cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): November" : 7 Documents clear
Pentingnya Alkitab Sebagai Sumber Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter Bagi Siswa Kelas 8 SMP di Sekolah Kasih Bapa Singkawang Simatauw, Marfy; Kristin Elsi
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/yqdt0622

Abstract

Abstract: The Bible has an important role, namely being the basis of learning for Christianreligious education teachers. Every education undertaken by student teachers must have afuture goal for student development, including the formation of good character for eachstudent's personality.This research aims to describe the importance of the Bible as a learning source for Christianreligious education in forming students' character. The focus of this research is understandinghow important the Bible is as a basis for learning Christian religious education to improvestudent character formation. This research was conducted at the Kasih Bapa SingkawangSchool. And as data sources are teachers and students. In this research, the researcher used aqualitative approach, because this research intended to understand the phenomena experiencedby the research subjects. The data collection methods used by the researcher were interviewsand documentation.From the results of the data analysis, it was concluded that the importance of the Bible as asource of learning for Christian religious education in character building for grade 8 studentsof Junior High School (SMP) at the Kasih Bapa Singkawang School has been implemented,but because the students' background is not from Christian circles, it is a little difficult toimplement it. To achieve the goal of forming the character of junior high school students,coaching activities should be increased with the aim of forming student character so that studentcharacter is not yet fully formed.Keywords: Importance of the Bible, CharacterAbstrak: Alkitab memiliki peranan penting yaitu menjadi dasar pembelajaran bagi gurupendidikan Agama Kristen, setiap pendidikan yang ditempuh oleh siswa guru pasti nyamemiliki tujuan kedepannya bagi perkembangan siswa termasuk pembentukan tertanam nyakarakter yang baik untuk pribadi setiap siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya Alkitab sebagai sumberpembelajaran pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter siswa. Fokus penelitianini yaitu memahami bagaimana penting nya Alkitab sebagai dasar pembelajaran pendidikanAgama Kristen untuk meningkatkan pembentukan karakter siswa, penelitian ini dilakukandisekolah Kasih Bapa Singkawang. Dan sebagai sumber data adalah guru dan siswa. Dalampenelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, karena penelitian ini bermaksuduntuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, Metodepengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara dan dokumentasi.Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan Pentingnya Alkitab sebagai sumberpembelajaran pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter bagi siswa kelas 8Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sekolah Kasih Bapa Singkawang, sudah dilakukan namun karena latar belakang siswa bukan dari kalangan Kristen maka sedikit kesulitan untuk penerapan dilakukan untuk mencapai tujuan dalam pembentukan Karakter siswa Sekolah Menengah Pertama, jadi hendaknya kegiatan pembinaan ditingkatkan dengan tujuan untuk membentuk karakter siswa sehingga karakter siswa belum terbentuk sepenuhnya.Kata kunci: Pentingnya Alkitab, Karakter
Liturgi Bulan Budaya sebagai Upaya Tranformasi Misi Kristen yang Kontekstual di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Lani, Guntur Andika Alan Roh; Sihombing, Maria Rosa
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/kv370985

Abstract

Abstract: This paper aims to analyze theologically the establishment of the GMIT culturalmonth as part of the contextual transformation of Christian mission in the GMIT liturgy. Thisis done as an effort to contextualize the Gospel message in GMIT services. Because GMIT is aChristian denomination whose scope of service is in the East Nusa Tenggara region (outsidethe island of Sumba) and West Nusa Tenggara which consists of heterogeneous communities.The heterogeneity of society can be seen in differences in ethnicity, language, traditions andculture. Therefore, a contextual form of liturgy is needed in which the congregation can meetChrist. In this article, the author uses several sources relating to the encounter of the Gospeland Culture as a reference point for conducting a theological analysis of the implementationof Culture Month. These sources are in the form of articles and printed books that are relevantto the study subject being discussed. Keywords: GMIT, Culture Month, Christian Mission Transformation, and Contextual. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis tentang penetapan bulanbudaya GMIT sebagai bagian dari tranformasi misi Kristen yang kontekstual dalam liturgiGMIT. Hal ini lakukan sebagai upaya mengkontekstualisasi berita Injil dalam pelayananGMIT. Sebab GMIT merupakan denominasi Kristen yang lingkup pelayanan di wilayah NusaTenggara Timur (diluar pulau Sumba) dan Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari masyarakatheterogen. Hoterogenitas masyarakat dapat dilihat dalam perbedaan suku, bahasa, tradisi, danbudaya. Oleh karena itu diperlukan bentuk liturgi yang kontekstual yang di dalamnya jemaatdapat bertemu dengan Kristus. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan beberapa sumber yangberkenaan dengan perjumpaan Injil dan Budaya sebagai titik acuan untuk melakukan analisateologi terhadap pelaksanaan Bulan Budaya. Sumber-sumber tersebut dalam bentuk artikel danbuku-buku cetak yang relevan dengan pokok kajian yang dibahas. Kata Kunci: GMIT, Liturgi Bulan Budaya, Tranformasi Misi Kristen, dan Kontekstual.
Pengertian Teologis Gereja Berdasarkan  Kitab-Kitab Taurat dan Implementasinya untuk Masa Kini Agustinus Djali; Daya, Maswati
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/c0zt9z70

