cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023): November" : 5 Documents clear
Makna Ungkapan Jagalah Hatimu dengan segala Kewaspadaan berdasarkan Amsal 4:23 dan Implikasinya Terhadap Jemaat di Gereja Gerakan Pentakosta Hakka Pontianak Donos; Ali Matius
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/57ray678

Abstract

Abstract: Guard the heart with all vigilance because that is where life radiates as real evidence for the life of the congregation for bringing the heart to God through prayer, studying God's Word because God's Word is the most effective means and can detect the human heart, willing and ready to be shaped by God. Because God is an expert in restoring hearts and making them something beautiful and valuable in His eyes. Taking care of your heart not only takes care of one's feelings, but also makes a commitment to trust one another. Guard your heart from all vigilance leading to humility directing youth to realize that life means nothing without God. The existence of oneself who can still enjoy life until now, what one has, that one is proud of in life all comes from God. The results of research conducted using descriptive qualitative research methods; it was found that the GGP Hakka Pontianak congregation who already understood about guarding the heart from all vigilance had an impact on the life of the congregation that radiated. Guarding one's heart greatly influences the life attitude of the GGP Hakka Pontianak congregation as a guide to improving one's self-attitude.Key words: Take Care of Your Heart, All Vigilance, Radiate Life and Congregation.Abstrak: Jagalah hati dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan sebagai bukti nyata bagi kehidupan jemaat karena membawa hati kepada Tuhan melalui doa, belajar kepada Firman Tuhan sebab Firman Tuhan adalah sarana yang paling efektif dan dapat mendeteksi hati manusia, mau serta siap sedia dibentuk oleh Tuhan. Sebab Tuhan adalah ahli dalam memulihkan hati dan menjadikannya sesuatu yang indah dan berharga di mata-Nya. Jagalah hati tidak hanya menjaga perasaan seseorang, akan tetapi juga membuat komitmen agar saling memercayai satu sama lain. Jagalah hati dari segala kewaspadaan mengarahkan kepada sikap kerendahan hati mengarahkan pemuda untuk menyadari bahwa hidup tidaklah berarti apa-apa tanpa Tuhan. Keberadaan diri yang masih dapat menikmati hidup sampai dengan saat ini, apa yang dimiliki, yang banggakan ada dalam hidup semuanya bersumber dari Tuhan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, didapati bahwa jemaat GGP Hakka Pontianak yang sudah memahami tentang menjaga hati dari segala kewaspadaan berdampak dalam kehidupan jemaat yang terpancar. Menjaga hati sangat mempengaruhi sikap hidup jemaat GGP Hakka Pontianak sebagai pedoman memperbaiki sikap diri.Kata kunci: Jagalah Hati, Segala Kewaspadaan, Terpancar Kehidupan dan Jemaat
Peranan Gembala dalam Pelayanan Konseling terhadap Anak Remaja di GPIBI Imanuel Dusun Beringin Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang Ade Kristiwati; Simatauw, Marfy
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/b0jy4b30

