan Sekolah Minggu bagi Kehidupan Rohani Anak-Anak di Gereja Lokal Puspa Weni; Dina Kristiani; Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/n6c73894

Abstract

Abstract: The church is a place to foster congregation members so that they continue to have a goodrelationship with God. Children in the local church are also members of the congregation who arepart of the body of Christ, so the Sunday school ministry is a ministry that is very closely related tothe church. The research method used in this research is library research. So the role of the Sundayschool teacher is also significant in this ministry. Through proper and effective ministry by Sundayschool teachers, children can be guided and grow spiritually to live in the knowledge of Christincreasingly.Keywords: Sunday school ministry, spiritual life, childrenAbstrak: Gereja merupakan wadah untuk membina warga jemaat agar tetap memiliki hubunganyang baik dengan Tuhan. Anak-anak di gereja lokal juga adalah warga jemaat yang merupakanbagian dari tubuh Kristus itu, sehingga pelayanan sekolah minggu merupakan pelayanan yangsangat erat kaitannya dengan gereja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahstudi kepustakaan (library research). Maka dapat disimpulkan bahwa eranan guru sekolah minggujuga sangat penting dalam pelayanan ini. Melalui pelayanan yang tepat dan efektif oleh para gurusekolah minggu, anak-anak dapat dibimbing dan bertumbuh dalam kehidupan rohani merekasehingga semakin hari semakin hidup dalam pengenalan akan Kristus.Kata kunci: pelayanan Sekolah Minggu, kehidupan rohani, anak-anak
Efektivitas Pembentukan Karakter Siswa Kristen dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen secara Daring Debora; Bambang Wirawan
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/z9mdwf49

Abstract

Abstract: Importance of Character education as an effort to create quality human beings, butnowdays society and school tend only to encourage students to have high academic values withoutinculcating good character. The efforts of schools and parents so that these children have highacademic scores are very strong. But ignore non-academic things like character. Therefore, theimportance of character education is to build a strong nation where people have a noblecharacter,morality, tolerance, and mutual cooperation. Teacher as educators are important figures inthe formation of children’s character, teachers as role models who can instill commendable charactervalues, correct bad behavior to be right, and tell what can and cannot be done. The author usesqualitative methods and descriptive methods by using a literature review of this research to see theeffectiveness of Christian student character building in online PAK learning. Parents, churches, andteachers are important components in the formation of children’s character, therefore PAK teachersare one of the important components in the formation of students’ Christian character in schools.Keywords: character bullding, Christian students, Christian education teachers, Christian educationlearning, onlineAbstrak: Mengikuti perkembangan zaman dewasa ini pentingnya pendidikan karakter sabagaiupaya untuk mewujudkan manusia yang berkualitas. Namun dewasa ini masyarakat maupunsekolah cenderung sekadar memacu siswa untuk memiliki kemampuan akademik tinggi tanpadiimbangi pembentukan karakter yang kuat dan cerdas. Upaya sekolah maupun orang tua agarmurid atau anaknya mencapai nilai akademis tinggi sangat kuat, tapi mengabaikan hal-hal yang nonakademis. Maka dari itu pentingnya pendidikan karakter untuk membangun bangsa yang tangguh,dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong. Gurusebagai pendidik; bertugas untuk mendidik peserta didik, ia merupakan tokoh penting dalammembentuk karakter seseorang dimasa depan. Guru menjadi tokoh yang menanamkan nilai-nilaiterpuji bagi siswa, memperbaiki perilaku yang buruk menjadi benar dan menjelaskan apa yang harusdan tidak harus dilakukan. Penulis menggunakan metode kualitatif dan metode deskriptif denganmenggunakan studi pustaka terhadap penelitian ini. karena itu efektifitas pembentukan karaktersiswa Kristen dalam pembelajaran PAK secara Daring yang berperan dalam pembentukan karaktersiswa adalah orang tua, gereja, dan sekolah. Jadi, guru Pendidikan agama Kristen adalah salah satukomponen penting dalam pembentukan karakter kristiani siswa di sekolah.Kata kunci: pembentukan karakter, siswa Kristen, guru pendidikan agama Kristen, pembelajaranpendidikan agama Kristen, daring
Studi Teologi Pernikahan dalam Kitab Hosea: Refleksi bagi Pernikahan Kristen Saat Ini Fida Tronika Matang; Sugeng Surjana Adi
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/70vmqf82