Abstract

Abstract: Since the church was founded, it has been faced with problems. The fathers have triedto lay the foundation of church teachings very fundamentally, but until today it seems that theproblems have not disappeared, instead there are deviations in both doctrine and service thatopen up gaps for misguidance and cause church growth to stagnate. Therefore, the churchshould immediately introspect and return to its basic principles, namely "building a churchbased on the Bible, both the Old and New Testaments." The church in the time of Moses wasan ancient church that was built by God in the beginning, it should be an example and rolemodel for the church today. The purpose of this study: First: to study the nature of the churchbased on the books of the Torah so that today's congregation can have a theologicalunderstanding of churching so that they can apply it in their lives and congregational services.Second: to emphasize that the teachings about the true Church are also found in the books ofthe Torah, not only in the books of the New Testament. Third: to try to implement thetheological understanding of the church based on the books of the Torah for today so that thecongregation continues to strive to improve its teaching and performance in churching. Thiscan be done through Theological Schools and seminars, sermons, and Bible studies, and cellgroups in local churches.Keywords: Church of the Torah, Implementation.Abstrak: Sejak gereja berdiri terus diperhadapkan dengan masalah. Para bapa telah berusahameletakkan fondasi ajaran gereja dengan sangat fundamental, namun sampai pada hari ini punnampaknya masalah belum juga sirna, sebaliknya muncul penyelewengan baik dalam doktrinmapun pelayanannya yang membuka celah bagi penyesatan dan mengakibatkan pertumbuhangereja mengalami stagnant. Maka gereja hendaklah segera mengintrospeksi diri serta kembalikepada azas dasarnya yakni “membangun gereja berdasarkan pada Alkitab baik PL maupunPB”Gereja pada jaman Musa merupakan gereja purba yang telah dibangun oleh Allah padamulanya, seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi gereja pada masa kini. Tujuan penelitianini : Pertama: untuk mempelajari hakikat gereja berdasarkan kitab-kitab Taurat agar jemaatmasa kini dapat memiliki suatu pemahaman teologis tentang bergereja sehingga dapatmengaplikasikannya dalam kehidupan dan pelayanan berjemaat. Kedua: untuk menegaskanbahwa ajaran tentang Gereja yang benar juga terdapat dalam kitab-kitab Taurat, bukan hanyapada kitab-kitab P B. Ketiga: berupaya mengimplementasikan pengertian teologis gerejaberdasarkan kitab-kitab Taurat untuk masa kini sehingga jemaat terus berupaya meningkatkan,pengajaran dan kinerjanya dalam bergereja. Hal ini dapat dilaksanakan melalui Sekolah-Sekolah Teologi dan seminar-seminar, khotbah, serta penelahan Alkitab, komsel pada gerejalokal.Kata Kunci:Gereja kitab-kitab Taurat, Implementasi
Liturgi Bulan Budaya sebagai Upaya Tranformasi Misi Kristen yang Kontekstual di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Guntur Andika Alan Roh Lani; Maria Rosa Sihombing
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aims to analyze theologically the establishment of the GMIT cultural month as part of the contextual transformation of Christian mission in the GMIT liturgy. This is done as an effort to contextualize the Gospel message in GMIT services. Because GMIT is a Christian denomination whose scope of service is in the East Nusa Tenggara region (outside the island of Sumba) and West Nusa Tenggara which consists of heterogeneous communities. The heterogeneity of society can be seen in differences in ethnicity, language, traditions and culture. Therefore, a contextual form of liturgy is needed in which the congregation can meet Christ. In this article, the author uses several sources relating to the encounter of the Gospel and Culture as a reference point for conducting a theological analysis of the implementation of Culture Month. These sources are in the form of articles and printed books that are relevant to the study subject being discussed.Keywords: GMIT, Culture Month, Christian Mission Transformation, and Contextual.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis tentang penetapan bulan budaya GMIT sebagai bagian dari tranformasi misi Kristen yang kontekstual dalam liturgi GMIT. Hal ini lakukan sebagai upaya mengkontekstualisasi berita Injil dalam pelayanan GMIT. Sebab GMIT merupakan denominasi Kristen yang lingkup pelayanan di wilayah Nusa Tenggara Timur (diluar pulau Sumba) dan Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari masyarakat heterogen. Hoterogenitas masyarakat dapat dilihat dalam perbedaan suku, bahasa, tradisi, dan budaya. Oleh karena itu diperlukan bentuk liturgi yang kontekstual yang di dalamnya jemaat dapat bertemu dengan Kristus. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan beberapa sumber yang berkenaan dengan perjumpaan Injil dan Budaya sebagai titik acuan untuk melakukan analisa teologi terhadap pelaksanaan Bulan Budaya. Sumber-sumber tersebut dalam bentuk artikel dan buku-buku cetak yang relevan dengan pokok kajian yang dibahas.Kata Kunci: GMIT, Liturgi Bulan Budaya, Tranformasi Misi Kristen, dan Kontekstual.