cover
Contact Name
Arsyik Ibrahim
Contact Email
arsyik@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6281342205060
Journal Mail Official
jan@b-creta.com
Editorial Address
Jalan Sentosa Dalam No. 90, Kel. Sungai Pinang Dalam, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdita Naturafarm
ISSN : -     EISSN : 30476666     DOI : 10.70392/jan
Jurnal Abdita Naturafarm (JAN atau J Abdita Naturafarm) merupakan jurnal pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diterbitkan oleh B-CRETA Publisher (CV. Borneo Citra Kreatama). Jurnal ini banyak mengungkap dan membahas tentang topik-topik yang berkaitan dengan penerapan dan hilirisasi hasl-hasil penelitian melalui kegiatan PkM dalam berbagai bidang multidisiplin ilmu. Selain itu, J Abdita Naturafarm memuat berbagai kegiatan yang dilakukan dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi dimasyarakat dengan menenarapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Artikel-artikel pada jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu diterbitkan pada bulan Januari-Juni dan bulan Juli-Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Improving Medication Adherence in Diabetics through Education and Training in Self-Monitoring of Blood Glucose in Samarinda: Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes melalui Edukasi dan Pemantauan Glukosa Mandiri di Samarinda Alwan Darwissy Annaza; Yasmine Nur Fachriyyah; Rayhan Fajar Rahmat; Islamudin Ahmad
Jurnal Abdita Naturafarm Vol. 3 No. 2 (2026): J Abdita Naturafarm
Publisher : B-Creta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jan.v3i2.41

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) represents a major public health problem due to its increasing prevalence and the complexity of its long-term management. Effective control of T2DM relies heavily on patient adherence to pharmacological therapy, including oral antidiabetic drugs and insulin, as well as routine self-monitoring of blood glucose levels. However, in many communities, inadequate knowledge, misconceptions about treatment, and limited practical skills remain significant barriers to optimal disease management. In Samarinda City, the high number of diabetes cases reflects ongoing challenges in improving therapy compliance and empowering patients to actively participate in self-care practices. Community-based interventions play an important role in addressing these challenges by providing accessible education and hands-on training tailored to local needs. Health education that combines theoretical information with practical demonstrations has been shown to improve understanding, foster positive attitudes, and enhance self-efficacy among people with diabetes. Furthermore, the use of pre-test and post-test evaluations allows for an objective assessment of knowledge improvement following educational interventions. By strengthening community knowledge and skills related to medication adherence and blood glucose monitoring, such programs have the potential to contribute to better glycemic control, reduce the risk of complications, and support sustainable diabetes management at the community level.
Efforts to Increase Knowledge about the Impact of Illegal Cosmetics on Students of State Senior High School 5 Samarinda: Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Edukasi Dampak Negatif Kosmetik Illegal Bagi Kesehatan di SMA Negeri 5 Samarinda Hifdzur Rashif Rija'i; Aulia Rahmadita; A. Yuki Angraini Putri Nabila; Ni Kadek Ria Astini
Jurnal Abdita Naturafarm Vol. 3 No. 2 (2026): J Abdita Naturafarm
Publisher : B-Creta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jan.v3i2.43

Abstract

Meningkatnya penggunaan produk perawatan kulit dan kosmetik di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran terkait paparan kosmetika ilegal yang mengandung bahan berbahaya, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya kosmetika ilegal serta pentingnya penggunaan sunscreen sebagai perlindungan dasar kulit. Program dilaksanakan melalui sesi edukasi kesehatan terstruktur kepada 48 siswa SMA dengan metode penyuluhan langsung, presentasi multimedia, penilaian pre–post test, dan diskusi interaktif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa yang terlihat dari kenaikan nilai post-test serta kemampuan mereka dalam mengidentifikasi ciri-ciri kosmetika ilegal, mengenali bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon, serta memahami pemilihan dan penggunaan sunscreen yang tepat. Siswa juga menunjukkan kesadaran lebih tinggi untuk memverifikasi nomor BPOM dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Penelitian menyimpulkan bahwa intervensi edukasi di lingkungan sekolah efektif meningkatkan literasi siswa mengenai keamanan kosmetik dan perilaku perlindungan kulit, sehingga penting untuk mengintegrasikan program promosi kesehatan serupa dalam kurikulum sekolah guna mencegah risiko jangka panjang akibat penggunaan produk yang tidak aman.
Changes in Knowledge Patterns of Students at State Junior High School 40 Samarinda, East Kalimantan Regarding HIV/AIDS Before and After Education: Perubahan Pola Pengetahuan Siswa/Siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 40 Samarinda Kalimantan Timur Terkait HIV/AIDS Sebelum dan Setelah diberikan Edukasi Arsyik Ibrahim; Ni Komang Anika Puspitawati; Arifah Nur Sabrina; Nadhilah LIsa Hasyyati
Jurnal Abdita Naturafarm Vol. 3 No. 2 (2026): J Abdita Naturafarm
Publisher : B-Creta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70392/jan.v3i2.46

Abstract

In Indonesia, HIV/AIDS cases are increasing among adolescents, requiring health education efforts to improve understanding of prevention. The “AMAN” health promotion activity: HIV/AIDS Prevention was carried out among students at State Junior High School 40 Samarinda through education aimed at increasing knowledge about the definition, progression of the disease, modes of transmission, symptoms, prevention, and treatment of HIV/AIDS. This outreach activity was conducted by providing educational leaflets and PowerPoint presentations, as well as measuring knowledge levels through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in knowledge after the education was provided. Before the activity, the majority of respondents were in the “understand” category (82.97%), and only 6.38% were in the “very understand” category. After the education, the proportion of respondents who were very knowledgeable increased to 40.43%, while those in the less knowledgeable category decreased to 2.13%. This increase reflects that education using visual and print media is effective in improving adolescents' understanding of HIV/AIDS. This health promotion can be a preventive measure to reduce the risk of HIV/AIDS transmission among adolescents by increasing health literacy.

Page 4 of 4 | Total Record : 33