Abstract

Abstract:The pastor is a spiritual leader, not just a spiritual section within the church whose only job is to pray for the congregation and share God's Word.The task is much more complex and requires God's grace and competence as a leader.Shepherds have a position as a spiritual companion.The role of the pastor in counseling services for adolescents is a relevant and significant aspect in the social and religious environment in dealing with current problems.One of the main issues to focus on is adolescent mental health.In recent years, levels of stress, anxiety, and depression in adolescents have increased, and pastors have an important role to play in recognizing and responding to signs of mental health vulnerability in adolescents.In addition, rapid technological advances also have a significant impact on the lives of adolescents.Issues such as cyberbullying, digital addiction, and feelings of isolation due to the use of social media are challenges that pastors and adolescents need to face together.Identity and diversity aspects are also an important concern in counseling services. Counseling services organized by pastors can be very important in providing the right information and educating youth to maintain their own health and safety in dealing with challenges in adolescence. The role of the shepherd in preventing and overcoming this problem becomes very relevant through strengthening values-moral values, emotional support, and other holistic approaches.Keywords: Pastor, Counseling Services, TeenagersAbstrak: Gembala adalah pemimpin rohani, bukan sekedar seksi rohani didalam gereja yang hanya bertugas untuk berdoa bagi jemaat dan membagikan Firman Tuhan. Tugasnya jauh lebih kompleks dan membutuhkan sebuah anugerah penyertaan Tuhan serta kompetensi sebagai pemimpin.1Gembala memiliki posisi sebagai pendamping rohani.Peran gembala dalam pelayanan konseling terhadap anak-anak remaja adalah aspek yang relevan dan signifikan dalam lingkungan sosial dan agama dalam menghadapi permasalahan-permasalahan terkini.Salah satu permasalahan utama yang menjadi fokus adalah kesehatan mental remaja.Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat stres, kecemasan, dan depresi pada anak-anak remaja meningkat, dan gembala memiliki peran penting dalam mengenali serta merespon tanda-tanda kesehatan mental yang rentan pada remaja.Selain itu, kemajuan teknologi yang pesat juga membawa dampak signifikan pada kehidupan remaja.Isu-isu seperti cyberbullying, kecanduan digital, dan perasaan terisolasi akibat penggunaan media sosial menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama oleh gembala dan remaja.Aspek identitas dan diversitas juga menjadi perhatian penting dalam pelayanan konseling.Pelayanan konseling yang diselenggarakan oleh gembala dapat menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam memberikan informasi yang tepat dan mengedukasi remaja untukmenjaga kesehatan dan keselamatan diri dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa remaja.Peran gembala dalam mencegah dan mengatasi masalah ini menjadi sangat relevan melalui penguatan nilai-nilai moral, dukungan emosional, dan pendekatan holistik lainnya.Kata Kunci: Gembala, Pelayanan Konseling, anak remaja
Makna Kesatuan Roh berdasarkan Efesus 4:3-6 dan Implikasinya dalam Kehidupan Orang Kristen Masa Kini Lani, Guntur Andika Alan Roh
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/m4kw3422

Abstract

Abstract: The different backgrounds of the congregation pose challenges in the process of faith growth. In the fellowship of fellow congregations, what is needed is unity, which unity is what binds believers in one community called the body of Christ. The unity of the Spirit is the basis for the unity of the congregation as a whole. The method used in this writing is qualitative literature with text analysis methods. From the results of this research, it was found that the unity of the Spirit is the work of the Holy Spirit for believers who have been called from darkness to the light of Christ. This unity is not based on physical and mental unity but is a moral and spiritual unity between Christ and believers which is based on the Holy Spirit. This unity also influences the attitude of life of Christians in their relationship with God and also with each other.Keywords: Unity of the Spirit, Ephesians 4:3-6, Christian LifeAbstrak: Latar belakang jemaat yang berbeda menjadi tantangan tersendiri dalam proses pertumbuhan iman. Dalam persekutuan sesama jemaat yang diperlukan adalah kesatuan, yang mana kesatuan inilah yang mengikat orang percaya dalam satu komunitas yang disebut tubuh Kristus. Kesatuan Roh menjadi dasar bagi kesatuan jemaat secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif literatur dengan metode analisa teks. Dari hasil penelitian tersebut didapati bahwa kesatuan Roh merupakan karya Roh Kudus bagi orang-orang percaya yang sudah dipanggil dari kegelapan kepada terang Kristus. Kesatuan ini tidak dilandasi dengan kesatuan jasmani dan mental melainkan merupakan kesatuan moral dan spritual antara Kristus dan orang-orang percaya yang dilandasi oleh Roh Kudus. Kesatuan ini juga memperngaruhi sikap hidup orang Kristen dalam hubungannya denga Tuhan dan juga dengan sesamanya.Kata Kunci: Kesatuan Roh, Efesus 4:3-6, Kehidupan Orang Kristen.
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Membimbing Anak Belajar dari Rumah untuk Meningkatkan Prestasi Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Negeri 04 Jelemuk Manday Ita Kristina; Daya, Maswati
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/mq14vk53