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri 11 Semoncol Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Dewi Andiriani; Rodianus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The progress of a nation is determined by a good education system, this cannot be separated from the role of a teacher in improving learning, one of which is by emphasizing the importance of a teacher to provide discipline to students in order to produce good, quality human resources, so that they can have a positive impact in society. However, on the other hand, if a teacher does not provide discipline, it will cause various problems such as students often coming late, students often going in and out of class during class hours, students not doing schoolwork, students like to talk to other friends during class hours, students do not obey the existing rules as a result the learning process does not run smoothly and improvements to Christian Religious Education are hampered. Then the lack of attention and awareness of parents towards their children in guiding and directing them to discipline so that the role of Christian Religious Education teachers is needed to be able to teach discipline to students, especially at SD Negeri 11 Semoncol, Balai District, Sanggau Regency, West Kalimantan, so that the learning process can run well.Keywords: Role of PAK Teachers, Improving Student Discipline, Learning.Abstrak: Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang baik hal ini tidak terlepas dari adanya peranan bagi seorang guru dalam meningkatkan pembelajaran salah satunya dengan menekankan penting bagi seorang guru untuk memberikan kedisiplinan kepada siswa agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang baik, bermutu, sehingga dapat memberikan dampak yang positif di tengah masyarakat. Namun sebaliknya jika seorang guru tidak memberikan kedisiplinan akan menimbulkan berbagai masalah seperti siswa sering datang terlambat, siswa sering keluar masuk kelas pada jam pembelajaran, siswa tidak mengerjakan tugas sekolah, siswa suka berbicara dengan teman yang lainnya pada saat jam pelajaran berlangsung, siswa tidak mentaati peraturan yang ada akibatnya proses pembelajaran tidak berjalan dengan lancar dan peningkatan terhadap Pendidikan Agama Kristen menjadi terhambat. Kemudian kurangnya perhatian dan kesadaran orang tua terhadap anaknya dalam membimbing dan mengarahkan mereka kepada kedisiplian sehingga peranan guru Pendidikan Agama Kristen di perlukan untuk dapat mengajarkan kedisiplinan kepada siswa khususnya di SD Negeri 11 Semoncol kecamatan Balai Kabuaten Sanggau Kalimantan Barat, agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.Kata Kunci: Peranan Guru PAK, Meningkatkan Kedisiplinan Siswa, Belajar
Pengertian Teologis Gereja Berdasarkan Kitab-Kitab Taurat dan Implementasinya untuk Masa Kini Agustinus Djali; Maswati Daya
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Since the church was founded, it has been faced with problems. The fathers have tried to lay the foundation of church teachings very fundamentally, but until today it seems that the problems have not disappeared, instead there are deviations in both doctrine and service that open up gaps for misguidance and cause church growth to stagnate. Therefore, the church should immediately introspect and return to its basic principles, namely "building a church based on the Bible, both the Old and New Testaments." The church in the time of Moses was an ancient church that was built by God in the beginning, it should be an example and role model for the church today. The purpose of this study: First: to study the nature of the church based on the books of the Torah so that today's congregation can have a theological understanding of churching so that they can apply it in their lives and congregational services. Second: to emphasize that the teachings about the true Church are also found in the books of the Torah, not only in the books of the New Testament. Third: to try to implement the theological understanding of the church based on the books of the Torah for today so that the congregation continues to strive to improve its teaching and performance in churching. This can be done through Theological Schools and seminars, sermons, and Bible studies, and cell groups in local churches.Keywords: Church of the Torah, Implementation.Abstrak: Sejak gereja berdiri terus diperhadapkan dengan masalah. Para bapa telah berusaha meletakkan fondasi ajaran gereja dengan sangat fundamental, namun sampai pada hari ini pun nampaknya masalah belum juga sirna, sebaliknya muncul penyelewengan baik dalam doktrin mapun pelayanannya yang membuka celah bagi penyesatan dan mengakibatkan pertumbuhan gereja mengalami stagnant. Maka gereja hendaklah segera mengintrospeksi diri serta kembali kepada azas dasarnya yakni “membangun gereja berdasarkan pada Alkitab baik PL maupun PB”Gereja pada jaman Musa merupakan gereja purba yang telah dibangun oleh Allah pada mulanya, seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi gereja pada masa kini. Tujuan penelitian ini : Pertama: untuk mempelajari hakikat gereja berdasarkan kitab-kitab Taurat agar jemaat masa kini dapat memiliki suatu pemahaman teologis tentang bergereja sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan dan pelayanan berjemaat. Kedua: untuk menegaskan bahwa ajaran tentang Gereja yang benar juga terdapat dalam kitab-kitab Taurat, bukan hanya pada kitab-kitab P B. Ketiga: berupaya mengimplementasikan pengertian teologis gereja berdasarkan kitab-kitab Taurat untuk masa kini sehingga jemaat terus berupaya meningkatkan, pengajaran dan kinerjanya dalam bergereja. Hal ini dapat dilaksanakan melalui Sekolah-Sekolah Teologi dan seminar-seminar, khotbah, serta penelahan Alkitab, komsel pada gereja lokal.Kata Kunci:Gereja kitab-kitab Taurat, Implementasi
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri 11 Semoncol Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Dewi Andiriani; Rodianus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/gxyff720

