cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): November" : 3 Documents clear
Analisis Empat Lapisan Makna Keluaran 13: 20-22: Tiang Awan dan Tiang Api Sebagai Bukti Kedaulatan Allah Zebua, Eka Kurniawan
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/4tq14350

Abstract

Artikel ini menganalisis Keluaran 13:20-22, yang menggambarkan tiang awan dan tiang api yang membimbing bangsa Israel keluar dari Mesir, melalui pendekatan teologis dan sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi empat lapisan makna yang terkandung dalam teks tersebut. Lapisan makna pertama adalah makna literal, di mana tiang awan dan tiang api dipahami sebagai manifestasi kehadiran Tuhan yang terlihat secara fisik. Lapisan kedua adalah makna alegoris, yang menafsirkan tiang awan dan tiang api sebagai simbol penyertaan dan perlindungan Tuhan selama perjalanan hidup umat-Nya. Lapisan ketiga adalah makna moral, yang menekankan tiang awan dan tiang api sebagai panggilan untuk mengikuti kehendak Tuhan dan taat pada petunjuk-Nya. Lapisan keempat adalah makna mistis, yang menggambarkan tiang awan dan tiang api sebagai pengalaman perjumpaan dengan Tuhan yang transenden dan penuh kemuliaan.
Pentingnya Pendidikkan Agama Kristen dalam Menerapkan Teori Bloom di Sekolah Simatauw, Marfy
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/91nrh307

Abstract

Abstract Christian Religious Education (PAK) in character building for students through the application of Bloom's theory. Bloom's taxonomy theory was developed by Benjamin Samuel Bloom, with learning objectives divided into three domains: Cognitive, related to thinking skills, such as remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Affective, related to attitudes, values, interests, and emotions in learning. Psychomotor, related to physical skills. This demonstrates that education must be holistic, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects, in line with the national education goal of developing individuals with faith and noble character. However, an imbalance has been found in the learning process, which focuses too much on the cognitive domain, neglecting students' character, spiritual, and physical development. This study aims to analyze the importance of applying Bloom's Theory in Christian religious education learning based on Deuteronomy 6:6-7, and to identify the impacts and challenges faced. Using qualitative descriptive methods with literature review, interviews, and field observations, this research is expected to provide more effective and systematic learning strategies. The integration of Bloom's Theory in Christian Religious Education is expected to enhance students' understanding of Christian values, develop better character, and build a strong community of faith. The data analysis concludes that the importance of implementing Bloom's Theory in learning can help students develop cognitive abilities more effectively and improve learning outcomes. Therefore, implementing Bloom's Theory also plays a role in enhancing students' critical thinking skills. Furthermore, the importance of implementing Bloom's Theory in every religious lesson is crucial, as it tends to be more systematic and able to accommodate various levels of student understanding, character, and talents. Keywords: Christian Religious Education, Bloom's Theory, Attitude Formation, Talent, Knowledge, Learning   Abstrak Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembentukan karakter siswa melalui penerapan teori Bloom. Teori taksonomi Bloom di kembangan oleh Benjamin Samuel Bloom dengan tujuan pembelajaran ke dalam tiga domain sebagai berikut: Kognitif, berkaitan dengan kemampuan berpikir, seperti mengingatkan pemahaman, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan.  Afektif, berkaitan dengan sikap, nilai, minat, dan emosi dalam belajar. Psikomotorik, berkaitan dengan keterampilan fisik. Menunjukkan bahwa pendidikan Pendidikan harus holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk  individu yang beriman dan berakhlak mulia. Namun, ditemukan ketidak seimbangan dalam proses pembelajaran yang terlalu berfokus pada ranah kognitif, mengabaikan pengembangan karakter, spiritual, dan jasmani siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penerapan Teori Bloom dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen berlandaskan Kitab Ulangan 6:6-7, serta mengidentifikasi dampak dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi pustaka, wawancara, dan observasi lapangan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sistematis. Integrasi Teori Bloom dalam Pendidikan Aagama Kristen diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Kristiani, membentuk karakter yang lebih baik, dan membangun komunitas beriman yang kuat. Dari hasil analisis data diperoleh bahwwa penerapan pembelajaran teori Bloom dapat tmembantu siswa mengembangkan kemampuan kognitif siswa secara lebih efektif dan meningkatkan hasil belajar yang baik, maka  dengan menerapkan teori Bloom juga berperan meningkatkan daya pikir kritis siswa, serta pentingnya penerapan di setiap pembelajaran agama supaya teori Bloom cenderung lebih sistematis dan mampu mengakomodasi berbagai tingkat pemahaman, karakter dan bakat siswa. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Teori Bloom, Pembentukan sikap, Bakat, Pengetahuan, Pembelajaran.
Kesahihan Praktek Komunikasi Misi Digital Dalam Perspektif Teologi Kristen: Suatu Kemungkinan di Era Digital Sampe Polan, Sevior
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/qmja3686

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara berkomunikasi, berinteraksi, dan membangun relasi, sekaligus membuka ruang baru bagi gereja dalam melaksanakan misi. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan teologis mengenai kesahihan praktik komunikasi misi digital: apakah penggunaan media digital dapat dianggap sebagai bentuk misi yang sah dalam terang teologi Kristen. Artikel ini bertujuan menelaah kesahihan teologis komunikasi misi digital melalui kajian pustaka dengan pendekatan teologis-historis dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik misi digital sah secara teologis sepanjang tetap berakar pada prinsip-prinsip dasar misi Kristen: Amanat Agung yang tidak membatasi media pewartaan; prinsip inkarnasional yang menegaskan panggilan gereja untuk hadir dalam konteks kehidupan manusia termasuk ruang digital; serta pemahaman bahwa Roh Kudus bekerja melampaui batas medium komunikasi. Selain itu, misi digital dinilai sah apabila mampu memperkuat pemuridan, membangun kehidupan persekutuan, dan mencerminkan etika komunikasi Kristen. Dengan demikian, ruang digital bukan pengganti gereja, tetapi medan misi baru di mana gereja dipanggil untuk menghadirkan Injil secara setia, relevan, dan transformatif dalam konteks budaya masa kini.

Page 1 of 1 | Total Record : 3