Abstract

Abstract: A solid marriage is built on the foundation of mutual trust, love and fidelity; therefore,what God has joined together, man must not separate (Matthew 19:6). This means that for believers,marriage is something holy because God created marriage and binds husband and wife throughsacred promises in marriage before God and His people. The relationship between husband and wifedescribes the relationship between God and man. Hosea was a prophet sent by God to convey God'sWord to the Israelites experiencing a moral decline. God told Hosea to marry a harlot (Hosea 1:2),because Hosea's marriage would be a valuable lesson for the Israelites who were unfaithful. Hoseawas the first prophet to compare God's union with the Israelites based on the covenant made atMount Sinai, with marriage or marriage. Marriage is a binding agreement (covenant) between a manand a woman, a marriage vow is not just a contract, which means that a marriage promise that hasbeen made before God and His church cannot be canceled by humans, there is no reason to divorceeven if there is a reason whatever. Three (3) parties hold the promise in marriage, including husband,wife and God. Husband and wife must have the commitment to maintain and maintain thehousehold ark that has been built on the foundation of Christ in a holy marriage bond so that theycan avoid divorce.Keywords: book of Hosea, marriage, Christian marriageAbstrak: Pernikahan yang kokoh dibangun di atas dasar saling percaya, mengasihi dan kesetiaan,karena itu, apa yang dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia (Matius 19:6).Yang berarti bahwa bagi orang percaya, pernikahan adalah sesuatu yang kudus sebab Tuhan yangmenciptakan pernikahan dan mengikat suami istri melalui janji suci dalam pernikahan di hadapanTuhan dan umat-Nya. Hubungan suami istri menggambarkan hubungan antara Allah dan manusia.Hosea merupakan seorang nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan Firman Allah kepadaBangsa Israel yang mengalami kemerosotan moral. Allah berbicara kepada Hosea untuk pergi,mengawini perempuan sundal (Hosea 1:2), sebab pernikahan Hosea akan menjadi pelajaran yangberharga bagi bangsa Israel yang tidak setia. Hosea merupakan nabi pertama yang membandingkanpersatuan Allah dengan bangsa Israel berdasarkan perjanjian yang diikat digunung Sinai, denganpernikahan atau perkawinan. Pernikahan merupakan perjanjian yang mengikat (covenant) antaralaki-laki dan perempuan, janji pernikahan bukan sekedar kontrak, yang artinya bahwa janjipernikahan yang telah diucap dihadapan Allah dan jemaat-Nya, tidak dapat dibatalkan olehmanusia, tidak ada alasan untuk bercerai walau dengan alasan apa pun. Yang memegang janji dalampernikahan ada tiga (3) pihak, diantaranya adalah suami, istri dan Tuhan. Pasangan suami dan istriharus memiliki komitmen untuk memelihara dan menjaga bahtera rumah tangga yang telahdibangun diatas dasar Kristus dalam satu ikatan pernikahan kudus agar dapat terhindar dariperceraian.Kata kunci: kitab Hosea, pernikahan, pernikahan Kristen
Strategi Gereja dalam Meningkatkan Kehadiran Jemaat di Ibadah Raya: Studi pada Gereja Persekutuaan Pemberitaan Injil Kristus Getsemani Kemayo, Kalimantan Barat Astriana Wati
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/gc6rnk64

Abstract

Abstract: This research discusses the pattern of church services in increasing congregation attendanceat religious services at the PPIK Getsemani Kemayo church, West Kalimantan, to increasecongregations who have never been active again attending church. decreased congregationattendance, and what are the service patterns that the church employs in increasing churchattendance at church services. This paper departs from the problem that the author has found sincecoming to serve the congregation in Kalimantan. decreased. The method used is descriptivequalitative research by collecting data through interviews, empirical data, and literature such asbooks and journal articles. The results obtained from this research are that the church must have apattern of service that can provide Congregational attendance. The church service pattern methodproposed by this author is very effective and significant in motivating the congregation to see thevarious problems experienced by the congregation, especially in worship at the church. Thus, thepattern used so far needs to be a breakthrough because this will determine attendance. Congregationto worship at church.Keywords: church; congregation; presence; service patternAbstrak: Penelitian ini membahas mengenai pola pelayanan gereja dalam meningkatkan kehadiranjemaat pada ibadah raya yang ada di gereja PPIK Getsemani Kemayo Kalimantan Barat untukmeningkatkan kembali jemaat yang tidak pernah aktif lagi datang di gereja untuk itu penelitian inibertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor penyebab jemaat mengalami penurunankehadiran jemaat serta apa saja pola pelayanan yang gereja terapkan dalam meningkatkan kehadiranjemaat di gereja dalam ibadah raya.Tulisan ini berangkat pada permasalahan yang ditemukanpenulis sejak datang melayani jemaat dikalimantan.tingkat kehadiran jemaat dalam beribadah sangatminim, akibatnya pertumbuhan iman jemaat juga akan semakin menurun.Metode penelitian yangdigunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan pengumpulan data melaluiwawancara, data empiris, literatur seperti buku dan artikel jurnal.Hasil yang didapatkan daripenelitian ini adalah gereja harus memiliki pola pelayanan yang dapat meningkat kehadiranjemaat.Dengan metode pola pelayanan gereja yang dikemukakan penulis ini sangat efektif dansignifikan dalam memotivasi jemaat untuk dapat melihat berbagai permasalahan yang dialamijemaat khusunya dalam beribadah di gereja.Dengan demikian, pola digunakan selama ini perlumenjadi terobosan karena hal ini akan menentukan kehadiran jemaat dalam beribadah ke gereja.Kata kunci: gereja; jemaat; kehadiran; pola pelayanan

Page 1 of 1 | Total Record : 6