Abstract

Abstract: The progress of a nation is determined by a good education system, this cannot beseparated from the role of a teacher in improving learning, one of which is by emphasizing theimportance of a teacher to provide discipline to students in order to produce good, qualityhuman resources, so that they can have a positive impact in society. However, on the otherhand, if a teacher does not provide discipline, it will cause various problems such as studentsoften coming late, students often going in and out of class during class hours, students notdoing schoolwork, students like to talk to other friends during class hours, students do not obeythe existing rules as a result the learning process does not run smoothly and improvements toChristian Religious Education are hampered. Then the lack of attention and awareness ofparents towards their children in guiding and directing them to discipline so that the role ofChristian Religious Education teachers is needed to be able to teach discipline to students,especially at SD Negeri 11 Semoncol, Balai District, Sanggau Regency, West Kalimantan, sothat the learning process can run well.Keywords: Role of PAK Teachers, Improving Student Discipline, Learning.Abstrak: Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang baik hal ini tidak terlepasdari adanya peranan bagi seorang guru dalam meningkatkan pembelajaran salah satunya denganmenekankan penting bagi seorang guru untuk memberikan kedisiplinan kepada siswa agar dapatmenghasilkan sumber daya manusia yang baik, bermutu, sehingga dapat memberikan dampak yangpositif di tengah masyarakat. Namun sebaliknya jika seorang guru tidak memberikan kedisiplinan akanmenimbulkan berbagai masalah seperti siswa sering datang terlambat, siswa sering keluar masuk kelaspada jam pembelajaran, siswa tidak mengerjakan tugas sekolah, siswa suka berbicara dengan temanyang lainnya pada saat jam pelajaran berlangsung, siswa tidak mentaati peraturan yang ada akibatnyaproses pembelajaran tidak berjalan dengan lancar dan peningkatan terhadap Pendidikan Agama Kristenmenjadi terhambat. Kemudian kurangnya perhatian dan kesadaran orang tua terhadap anaknya dalammembimbing dan mengarahkan mereka kepada kedisiplian sehingga peranan guru Pendidikan AgamaKristen di perlukan untuk dapat mengajarkan kedisiplinan kepada siswa khususnya di SD Negeri 11Semoncol kecamatan Balai Kabuaten Sanggau Kalimantan Barat, agar proses pembelajaran dapatberjalan dengan baik.Kata Kunci: Peranan Guru PAK, Meningkatkan Kedisiplinan Siswa, Belajar

Page 1 of 1 | Total Record : 7