Abstract

Abstract: Tus people have a very important role in guilding their children to leam. One of the roles of parents in the succes of their childrens education is to provide sculptures, especially attention to childrens learning activities at home. Learning at home will be meaningful and good if supported by the capacity of teachers and parents who are ready to face changes in the way of teaching and learning during the pandemic parents must be able to find ways to guide children in learning at home so that food is good for childrens learning achievement at school there are many thing that parents can do to show attention to their work, including helping children in dealing with learning difficulties, parents can ask questions and listening to the difficulties faced by children in learning. Especially at this time children need special attention and guindance and parents who are very careful, children can feel the progress in the learning process that is carried out. Jar of Farias’s child is factor that originates and is the child’s early life and there is also a factor that originates from and early lags in elms child.Keywords: The role of the tux person, presto belajat guindance, and covid-19.Abstrak: Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing anaknya belajar. Salah satu dari peran orang tua terhadap keberhasilan pendidikan anaknya adalah dengan memberikan perhatian, terutama perhatian pada kegiatan belajar anak dirumah. Belajar dirumah akan bermakna dan berhasil jika didukung oleh kapasitas guru dan orang tua yang siap menghadapi perubahan cara belajar-mengajar dimasa pandemi. Orang tua harus dapat menemukan cara untuk membimbing anak dalam belajar dirumah sehingga memberi pengaruh terhadap prestasi belajar anak disekolah. Banyak hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menunjukkan perhatian kepada anaknya diantaranya, membantu anak dalam mengatasi kesulitan belajar orang tua dapat menanyakan dan mendengarkan kesulitan yang dihadapi anak dalam belajar. Apalagi pada masa sekarang ini anak perlu mendapatkan perhatian dan bimbingan yang khusus dari orang tua supaya anak dapat merasakan adanya perkembangan dalam proses belajar yang dilakukan. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Fakror-faktor yang berasal dari dalam diri anak (Intern) dan ada pula faktor yang berasal dari luar diri anak (Ekstern).Kata Kunci: Peran orang tua, bimbingan, prestasi belajar, dan covid-19.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter Kristiani Siswa di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak Daniel Eka Pratama
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/0hf17a29

Abstract

Abstract: This study aims to determine the extent of the role of PAK teachers in the formation of the Christian character of students at Abdi Wacana Christian High School and to find out the application of the formation of Christian character education to students at Abdi Wacana Christian High School Pontianak. This research was conducted on awareness of the importance of the role of Christian Religious Education teachers in the formation of the Christian character of students at Abdi Wacana Christian High School Pontianak. This study uses a qualitative method because this method uses data in the form of words or narratives. The data was taken through interview techniques with respondents who were considered to be able to provide accurate information as needed in this study. The findings of the data obtained from this study are first, the formation of Christian character has been implemented in every class. Second, the school's role in shaping Christian character has been carried out in accordance with the vision and mission, motto and in accordance with the character of Christ, which includes loving, forgiving, caring, humble, patient, sincere, willing to share, obedient, and respect each other. Third, the role of the Christian religious education teacher is very important in the application of the formation of Christian character in accordance with the character of Christ. The Christian religious education teacher at Abdi Wacana Christian High School Pontianak has carried out his role in educating students according to and leading to the character of Christ. This role is carried out by means of Spiritual coaching through worship twice a month, acting and exemplifying attitudes not only as a teacher but also as a friend, motivator, and agent of change for his students.Keywords: Christian Religious Education Teacher, Christian Character FormationAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran guru PAK dalam pembentukan karakter Kristiani Siswa di SMA Kristen Abdi Wacana dan mengetahui penerapan pembentukan pendidikan karakter Kristiani siswa di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Penelitian ini dilakukan atas kesadaran pentingnya peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter Kristiani siswa di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena metode ini menggunakan data yang berupa kata atau narasi. Data tersebut diambil melalui teknik wawancara terhadap responden yang dinilai dapat memberikan informasi yang akurat sebagaimana yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Temuan data yang diperoleh dari penelitian ini adalah pertama, pembentukan karakter kristiani sudah diterapkan di setiap kelas. Kedua, peran sekolah dalam membentuk karakter kristiani telah dilaksanakan sesuai dengan visi-misi, motto dan sesuai dengan karakter Kristus, yang mencakup mengasihi, mengampuni, peduli, rendah hati, sabar, tulus hati, mau berbagi, taat, dan saling menghargai.Ketiga, peran guru Pendidikan agama Kristen sangat penting dalam penerapan pembentukan karakter kristen yang sesuai dengan karakter Kristus. Guru Pendidikanagama Kristen di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak telah melakukan perannya dalam mendidik para naradidik sesuai dan mengarah kepada karakter Kristus. Peran tersebut dilakukan dengan cara pembinaan Rohani melalui Ibadah dua kali dalam satu bulan, bertindak dan meneladani sikap-sikap tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai sahabat, motivator, dan agen perubahan bagi naradidiknya.Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Kristen, Pembentukan Karakter Kristiani

Page 1 of 1 | Total Record : 5